
Lena pun mulai membereskan lagi peralatanya "Ngomong ngomong Bu Rania apa kabarnya kak?" tanya Lena tiba tiba
Sean pun merenung sejenak, soal itu memang Sean mau jelaskan ke Lena, hanya saja dia bingung memulainya
"Kurasa dia baik baik saja, apa kamu tau aku dekat dengan Rania?" Tanya Sean
Lena yang sudah merapihkan peralatanya pun duduk di kursi dekat Sean "Tau, Lena pernah lihat kak Sean dengan bu Rania barengan waktu Lena cari kak Sean, jadi Lena pikir tidak perlu memberitau kak Sean kalau Lena di sini, takutnya malah mengganggu,, apakah kalian pacaran?" Tanya Lena
"Oyah, kak Sean gak sadar, Belum Len, mungkin ini karma dari kamu, jadi kak Sean sendiri yang ngerasain rasanya menunggu kepastian, maaf ya Len" ucap Sean
"Jangan di pikirin soal yang itu, Lena juga sudah cukup nyaman dengan keadaan Lena sekarang, dan semua ini karena kak Sean kan, Lena malu jika terlalu banyak berharap banyak dari kak Sean, karena yang kak Sean berikan sudah lebih dari yang Lena harapkan, kebebasan, perhatian, kepedulian, dan tentunya harapan masa depan, semuanya itu Lena dapatkan sejak mengenal kakak" ucap Lena
Sean hanya merundukan pandanganya, "Ya, kamu memang pantas mendapat itu semua, karna kamu memang gadis baik Len" ucap Sean
"Minuman datang, maaf menunggu Lama, ganti baju dulu soalnya" ucap Gina yang tiba tiba muncul dengan membawa minuman
"Iya terimakasih" ucap Sean
"Ganggu saja" ucap Lena melotot pada Gina
"Maaf, gak tau, kukira belum selesai pemeriksaan pasienya, emangnya lagi ngobrol apaan sih,? serius amat" ucap Gina langsung duduk di samping Lena
"O iya Len, kata Gina kamu sering mengigau manggil manggil kak Sean yah kalau tidur?, kenapa?" tanya Sean
Lena pun langsung menoleh ke Gina "Ginaaaaaaa, kenapa di cerita ceritain yang kaya gitu, malu tau" ucap Lena sambil mencubit paha Gina
"Aw aw, sakit Leeen," Gina mengusap ngusap pahanya "Tadinya kukira dia bukan Sean mu, jadi semalam aku cerita karena kupikir dia sarmanku" ucap Gina sambil tersenyum
"Sarmanku Sarmanku, bikin malu tau ih kamu" ucap Lena yang mukanya mulai memerah
Sean tersenyum melihat mereka yang seakrab ini, "Sebenarnya kak Sean denger sendiri waktu kamu pingsan Len" ucap Sean
"Iya kak maaf, mungkin karena Lena Rindu, jadinya kebawa mimpi" ucap Lena polos
__ADS_1
"Ciyeee ,Rindu, ehem ehem" ucap Gina
"Ya maksudnya udah lama gak ketemu Gin, ih kamu mah gangguin mulu ih, sana sana ah pergi pergi" ucap Lena Sambil mendorong Gina
Tapi gina tetap duduk di dekatnya, "Tidak, tidak mau pergi, kalau gak di ganggu pasti bakal lama kelarnya, aku lapar Len, keburu malem, aku trauma pergi mlem lagi, ayolah antar dulu aku ke depan" ucap Gina merengek
Tapi Lena seperti enggan untuk pergi dari sana "Itu di dapur umum kan ada bahan masakan Gin, tadi pagi kan beli, masak saja yah," ucap Lena karena merasa gak enak ke Sean kalau dia pergi
"Ah kamu kaya gak tau ajah, mana bisa aku masak makanan, masak air juga aku gosong Len, biasanya juga kamu yang masakin aku" ucap Gina terus merengek
"Iya nanti aku masakin" ucap Lena
"Gimana kalau kak Sean yang masakin Kalian" ucap Sean mengajukan diri
Lena pun langsung menoleh ke arah Sean, "Mau mau kak, sudah lama gak ngerasin makanan dari kak Sean" ucap Lena, tapi dia sadar sesuatu "Tapi tangan kak Sean kan luka, lebih baik Janganlah, Gin untuk kali ini saja mohon jangan manja yah" ucap Lena sambil kembali menoleh Gina
"Gak papa, ini tidak sakit" ucap Sean
"Apa benar?, memang pria mapan bisa memasak?" tanya Gina sambil melihat Sean dan mobil putihnya secara bergantian
"Pelayan" ucap Sean meneruskan sambil tersenyum
"Maaf, Lena keceplosan" Lena menundukan kepalanya
"Ah masa sih?, emang kak Arman pelayan?" tanya Gina tidak percaya
"Gin udah jangan di bahas, aku hanya salah bicara barusan" ucap Lena takut Sean tersinggung
"Iya aku memang pelayan rumah makan, aku hanya beruntung saja bisa jadi seperti sekarang, ayo masak" ucap Sean, dia sama sekali tidak merasa tersinggung
"Kak, maaf" ucap Lena dengan mata berkaca kaca, dia berpikir Sean beneran tersinggung
"Tidak apa apa cantik, itu memang bagian dari hidup kakak, kakak tidak akan tersinggung atau merasa sekarang lebih baik dari waktu itu, karena kenyataanya juga belum terlalu baik, kakak masih mengandalkan orang Lain untuk hidup" ucap Sean sambil menyentuh kepala Lena
__ADS_1
"Iya," Lena sdikit tersipuh, karena untuk pertama kalinya secara langsung dia di bilang cantik oleh Sean
"Bolehkah aku berpendapat?, kalau boleh kita lebih baik Sekarang langsung kedapur, di karnakan aku sudah mulai lapar" ucap Gina memecah kecanggungan
"Baik, itu pendapat yang bagus," ucap Sean
"Ayo Len" ucap Gina,
Lena pun berdiri dengan paksaan Gina "Kamu malu maluin" ucap Lena sambil agak cemberut ke Gina
Mereka bertigapun Pergi ke dapur umum kosan, Sean pun tidak menunggu lama lagi, dia langsung mengambil bahan seadanya memotong dan memasaknya di bantu 2 asisten gadisnya ini yang terus saja bercanda saat masak
Setelah beberapa waktu di dapur, sayur sup, perkedel dan daging pun sudah siap di meja makan, itu membuat Lena pun merasa bernostalgia ke tempat makan sederhana di kota B itu lagi
"Ummm, wanginya, hebat kak Sean ini, udah ganteng, baik, jago, pinter masak Lagi, tidak heran kalau Lena kesengsem sama kakak" ucap Gina
"Gin, jangan mulai Lagi deh, makan saja bukanya kamu lapar?" ucap Lena
"Kan basa basi dulu gituh sedikit, ya sudah selamat makan" ucap Gina
Mereka bertiga pun makan dengan lahapnya, terutama dua calon dokter ini, menurut mereka pasakan Sean memang pas di lidah mereka soal takaran bumbunya
beberapa waktu berlalu merekapun sudah menghabiskan makanan mereka, "haduh,kenyang, pasakan kakak memang sip" ucap Gina sambil mngacungkan jempolnya
"Iya terimakasih kak, Lena serasa berada di rumah makan kota B itu, meskipun menunya sederhana tapi ngangenin" ucap Lena
"Iya, kakak juga serasa di sana, itu karena ada kamu yang makan di depan kakak, bukan kah begitu?"
"iya bener bener ka, Lena serasa bernostalgia lagi kesana, jadi pengen pulang," ucap Lena
"Yakin mau pulang, memangnya mau di jadiin istri ke 3 sama rentenir lagi" ucap Sean mengingatkan Lena ke waktu itu
Lena pun langsung mengeleng geleng kepalanya "Engga engga engga, ga mau pulang, amit amit, amit amit" ucap Lena
__ADS_1
"Gini ya rasanya numpang di dunia yang cuma milik berdua, aku di cuekin saja kayak gini" ucap Gina
Sean dan Lena langsung menoleh ke arah Gina, dan merekapun langsung menertawakan Gina berbarengan