
Sean tidak menjawab pertanyaan yang di ajukan Tiara, karna memang menurut Sean pertanyaan itu tidak perlu di jawab
"Kalau boleh tau, ada masalah apa antara kamu dan Rania, hingga masih kebawa hingga sekarang?" tanya Sean yang memang penasaran
"Untuk apa kamu tau, tau pun kamu tidak akan paham perasaan orang lain kan," ucap Tiara dingin
"Ya mungkin tidak akan terlalu paham, tapi stidaknya tau titik masalah antara kalian berdua, besar atau kecil masalah pasti ada kejelasan dari masing masing pihak kan?, karena kadang kala perasangka seseorang itu selalu melambung dan jauh dari realita yang ada, tapi itu hak kamu mau cerita atau tidak, aku tidak akan memaksa" ucap Sean
Tiara terdiam beberapa saat, sampai akhirnya di mengambil napas dalam dalam dan dia pun memutuskan menceritakan pada Sean, karena dia juga memang merasa hatinya sesak, dan butuh teman untuk sharing
Tiara pun bercerita dari mulai dia berteman dengan Rania, sampai akhirnya renggang hanya karena masalah pria, dia bercerita dari awal sampai akhir, hingga Tiara pun meneteskan air mata mengenang suka duka persahabatan mereka
Sean pun akhirnya mengerti permasalahan mereka
"Cukup di sayangkan persahabatan kalian hancur hanya karena orang yang mampir, apa kah kau pernah berpikir seperti itu?" tanya Sean
"Ya, aku juga pernah berpikir begitu, tapi kupikir sekali seseorang menghianati teman maka dia akan terus berhianat lagi dan lagi" ucap Tiara
"Apakah kau percaya Rania dulu punya niat menghianatimu?" tanya Sean
Tiara hanya terdiam dengan pertanyaan sederhana dari Sean ini, mengingat dari apa yang sudah mereka lewati, dia sangat tau sifat Rania , dan jujur batinya memang mengatakan tidak mungkin Rania juga menghianatinya seperti pacarnya, hanya saja ego tiara terlalu besar hingga dia menutup telinga untuk apapun yang coba Rania jelaskan padanya
"Hhmm, sepertinya masalah di antara kalian itu hanya sebatas ego, tipis tapi memang hanya kamu sendiri yang bisa merobeknya, aku tidak bisa bantu samasakali kalau soal itu" ucap Sean
Tiara hanya terus tertunduk di tempat duduknya tampa berkata, karena apa yang di bilang Sean memang kena pas kehatinya, dia juga sebenarnya sangat menyayangkan persahabatan selama bertahun tahun hancur hanya karna dia melihat Rania berdua dengan 'pacar' yang entah di bumi mana dia sekarang
Tiara pun tersenyum kecil di tengah perenunganya, mersa lucu pada keegoisan dirinya sendiri yang hingga sekarang menjadi duri dalam dagingnya, kalau saja waktu itu dia memilih percaya pada Rania, mungkin sakit hatinya tidak akan dia rasakan hingga sekarang
"Sean" Rania tiba tiba memanggil Sean dari dalam
Sean pun menoleh ke arah suara Rania
Rania mendekat dan menghampiri Sean
__ADS_1
"Kamu di sini, aku cari cari di dalam sampai bingung taunya di sini" ucap Rania yang belum sadar ada seseorang lagi yang ada di sana
"Memangnya kamu sudah selesai reuni husus ceweknya?" Sean bertanya balik dengan berpura pura bersikap dingin
"Iya Sudah, maaf aku hanya kebawa emosi tadi, ayo kedalam, banyak makanan sayang kalo gak di makan," ucap Rania
"Makanan terus yang dipikiranmu Ran" Sean tau kalo mood Rania sudah mulai membaik sekarang
"Tentu saja, makanan itu penting untuk hidup, kalau ga makan ya mati lah, ayo!!" ucap Rania menarik tangan Sean
Tapi Sean masih tetap terduduk
"Tuh, yang di sana ajak juga" ucap Sean sambil mengarahkan pandanganya pada Tiara yang masih tertunduk
Rania pun mengikuti arah pandangan Sean
"Memangnya Siapa, apa dia kenalanmu, cepat sekali dapat kenalan" Rania pun mulai memperhatikan Gaun yang Tiara kenakan dan akhirnya dia mengenalinya meski wajahnya samar samar
"Kamu........" Rania tidak melanjutkan tebakanya
Rania masih belum merespon apa yang barusan terjadi 'Tiara minta maaf? padaku? ada angin apa?' Rania bertanya tanya di hatinya
"Sean, apa kamu tidak mendengar perkataanku tadi di dalam?, bukan kah aku bilang jangan dekat dekat Tiara? ini malah berduaan, apa yang kamu lakukan dengan dia?" Rania mulai naik pitam lagi
"Tidak apa apa, pertama: bukan aku yang mendekat tapi Tiara, jadi itu tidak termasuk melanggar, kedua: ada jarak aku di kursi ini dan Tiara disana jadi tidak bisa di bilang berduaan, ketiga: kamu masih belum menerimaku untuk jadi pacarmu, jadi harusnya kamu tidak perlu marah, aku masih lajang ini" ucap Sean ngeles
Rania pun menurunkan emosi nya kembali, dia mengatur napas dan mengelus dadanya, dia pun mulai berpikir jernih, dia memang belum menerima Sean tapi sudah cemburuan , bukan kah itu memalukan diri sendiri
"Oke, Siapa bilang aku marah, aku tidak marah, lanjutin saja deketin Tiara , gak papa ko" Rania pura pura polos
"Apa kamu yakin?" ucap sean menggoda Rania
"Aku aku, ...... ah sudalah jangan di bahas lagi, tapi aku penasaran, apa kamu ada bilang sesuatu sama Tiara, kenapa dia bisa minta maaf barusan, rasanya tidak mungkin kalau dia kesambet apa gitu, aku sangat tau sifat dia keras kepala, jadi untuk minta maaf duluan itu sepertinya bukun tipenya" ucap Rania
__ADS_1
"O yah,? bagus kalau begitu, bukan kah kalian dulu memang teman baik,?" ucap Sean
"Jangan lari dari topik, aku tanya apa kamu ada bilang sesuatu?"ucap Rania mengulang pertanyaan
"Barusan, Tiara hanya menceritakn masalalunya, aku hanya memberinya sedikit saran, tadinya ku kira tidak akan dia dengar" ucap Sean
"Oh, bagus lah, ternyata selain pinter ngeles, kamu juga sekarang pandai memberi saran ya?" ucap Rania
"Tidak juga, bu manager ini terlalu memuji" ucap Sean tersenyum
"Memuji apa, itu bukan pujian, dasar si pinter ngeles,
sudahlah ayo masuk" ucap Rania judes
"iya baiklah" Sean pun beranjak dan mngikuti Rania
Merekapun masuk kedalam dan mulai menikmati pestanya ber 2 , Karin tidak bisa gabung karena sebagai ratu pesta dia masih harus menerima tamu dan hadiah tentunya
Sementara Rania dan Sean berkeliling dan mengobrol dengan teman teman lama, di sudut lain pesta si Ferdi seperti sedang kebakaran jenggot melihat Rania dan Sean yang terus terusan lengket
"Kurang ajar, bisa bisanya Rania cuekin gue hanya karena pria kampungan itu, tunggu saja, akan kuberi dia pelajaran" ucap Ferdi
"Yo i, jadi bagai mana rencananya ngerjain si anak kampung itu bos Ferdi" tanya Aldo yang setia mendampingi Ferdi dari tadi
"Sini ku beri tau rencananya" Ferdi pun membisikan rencana liciknya kepada Aldo karna takut di dengar orang lain
"Apa bos Ferdi yakin, apakah itu tidak terlalu exstrim bos" tanya Aldo
"Aku tidak peduli itu exstrim atau tidak, yang pasti ini adalah kesempatan yang jarang untuk kutemui, Rania itu sangat jarang bisa keluar Rumah, jadi aku bertekad malam ini Rania harus kudapatkan, bagaimanapun caranya," ucap Ferdi
"Baiklah, tapi kalau ada apa apa jangan bawa bawa aku ya bos", ucap Aldo
"Tenang saja , tugasmu hanya itu, lakukan Saja dengan baik, sedangkan yang lainya sudah ada orang lain yang akan urus" ucap Ferdi
__ADS_1
...~°~...