
Merekapun segera naik kebeberapa anak tangga dan segera masuk melewati pitu mansion Kartina yang besar dan kokoh, merekapun dengan segera di sambut beberapa pelayan yang berdiri tidak jauh dari pintu masuk
Lena pun terus terkesima melihat Ruangan super mewah di hadapanya, langkahnya pun terasa semakin berat saat mnginjakan kaki di lantai marmer yang cukup licin ini
Di ruangan mewah ini pun Lena melihat sesosok wanita berjilbab hitam yang duduk di tengah Ruangan di Sofa berkelasnya
Pandangan wanita ini pun langsung tepat melihat ke arah mereka masuk, Lena pun di buat deg degan dan gugup dengan pandanganya ini, serasa beneran, macam akan menemui calon mertua saja
Perlahan langkah merekapun mendekati sosok wanita yang duduk di sofa itu, semakin dekat Lena semakin bisa melihat jelas kalau wajah wanita itu tidak seperti yang ada dalam bayanganya tadi, dia melihat sosok wanita yang berwibawa dan penuh karisma, dan masih terlihat cantik meski di usianya yang tidak muda lagi ini
"Bu" Sean pun segera menghampiri ibunya dan memberi salam "Dia Lena temanku dari kota B itu" ucap Sean
"Oh baiklah, silahkan duduk", ucap Kartina
"Ba baik tante" ucap Lena dan Gina Serempak, merekapun segera duduk di Sofa empuk yang berada di sebrang tempat duduk kartina dengan berdempetan satu samalain dan Saling memegang satu tangan mereka masing masing
"Jadi yang mana yang namanya Lena?" tanya Kartina
"Sa saya tante" ucap Lena dengan tertunduk
"Oh yang agak mungil ya, Arman memang benar, kamu memang gadis yang cantik," ucap Kartina memuji Lena, yang memang perawakan Lena lebih kecil daripada Gina
diapun mengalihkan pandangan ke Gina, "Yang Satu Lagi Siapa Arman?, kok kamu tidak memperkenalkanya juga" ucap Kartina
"Oh iya, dia teman deket Lena juga, teman Arman juga, namanya Gina bu," ucap Sean
"Oh Gina, memang cantik cantik ya gadis gadis kota B ini" ucap Kartina memuji keduanya
"Iya terimakasih tante, anda juga cantik, terlihat sangat awet muda" ucap Gina
"Iya terimakasih, ya sudah, kita keruang makan saja Langsung, Arman ajak teman temanmu ke meja makan ya" ucap Kartina sambil beranjak lebih dulu dari sana
"Oh iya baik bu" ucap Sean
"Ayo, keruang makan" ajak Sean
"Ba baik" ucap mereka Serempak
__ADS_1
"Lewat sini" ucap Sean menuntun arah jalan mereka yang terlihat sangat kaku
"Iya" ucap Lena
Merekapun beranjak dari Ruang tamu ke Ruang makan yang Lagi lagi membuat Lena dan Gina kagum akan keindahan setiap sudut ruangan yang bernuansa klasik ini
Merekapun sekarang sudah berada di Ruang makan, Kartina juga sudah menunggu di kursi paling ujung, "Silahkan silahkan duduk, jangan sungkan, anggap saja seperti rumah sendiri" ucap Kartina
"I iya tanteu terimakasih," merekapun Segera duduk di kursi yang terhalang oleh satu kursi kosong dari kartina, dan mau tidak mau mereka harus duduk terpisah karena memang kursinya di buat untuk satu orang, meskipun mereka merasa ingin duduk berdempetan, tapi mereka tidak melakukanya
Sean juga duduk di Sebrang mereka, dengan menyisakan 2 kursi kosong antara dia dan ibunya, makanan juga belum datang jadi merekapun duduk dan mengobrol
"Tante Senang kalau ada teman dari Arman berkunjung kemari, jadi suasana rumah ini tidak terlalu monoton" ucap kartina
"Iya tante, kami juga senang bisa main kemari," ucap Lena
"Jadi Kalian ini masih kuliah atau kerja" tanya Kartina
"Kami masih kuliah di Fakultas kedokteran negeri kota J tante" ucap Lena
"Oh, jadi kalian ini calon dokter? tante juga dulu waktu masih muda cita cita tante pengen jadi dokter sih, cuma tidak kesampaian, Kalian ini sudah cantik, calon dokter pula, tante sangat mengapresiasi anak anak muda yang punya cita cita macam kalian ini" ucap Kartina
"O yah? Seperti itu kah?, anak tanteu ini memang orangnya susah di tebak, dia tidak terlalu terbuka sama tante kalau urusan pribadi, mungkin anak tante memang menganggap kamu bukan sebatas teman biasa" ucap Kartina
"Bu, jangan bicara seperti itu, aku Sudah ada Rania kan" ucap Sean, dia merasa tidak enak kalau kalau omongan ibunya ini akan membuat Lena semakin berharap nantinya,
"Iya duh, harusnya ibu punya anak cowok banyak, sepertinya menyenangkan juga kalau nanti punya beberapa anak mantu yang cantik cantik" ucap Kartina curcol
"Ibu, mana bisa seperti itu, putra ibu ini cuma aku, ada ada saja ibu ini," ucap Sean dengan menggelengkan kepalanya
"Iya, tapikan Aman kalau anak pria juga boleh beristri lebih dari 1" ucap Kartina semakin menjadi
"Ibu, sudah lah jangan di bahas, ibu makin kemana mana saja bicaranya perasaan" ucap Sean
"Memang begitukan" ucap Kartina yang terus memancing putranya ini bereaksi
"Tidak tau bu ah" ucap Sean yang makin kelabakan dengan perkataan ibunya ini,
__ADS_1
"Ibu bercanda, tidak perlu kamu ambil hati," ucap Kartina
"Ayo silahkan makan," ucap kartina yang memang sekarang makanan sudah ada di meja
"Baik tante" ucap Lena dan Gina
Merekapun memulai acara makan malam yang di minta Kartina ini, ini kali pertama Lena dan Gina makan di rumah mewah macam ini, jujur ini membuat napsu makan mereka berkurang karena ada semacam perasaan yang tidak biasa karena harus makan di kelilingi beberapa pelayan di belakang mereka, itu seperti mereka memang berada di sebuah cerita dongeng kerajaan
Merekapun makan dengan suasana hidmat dan sdikit kaku, tidak lama merekapun sudah menghabiskan makanan utama mereka, dan segera menyusul menyantap hidangan penutup yang di sediakan
Setelah selesai acara makan, merekapun berbincang kembali beberapa waktu, setelah itu Lena pun berencana untuk pulang
"Tante, sepertinya sudah malam, kita pamit pulang dulu ya" ucap Lena
"Kenapa buru buru, tante masih pengen ngobrol dengan kalian, jarang sekali tante ada kesempatan seperti ini lho" ucap Kartina
"Bu, ini sudah malam, lain kali saja di lanjut ngobrolnya ya, kasian mereka kalau pulang kamlaman kan, besok mereka ada kuliah Lagi pastinya" ucap Sean
"Iya sudah, tapi kalian sering sering lah main kemari yah," ucap Kartina
"Iya bu, insyaalloh," ucap Lena
Merekapun beranjak dari meja makan dan segera menuju keluar, mereka merasa sedikit agak pengap di dalam padahal sirkulasi udarannya baik, hanya saja mereka merasa tidak seperti berada di dunia mereka sendiri
Setelah kembaki kemobil Lena langsung menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan, itu pun di ikuti oleh Gina
"Gila, suasananya mencekam sekali Len" ucap Gina berbisik
"Iya, memang menakutkan" ucap Lena juga berbisik
"Aku gak kebayang kalau ini Rumah calon mertuaku Len Len" ucap Gina masih berbisik
"Iya, Sama" ucap Lena
"Hey, kenapa kalian ngobrolnya bisik bisik?" ucap Sean "O iya Len, kakak minta maaf kalau ada perkataan ibu kak Sean yang kurang berkenan" ucap Sean
"Tidak apa kak, beliau baik kok, jauh berbeda dengan yang Lena bayangin tadi di awal" ucap Lena
__ADS_1
"Oh bagus lah kalau kamu menganggapnya begitu," ucap Sean
Diapun segera menghidupkan mesin mobil dan segera mengantar mereka untuk pulang