
Sean melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, awalnya normal normal saja, hingga setelah mobil keluar dari jalan gang markas Agam, ada sesuatu yang janggal, ada sebuah mobil van hitam yang mengikutinya di belakang dengan jarak 10 meteran dari mobil Sean, walaupun mobil Sean melaju pelan tapi mobil itu sama sekali tidak menyalip, mungkin kecepatan mobilnya sama
Setiap kali mobil Sean berbelok mobil van hitam itu juga mengikuti, Agam dari tadi memperhatikan mobil itu, dan dia mulai mencurigai mobil itu sepertinya akan menghadang tapi belum menemukan tempat yang cocok, di depan kebetulan ada sebuah gang sepi yang jarang di lalui kendaraan, Agam menyuruh Sean membelokanya kesana
Sean pun menurut, dan tidak banyak bertanya kenapa, dia pun masuk gang itu menepikan mobilnya di pinggir gang itu atas arahan Agam, Sean belum menyadari apa yang terjadi
Van itu pun memang benar mngikutinya masuk, melihat yang di ikutinya berhenti, mobil itu berhenti sebentar melihat situasi dan tak lama mobil itu pun mendekat dan pintu van langsung terbuka keluarlah 7 orang berpakain kaos lusuh hitam hitam dengan memegang pipah besi dan pisau di tanganya, langsung menuju ke mobil Sean dan melihat kedalam melalui kaca pintu mobil, tapi mereka tidak melihat siapa pun di dalam mobil, merekapun bingung
"Apa kalian mencariku?, tindakan mengikuti orang diam diam itu sangat tidak sopan"ucap Sean
ternyata Sean ada di belakang mereka, dia berdiri di sisi lain jalan dengan Agam, Sean melipat tanganya di depan dan melihat ke arah orang orang yang mengerumuni mobilnya
"Bangs*t, dia di belakang, lu beraninya mempermainkan gua, baiklah karna sudah ketahuan, jadi gua kasih pilihan buat lu, serahin satu kaki lu dengan sukarela atau gua buat lu lebih parah daripada lu kehilangan satu kaki " ucap pria gondrong berbaju hitam yang juga memegang pisau di tanganya itu
"Hanya satu kaki,? itu mudah saja, jadi mendekatlah kemari dan ambil sendiri apa yang kamu mau" ucap Sean yang berdiri dengan santai dan bersandar ke dinding tembok di sebrang mereka
"Baiklah, lu mau main main dulu dengan gua rupanya, 'hajar" teriak pria gondrong itu, merekapun langsung menyerbu ke arah Agam dan Sean dengan mengangkat pipah besi yang mereka bawa, hanya saja belum juga mereka mnyentuh Sean,
Agam sudah duluan menendang dada mereka satu persatu hingga mereka terjungkal dan tidak sempat memukulkan apa yang mereka pegang, satu persatu tendangan membuat mereka terhuyung dan bertabrakan satu sama lain, hinga dengan cepat mebuat mereka terjatuh di tanah, kecepatan dan kekuatan tendangan Agam tidak bisa di remehkan, mereka pun tidak bisa menahanya
Mereka mencoba bangkit lagi tapi sebelum mereka berdiri tegak Sean dan Agam sudah menyerbu ke arah mereka langsung menghajar mereka satu persatu tampa ampun, meskipun Sean belum bisa mengimbangi Agam, tapi kalau hanya melawan preman preman biasa seperti mereka, dia sanggup mengalahka 3 sampai 4orang dengan senjata di tangan mereka, apa lagi sekarang kemampuan Sean sudah mulai meningkat karna pelatihan dari Agam, preman preman itu pun tidak sanggup melawan, sampai akhirnya mereka tidak mampu berdiri lagi
Sean menghapiri pria berambut gondrong yang tadi bicara, sekarang dia sudah terkapar di tanah, Sean menginjak dada pria gondrong itu dengan satu kakinya
"Yang kamu inginkan hanya satu kaki kan, aku menyerahkanya dengan sukarela" ucap Sean, dia terus menekan dada pria gondrong ini dengan kakinya hingga dia pun berteriak
"Aaaaa, ampun, gua nyerah gua nyerah, gua hanya di suruh orang buat ngehabisin lu, gua gak bakal ganggu lu lagi, lepasin gua" ucap pria itu sambil mencoba menahan kaki Sean dengan tanganya
"Lepasin? tidak akan semudah itu lepas dariku, katakan siapa yang menyuruh kalian? " ucap Sean dengan menekan lagi kakinya lebih keras
__ADS_1
Peria itu berteriak kesakitan lagi
"Aaaaa, gua gua tidak tau, gua hanya menerima perintah pemimpin gua untuk ikutin mobil lu dan menghabisi lu saat ada kesempatan, gua hanya di beri sejumlah uang, gua enggak tau apa apa lagi" ucap pria itu
"Apa kau jujur?, kalau begitu bawa aku menemui pemimpin kalian itu" ucap Sean
"Agam hubungi beberapa rekan, kita adakan pekan olah raga kecil kecilan" ucap Sean
Agam mengerti dia pun menghubungi 6 bawahanya meminta mereka datang, karna Agam menebak kalau mereka hanya sekelompok preman kecil saja, hanya untuk cadangan , kalau mereka puluhan masih bisa dia tangani, kalau ratusan dia perlu sedikit bantuan
Agam membawa si gondrong kemobil van dengan menyeretnya, dia juga mengambil pisau yang tadi di bawa si gondrong untuk menakutinya, dia menyuruh si gondrong menyetir dan membawa Agam ke markas mereka
Sean masuk ke mobil BMW miliknya, dan sisanya mereka di biarkan terkapar di sini begitusaja
Mobil van pun mulai melaju Agam meminta si gondrong menyetir dengan kecepatan seperti tadi saat dia mengikuti Sean,
Mereka akhirnya tiba di tempat pemimpin si gondrong di sebuah rumah tua yang usang dan tidak terawat,
Mereka turun dengan Agam yang menyeret si gondrong keluar, begitu mereka turun, 6 orang yang ada di luar melihat temanya di seret pun merespon dengan langsung menyerang ke arah Sean yang berada di depan dengan tangan kosong, Sean pun tidak butuh waktu lama untuk menumbangkan mereka ber 6
Seorang preman yang keluar dari dalam melihat teman temanya di tumbangkan dengan mudah pun lari kedalam lagi untuk melapor ke pemimpin mereka
Dia masuk ke pintu ruangan bos nya dengan terburu buru, di dalam ada sesosok pria paruh baya garang dengan pipinya yang codet, yang sedang di pijat di kursinya oleh 2 wanita
"Bos bos Codet, di luar ada yang menghajar orang orang kita bos" ucap pria itu melapor
"Apa!, siapa mereka?, berapa banyak jumlah mereka ?" ucap bos Codet
"Hanya du dua orang bos" ucap pria itu
__ADS_1
Bos Codet menggebrak meja di depan nya
"Hanya dua orang,? dan kamu malah lari kesini bukanya hadapi mereka, dasar tidak berguna
"Me mereka hebat bos, mereka mengalahkan 6 orang kita dengan sangat mudah"
"Begitu kah,?, di luar masih banyak orang orang kita mereka pasti tidak akan bisa melawan jika mereka hanya ber 2 pasti akan di bereskan" ucap bos Codet
Saat ini bos codet bisa mendengar suara suara teriakan yang memilukan dari arah luar ruangan, di tambah suara gaduh yang terdengar , dia mengira perusuh itu yang sedang di pukuli anak buahnya, tapi beberapa saat kemudian tiba tiba 'brak' ada seorang pria menghatam pintu hingga terbuka terlempar keruangan bos codet dan langsung terkapar di lantai, itu anak buahnya bos codet, dia pun kaget bukan main,
Di luar ruangan ini ada 30han orang bawahan bos codet, tapi mereka sepertinya sudah di bereskan, bos codet pun seketika merasa sedikit takut, 'Brengs*k sepetinya mereka bukan orang biasa' umpat bos Codet
Tak lama Sean pun masuk kerungan bos Codet dengan Agam di belakangnya yang masih menyeret si Gondrong yang sudah babak belur itu, dia mengetuk pintu yang sudah terbuka "Permisi, apa aku bisa bertemu dengan pemimpin orang orang payah ini" ucap Sean santai dan pandanganya langsung menyapu ruangan itu
Sean melihat ke arah pria paruh baya yang masih terlihat garang dengan codet di pipi kirinya, dia berdiri di belakang meja tua
"Apa kau pemimpin orang orang payah ini" ucap Sean tenang sambil meraih kursi yang tidak jauh darinya dan mendudukinya, dia duduk menghadap langsung ke arah bos Codet
"Iya a aku pemimpin mereka, kau siapa,? mengapa kau mengacau di tempatku? " ucap bos Codet
"Agam, berikan peliharaan mu itu ke pemiliknya" ucap Sean
Agam pun langsung membanting si gondrong ke hadapan meja bos Codet, bos Codet pun ahirnya mengerti, Sean adalah target buruannya, tapi malah balik memburunya,
"Sialan, dia ternyata menyuruhku menghabisi seekor singa, ku kira hanya seekor rusa saja, kacau" gumam bos Codet
...~°~...
...(jangan lupa like dan dukunganya)...
__ADS_1