Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Kail Pancingan


__ADS_3

Sean pun langsung bergegas menuju ke rumah Rania, dan selang beberapa waktu mereka segera tiba di komplek perumahan tempat Rania tinggal, dari sini Sean langsung ambil alih kemudi, sementara Agam turun dan berpindah ke mobil bawahanya


Sean pun segera menuju kerumah Rania, setibanya di depan rumah Rania, Sean turun dan berjalan ke arah gerbang untuk menekan bel,


Dia berbalik dan menunggu Rania keluar sambil memandangi mobil merahnya yang terparkir di depan


"Sudah datang ya, maaf jadi merepotkanmu Sean" ucap Rania yang baru saja keluar,


Sean pun berbalik untuk melihat Rania "Tidak ap.....a" ucapan Sean tersengal saat dia melihat penampilan Rania yang sangat anggun, setelan gaun malam berwarna biru muda terlihat sangat indah dikenakan Rania, itu cukup membuat Sean tidak bisa berkedip memandangi Rania


"Ada apa, apa ada yang salah dengan penampilanku?" Tanya Rania


"Ti tidak, kamu sangat cantik malam ini" ucap Sean


"Apa biasanya aku tidak cantik ya?" ucap Rania


"Bukan begitu, maksudku kamu terlihat sangat berbeda dari yang biasanya kulihat di kantor" ucap Sean


"Oyah?, masa,? kamu juga terlihat lebih kren daripada saat di kantor, pinjem baju siapa?" ucap Rania sambil tersenyum


"Bajuku lah, masa pinjem, apa aku ini terlihat tidak mampu beli baju?" ucap Sean sedikit kesal


"Tidak, aku cuma bercanda, sensi amat, eh ayo pergi sudah telat nih" ucap Rania


"Iya baiklah" Sean pun berbalik dan membukakan pintu mobil untuk Rania masuk


"Makasih" ucap Rania , diapun masuk dan duduk, begitu pun Sean, Mereka berdua pun segera pergi meninggalkan kediaman Rania,


"Sean, apa tidak papa terus terusan memakai mobil teman mu ini?" tanya Rania


"Tidak papa, dia sangat baik," jawab Sean asal


"Oh, ya sudah" ucap Rania yang sedikit merasa tidak enak karena perjanjianya Rania yang jemput Sean


Awalnya Rania tidak protes karena Sean melajukan mobilnya lambat, tapi setelah beberapa waktu melaju, dan jarak acara masih lumayan jauh Rania mulai merasa jenuh


"Apa kamu bisa berjalan lebih lambat lagi? biar nanti sampai sana acaranya sudah bubar" ucap Rania


Sean Paham itu hanya sindiran buatnya

__ADS_1


"Maaf, aku blum bisa cepat , kamu tau kan aku baru belajar, kalau kamu mau cepet kamu saja yang bawa mobilnya," ucap Sean


"Baiklah, tapi kalau ada apa apa dengan mobilnya kamu yang tanggung" ucap Rania bersemangat, dia sudah lama tidak mengendarai mobil sport seperti ini,


"baik baik" Sean pun menepikan mobil dan bertukar posisi dengan Rania


"Pakai sabuk pengamanmu yang benar, sepertinya mobilnya akan sedikit bergoyang" ucap Rania


"Oyah, apakah akan seperti itu,? kurasa aman aman saja saat ku bawa" Sean masih belum mengerti perkatan Rania, tapi dia tetap memeriksa sabuk pengmanya


Setelah itu Rania tampa basasi langsung menginjak pedal gas, dan seketika mobil pun langsung melesat seperti seharusnya mobil sport, bukan seperti siput,


Sean cukup kaget juga tampa aba aba Rania langsung tancap gas, dia pun baru mengerti perkatan Rania tadi


"Apakah tidak bisa santai sedikit,?" tanya Sean


"Maaf lagi buru buru, udah telat nih, siapa suruh kamu lambat" ucap Rania dengan sedikit senyuman di wajahnya karena melihat sean terlihat tegang


"Baiklah, terserah kamu saja," ucap Sean pasrah


Rania memacu mobil sport ini lumayan cepat dan lihai, menikung, menyalip, Rania cukup berpengalaman, meskipun tidak secepat pembalap profesional, tapi itu cukup membuat Sean berkeringat dingin sepanjang perjalanan


Mungkin acara ulang tahun ini hanya pormalitas, yang di undang hanya teman teman alumni sekolah menengah yang seangkatan, jadi bisa di bilang ini juga seperti acara reunian


Jadi, selain membawa hadiah, gengsi juga jadi perhatian orang orang, dari itu jika ada teman yang membawa mobil mewah pastilah jadi perhatian,


Ferdi yang daritadi sudah menunggu Rania juga melihat ke arah mobil yang di parkir Rania, meskipun dia tidak menyangka kalau Rania yang ada di dalamnya


Setelah memarkirkan mobil, Rania dan Sean pun turun dari mobil sport merah itu, tentu saja Ferdi dan teman teman yang berkumpul bersama ferdi juga tercengang melihat kalau yang turun itu Rania dan Sean, seketika wajah Ferdi pun menggelap dan hatinya seperti terbakar


"Sialaaaaaann, kenapa si berengsek ini masih bisa datang, apa orang orang RedBear tidak melaksanakan tugas yang ku suruh??, ini ga bisa di biarin," gumam Ferdi sambil menendang pot bunga di depanya


"Weis sabar sabar bos Ferdi, kalo boleh tau siapa pria yang bersama Rania itu, apa dia anak orang kaya?" tanya Aldo yang dari tadi memang bersama Ferdi


"Dia hanya karyawan kampungan yang kerja di kantorku, aku tak habis pikir entah bagaimana Rania bisa kenal dengan orang seperti dia, Rania bahkan tidak memperdulikan aku yang jelas jelas lbih baik dari dia," ucap Ferdi penuh amarah


"Oh, gue kira dia orang kaya, ternyata hanya orang rendahan, bagaimana kalau kita beri pelajaran dia bos Ferdi!!" ucap Aldo


"Itu juga yang kupikirkan dari tadi, jangan panggil aku Ferdi jika malam ini aku tidak bisa mendapatkan Rania dan memberi pelajaran pada si pria kampungan itu, tunggu saja, akan ku buat dia menyesal karena datang kemari" ucap Ferdi dengan senyum sinis,

__ADS_1


...


Sementara itu, Sean yang turun dari mobil merasa sdikit pusing dan masih terdiam bersandar di belakang mobilnya, dia tidak menyangka wanita yang terlihat anggun ini bisa ngebut juga di jalanan


"Kenapa?, kamu trauma di bawa ngebut?, huh cemen" ucap Rania terus menggoda Sean


"Tidak, aku hanya sedikit pusing," ucap Sean


"Oh, kalo gitu sini biar aku pijat kepalamu" ucap Rania


"Tidak, tidak usah aku tidak papa, banyak orang yang lihat tidak enak" ucap Sean


"Yakin tidak papa?, kalo gitu ayo masuk" ucap Rania sambil mengaitkan tanganya yang mungil ke tangan Sean


Sean pun hanya bisa mengikuti Rania, meskipun dia sebenarnya merasa nervous juga di tempat umum di gandeng Rania


Rania sadar gelagat Sean tidak normal "Kenapa?, malu?, rileks saja, toh ini juga bukan pertama kalinya kita gandengan kan?" ucap Rania


"Ya, tapi situasinya berbeda kan" ucap Sean


Mereka pun berjalan berdampingan dan tentunya mengundang banyak mata untuk melihat ke arah mereka, ada yang kagum, ada juga yang menatap iri pasangan ini


Merekapun berjalan ke arah Ferdi dan teman teman yang lainya, karna mereka berdiri di depan pintu masuk Restoran, jadi mau tidak mau harus ambil jalan kesana


"Hay Rania, lama tidak jumpa, makin cantik aja" ucap Yola, yang gabung dengan Ferdi juga


"Iya, kamu juga Yol" ucap Rania


Meski mereka teman seangkatan tapi dulu mereka tidak terlalu akrab, hanya saling mengenal saja


"O iya, siapa di sebelahmu ini apa dia pacarmu?, tampan juga, tapi aku dengar dari Ferdi dia hanya karyawan biasa yah?, sayang sekali padahal kamu cantik, apa kamu tidak bisa menggaet bos atau pengusaha kaya" ucap Yola merendahkan


Tatapan Rania langsung mengarah ke Ferdi dengan penuh ketidak senangan


"Ya, tentu saja bisa, aku hanya tidak menganggap wajahku ini sebagai kail pancingan" ucap Rania ketus


Ferdi malah tersenyum ke arah Rania "Mereka bertanya siapa yang bersamamu, Aku hanya berkata jujur pada mereka, tidak salah kan?" ucap Ferdi penuh kemenangan


Rania tidak menggubris kata kata Ferdi dan tidak mau memperdulikan mereka lagi, diapun langsung berlalu mengajak Sean segera masuk untuk menyapa teman teman lainya

__ADS_1


...~°~...


__ADS_2