Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Pertandingan


__ADS_3

Keesokan paginya, Sean terbangun lebih awal, dia melihat Lena masih tertidur lelap dalam pelukannya, dia pun mengecup kening Lena dan kemudian beranjak dari tempat tidur


Setelah Sean keluar kamar mandi, Lena masih belum terlihat bangun karena dia tidak bisa tidur semalaman


Dan setelah Sean sholat, dia pun baru membangunkan Lena dengan berbisik di telinganya


"Len, bangun, sudah subuh, sholat dulu gih" ucap Sean lembut


Lena pun mulai ada pergerakan sedikit diapun menyeringai tapi matanya seperti susah untuk terbuka "Jam berapa Sekarang kak?" tanya Lena


"Sudah jam 5 lebih, ayo bangun" ucap Sean


"Iya,, Lena masih ngantuk" ucap Lena


"Bangun dulu sebentar, sholat dulu, nanti terserah kamu mau tidur lagi juga" ucap Sean


"Iya" Lena pun mendudukan dirinya di kasurnya "Aku tidak bisa tidur semalam, jadi ngantuk kak" ucap Lena


"Kenapa? Apa kamu tidak betah di sini?" tanya Sean


"Bukan begitu, Lena hanya belum terbiasa saja di temani tidur oleh kakak" ucap Lena


"Begitu kah?, tapi kamu harus belajar membiasakannya dari sekarang, kita kan sudah nikah" ucap Sean


"Iya kak, tentu saja" ucap Lena, dia pun segera beranjak dari tempat tidur untuk ke kamar mandi


Sean juga keluar utuk melakukan kebiasanya berlatih dan berolahraga, dia masih malas jika harus ke markas, jadi dia melakukanya di area belakang mansion


Setelah hari mulai terang, Sean pun masuk kembali ke dalam Rumah untuk sarapan, diapun ingin mengajak kedua istrinya untuk sarapn juga, jadi dia bergegas menuju tangga


Namun langkah Sean pun terhenti di depan tangga saat melihat kedua istrinya sedang menuruni tangga


Pemandangan ini pun sempat Sean hayalkan sebelumnya, dia sangat suka melihat pemandangan dua istri cantiknya ini masih memakai piyama sutra di pagi hari, dan perlahan mereka pun menuruni anak tangga, lalu berdiri di anak tangga paling akhir di depan Sean


"Hey, lihat apa,?" ucap Rania


Sean yang terpesona itu pun langsung tersadar "Lihat kamu lah" ucap Sean


"Masa?, lihat aku atau Lena?" ucap Rania


"Ya keduanya" ucap Sean tersenyum


Merekapun segera menuju Ruang makan untuk sarapan, Rania dan Lena pun duduk berdampingan, sementara Sean duduk di sebrang mereka, sambil memandangi mereka yang sedang menyantap roti panggangnya


"Len, apa kamu tidak tidur semalam?, matamu sampai merah gitu," tanya Rania yang baru memperhatikan wajah Lena


"Iya,, Lena memang tidak bisa tidur" ucap Lena


Pikiran Rania pun mulai treveling lagi "Apa kamu sekuat itu?, sampai bisa melakukanya semalaman?" tanya Rania penasaran


"Iya" ucap Lena polos karena tidak terlalu paham dengan maksud dari perkataan Rania


Sementara Sean yang mengerti maksud dari perkataan Rania itu pun langsung tersedak saat memakan rotinya 'uhuk uhuk',


"Pelan pelan makanya dong kak, sampai tersedak gitu" ucap Lena


"Iya" ucap Sean yang segera meminum air


"Ran, kami tidak melakukannya semalam," ucap Sean mencoba meluruskan


"Masa?" ucap Rania

__ADS_1


"Melakukan apa?" ucap Lena bingung


"Sudahlah, jangan bahas itu di meja makan" ucap Sean gelagapan "O yah, apa kalian melihat ibu?" Sean pun mencoba mengalihkan topik


"Tidak, mungkin ibu masih di kamarnya" ucap Rania


"Oh,, O ya, aku harus masuk kantor hari ini, ada Rapat penting yang harus ku urus langsung di kantor, Regan tidak bisa menghandle nya, kalian tidak apa kan?" tanya Sean kepada kedua nya


"Kita kan baru saja menikah, apa tidak bisa menundanya dulu" ucap Rania


"Aku mengundurnya dari seminggu lalu Ran, tidak mungkin aku menundanya lagi" ucap Sean


"Ya sudah, tapi kamu harus pulang lebih awal" ucap Rania


"Iya tentu saja, kalau sudah selesai aku langsung pulang" ucap Sean


"O yah Len, kamu mau mengurus soal kuliahmu kapan,?" tanya Sean


"Sepertinya hari ini juga kak, mungkin pengunduran diri Lena masih bisa di cancel kalau sekarang, kalau nunggu nanti mungkin Lena harus daftar ulang lagi, dan Lena harus mulai lagi dari Awal" ucap Lena


"Len,, apa kamu mau terus memanggilku kakak? kita kan sudah nikah" ucap Sean


"Ya mungkin tidak, tapi Lena harus panggil kak Sean apa ya?" tanya Lena


"Gimana kamu enak manggilnya saja" ucap Sean


"Baiklah, mungkin Lena akan panggil kak Sean suamiku saja" ucap Lena


Sean pun hanya tersenyum pada Lena


Setelah mereka selesai sarapan mereka bersiap dan Sean mengantar Lena dulu ke Fakultas nya, dengan segera merekapun sampai di depan Fakultas Lena


"Sudah Sampai " ucap Sean


"Iya,,,,, itu Gina tuh baru datang juga" ucap Sean yang melihat Gina sedang berjalan dan akan masuk ke Fakultas


"Iya, kebetulan" ucap Lena


"Tapi Sepertinya dia terlihat murung Len" ucap Sean


"Mungkin karena Lena sudah izin keluar kemarin, O yah Suamiku, Lena turun ya" ucap Lena sambil memberi salam ke Sean,


"Iya sana, hibur temanmu itu" ucap Sean


"Iya" Lena pun segera turun dari mobil Sean


Di luar mobil


"Ginaaaa" triak Lena pada Gina sambil melambaikan tangannya


Gina pun menoleh ke gadis yang baru turun dari mobil koenigsegg one itu "Lena????" Gina sedikit tidak menyangkanya


Mereka pun saling menghampiri dan berpelukan sejenak "Lena,, aku kangen kamu banget tau" ucap Gina


"Baru juga 2 hari aku pergi, apa sudah sekangen itu?" ucap Lena


"Tentu saja, ku pikir kamu benrean tidak akan kesini lagi" ucap Gina


"Iya maaf, aku masuk kuliah lagi kok, tenang saja" ucap Lena


"syukurlah, Oh iya, kamu di antar siapa? bagus sekali mobilnya" ucap Gina

__ADS_1


"Suamiku" ucap Lena


"Haahh, suamimu,? jadi maksudnya kamu sudah nikah?, kenapa tidak mengundangku, jahat sekali" ucap Gina


"Iya maaf, sebenarnya aku baru Akad saja, Resepsinya masih di persiapkan, mungkin akan gelar di kota ini juga" ucap Lena


"Oh begitu ya, syukurlah, apa kamu benar-benar sudah bisa melupkan kak Sean mu itu Len?" tanya Gina menatap lurus mata Lena


"Apa yang kamu katakan, Suamiku ya kak Sean" ucap Lena


"Apa???????, kok bisa?, gimana ceritanya?" tanya Gina penasaran


Lena pun menjelaskan alkisahnya, sementara Sean masih mendengarkan mereka dari dalam mobil, dan setelah penjelasan sinkat Lena berakhir, dia pun melamabaykan tangannya ke arah Sean, kemudian dia pun masuk bersama Gina


Sean pun segera pergi dari sana menuju ke kantornya, dan segeralah Sean sampai ke gedung kantor pusat Kartina.corp, dia pun langsung bergegas ke ruangan meeting kantor untuk memimpin meeting, para petinggi kantor juga sudah menunggunya


Selesai meeting Sean ke ruangannya sebentar untuk memberikan tugas ke Regan, dan dia bermaksud untuk segera pulang ke mansion Lagi setelah itu, karena sekarang memang masih dalam pase di mana seorang pengantin harusnya menghabiskan waktunya bersama pasangan


Sean memang belum berencana pergi bulan madu untuk sekarang, dia ingin menggelar Resepsi untuk Lena dulu, baru pergi bersama-sama


Diapun segera turun ke lobi, dan dia berjalan untuk keluar dari lobi,, namun saat dia melewati meja Resepsionis


"Master," ucap Seseorang dari arah kursi tunggu


Sean pun menoleh, dan melihat Tiara dan Aruna yang bergegas ke arahnya


"Master, apa aku boleh mengganggu waktu mu sebentar? ucap Tiara


"Ada apa?" tanya Sean sambil berjalan ke arah kursi tunggu tempat Tiara tadi, diapun duduk di sana


"Maaf sebelumnya, ada masalah di organisasi yang tidak bisa ku selesaikan sendiri," ucap Tiara


"Bukan kah Ada Agam di Sana?" ucap Sean


"Paman tidak bisa mengurusnya, soalnya ini menyangkut maslah perwakilan ku, ada banyak pihak yang tidak setuju dengaku, hingga itu menimbulkan kegaduhan di Organisasi, itu karena kamu lama tidak ke gedung organisasi, jadi aku mau tidak mau harus meminta tolong kamu lagi" ucap Tiara


"Baiklah, kita kesana sekarang" ucap Sean


Merekapun segera bergegas ke pusat organisasi Redbear itu, di dalam mobil Tiara pun menceritakan keadaan di sana yang sedang panas sekarang, pihak yang mendukung Tiara sangat sedikit, sementara banyak pihak yang mengusulkan pertarungan untuk menentukan layak tidak nya Tiara jadi perwakilan


Tidak lama mereka pun sampai di markas besar Redbear, Sean pun segera ke ruangan pemimimpin, yang mana di sanalah mereka memperdebatkan masalah Tiara, di Ruangan itu pun terdengar sangat gaduh, tapi Saat Sean masuk ke Ruangan itu, seketika Ruangan pun menjadi sunyi


Sean pun langsung duduk di singgasananya, "Kalian seperti anak kecil saja, apa kalian tidak bisa menuruti peraturan ku yang sedikit itu?, kalau kalian sudah tidak bisa patuh padaku, kalian boleh angkat kaki dari organisasi ini" ucap Sean lantang


"Bu bukan begitu master, kami hanya ingin mempertanyakan masalah perwakilan pada anda, apa nona Tiara pantas jadi wakil Anda, seorang wakil harusnya hampir Sama kuatnya seperti Anda, dari itu kami mengusulkan untuk melakukan pertandingan, yang di ikuti oleh semua keluarga inti" ucap Dama


Sean pun memperhatikan Dama, Sean bisa menebak Dama juga mempunyai ilmu kebal, hanya saja bukan dari besi kursani, tapi dari sebuah benda semacam susuk, dan Sean juga menebak kalau dia biang dari masalah ini


Sean pun berpikir bagaiman cara Agar Tiara tetap di posisinya, dan Sean pun juga mendapatkan solusinya agar dia tidak harus selalu kemari "Baiklah, jika itu bisa membuat kalian yakin, maka lakukanlah pertandingan itu?" ucap Sean


Tiara yang duduk di samping singgasana pun langsung pucat pasi mendengar perkataan Sean, dia memang bisa bertarung, tapi jika di bandingkan dengan anak pria dari keluarga inti yang Lain, Tiara tidak ada apa apanya "Master kenapa Anda menyetujui pertandingainya, aku tidak mungkin menang di sini" bisik Tiara


"Kalian semua ke luar, aku ingin bicara empat mata dengan Tiara" ucap Sean


"Baiklah" ucap Dama, dan semua keluarga inti pun menuruti Sean untuk keluar


"Sean aku mohon jangan lakukan ini, tolong carikan aku cara lain, jika pertandingan itu di laksanakan aku pasti akan kalah, dan itu artinya usahaku semuanya akan sia sia" ucap Tiara


"Apa kamu masih virgin?" tanya Sean Tampa basa basi


Wajah Tiara pun lansung merah padam oleh pertanyaan Sean itu "Apa kamu menginginkannya?" tanya Tiara sedikit malu malu

__ADS_1


"Apa yang kamu pikirkan?, jawab saja pertanyaan ku itu" ucap Sean sedikit kesal, Karena merasa di anggap omes oleh Tiara


__ADS_2