Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Penculikan


__ADS_3

Setibanya di lantai bawah, Kartina pun segera masuk ke dalam mobil Bentley mulsanne miliknya yang sudah menunggu, Sean juga sudah bermaksud untuk duduk di jok belakang mobil, namun tiba tiba Agam datang menghampirinya


"Tuan, ada masalah" ucap Agam


Sean pun tidak jadi untuk masuk dan menutup kembali pintu mobil ibunya itu "Bu duluan saja" ucap Sean pada ibunya yang sudah di dalam mobil


"Oh baiklah" ucap Kartina, dan mobil Kartina pun perlahan melaju dan di ikuti 3 mobil pengawalnya


"Ada info apa?" tanya Sean tenang


"Nona Rania dan nona Lena di culik!" ucap Agam panik


Sean pun mengerutkan dahinya "Apa? mereka berada di tempat yang berbeda, kenapa bisa terjadi bersamaan?" tanya Sean kaget dan bingung


"Saya juga tidak tau, orang yang bertugas mengawasi nona Rania dan nona Lena juga di hajar oleh mereka saat mencoba mencegahnya" ucap Agam


"Goma,,, pasti ini ulah Goma" ucap Sean "Segera keluarkan mobil, kita cari mereka " ucap Sean sedikit panik


"Baik tuan" ucap Agam


Agam pun segera mengeluarkan mobil Sean dari parkiran basment, Sean pun segera masuk ke dalam mobilnya itu dan langsung meminta bantuan (S) untuk menelusuri keberadaan mereka berdua, setelah dapat informasinya Sean sedikit bingung untuk mengejar yang mana, karena posisi mereka memang masih bergerak di tempat yang berjauhan, Sean memastikan kalau mereka masih di dalam mobil si penculik itu


"Kita kemana Tuan?" tanya Agam


"Entah lah, tapi kurasa mereka akan lewat jalur ini, kita kesini saja" ucap Sean menebak nebak jalur yang akan mereka lewati dari map info


"Baiklah Tuan" ucap Agam yang langsung menginjak pedal gas dan bergegas menuju jalan yang di tunjuk Sean di map Ponselnya


Merekapun segera sampai di perempatan jalan yang di tuju mobil yang membawa Rania, Sean pun menunggu sebentar sambil melihat sinyal merah pada map ponselnya yang perlahan mendekat, dan tidak lama Sean pun melihat mobil minibus hitam yang mulai muncul dari sebrang jalan perempatan

__ADS_1


"Agam hadang mobil hitam itu" ucap Sean


"Baik" Agam pun segera melajukan mobilnya kedepan hingga hampir bertabrakan dengan mobil hitam itu dan langsung membanting setir ke arah kiri untuk menghalangi pergerakan mobil itu, namun mobil itu bisa berhenti tepat waktu, dan kemudian mobil itu pun bisa menghindari mobil Sean sebelum Sean sempat bereaksi, dan mobil itu pun segera melenggang bebas melaju kearah yang di tujunya tadi


"Sial, dia lolos, kejar lagi mobil itu" ucap Sean sedikit marah


Agam pun segera memutar kembali mobilnya untuk mengejar mobil itu di kondisi jalanan yang tidak terlalu padat, aksi kejar kejaran mobil pun berlangsung cukup panas, dan menghasilkn beberapa kekacauan di setiap persimpangan jalan karena mereka menerobos lampu merah,


Namun mobil Sean masih terus mengikuti mobil minibus itu, dan merekapun mulai memasuki jalanan yang tidak telalu ramai, mobil Sean pun perlahan bisa mendekat ke Arah mobil hitam itu karena memang mobil Sean bisa melesat cukup cepat di jalanan yang sedikit sepi seperti ini


Setelah main kejar kejaran beberapa waktu Agam pun bisa menyalip mobil itu hingga mobil itu pun menghentikan mobilnya di pinggiran


Sean pun segera turun dari mobilnya dan langsung menghampiri pengemudi mini bus itu, Sean langsung saja menggebrak dan menghancurkan kaca jendela mobilnya, kemudian Sean langsung menarik kerah baju si pengemudi itu dan langsung mengeluarkan nya dari jendela mobil, dan Sean pun langsung memukulinya hingga pingsan


Setelah itu Sean langsung berniat untuk membeuka pintu tengah, tapi belum juga Sean membuka pintunya, pintu itu sudah terbuka duluan dan keluarlah 2 orang pria yang memakai tergos dan dengan membawa pisau lipat di masing masing tangannya


Sean sedikit mundur dan melihat kalau di dalam memang terbaring Rania yang sepertinya tidak sadarkan dirik di kursi tengah mobil


"Justru kalian yang tidak tau sekarang kalian behadapan dengan siapa" ucap Sean


"Kami tidak peduli, Kau sudah menghalangi jalan kami, itu artinya kamu ingin mati, kita sikat saja dia " ucap salah satu pria bertopeng itu, dan mereka pun langsung menyerang Sean bersamaan


Sean pun tidak banyak bicara lagi dan langsung menghajar mereka, karena Lena juga masih membutuhkan bantuan, 'buk buk buk' "Uwa" Uwa" 'guprak guprak" Sean pun segera bisa menumbangkan 2 pria ini dengan mudah


Sean pun segera menghampiri Rania yang di dalam mobil minibus itu dan segera meraih kepalanya "Ran,, Ran bangun Ran" ucap Sean


"Tuan, bagai mana keadaanya?" tanya Agam


"Dia sepertinya pingsan karena pengaruh obat bius, tolong kamu bawa dia kerumasakit sekarang, hubungi anak buahmu untuk kemari, dan suruh mereka mengantar Rania, untuk sementara kamu jaga dulu dia di sini, aku harus mengejar mobil yang membawa Lena juga" ucap Sean

__ADS_1


"Baik tuan, tapi tuan,,, nyonya juga ada dalam masalah, mereka juga menculik nyonya" ucap Agam yang menerima kabar tidak sedap lagi dari anak buahnya


"Apa? , bukan kah ibu di kawal anak buahmu?, bagaimana bisa dia di culik juga?" ucap Sean


"Iya tuan, pengawal nyonya bisa di lumpuhkan mereka, seprtinya mereka kalah jumlah" ucap Agam


"Kurang ajar, Goma memang tidak main main" ucap Sean


"Baiklah aku pergi sekarang, tolong kamu urusa Rania" ucap Sean


"Baik tuan" ucap Agam


Sean pun segera naik ke mobilnya lagi dan langsung menginjak pedal gas tampa ragu ragu, mobil pun segera melesat kembali menuju arah sinyal ponsel ibunya yang sudah di proses (S) juga, dan kebetulan sinyal dari ponsel Lena dan sinyal ponsel Kartina menuju ke satu arah yang sama, jadi Sean pun tidak terlalu bingung untuk menentukan arah


Sean pun terus memacu mobilnya ke arah yang di tuju sinyal ponsel mereka, hingga akhirnya Sean pun melihat Sinyal ponsel itu berhenti di sebuah tempat, Sean pun langsung menuju kesana


Dan Sean pun memberhentikan mobilnya di pingir jalan karena merasa dia sudah dekat dengan sinyal Lena dan Kartina, diapun melihat ke arah sebuah gedung yang cukup besar, dan sinyal mereka itu tepat berada di gedung itu, Sean pun memperhatikan gedung yang lumayan besar itu yang tenyata itu adalah gedung pusat dari organisasi Redbear, atau bisa di bilang kalau ini markas besar mereka


Sean pun segera menghubungi Agam "Agam apa kamu sudah membawa Rania ke rumasakit?" tanya Sean


"Sudah tuan, bagaimana dengan nyonya, apa tuan sudah menemukannya?" tanya Agam


"Sudah, mereka membawanya ke markas besar mereka, jadi suruh semua anak buah mu untuk segera kemari tampa terkecuali, sepertinya Goma sengaja memancing ku untuk datang ke padanya langsung" ucap Sean


"Siap tuan, mohon tunggu sebentar, mereka akan segera ke sana untuk membantu Anda" ucap Agam


"Baik, aku tunggu" ucap Sean


Sean pun hanya menunggu bantuan itu datang karena dia tidak berani bertindak sendiri, karena sekarang dia tau kalau besi kursaninya itu memiliki batas kemampuan,

__ADS_1


Dan Sean tidak mau menghamburkan kekuatanya itu sebelum dia berhadapan dengan Goma, kalau saja Sean tidak tau besi kursaninya memiliki batas, mungkin Sean akan langsung melabraknya sendirian kedalam


Tidak lama puluhan mobil anak buah Agam pun datang dan memadati jalanan di belakang mobil Sean, Agam juga datang di barisan depan, dan mobil Sean pun segera memimpin rombonga itu untuk langsung mendekat ke Area gedung


__ADS_2