Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Pacarku


__ADS_3

Sandri pun kembali memprosesnya sebentar dan hasilnya pun di dapat,


"Orang itu ada di lantai sembilan bu Presdir tapi untuk lebih sepesifik aku masih tidak bisa mengendintifikasinya, perangkatku belum cukup memadai" ucap Sandri,


"Baiklah, nanti aku siapkan perangkat yang kamu butuhkan kamu tinggal bilang apa saja yang kamu butuhkan" ucap Kartina


"Lantai sembilan, bukan kah itu lantai kantor Manajemen Rania?" ucap Sean


"Iya memang, tapi ada 2 ruang kantor Manajemen di lantai itu, dan ada puluhan orang yang ada di sana, jadi jangan dulu berspekulasi apa apa terhadap Rania sebelum ada bukti" ucap Kartina


"Sandri, tolong kamu pantau terus lantai sembilan itu, dan lakukan apapun yang kamu bisa untuk menemukannya, kalau kamu menemukan ada yang mencurigakan langsung beri informasi" ucap Kartina


Kartina merasa sangat jengkel dengan masalah ini, bukan sekali 2kali dia akan di celakai saat berada di luar lingkunganya, jadi begitu tau ada pelaku di dalam kantornya dia sangat ingin menemukanya dan memberinya pelajaran


Meski menurut Kartina tidak mungkin dia pelaku utama, pasti ada orang di belakang layar yang mengendalikanya, karna dia hanya staf biasa dan tidak mungkin dirinya membayar orang dan menduduki kursi Presedir andai kata Kartina atau Sean tersingkir,


Pasti ada koalisi beberapa orang di belakang dia yang jadi aktor utamanya, kemungkinan besar orang yang berada di lantai 9 itu hanya seorang mata mata atau tangan kanan, yang jelas mereka menghalalkan segala cara untuk mengakuisisi perusahan KARTINcorp


"Kita harus menyelidiki orang ini, karna dia kunci utama kita sekarang untuk membuka misteri masalah yang terjadi selama bertahun tahun ini, jangan biarkan dia kabur dari sini sebelum kita tau pelaku utamanya, jika dia curiga dan kabur itu akan membuat pencarian semakin sulit, karna orang di belakangnya tentu sangat pintar bermain taktik" ucap Kartina


"Baiklah, padahal aku ingin segera memukulinya habis habisan jika sudah mengetahui orang nya, tapi sepertinya harus aku tahan dulu" ucap Sean


Setelah mereka membahas masalah ini, Sean menyuruh Sandri mngundurkan diri dari divisinya, dan Sean juga menyediakan ruangan husus untuk Sandri yang di rahasiakan di kantor ini, dan memberikan pasilitas pendukung untuk informasi yang lebih akurat, dia juga memberi kode nama pada Sandri, Sean pun akan memangil inisialnya saja ya itu 'eS',


Itu supaya ada kesan msiterius saja, juga agar musuh tidak tau tentang sandri yang jadi pion di belakang layar Sean dan ibunya


Dan Sean pun kembali ke manajemen pemasaran setelah membereskan urusanya, sudah agak siang, tentu saja dia jadi sasaran Arda yang marah, dia pun mengebrak meja Sean

__ADS_1


"Heh, kamu niat kerja gak sih, sekarang jam berapa, masih berani masuk kantor juga, tidak punya etika, kamu taruh di mana otak mu itu, gak ada otak kau, kamu anak baru sudah berani datang terlambat, kalau bukan karna sekertaris Elisa yang mengirim kamu, kamu sudah ku pecat sekarang, kalau kamu mengulanginya sekali lagi, aku tidak ada toleransi untukmu" ucap Arda dengan murka


"Iya" Sean hanya menjawabnya dengan cuek, dia tidak mempedulikan gertakan Arda itu, bukan tidak jengkel, tapi ini memang melanggar aturan kantor, Sean tidak mau mentang2 dia direktur bisa masuk seenaknya, jadi dia terima saja,


Omongan Arda hanya masuk telinga kiri dan langsung keluar dari telinga kanan, Sean tidak terlalu menganggapnya, dia juga tidak takut di pecat olehnya


Setelah puas Arda mengomeli Sean, Arda mngomel kepada karyawan lain juga, sengaja mncari cari kesalahan mereka dan omelanya itu tak terdengar lagi saat dia masuk ruanganya,


Sean pun mengerjakan pekerjaanya, hingga tak terasa waktu sudah hampir istirahat, Sean menyuruh sandri mengirimkan pantauan cctv di lantai 9 ke handphone barunya ini, dengan alasan pemantauan


Tapi sebenarnya dia ingin melihat Rania yang ada di ruanganya, Sean pun melihat apa yang ingin dia lihat, dari sudut pandangan cctv ini hampir semua sudut ruangan kerja Rania terlihat, keculi toilet,


Di layar terlihat Rania sedang meregangkan tanganya dan bersandar di kursinya, Sean yang melihatnya pun senyum senyum sendiri, tak lama Sean melihat pintu ruangan terbuka, ada seorang pria yang masuk keruangan Rania dan langsung menghampirinya, mereka pun keluar bersamaan, dan Seli mengikuti di belakang mereka


Sean penasaran ingin tau siapa pria ini, tentu saja Sandri memberi informasinya, dia Ferdi teman kampus Rania yang pernah Rania ceritakan ke Sean juga, dia menjabat sebagai manajer juga, Sean juga pernah melihatnya waktu itu dengan Rania, dan sekarang mereka sedang mnunggu pintu lift di sebelah kiri, karna lift yang kanan sudah turun


Tak lama pintu lift pun terbuka, Sean melihat kearah Ferdi yang sedang mengajak Rania mngobrol, seperti biasa Rania menjawab seperlunya, sepertinya memang tidak terlalu akrab, Sean merasa lega, Seli yang melihat Sean masuk dia langsung memberi senyum kearah Sean


Sean pun menganguk ke arah Seli, karna di sini banyak karyawan lain jadi Sean tidak menyapa Rania, jika waktu itu kebetulan barengan, tapi sekarang di sengaja karna sekarang Sean bisa melihat pergerakan Rania, Seli yang melihat Sean berdiri agak jauh dari mereka pun langsung mendekat padanya


"Hay kak Sean, kebetulan sekali, apa kamu mau ke kantin, kita barengan saja, kebetulan aku juga tidak ada teman" ucap Seli sambil melirik ke arah Rania yang membalas memelototi Seli


Rania masih menghargai Ferdi yang disampingnya, jadi dia tidak menghampiri Sean, Seli tidak peduli Rania akan kesal, karna tujuanya Seli memang mengisengi Rania


"Iya boleh" jawab Sean juga melihat ke arah Rania


lift pun turun ke lantai lobi, Sean keluar belakangan dengan Seli dia mengikuti Rania dan Ferdi dari belakang

__ADS_1


Rania menoleh ke arah Sean tapi tidak mengatakan apapun dia berbelok ke arah luar dengan ragu, tentu Sean tidak mengikutinya dan berjalan lurus ke kantin karyawan bersama Seli


"Ferd, sepertinya hari ini aku tidak makan di luar, aku akan makan di kantin, kamu pergi sendiri saja" ucap Rania


"Apa? makan di kantin?, itu tempat karyawan rendahan, masa iya kamu makan di situ" ucap Ferdi


"Iya gak papa, sama sama kenyang juga kan" ucap Rania , dia pun berbalik dan berjalan mengikuti arah Sean dan Seli, dia mencoba menyusul mereka, Ferdi juga tentu saja mengejar Rania


Sesampainya di kantin Sean dan seli langsung memesan, dan membawa makanan mereka ke meja, mereka duduk bersebelahan, mereka pun melihat Rania dan Ferdi juga memesan makan disini


Setelah memesan Rania pun membawa makanan ke sebrang tempat duduk Sean yang kebetulan kosong, Ferdi juga duduk di sebelah Rania


"Kak Rania, kenapa makan di sini juga, bukanya kalian mau ke lestoran" tanya Seli menggoda Rania, sebenarnya Seli juga paham, tentu saja karna Sean


"Iya gak tau nih Rania, gak biasa biasanya ingin makan di sini, siapa pria di sebelahmu ini Sel, apa dia pacarmu? " tanya Ferdi yang melihat ke arah Sean


"Tentu saja, kenalkan dia Sean, dia tampan kan? pacarku sih" ucap Seli berlaga sombong, Sean tidak bereaksi apa pun, malah Rania yang dengan mata membulat melotot ke arah Seli


"Ya lumayan, aku manajer Ferdi, dan ini manajer Rania, calon ku" ucap Ferdi memperkenalkan diri dan Rania


"Calon apaan? kamu jangan sembarangan bicara,


aku sudah kenal dengan dia, tidak perlu kamu kenalkan lagi" ucap Rania ketus


"Oh, sudah kenal ya" ucap Ferdi


sean hanya tersenyum mendengar mereka, dan tidak ada maksud berkata apapun, hanya menyimak

__ADS_1


...~°~...


__ADS_2