Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Anak Bandel


__ADS_3

Kartina pun juga memikirkan hal yang sama seperti Sean, jika saja dia hadir di sana, mungkin saja dia yang jadi sasaran penembakan ini, "Sudah jangan terlalu banyak berpikir, kamu mending istirahat lagi, kondisimu masih lemah kan" ucap Kartina


"Baik bu" Sean pun kembali berbaring dengan di bantu oleh ibunya


Kartina pun membenahi selimut di tubuh Sean, dan Sean pun kembali tertidur karena memang dia masih merasa sedikit pusing di kepalanya



Sean pun melewati hari dengan hanya berbaring di rumah sakit, dan tidak terasa hari pun sudah berganti, keesokan paginya Sean perlahan membuka matanya, dan dia masih hanya bisa terbaring disana


"Pagi Sayang, apa tidurmu nyenyak Semalam?" tanya Kartina yang masih menemani Sean hingga pagi ini, sementara Regan dan Elisa sudah pulang tadi malam


"Tidak terlalu bu, tidak nyaman tidur disini" ucap Sean tersenyum ke arah ibunya


"Kamu cepat cepat sembuh saja, biar cepat pulang" ucap Kartina


"Iya"


Mereka mengobrol hingga haripun beranjak Siang, dan Kartina juga sudah membantu Sean untuk makan pagi di tempat tidurnya tadi


"Arman, ibu harus ke kantor dulu, ada hal yang harus ibu urus, kamu tidak papa kalau ibu tinggal ?" tanya Kartina


"Tidak papa bu, Araman juga merasa sudah baikan" ucap Sean


"Baiklah, kalau perlu apa apa panggil saja Anak buah Agam di luar" ucap Kartina


"Baik bu" ucap Sean


Kartina pun segera pergi dari Ruangan Sean,


Seperginya Kartina dari ruangan, Sean pun langsung mencari ponselnya di laci lemari kecil di samping tempat tidur, karena biasanya juga akan tersimpan di situ, dan memang benar ponsel dan beberapa barang miliknya ada disana, Setelah menemukan apa yang dia cari Sean pun langsung menghubungi Agam


"Agam, apa kamu berhasil menangkap pelakunya?" tanya Sean tampa basa basi


"Tuan apa anda tidak papa?" Agam malah balik bertanya


"Tidak, aku baik baik saja, Apa kamu menangkapnya?" Sean mengulang lagi pertanyaanya


"Saya sudah menagkap mereka, mereka berjumlah 3 orang tuan, Saya juga sudah membawanya ke kota J, Saya sekap mereka di markas, harus saya apakan mereka?" tanya Agam


"Kerja bagus, biarkan saja dulu mereka disana, pastikan kalau mereka tidak kabur, aku punya sedikit pertanyaan untuk mereka nanti" ucap Sean


"Baik tuan" ucap Agam


Sean pun menutup sambungan telponya, diapun berbaring lagi di kasurnya itu sendirian, karena sekarang dia berada di ruang rawat VIP, jadi hanya ada dia seorang di sini


Perlahan kantuk pun mulai datang lagi padanya, mungkin karena semalam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak, diapun akhirnya tertidur kembali dengan pulas

__ADS_1


Sudah beberapa waktu Sean masih tertidur, sampai dia pun akhirnya terbangun karena merasa tanganya di aliri oleh cairan hangat dan merasa kalau tanganya sedang di genggam oleh Seseorang


Diapun mulai membuka matanya perlahan, dan Sean pun langsung mengarahkan pandanganya pada seorang gadis berkerudung hijau muda di sampingnya, dan entah dari kapan gadis ini ada di ruangan ini, Sean tidak mengingatnya


Dia duduk di sebelah tempat tidur untuk menangisinya, dan wajahnya tertunduk di tangan Sean yang di pegangnya, wanita ini tidak bersuara dan hanya sesekali terisak


Diapun ingin memastikan siapa gadis di sampingnya ini karena wajahnya memang hanya terlihat sedikit, Sean menggerakan tanganya perlahan supaya gadis ini merespon


Dan benar saja gadis itu pun langsung mengangkat wajahnya dan langsung menatap ke arah Sean


"Lena," ucap Sean


"Kak Sean, akhirnya kamu bangun" ucap Lena


"Tentu saja Len, aku hanya tidur" ucap Sean


"Syukurlah Lena kira kak Sean tidak akan bangun lagi" ucap Lena tersenyum dengan air mata yang masih mengalir


"Kak Sean tidak papah Len, tenang saja, kak Sean kemarin cuma terj...., ucapan Sean tehenti karena Lena langsung memotongnya


"Jangan bilang kalau kak Sean terjatuh lagi, Lena sudah tau yang terjadi dengan kakak, kak Sean tertembak kan?" ucap Lena sambil terus menangis


Memang itu yang akan Sean katakan tadinya, "Iya,, darimana kamu tau?" ucap Sean penasaran siapa yang memberitaunya,


Mereka sudah lama tidak pernah bretemu lagi sejak terahir kali Lena kerumahnya karena Sean memang terlalu sibuk


"Lena baca di media sosial tentang kejadian yang menimpa kak Sean di kota K tadi" ucap Lena


"Apa yang mereka tulis Len?" tanya Sean penasaran


"Yang Lena baca mnyebutkan Kalau direktur utama perusahaan KARTIN.corp koma karena di tembak pria misterius di kota K, dan Lena ingat kalu itu pasti kak Sean, jadi Lena cari tau kak Sean ada dimana" ucap Lena


"Lena pikir kak Sean benar benar koma"


"Tidak papa, kak Sean baik baik Saja, itu hanya berita bohong" ucap Sean, dia berpikir Siapa yang menulis berita semacam itu dan untuk apa


"Syukur lah, Lena sangat khawatir, Lena kira tidak akan bertemu kak Sean lagi" ucap Lena menyeka air matanya sendiri


Tiba tiba pintu ruangan rawat Sean pun terbuka dari luar dan masuklah seorang gadis yang tidak asing juga untuk Sean, ya itu Gina


Gina pun menhampiri mereka sambil menghitung belanjaan di kantong pelastik yang di bawanya "Len sepertinya aku lupa tidak beli minumanya deh" ucap Gina, dia pun langsung melihat ke Arah Sean dengan kaget "Kak Sean sudah sadar?, ini benar benar ajaib, ternyata memang cinta sejati bisa membangunkan orang yang koma sekalipun" ucap Gina tampa berkedip


"Jangan bicara Sembarangan, kak Sean tidak koma, dan juga Sudah kubilang kak Sean itu temanku, kamu susah sekali kalau di bilangin" ucap Lena yang merasa sedikit tidak enak pada Sean


"Harusnya aku tidak mengajakmu tadi" ucap Lena


"Iya iya jangan marah, aku hanya bercanda Len, kukira berita itu benar" ucap Gina

__ADS_1


"Kak Sean, kamu beneran tidak papa?" tanya Gina ke Sean


"Tidak, lukaku tidak parah, 1 atau 2 hari lagi juga pasti sembuh" ucap Sean


"Oh, begitu ya, padahal Lena besok ulang tahun lho, gak bisa kasih kado dong?" ucap Gina


"Ginaaaaaa, kenapa kamu ini? kak Sean sedang sakit, juga aku tidak ada niat merayakanya, bawel banget sih" ucap Lena yang semakin merasa tidak enak


"Apa benar kamu ulang tahun besok Len" tanya Sean


"Iya, tapi memang tidak Lena rayain kok kak, Gina saja yang mulutnya bawel tuh" ucap Lena


"Oh," ucap Sean, tapi dia berpikir akan tetap meberikan Lena hadiah, tapi dia sdikit bingung kado seperti apa yang bagus untuk Lena, dia tidak punya inpirasi, 'Kalu nanya dulu gak ada surprise nya' pikir Sean


"Hey, ko bengong kak?" ucap Lena


Sean pun langsung tersadar dari lamunannya "Eh, enggak Len, kalian kesini dengan siapa?" tanya Sean


"Kita kesini hanya datang berdua kak, kita naik kendaraan umum" ucap Lena


"Oh" Sean pun sdikit mendapat inspirasi 'Baiklah itu saja' pikir Sean


Sean pun langsung mengirim pesan ke Regan untuk menyiapkan sebuah hadiah untuk Lena dan memintanya untuk mengirimnya langsung ke rumah Sakit


Sementara Regan sedang menjalankan tugas dari Sean, Sean hanya terus mengobrol dengan dua gadis muda itu, hingga tidak terasa waktu pun beranjak siang, cukup lama mereka menghabiskan waktu untuk mengobrol


Tak berapa lama kemudian Regan pun menghubungi Sean Lagi "Bos, barang yang anda pesan sudah ada di depan, apa yang perlu saya lakukan lagi? " tanya Regan di telpon


"Baik, tunggu saja di sana, aku akan segera turun" ucap Sean dia pun langsung menutup telponya


"Siapa kak, kenapa kakak harus turun?" tanya Lena


"Ada yang mengantar barang Len, jadi kakak harus turun" ucap Sean


"Kak Sean kan sedang sakit, biar Lena dan Gina saja yang ambilkan untuk kak Sean" ucap Lena


"Tidak, barangnya sedikit berat, kamu bantu kak Sean saja untuk turun kebawah" ucap Sean, kebetulan mereka berada di lantai 2 rumah sakit


"Tapi.....,"


"Aku tidak papa, kita turun sebentar" ucap Sean sambil melepaskan beberapa alat medis dari tubuh dan tanganya


"Kak, itu tidak boleh di lepas" Lena pun mencoba menahan aksi Sean ini


"Tidak papa" Sean pun langsung beranjak dari tempat tidurnya


"Dasar anak bandel, susah ya kalau di bilangin, pantesan saja kak Sean sering terluka, dasar ceroboh" ucap Lena marah karena sangat menghawatirkan keadaan Sean, tapi dia tetap berdiri dari kursi untuk membatu Sean turun dari tempat tidur

__ADS_1


...~°~...


...(jangan lupa di like, komen, dan dukung terus ceritanya)...


__ADS_2