
Penampilan Rania masih seperti tadi siang, Rania masih mengenakan baju setelan kerjanya, Sean pun membuka pintu dan mempersilahkan Rania masuk,
"Iya, kalau kamu mau coba masuk saja, hanya saja di sini tidak ada kursi. Aku beberapa hari ini tidak masak, jadi seperti ada sesutu yang kurang rasanya" ucap Sean
"Baiklah aku ingin coba masakan mu, kamu memangnya sering masak waktu di rumah makan?" tanya Rania sambil masuk ke rumah
"Tentu saja, O yah tunggu sebentar aku belum beres di dapur" ucap Sean
"Iya, lanjutkan saja, aku juga tidak terburu buru" ucap Rania sambil tersenyum
Sean pun kembali kedapur, tak lama Sean keluar dari dapur dan membawa hidangan ke meja pendek itu, mata Rania pun menatap beberapa masakan yang ada di meja, dan tidak sabar ingin mecicipinya
Sean kembali ke dapur dan membawa bakul nasi kecil
"Ini, silahkan coba lah" ucap Sean,
mereka duduk berhadapan di meja pendek itu dengan melipat kaki
"Ngomong ngomong kenapa kamu bisa tau aku di rumah ini,?" tanya Sean merasa heran karna dia belum memberitahunya
"Insting saja, lagian sepatu mu di luar, jadi mudah membedakanya, di rumah lain tidak ada sepatu, hanya di sini yang ada" ucap Rania
"Oh, seperti itu ya, kamu pintar juga" ucap Sean
"Tentu saja, itu sebab nya aku jadi manajer" ucap Rania bangga
Dia juga tidak segan lagi, dia mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan beberapa sayur, tidak lupa mengambil ikan asam manis ala cef Sean, dia pun mulai menyantapnya, di suapan pertama dia terhenti sejenak, seperti mencoba untuk menilai masakan Sean di mulutnya
"Ummh, ini sangat enak kamu memang jago masak ya, asli ini enak aku salut banget, sebagai perempuan aku jadi merasa iri padamu aku malah tidak bisa masak, kapan kapan ajarin aku ya" ucap Rania dan dia melanjutkan makanya lagi
"Iya boleh, kalau enak makan yang banyak biar kamu gemukan," ucap Sean tersenyum melihat Rania yang bersemangat untuk menyantap makanannya
Rania tidak menjawab Sean lagi, dia fokus menyantap makananya hingga dia pun akhirnya selesai makan setelah beberapaa kali nambah
__ADS_1
"Haduh kenyang juga, aku sepertinya rela gemukan karena memakan masakan mu ini, benar benar sangat enak, tapi mungkin kalau aku gemuk tidak akan ada yang mau padaku" ucap Rania
"Tenang saja, aku akan tanggung jawab," ucap Sean
"Hah, tanggung jawab?, apa maksudmu? ,apa maksudmu kamu akan menikahiku kalau aku gendut,?" tanya Rania menggoda Sean
"Maksudnya bukan begitu, kalau kamu gemuk aku bantu kamu kurusan lagi, tapi sepertinya boleh juga usulanmu yang itu" ucap Sean berniat menggodanya balik
"Baiklah, tunggu aku gemuk, aku akan menikah denganmu" ucap Rania sambil tertawa dan menutup mulutnya
Sean hanya tersenyum melihat Rania yang tertawa seperti itu, dia maksudnya menggoda Rania tapi malah dirinya yang tidak bisa berkata kata lagi
"O iya Sean, ini jaket mu, sudah ku setrika, terima kasih, jaketmu ini pernah menyelamatkanku, kalau tidak ada itu mungkin aku akan sangat malu bertemu orang lain waktu itu" ucap Rania
"Apa hanya jaket ku yang mnyelamatkan mu ?" tanya Sean
"Ya tentu saja dengan kamunya juga terima kasih, tapi kita kan sudah impas!, aku juga membantu membelamu di depan Presdir tadi siang, harus nya kamu berterima kasih juga karena tidak kena hukuman Presdir, itu akan jauh berbeda dari hukuman yang di berikan manajer mu, bisa saja kamu di pecat kan" ucap Rania merasa berjasa
sean tersenyum 'Mana mungkin dia memcatku, dia ibuku' gumam Sean
"Sama-sama, itu bukan apa apa dia memang sudah mngenalku, jadi dia baik padaku," ucap Rania
"Begitukah,? bagus kalau begitu," ucap Sean
"Tentu saja, eh aku pulang dulu yah, sudah malam" ucap Rania, dan dia pun bangkit dari duduknya,
"Baiklah," Sean juga bangkit dan mengantar Rania sampai depan
"Terima kasih untuk makan malamnya, ini makan malam paling enak yang pernah ku makan, kapan kapan traktir lagi ya," ucap Rania, dia sering makan makanan barat dan sangat jarang dia makan makanan lokal, karena memang kebiasaannya dari remaja, karena pada masanya bisa makan makanan barat itu keren
"Iya sama sama, hati hati di jalan" ucap Sean yang melihat Rania sudah masuk ke mobil pink nya
"Iya,,,, daaah" Rania melambaikan tangan dari jendela mobil, dan dia pun pergi
__ADS_1
Sean masuk dan berberes, setelahnya dia pun menghubungi Agam untuk menjemput, beberapa saat kemudian Agam juga datang, Sean langsung pulang ke kediaman ibunya lagi
Merekapun tiba di depan Mansion besar dan megah ini lagi, Sean juga langsung masuk, dia melihat ibunya duduk di sofa mewah Eropa class di ruang tamu luas yang bernuansa klasik ini, dia duduk sambil menyesap teh di cangkir porselen di tanganya,
"Kamu sudah pulang, ibu menunggumu sejak tadi, apa kamu sudah makan?" tanya Kartina yang melihat putranya masuk dan mulai mendekat ke arahnya
Sean pun duduk di sofa "Sudah bu, tadi sudah makan, tadi aku ada urusan dulu jadi telat pulang, " ucap Sean
"Oh syukurlah, apa kamu yakin tidak ada yang mempersulitmu di kantor?" tanya Kartina
"Tidak bu, masih tergolong wajar, kalau ada yang tidak wajar, Arman pasti akan beritahu ibu," ucap Sean
"Oh baiklah, ngomong ngomong, gadis yang bertemu dengan mu tadi siang itu apa kamu mengenalnya?" tanya Kartina penasaran karena melihat mereka tidak seperti baru pertama kali bertemu
"Iya aku kenal, aku mengenalnya waktu di kota 'B' " ucap Sean
"Apa kamu menyukainya ? kalau kamu suka, ibu kenal dengan papahnya, dia mitra bisnis dari KARTIN Corp juga, Ibu akan mengundang mereka makan malam besok, bagai mana menurutmu? " ucap Kartina
"Tidak usah terburu buru bu, aku masih perlu mengenalnya secara pribadi," ucap Sean
"Ayo lah, lebih cepat lebih baik kan?, ibu sudah ingin dapat menantu, juga di usia ibu ini sudah sangat pantas menimang cucu, setidaknya kalian mengenal keluarga masing masing dulu kan, itu lebih baik," ucap Kartina dengan wajah yang suram
"Baiklah baik kalau begitu ibu atur saja, asalkan ibu senang" ucap Sean tersenyum, dia tidak bisa lagi menolak ibunya. Sepertinya dia memang sangat kesepian di tengah gelimangan harta di istana megahnya ini, sungguh memperihatinkan
"Baiklah, ibu akan mengurusnya, ibu harap kalian cocok, Rania gadis yang cantik dan baik, ibu sangat menyukainya" ucap Kartina
"Iya," jawab Sean, mereka mengalihkan obrolan ke pembicaraan lain, merekapun mengobrol lumayan lama di ruang tamu, hinga waktu pun mulai larut dan mereka menyudahinya,
"Sudah malam bu, Arman istirahat dulu ke atas" ucap Sean
"Iya, ibu juga akan istirahat, baiklah selamat malam Arman, cepatlah tidur" ucap Kartina, dia berdiri dan mengecup kening Sean
"Baik bu" Sean pun naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya, Kartina juga masuk kamarnya yang ada di lantai bawah,
__ADS_1
...~°~...
...(Jangan lupa like dan dukung)...