Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Play Boy


__ADS_3

Setelah Sean mengeluarkan mobilnya dari garasi ke halaman rumah, dia turun kembali menghampiri Kartina dan Lena untuk sekedar mengobrol sebelum dia berangkat, dia juga menunggu Regan yang belum kelihatan batang hidungnya


Tidak berselang Lama Regan pun masuk dengan sebuah motor Sport berwarna merah, itu adalah motor impianya yang baru bisa dia miliki setelah dia kerja bersama Sean beberapa bulan ini


Regan pun turun dan menghampiri mereka "Siang Bos, Siang bu direktur, siang nona ........." ucap Regan terhenti saat melihat Lena karena dia cantik menurut Regan,


Hanya saja Regan tidak tau nama gadis ini, Regan juga pernah melihatnya waktu dia membelikan mobil untuk Lena di Rumah sakit tempo hari


Regan berdiri di samping Sean, "Bos, adik anda siapa namanya? aku lupa" tanya Regan berbisik dan mengira Lena adalah adik Sean


"Kamu tidak perlu tau" ucap Sean datar


"Kasih tau dong bos" ucap Regan membujuk


"Kamu berani nanya lagi akan ku lempar kamu keluar, mau? sudah buruan masuk, kamu yang bawa mobil" ucap Sean


"Ya bos jangan buru buru dong" ucap Regan dengan suara yang hanya bisa di dwngar mereka saja, dia terus menatapi Lena yang perhatianya hanya fokus kepada Sean


Sean pun menyadari kalo Regan terus memperhatikan Lena, "Berani Lihat dia lagi, aku colok mata kau, sudah sana masuk duluan ke mobil" ucap Sean


"Siap kak" ucap Regan dengan suara normal kepada Sean, diapun Langsung masuk duluan kedalam mobil


Sean pun merasa jengkel karena di panggil kakak oleh Regan "Awas kau" ucap Sean sambil melirik ke arah Regan pergi


"Kenapa dia memanggilmu kakak, rasanya ibu baru dengar" ucap Kartina


"Dasar Regan, dia memang aneh" ucap Sean "Ya sudah, Arman pamit ya bu" ucap Sean sambil memberi salam pada Kartina


Lena juga memberi salam kepada Sean


"Len,, kamu temenin ibu di sini ya, awas kamu jangan nangis tengah malam karena minta di antar pulang ke kost nanti" ucap Sean kepada Lena


"Sembarangan saja, memangnya Lena anak kecil yang nginap di rumah tetangga apa, pake nangis minta pulang segala" ucap Lena tersenyum


"Iya iya, kamu jaga ibuku ya" ucap Sean


"Iya, kakak juga jaga diri baik baik" ucap Lena


Setelah itu Sean pun naik ke mobil dan duduk bersebelahan bersama Regan,


"Bos, adik anda sangat cantik, apa dia sudah punya pacar?" tanya Regan

__ADS_1


"Kkaaauu,,, kenapa terus bahas dia, dia bukan adiku, dia pacar ku, jadi jangan tanya tanya dia lagi, paham?" ucap Sean sedikit jengkel dengan asistenya ini karena dia menanyai soal Lena terus


"Ah masa?, aku tidak percaya kalau dia pacar bos, bos kan sudah tunangan, jadi pasti dia adik bos kan? soalnya dia juga terlihat sedikit mirip bu kartina" ucap Regan


"Mirip?, masa sih?" ucap Sean sambil mencoba memperhatikan mereka lagi dari kaca spion yang di sebelah Regan "Benar juga, kenapa aku baru Sadar" ucap Sean yang melihat kalau mereka memang ada sedikit kemiripan di wajahnya, dan postur tubuhnya juga hampir sama persis, mungil dan menggemaskan


"Sudahlah Buruan jalan" ucap Sean


"Iya siap kak" ucap Regan


"Kamu Panggil kakak lagi aku akan tendang kamu dari mobil" ucap Sean yang terus di buat jengkel oleh Regan


Mereka memang sudah lumayan akrab sekarang, selain karena mereka kemana mana bareng, juga karena mereka memang seumuran dan sempat berada di ruang kelas yang sama dulu, jadi Sean serasa dengan teman akrab


Mobil pun perlahan keluar dari Area mansion, menuju luar komplek, dan segera berkendara ke jalanan raya untuk menuju luar kota


Merekapun berkendara melewati beberapa kota Dengan menghabiskan waktu berjam jam lamanya, dan setelah melalui perjalanan yang cukup panjang dan lumayan melelahkan merekapun akhirnya segera tiba di kota G tempat di mana desa Sean berada


Mobilpun segera masuk ke jalan pedesaan dan merekapun akhirnya sampai ke area depan Rumah orang tua angkat Sean yang di belikan Sean waktu itu, dan sudah hampir setengah tahun dia baru bisa datang lagi kesini


Sean pun segera turun bersama Regan dan langsung menuju ke halaman Rumah, dan Sean pun langsung melihat sosok pria paruh baya berbadan cungkring yang sedang membersikan halaman, dan sosoknya itu tidak asing bagi Sean


"Den Sean, waduuh,, sudah lama tidak ketemu, ibu pasti senang den Sean pulang" ucap Kang Rawing yang langsung menyambut Sean dwngan semangat


"Kang Rawing kerja di Rumah ini Sekarang?" tanya Sean


"Jangan panggil kang Rawing sekarang mh, panggil saja kang ujang, nama itu sudah lama hilang di kampung ini semenjak saya kalah dari aden, saya sekarang di percaya ibu aden untuk mengontrol perkebunan den?" ucap kang ujang mantan kang rawing ini


"Oh syukurlah kalau begitu, o yah, apa ibu dan bapak ada?" tanya Sean


"Ada den di dalam kayaknya, masuk saja langsung" ucap kang ujang


"Oh iya kang" ucap Sean


Jika dulu orang tua angkat Sean ini hanyalah seorang buruh tani di kebun orang, sekarang mereka jadi bos perkebunan setelah di biayai oleh Sean, dan sekarang kehidupan mereka jauh lebih baik daripada waktu itu, dan mereka pun sudah kesohor di kampung ini sebagai juragan pertanian


Sean pun segera mengetuk pintu dan mengucap Salam,


Tidak lama ada yang membuka pintu dari dalam, tapi itu bukan ibu atau ayahnya, itu Aca "Kakak?" Aca tidak langsung menghampiri Sean dia malah laria kedalam lagi, "Bu,,, kakak Sean pulang, pak kak Sean pulang" teriak Aca girang dan memnggil orang tuanya yang di ruangan tengah


Setelah memanggil mereka Aca pun segera ke pintu lagi dan langsung memeluk Sean sejenak, dia tiadak berkata kata, dia hanya merasa senang kakaknya pulang

__ADS_1


Regan pun hanya bisa tersenyum melihat gelagat adik Sean ini


Tidak lama orang tua angkat Sean pun datang menghampiri Sean yang juga sudah masuk kedalam Rumah, Isna dan Aya juga datang bersama kedua orang tua angkat Sean


Sean memberi salam ke ibu Ika, dan ibunya pun langsung memeluk Sean "Kamu pulang nak, kenapa tidak beri kabar dulu sebleumnya" ucap bu Ika


"Iya bu, kebetulan mendadak pengen pulangnya" ucap Sean


Tidak lama bu Ika pun melepas pelukanya dan memperhatikan wajah anak nya yang tersenyum ini, tapi dia merasa kalau senyumanya itu hanya di permukaan "Apa kamu ada masalah di kota?" tanya bu Ika


"Enggak bu, aku tidak ada apa apa di kota" ucap Sean


Ibunya pun tidak percaya begitu saja karena dia mengenal Sean sejak kecil, jadi mana mungkin dia bisa di bohongi Sean, tapi dia tidak memaksa Sean untuk menyceritakan sekarang karena Sean baru saja pulang dan pasti capek


"Kalo begitu suruh temanmu duduk dulu, ibu akan suruh Sri bikin minum" ucap bu ika


'Sri?,,, kenapa dia di rumah ini juga?' pikir Sean bingung, Sean pun memberi salam dan memeluk ayahnya, Isna juga memberi salam pada Sean, sedangkan Aya langsung saja di gendong Sean karena dia paling kecil "Regan masuk saja" ucap Sean kepada Regan yang masih berdiri di luar pintu


"Oh iya bos" ucap Regan, diapun segera masuk ke dalam Rumah nyaman ini dan duduk di kursi ruang tamu


Sean juga duduk sambil menggendong Aya di pangkuanya sambil sedikit mengajaknya ngobrol dan bercanda, Aya terlihat kaku pada Sean karena mungkin jarang ketemu, isna dan aca juga duduk di samping Sean dan sedikit bermain juga dengan Aya yang di pangkuan Sean, sementara pak kadi dia duduk kursi yang lain


"Bos, kayaknya asik juga punya tiga adik permpuanypermpuan, si bos sepertinya memang di takdirkan untuk selalu di kelilingi oleh permpuan ya bos" ucap Regan Asal


Sean merenung mendengar pernyataan Regan itu, yang memang tidak salah, "Ya kurasa juga begitu, tapi sayang asistenku pria, harusnya asistenku juga aku ganti oleh perempuan" uca Sean asal


"Yah bos jangan gitu dong, kalau aku di ganti aku nanti kerja apa bos, jangan lah?" ucap Regan memelas


Tidak lama Sri pun muncul dengan beberapa minuman di nampan, Sri pun terhenti sejenak melihat Sean yang duduk dengan adik adiknya itu


"Sri, kamu ada di sini?, apa, apa, kalian sudah menikah?" tanya Regan yang mengtahui kalau Sri dulu adalah teman yang sangat dekat dengan Sean, Regan melihat Sean dan Sri bergantian "Bos, aku gak nyangka anda se playboy ini sekarang, di kampung punya, di kota juga ada, hebat" ucap Regan


Sean yang di sebut playboy oleh Regan pun sangat ingin menimpuk kepal Regan dengan sesuatu, tapi tidak ada benda di sekitaranya yang bisa dia gunakan untuk menimpuk Regan, dan juga di pangkuanya sekarang ada Aya jadi dia tidak bisa bebas bergerak


"Jangan bicara Sembarangan kamu,,, sepertinya aku benar benar harus mengganti asisten" ucap Sean menggeretak Regan


"Yaaa bos jangan dong bos, aku hanya bercanda barusan jangan di ganti bos, kasiani saya bos" ucap Regan memelas


Sean tidak menggubris Regan lagi, dan melihat ke Arah Sri yang perlahan mendekati meja "Sri, Kenapa kamu ada di sini" tanya Sean yang heran karena Sri ada di rumah orang tua angkatnya


"Aku, aku sering bantu bantu ibu di sini" ucap Sri yang sekarang sudah menaruh minuman di meja

__ADS_1


__ADS_2