
Sean pun ingin memastikanya dan masuk ke dalam Rumah bambu itu, tapi dia tidak melihat ibu dan ayahnya di dalam, dia pun kembali ke bale depan
"Sepertinya mereka belum kembali Ran" ucap Sean sambil melihat ke kejauhan, dia mencari cai orang tuanya di antara beberapa pengurus kebun yang sedang bekerja di sana "Itu sepertinya mereka Ran" ucap Sean yang menunjuk 2 orang paruh baya yang memakai topi anyam bambu di keplanya
"O yah, yang mana? o yang itu ya, kita kesana saja yuk" ucap Rania
"Tidak, kita tunggu saja di sini, mereka sebentar lagi juga akan kemari" ucap Sean
"Ah kamu mh gak seru, Len kita kesana yuk, kita cari lagi buah strawberry yang banyak di sebelah sana" ucap Rania
"Ayo" ucap Lena juga tidak menolak
"Kenapa kalian bandel sekali?, tunggu dulu sebentar" ucap Sean sambil kembali ke dalam saung dan membawa 2 buah topi bambu seperti yang di kenakan para pekerja, "Ya sudah kalian boleh kesana, tapi kalian pakai topi bambu ini, biar tidak terlalu terpapar sinar matahari" ucap Sean
"Baiklah" ucap Rania yang langsung mengambil topi itu dari tangan Sean dan mengenakan topi itu di kepalanya "Gimana cocok tidak?" tanya Rania berlenggok
Sean pun tersenyum dan memperhatikan Rania dan Lena yang mengenakan topi bambu itu, topi sederhana itu pun seperti baru saja naik kelas karena di pakai gadis gadis cantik seperti mereka, tidak terlihat norak atau pun kampungan,
"Sip, kalian cantik" ucap Sean
"Iya, kalian memang cantik" ucap Regan yang hanya menatap Lena saja
"Ya sudah Len ayo pergi, biarkan para pria inibberpacaran di sini" ucap Rania tersenyum, merekapun segera berjalan beriringan di antara pohon pohon strawberry yang hijau, dan berniat menuju ke arah orang tua Sean sambil mencari cari buah strawberry yang ketinggalan di panen
Sean pun hanya memperhatikan mereka yang perlahan mejauh dari hadapanya, tapi lama kelamaan Sean merasa tidak tega melihat mereka yang akhirnya terpisah jauh karena mereka hanya fokus mencari buah strawberry ke masing masing tempat
"Regan kamu samperin Lena, takutnya ada apa apa" ucap Sean
"Saya bos?" tanya Regan
"Iya, Itu juga kalau kamu mau, kalau tidak ya sudah kamu di sini saja" ucap Sean yang beranjak menuju arah Rania
"Oh iya" ucap Regan juga beranjak dan mengikuti Sean
Sean pun mulai mendekat ke arah Rania, sementara Lena sedikit agak jauh naik ke perbukitan
"Lihat Sayang, aku dapat banyak" ucap Rania yang menggenggam beberapa buah strawberry di tanganya
__ADS_1
"Kak Rania, di sini banyak, coba kesini" teriak Lena dari atas, Regan juga sudah mengikutinya di belakang
"Di sini juga banyak Len" teriak Rania juga
Sean pun hanya tersenyum melihat mereka yang memang sepertinya tambah akrab saja "Ran, apa boleh aku nanya sesuatu?" tanya Sean yang di belakang Rania
"Nanya apa?" tanya Rania yang masih fokus mecari buah
"Kenapa kamu bisa bareng Lena kemari" tanya Sean penasaran
"Aku mencarimu ke rumah bu kartina lagi kemarin, dan aku malah mendapati Lena di sana, kukira dia bersamamu, tapi dia bilang kalau kamu pergi semenjak kita Break, jadi aku mengajaknya untuk mencarimu kesini dengan meminta bantuan Randi, karena Lena juga tidak tau desamu di mana" ucap Rania
"Oh, tapi kenapa kamu mengajaknya kemari juga, bukan kah kamu tidak mau aku dekat denganya?" tanya Sean
"Ya kupikir kamu bertemu dia lebih awal, aku juga tidak heran kalau kamu menyukainya, dia memang gadis baik, kupikir dengan kita Break kamu akan mendekatinya, tapi kamu malah pergi kan, kenapa?" tanya Rania sambil membalikan tubuhnya ke arah Sean
"Sudah kubilang, karena aku sudah memilihmu, aku hanya mencoba untuk mencintai kamu saja, aku memang menyukai Lena, tapi mungkin aku hanya bisa mengubur perasaan itu sedalam dalamnya, hanya saja aku tidak bisa untuk tidak bertemu denganya, karena kurasa Lena juga sudah menganggapku saudaranya" ucap Sean
"Terima kasih, aku sangat percaya padamu, tapi aku mau bertanya satu hal padamu, andaikan aku mengijinkanmu untuk bersamanya juga, apa jawabanmu?" tanya Rania
"Sean apa yang kamu lakukan, kenapa mengajak seorang gadis kemari" ucap bu Ika tiba tiba, dia pun mulai mendekat ke arah Rania dan Sean "Ya ampun Sean, kenapa kamu tega sekali membawa seorang gadis ke perkebunan" ucap Bu ika yang kini sudah menhampiri mereka
"Bu" ucap Rania yang langsung berbalik ke arah bu ika dan pak kadi yang datang bersamaan, Rania langsung memberi salam pada keduanya, dengan satu tangan, karna tangan lainya memegangi buah
"Ya ampun cantik sekali, apa ini calonmu?, benar benar cantik, siapa namamu nak?" ucap bu ika sambil memegangi kedua tangan Rania
"Saya Rania bu" ucap Rania
"Nama yang cantik, persis seperti orangnya" ucap bu ika
Bu ika pun melirik ke Arah Sean "Kamu tidak punya perasaan, masa gadis secantik ini kamu bawa ke kebun sih, tega kamu Sean, sudah ayo kita pulang ke Rumah" ucap bu ika Sedikit marah pada Sean
"Iya bu" ucap Rania juga tidak memberikan pembelaan pada Sean
Sean pun menghela napasnya dan mencoba menerima karena di salahkan "Iya iya, aku salah" ucap Sean malas
Tidak lama Lena dan Regan pun turun dan menghampiri bu ika juga, "Bu" "Pak" Lena pun memberi salam kepada keduanya juga
__ADS_1
"Ini siapa satu lagi? bemar benar cantik ya gadis gadis kota ini, pantesan anak ibu tidak mau cari jodoh di sini, siapa namamu sayang?" tanya bu ika ke Lena
"Saya Lena bu" jawab Lena
"Oh Lena ya, nama yang cantik seperti orangnya, kenapa kalian mau di ajak kesini oleh anak ibu yang tidak berperasaan ini?" ucap bu Ika
"Sebenarnya kita yang minta kesini sih bu" ucap Rania
"Kalian ini, untuk apa kemari, di sini kotor, tidak pantas untuk gadis mulus seperti kalian berada di kebun, ayo ayo, kita pulang sekarang," ucap bu Ika bersemangat
Merekapun segera bergegas ke rumah bambu lagi, Rania dan Lena kembali duduk di pinggiran bale bambu lagi
"Tunggu Sebentar, ibu ganti baju ibu dulu" ucap bu Ika yang di ikuti pak Kadi untuk masuk ke Rumah bambu
Rania tersenyum melihat kebersamaan pak kadi dan bu Ika "Ku rasa kamu benar, tidak semua cinta itu palsu, melihat ibu dan bapak angkatmu bersama sama sampai setua ini, aku jadi percaya kalau cinta sejati itu ada" ucap Rania
"Ya, aku juga percaya dari dulu", ucap Sean
"Berarti cuma aku yang belum percaya bos" ucap Regan
Mereka pun tersenyum, Sean tidak berani menanyai Lena percaya atau tidak, dia takut itu hanya akan membuatnya tidak nyaman
"Aku juga percaya kak" ucap Lena juga
Sean pun mengerutkan keningnya, dia tidak menyangka Lena akan berkata seperti itu juga
"Oh, kalau gitu aku juga percaya bos" ucap Regan tersenyum
Sean tau Regan menyukai Lena, tapi Sean tidak yakin kalau Lena akan membuka hatinya untuk Regan, Sean yakin kemungkinanya itu sangat kecil, entah dari mana Sean punya keyakinan seperti itu
"Ayo, ibu sudah Siap, taruh dulu topi kalian di sini, masa kalian mau pakai itu terus" ucap bu Ika yang baru keluar dari rumah bambu
"Oh iya bu" ucap Serempak 2 gadis itu
Merekpun segera meninggalkan perkebunan dan kembali naik ke mobil untuk kembali pulang Ke Rumah
...~°~...
__ADS_1