Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Pernikahan


__ADS_3

Mereka pun pergi makan bersama, Sean mentraktir semua yang ikut bersama mereka, Regan, Tiara, Elisa, Agam, dan juga beberapa anak buahnya, Sean cukup senang saat ini,


Selesai makan Sean mengajak Rania kembali ke Ruangan kerjanya lagi, karena Rania tidak mau langsung di antar pulang ke rumahnya,


Jujur, Rania sangat rindu dengan Kantor Kartin.corp ini, banyak momen lucu yang terjadi di kantor ini saat Rania belum tau Sean yang sebenarnya, dan momen di mana mereka selalu bersama sebelum mereka jadian,, ini kali pertamanya lagi Rania menginjakan kakinya di kantor ini semenjak dia resign dari kantor ini tempo hari


"Tidak ku sangka Ruanganmu ternyata senyaman ini sayang" ucap Rania yang kagum


"Apa Kamu belum pernah ke sini sebelum nya?" tanya Sean


"Belum lah, aku mana pernah masuk ke ruangan ini kan" ucap Rania yang sekarang berdiri dan memunggungi kursi Sean, dia berdiri menghadap dinding kaca dan melihat gedung gedung tinggi yang berdiri di sekitar gedung Kartin.corp ini, dari lantai tertinggi ini semuanya terlihat sangat jelas


"O yah Ran, apa Tiara yang membuatmu datang kesini?" tanya Sean


"Ya, aku kasian padanya, dari kemarin dia tidak pulang, dan hanya diam di teras rumahku, itu dia lakukan hanya untuk menemuiku dan memberi penjelasan padaku tentang masalah kita yang di sebabkan oleh ibunya itu" ucap Rania


"Sungguh?, Apa dia benar melakukan itu?" tanya Sean


Rania pun membalikkan tubuhnya dan berdiri di belakang Sean, dia menaruh tanganya di pundak Sean yang duduk di kursi "Ya,, mungkin dia merasa bersalah karena Secara tidak langsung dia sudah jadi penyebab renggangnya hubungan kita" ucap Rania


"Begitu kah?, tapi aku juga pernah menunggumu seperti itu kan, tapi sepertinya kamu tidak kasihan padaku, dan tidak mau dengar penjelasan ku" ucap Sean


"Ya maaf, tapi mau bagaiman lagi, masa harus di ulang, semuanya kan sudah terjadi, dan masalahnya juga sudah jelas sekarang, aku juga menyesal karena tidak mau dengar penjelasanmu sebelumnya, maaf ya sayang" ucap Rania


Sean pun meraih satu tangan Rania yang ada di pundaknya itu "Tidak perlu minta maaf, ini aku juga yang salah" ucap Sean


"Aku juga salah sayang" ucap Rania


"Yasudah, tidak perlu ada salah salahan, tapi ku harap kedepannya kamu bisa lebih percaya padaku," ucap Sean


"O yah Ran, beberapa hari lagi kita menikah kan, apa kamu sudah siap jadi nyonya Arman?" tanya Sean asal


"Tentu saja siap, tapi apa kamu juga sudah siap jadi Tuan Rania?"


tanya Rania

__ADS_1


"Mana ada Tuan yang memakai nama istrinya, itu terdengar aneh" ucap Sean sambil mengerenyitkan dahinya


"Iya iya, aku cuma bercanda" ucap Rania yang terus saja tersenyum


Kebersamaan mereka pun kembali seperti sediakala, cukup nyaman dan hangat di hati masing masing, mereka pun sudah sangat menantikan hari di mana mereka akan jadi sepasang suami istri


Setelah pulang kerja, Sean mengantar Rania ke rumahnya dan Sean juga langsung kembali ke mansion Kartina dengan suasana hati yang baik


Kartina pun melihat gelagat putranya yang sumringah ini "Ada apa? Apa Kamu sudah baikan dengan tunanganmu? tanya Kartina yang duduk di sofa


"Ya, bisa di bilang begitu" ucap Sean


"Syukurlah kalau begitu, ibu sudah sangat khawatir dengan hubungan kalian" ucap Kartina


"Tidak perlu khawatir bu, semuanya baik baik saja" ucap Sean


"Ya sudah kalau gitu sana kamu bersihkan badanmu, dan segeralah bersiap siap, kita langsung ajak Rania fitting gaun pengantin malam ini juga, ibu sudah dapat kabar kalau gaun yang ibu pesan sudah jadi beberapa hari lalu, jadi malama ini kita langsung kesana saja" ucap Kartina


"Siap, laksanakan" ucap Sean yang segera beranjak dari hadapan ibunya


Dan malam itu pun mereka langsung menjemput Rania kerumahnya, mereka pergi bersama untuk fitting gaun pengantin ke butik langganan Kartina, dan saat Rania melihat gaunya dia sangat menyukai gaun yang di pesan Kartina itu, mewah, tapi tidak terlalu berlebihan, itu membuat Rania semakin tidak sabar menantikan hari H



Mereka belum bertemu lagi setelah fitting baju, dan tidak terasa Hari H itu pun akhirnya segera tiba,


Sean sudah bersiap dari pagi pagi sekali,


Kartina juga sudah kerepotan mengatur semua persiapan keberangkatan, dia mendadak jadi ibu yang cerewet pada Sean, dan mendadak jadi nyonya yang galak untuk para pelayan, mereka di suruh ini, di suruh itu, harus menyiapkan ini, harus menyiapkan itu,


Kartina ingin mempersiapkan semuanya dengan sempurna, karena ini adalah pernikahan putra semata wayangnya, jadi dia tidak ingin swmuanya asal asalan, dia ingin memastikan semuanya berjalan sesuai ekspektasinya


Setelah semuanya di persiapkan, mereka pun segera berangkat menuju ke sebuah Hotel berbintang 5 di yang ada di kota J


__ADS_1


Rombongan keluarga besar Kartina pun segera tiba di Hotel berbintang itu, Keluarga angkat Sean juga hadir di acara bahagia Sean ini


Mereka di kawal ketat oleh puluhan mobil anak buah Agam yang bergabung dengan anggota Redbear juga, karena Agam juga sekarang di percaya Sean untuk memegang kendali atas sebagian anggota Redbear


Merekapun segera menuju Ruang Akad terlebih dahulu, Hendro dan yang lainnya juga sudah menunggu di Ruangan itu, setelah akad sudah terlaksana tanpa hambatan, mereka pun langsung ke tempat Resepsi, Sean pun menunggu Rania di atas panggung pernikahan dengan sedikit deg-degan, Sean memang belum melihat penampilan Rania saat ini


Setelah beberapa waktu menunggu, akhirnya Rania pun masuk dari pintu ruangan dengan di iringi beberapa bridesmaid, mereka tidak lain adalah mantan personil 3Srikandi sekolah, yaitu Karin dan Tiara, Seli juga ikut berpartisipasi


Sean pun sangat terkesima melihat Rania yang sekarang mengenakan gaun putih mewah yang di pesan khusus oleh ibunya itu, Rania bak seorang putri angsa dari negri dongeng, dia terlihat sangat cantik dan glamor, dengan hiasan mahkota berkilau di atas kerudungnya


Semua mata tamu undangan pun langsung tertuju pada Rania yang sangat anggun ini, dia berjalan perlahan di karpet menuju arah Sean yang sudah menunggunya di ujung sana


Seikat bunga pengantin pun di pegang oleh kedua tangan Rania, ini membuat Rania merasa sedikit tidak percaya dan serasa dia sedang bermimpi


Sean menunggu Rania yang perlahan mendekat ke arahnya dengan perasaan deg degan, karena sekarang Rania akan benar benar jadi miliknya seutuhnya


Rania pun kini sudah berada di depan Sean, dan tersenyum pada Sean yang masih terkesima dengan Rania yang mengenakan gaun pengantin "Hey," ucap Rania yang menyadari Sean tidak berkedip dari tadi


"Kamu terlihat sangat cantik Ran" ucap Sean


"Terima kasih, kamu juga tampan" ucap Rania tersenyum


Sean pun mengulurkan tangannya untuk menutun Rania ke atas panggung pernikahan yang bertemakan classic romance itu, mereka pun melangkah ke depan Hendro yang berdiri di tengah panggung itu, mereka pun sudah bersiap untuk memasang cicin pernikahan di depan Hendro, di saksikan oleh semua kerabat Kartina dan keluarga Rania juga yang duduk di kursi di belakang mereka, dan juga di saksikan oleh ribuan tamu yang hadir di acara pernikahan mereka ini


Pengantar cincin pun segera naik ke atas panggung, dan merekapun segera saling memasangkan cincin pernikahan di jari masing masing, kemudian Rania pun mencium tangan Sean dan Sean pun juga mencium kening Rania


Seketika suara gemuruh tepuk tangan pun terdengar dari stiap sudut ballrroom Hotel ini


Sean dan Rania pun segera menghadap ke Hendro


"Rania anaku, sekarang kamu sudah sah menjadi istri dari suamimu, kamu sekarang adalah tanggung jawab dia sepenuhnya, pesan ayah padamu, kamu berbaktilah kepada suamimu, taati dia di jalan kebaikan, dan patuhlah kamu ke padanya, karena dia sekarang adalah imamu" ucap Hendro ke Rania


"Dan Arman, sekarang kamu juga adalah anaku, Ayah minta kamu tolong bimbing Rania ke jalan yang diridhoi Allah, Ayah juga berpesan, jangan kamu mengasari dia jika kelak istrimu ini susah di atur, didiklah dia dengan kasih sayang, dan ajarilah dia cara jadi istri yang baik menurut mu, bimbinglah dia supaya dia bisa jadi istri dan ibu yang baik untuk anak anakmu kelak, itu saja pesan ayah padamu" ucap Hendro kepada Sean dengan mata yang berkaca-kaca


Rania pun tidak kuasa menahan Haru, dia langsung memeluk ayahnya sambil menangis "Baik ayah, aku akan berusaha jadi istri yang baik dan patuh" ucap Rania

__ADS_1


Sean juga memeluk Hendro setelah Rania, dan selanjutnya mereka pun sungkeman ke Kartina, Retno, Bu Ika, dan pak kadi juga untuk meminta doa dari masing masing mereka


...~°~...


__ADS_2