Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Pesawat


__ADS_3

Keesokan paginya Regan pagi pagi sekali dia sudah berada di kantor, dia cukup bersemangat di hari pertamanya kerja ini, dia pun menunggu Sean di depan pintu masuk perusahaan dan memberikan senyuman kepada setiap karyawan yang berpapasan dengan nya


"Pagi pak direktur" ucap Regan menghampiri Sean yang baru turun dari mobil dan membungkukan sedikit badannya pada Sean


"Pagi juga," ucap Sean


Regan pun langsung mengambil tas yang di bawa Sean


Sean memperhatikan penampilan Regan dari atas sampai bawah, dia hanya mengenakan celana katun biasa dan kemeja yang sdikit kusut, Sean pun menggelengkan kepalanya "Apa kamu tau Sebagai apa kamu di sini?, apa tidak bisa kamu berpenampilan lebih baik?" tanya Sean


"Ma maaf pak direktur, cuma ini baju kerja yang saya punya, bulan depan saya berjanji akan membeli baju yang lebih rapih lagi" ucap Regan,


Regan juga sadar kalau memang penampilanya sangat tidak pantas untuk di sebut asisten direktur dari perusahaan sebesar ini, tapi dia tidak ada pilihan lain karena hanya itu baju terbaik yang dia punya sekarang


"Terlalu lama jika menunggu bulan depan, sebagai tugas pertamamu saya mau kamu berpenampilan layak, saya tidak mau melihat kamu dengan penampilan seperti ini lagi kedepanya"


Sean pun mengeluarkan sebuah kartu bank biasa dari dompetnya, saldonya hanya sekitar seratus jutaan, "Pakai kartu ini untuk membeli beberapa setelan jas, dan aku tidak mau punya asisten yang berpenampilan murahan, jadi pastikan kamu membeli baju yang bagus untuk kamu pakai" ucap Sean sambil memberikan kartu bank itu kepda Regan


Selain untuk membantunya, Sean juga sekalian menguji kejujuranya, kalau dia jujur pasti dia akan mengembalikan kartu itu, kalau tidak ya mungkin dia akan menguras saldo di dalamnya


"Ba baik pak, saya akan melaksanakanya" ucap Regan smbil mengambil kartu itu, diapun segera pergi dari hadapan Sean setelah menyerahkan tas Sean kembali


Sean juga Segera naik ke atas untuk ke ruanganya, semenjak dia menjabat di perusahaan beberapa waktu lalu, sikap Sean memang berubah jadi sedikit lebih dingin dan berwibawa, tapi itu hanya berlaku saat dia berada di area kantor atau lingkungan kerja, mungkin semacam ada tuntutan peran yang menjadikanya seperti itu


Setelah beberapa waktu Regan pun kembali dengan penampilan yang jauh lebih baik dari sebelumnya, diapun segera menghadap Sean "Pak direktur, apa saya melakukan tugas saya dengan benar?" ucap Regan meminta pendapat Sean, dia sekarang menggunakan setelan jas yang lumayan bagus


Sean pun memperhatikan penampilan Regan sekarang "Kurasa itu lebih baik" ucap Sean


"Terimakasih pak, ini saya kembalikan kartu bapak, bapak bisa memotong gaji saya untuk mengganti pakaian ini nanti" ucap Regan

__ADS_1


"Simpan saja kartu itu, anggap juga baju itu untuk keperluan kantor, dan kamu boleh gunakan kartu itu untuk keperluan kantor lainya, jangan sekali kali menggunakanya untuk hal yang di luar keperluan kantor" ucap Sean


"Ba baik pak, terimakasih banyak" ucap Regan dengan mata yang berkaca kaca karena merasa kalau bosnya ini terlalu baik padanya


Regan pun sekarang resmi menjadi asisten pribadi Sean, dan menangani sebagian tugas Elisa, jadi Elisa juga merasa sdikit terbantu karena adanya Regan ini , karena tugasnya bisa berkurang sedikit,


Di awal Sean menjadi pemimpin perusahaan sepenuhnya, Sean terfokus untuk menata ulang setruktur organisasi perusahaan, dia tidak segan memutasi jabatan yang menurutnya hanya menghambat, dan dia juga tidak ragu untuk memberikan promosi jabatan untuk orang yang menurut Sean punya potensi besar dan kompeten di bidangnya


Salah satu yang terkena mutasi jabatan adalah Manager Arda dari departemen pemasaran, meski menurut Sean kerja Arda tidak terlalau buruk, tapi dia selalu menggunakan jabatanya untuk merayu wanita yang ada di kantor, jadi Sean menilai kalau Arda tidak punya moralitas yang baik


Sedangkan menurut Sean moralitas yang baik itu penting untuk urusan jangka panjang, moralitas yang baik akan mengahsilkan kedisiplinan yang baik juga, itu menurut pendapat Sean


Dan itu pun terbukti di beberapa bulan kepemimpinan Sean sekarang, Sean sudah mebuat pencapaian yang luar biasa di dalam perusahaan, Sean bahkan sudah banyak memiliki saham di perusahaan perusahaan besar, dan sudah mengakuisisi beberapa perusahaan di dalam atau pun di luar kota untuk mejadikanya anak perusahaan KARTIN.corp yang tentunya dengan memperhitungkan potensi dari perusahaan itu,


Sean tidak asal asalan dalam membuat keputusan apapun, dia memang di anugrahi intuisi yang cukup tajam, dan semua keputusanya selalu sesuai dengan espektasi yang dia harapkan


Sean memang sekarang mampu mengguncang dunia perbisnisan di negara ini, hingga namanyapun kini mulai di kenal luas di kalangan pembisnis elit di tanah air,


Bisa di bilang kalau sekarang Sean sudah lebih dari berhasil, dengan waktu yang singkat dia sudah mendapat kekayaan jauh melampaui kekayaan Hendro berkali kali lipat, dia bahkan sudah membeli saham di perusahaan Hendro dan menguasai sedikitnya 40% saham, dan termasuk pemegang saham terbesar juga di prusahaan Hendro


Tapi Sean tidak pernah menghadiri rapat pemegang saham di kantor Hendro, karena Sean selalu mempercayakan Regan untuk mewakilinya, jadi Hendro sampai sekarang belum tau sosok besar di balik perusahaan KARTIN.corp sekarang itu adalah Sean yang pernah dia bilang berandalan


Sean memang harus berterima kasih kepada Hendro, andai tidak ada tamparan Hendro waktu itu, mungkin Sean tidak akan punya motivasi untuk dia bisa berkembang seperti sekarang ini


Hanya saja sekarang Sean jadi kurang berkomunikasi dengan Rania karena kesibukanya, dia jadi sedikit melupakan Rania yang jadi tujuan awalnya, Sean memang terlalu sibuk dengan ambisinya sekarang


Hari ini Sean ada agenda untuk mengunjungi perusahaan yang ada di kota K, ada peresmian kantor baru yang akan dihadiri Sean disana


Sean pun untuk pertama kalinya mencoba jet pribadi milik Kartina, dia pun sangat kagum kepada ibunya yang memulai semuanya dari nol, hingga sekarang bisa mempunyai semua ini 'Ibuku memang wanita hebat' pikir Sean sambil memandangi tulisan KARTIN berwarna merah yang ada di badan pesawat

__ADS_1


Kartina memang kebetulan tidak ikut untuk peresmian ini, Sean pun Segera naik kedalam pesawat yang berkapasitas hingga 20 orang dan berharga Ratusan miliar itu


Di kabin mewah itu Sean duduk di kursi yang elegan dengan perasaan tidak karuan, jujur ada rasa cemas di hati Sean karena ini pertama kalinya Sean naik pesawat


"Pak direktur, apa ini pertama kalinya anda naik pesawat" tanya Elisa yang kebetulan duduk bersebrangan dengan Sean


"Iya ini pertama kalinya, apa itu sangat terlihat?" tanya Sean


"Iya, wajah anda terlihat tegang, rileks saja pak, tidak akan jatuh kok" ucap Elisa sedikit menggoda Sean, Elisa memang sudah Sering bepergian dengan pesawat ini untuk mendampingi Kartina


Sean pun sedikit tersenyum "Memang itu yang aku hawatirkan" ucap Sean, diapun melirik Regan, ternyata tidak jauh berbeda dari dirinya, mungkin karena sama sama pertama kalinya juga


Pesawat pun segera lepas landas dan meninggalkan bandara kota J itu dengan cepat


Sepanjang perjalanan Sean tidak henti hentinya berdoa, Sean juga tidak berani melihat langsung keluar jendela, Elisa pun hanya tersenyum memperhatikan Sean yang Seperti itu


Beberapa waktu berselang merekapun akhirnya mendarat dengan mulus di bandara kota K, Sean pun barulah bisa bernapas lega, diapun segera turun dari pesawat dan di ikuti semua rombongan yang turun satu persatu, Sean pun disambut oleh petinggi petinggi kantor yang ada di kota K


"Selamat datang pak direktur Arman" ucap mereka serempak dan langsung bersalaman dengan Sean dan mengenalkan nama mereka serta menyebutkan jabatan jabatan mereka di beberapa perusahaan anak cabang KARTINcorp yang ada di sana


Sean pun segera di arahkan keluar dari bandara dengan di ikuti puluhan Orang di belakangnya,


Setibanya di luar bandara Sean pun melihat deretan mobil mercy yang terparkir di sana untuk menjemput rombongan Sean yang datang


"Silahkan pak Arman" ucap seorang petinggi yang membukakan pintu mobil untuk Sean itu


"Iya terima kasih" ucap Sean


Diapun masuk ke mobil dengan Regan dan Elisa yang duduk di belakang dan Sean di kursi depan, Sementara Agam masuk di mobil lain karena Sudah ada seorang supir di setiap mobil yang menjemput mereka ini, dan Rombongan mobil itupun segera meninggalkan bandara

__ADS_1


__ADS_2