
Tapi Sean yang sedari tadi siaga juga sudah mengepalkan tinjunya, dan ketika pria itu memukul pipinya, Sean juga mengangkat tinjunya ke dagu pria tersebut dari arah bawah dengan keras, hingga pria itu pun terjungkal ke tanah, dia tidak menyangka kalau Sean akan merespon secepat itu
Pria satunya tidak tinggal diam, dia langsung menyerang ke arah Sean lagi, tapi kali ini Sean dapat menghindarinya, pria itu terus menyerang dan Sean selalu berhasil menghindar, hingga Sean menemukan posisi yang leluasa untuk melawan tidak terpojok di tralis seperti sebelumnya
Sean menahan pukulan yang di layangkan pria yang masih menyerangnya, dan dengan cepat memberi pukulan balasan di perut pria itu beberapa pukulan dan menendang dadanya dengan keras, pria itu langsung terjatuh ke tanah dan memegangi perutnya
Sean mengibas ngibaskan tanganya yang menahan pukulan pria itu, ''Pukulan pria pria ini tidak bisa di anggap remeh, sepertinya mereka sangat terlatih'' gumam Sean, dia sadar kalau lawanya bukan orang biasa biasa
Pria yang pertama di pukul Sean sekarang sudah berdiri kembali, seketika dia langsung melesatkan tendangan ke arah dada Sean, Sean mengelak dengan cepat dan menyadari posisinya menguntungkan Sean langsung mencengkram wajah pria ini dengan tanganya kuat kuat, Sean juga menyandungkan satu kaki nya ke kaki belakang pria itu
Alhasil dia pun kehilangan keseimbangan dan Sean langsung menghatamkan kepala pria itu ke tanah dengan keras ke arah depan Sean atau ke arah belakang pria itu, karena benturan kepalanya cukup keras menghatam jalanan gang, seketika pria itupun langsung tidak sadarkan diri
Pria satunya melihat temanya yang sudah tergeletak dengan tangan Sean yang mencengkram wajah temanya itu dia pun cukup kaget
'Ternyata dia tidak bisa aku remehkan, sebaiknya aku panggil
bantuan' pria itu merasa tidak akan sanggup melawan Sean dengan kondisinya yang sudah sedikit lemah
Dia bangkit dan berniat kabur dari hadapan Sean untuk menghubungi rekanya yang lain untuk membatu, dia pun berbalik untuk pergi, Sean belum breaksi
Tapi ketika pria itu baru saja berbalik tiba tiba sebuah tinju besar tertuju padanya dan menghatamnya sangat keras, dia pun langsung terpental dan mendarat ke tanah dengan tragis, dia tidak bisa bangkit lagi dan diapun tidak sadarkan diri
"Tuan, anda tidak papa" ucap Agam yang baru muncul dari kegelapan gang itu
"Tidak tidak papa, ini bisa ku atasi, sepertinya mereka hanya debt kollector yang salah sasara saja," ucap Sean
__ADS_1
Agam memperhatikan kedua orang yang sudah terkapar dan melihat baju yang di kenakan mereka itu tidak asing baginya
"Maaf tuan, mereka bukan debt kollector biasa, mereka tergabung dalam sebuah jaringan bodyguard di kota ini, grup mereka di kenal juga dengan grup beruang merah, bisa di bilang mereka berkelas elit dan punya banyak jaringan, jadi tidak mungkin mereka menerima pekerjaan menagih hutang, saya rasa ada orang yang ingin menganggu anda lagi" ucap Agam
"Begitukah" Sean melihat baju mereka memang terdapat sebuah lambang kepala beruang berwarna merah dan tertulis RED BEAR bodyguard
"Apa yang kamu tau tentang mereka" tanya Sean
"Banyak, karena aku dulu bagian dari mereka, pendirinya adalah ayah ku, dan di wariskan kepadaku, tapi ada yang tidak senang dengan kepemimpinanku, dia paman ku dan anak sulungnya, mereka tidak setuju dengan peraturanku yang melarang anggota untuk melindungi orang yang melakukan bisnis terlarang, atau bisnis kotor lainya, yang menurut pamanku klien seperti itu adalah klien yang sangat menjajikan, dan akhirnya mereka melakukan kudeta dan membuangku", ucap Agam
"Begitu kah, tidak terpikir olehku kamu punya pengalaman seperti itu, lalu bagai mana kamu bekerja dengan ibuku dan memiliki anak buah?" tanya Sean merasa penasaran dengan asal usul Agam
"Dulu aku tidak sekuat sekarang, aku pernah separing dengan iparku untuk mebuktikan siapa yang lebih pantas untuk jadi pemimpin, aku dapat mengalahkanya, tapi banyak dari grup yang berpihak kepada pamanku, akhirnya pamanku turun tangan untuk berhadapan denganku, waktu itu aku masih belum sebanding denganya, aku kalah hingga terluka parah, dan setelah itu mereka membawaku dan mebuang ku ke got tidak jauh dari perusahaan ibumu yang belum seperti sekarang ini,"
"Di waktu itulah ibumu menemukanku dengan keadaan yang menyedihkan, dia menolongku dan mengangkatku jadi ajudanya, dan ketika perusahaan ibumu berkembang dengan sangat pesat, ada orang yang iri pada pencapaian ibumu ini, dan berusaha menggulingkanya dengan berbagai cara, dari cara yang halus sampai cara yang kasar pun mereka halalkan, dari itulah dia menyuruhku untuk masuk pelatihan profesional, dan dia juga membangun dan mendanai pusat latihan untuk merekrut dan melatih pengawal pengawal handal yang di kepalai olehku"
"Ya, dan bisa di bilang kalau RED BEAR adalah masalaluku dan juga musuhku, dan yang menyuruhnya pasti adalah musuh ibumu" ucap Agam menjelaskan panjang lebar
Sean menganguk nganggukan kepalanya
"Cerita yang menarik, harusnya kamu buat novel ceritamu itu, karna kisahmu itu lumayan bagus" ucap Sean bercanda
"Jadi apa yang harus kita lakukan dengan orang orang ini?" tanya Sean
Sean berpikir mungkin orang ini suruhan Ferdi karena masalah tadi sore, dia berniat membuatnya tidak jadi pergi dengan Rania, bukan karena dia sudah mengetahui identitas Sean sebenarnya, jika alasanya itu dia pasti mengirim lebih banyak orang lagi, karna terakhir kali dia gagal dengan suruhan premanya
__ADS_1
"Aku akan melemparkan mereka ke got, seperti yang pernah mereka lakukan dulu padaku" ucap Agam yang langsung mengangkat tubuh tubuh mereka satu persatu dan melemparkanya ke got bau yang tidak jauh dari gang, Agam juga melemparkan sepeda motor mereka
Jadi sekilas kalau ada orang yang melihat mereka, pasti mengira mereka terperosok saat mengendarai motor
Sean pun sekarang paham tentang Agam, mengapa dia turun langsung melindunginya, dan rela jadi supir bahkan dia mau di suruh suruh Sean, padahal dia memiliki banyak anak buah dan dia juga sebagai pemimpin di sebuah organisasi jasa ke amanan yang bisa saja agam menyuruh bawahanya untuk mengawalnya
Ternyata bukan karena profesionalisme kerja Agam yang tinggi, tapi lebih ke balas budi pada ibunya
"Agam, apakah pemimpin mereka tidak akan marah jika anggotanya kita buat seperti ini" tanya Sean agak khawatir karena mereka lumayan tangguh dan terlatih, Sean merasa tidak akan sanggup jika menghadapi 5 orang saja orang seperti mereka secara bersamaan, apalagi kalau lebih
"Jangan khawatir, saya yakin anak buahku lebih baik dari pada mereka, juga saya sangat menantikan bisa berhadapan langsung dengan pemimpin mereka" ucap Agam berniat akan lebih memperkeruh suasana lagi jika mereka mengirim lagi anak buah mereka
"Baiklah, aku percaya padamu, tapi aku juga akan berusaha menjadi kuat sepertimu, agar aku bisa membantumu juga di kemudian hari" ucap Sean merasa bersemangat, Agam pun hanya mengangguk tanda setuju dengan Sean
Waktu sudah menunjukan pukul 7 lebih tapi belum ada tanda tanda Rania datang untuk menjemput, Sean merasa sedikit khawatir, diapun segera menghubunginya
"Hallo Ran, kamu sudah di mana?" tanya Sean
"Hallo Sean, aku masih di rumah masih nunggu mobil, ayah ku masih belum pulang" ucap Rania
"Begitu ya, syukurlah" ucap Sean merasa lega karna Rania tidak ada masalah
"Apanya yang sukurlah?, apa kamu tidak mau menemaniku ke acara, jahat sekali" ucap Rania dengan nada sedih
"Bu bukan seperti itu maksudku, aku tadi khawatir kalau kamu ada masalah di jalan," ucap Sean
__ADS_1
"Kalau itu alasanya, aku saja yang menjemputmu ke sana," ucap Sean dia pun menutup teleponya dan bergegas untuk kerumah Rania dengan Agam
...~°~...