
Sosok itu pun diam diam mengikuti Sean dan dua istrinya, sementara mereka hanya terus bercanda karena tidak menyadarinya
Setelah mereka sampai Resort, mereka pun berkemas kembali untuk berpindah lokasi, dan sekarang Sean yang menetukan tempat untuk mereka, karena di sini memang Rania yang pilih, karena dia memang pernah ke Resort ini sebelumnya
Rania baru tau kalau traveling dan honey moon itu butuh tempat yang berbeda, jika traveling butuh tempat yang seru, sementara honey moon butuh tempat yang tenang dan jauh dari keramayan, dia sadar kalau tempat ramai itu tidak cocock untuk honey moon
Mereka pun berpindah lokasi ke sebuah villa mewah di pinggir pantai, yang suasananya lebih tenang dan nyaman, bahkan pemandangan lautnya pun lebih indah dan lebih dekat dari pada di kamar Resort sebelumnya, dan pemandangan itu bisa mereka lihat sambil berenang kalau mereka mau, karena tepat di depan mereka terdapat kolam renang yang berbatasan langsung dengan pantai
Pantainya pun sepi, karena memang bukan di kawasan yang dekat dengan tempat wisata, dan hanya di peruntukan untuk penyewa Vila mewah ini, semacam memiliki pantai pribadi meskipun tidak ada pembatasnya
"Waaww, bagaiman kamu bisa menemukan tempat seindah ini sayang?" ucap Rania
"Mudah saja, semuanya ada di gegamanmu kan" ucap Sean sambil memperlihatkan ponselnya
"Iya sih,,, Len, ko kamu bengong saja" tanya Rania ke Lena yang tidak berbicara
"Ti tidak, aku hanya suka tempatnya, bagus dan nyaman sekali kak" ucap Lena
"Syukurlah kalau kalian suka," ucap Sean
Mereka pun masuk untuk melihat kamar mewah mereka sebentar, dan setelah itu mereka pun melanjutkan acara yang sempat tertunda tadi, ya itu jalan jalan di pinggir pantai
Mereka bertiga pun segera melangkahkan kaki mereka ke pasir putih yang halus, hingga mereka kini sudah sangat dekat dengan air laut yang jernih , mereka berdiri menghadap ke lautan lepas dan memandangi hamparan laut yang luas, sejauh mata memandang yang mereka lihat hanya riak air yang tenang, dan sesekali ombak kecil datang dan menghempas kaki mereka
"Indah sekali kak" ucap Lena
"Ya, menurut kakak juga begitu, Apa kamu pernah main di pantai sebelumnya?" tanya Sean
"Pernah sih, tapi itu sudah lama, soalnya waktu Lena masih sekolah menengah dulu" ucap Lena
"O yah kak, Kita jalan kesana yuk, seperti nya bagus untuk berfoto" ucap Lena menujuk pantai berkarang yang lumayan jauh
"Boleh" Sean pun menoleh ke Rania, "Ran apa kamu ikut?" tanya Sean
"Kalian pergi berdua saja, Aku ingin bersantai di sini saja," ucap Rania
"Kenapa?" tanya Sean
__ADS_1
"Capek ah, jauh kalau harus kesana,, mending aku tunggu kalian di sini saja," ucap Rania sambil melangkahkan kakinya kemudian mendudukan dirinya di kursi pantai yang tidak jauh darinya itu
"Oh ya sudah kalau gitu" ucap Sean
Sean dan Lena pun segera melangkah menuju tempat yang Lena tunjuk tadi, mereka berjalan santai tampa mengenakan alas kaki, dan menyusuri tepi pantai itu sambil berpegangan tangan
Sementara Rania Hanya merebahkan dirinya di kursi pantai yang berada tepat di bawah payung besar , Sean tidak khawatir meninggalkan Rania sendiri, karena Agam dan Aruna juga berada tidak jauh darinya
Sean melangkahkan kakinya dengan tetap memegang tangan Lena,
"Kak Sean," ucap Lena
"Apa?"
"Terimakasih ya, kak Sean sudah memberikan semua pengalaman yang indah dan berharga di hidup Lena, Lena sangat bersyukur bisa mengenal kakak" ucap Lena
"Kamu memang pantas mendapatkan semua itu Len, karena kamu memang gadis baik" ucap Sean
Lena pun tersenyum "Apa tidak ada kata kata lain lagi, perasaan jawaban kakak dari dulu itu itu saja" ucap Lena
"Kakak tidak pandai merangkai kata kata yang romantis Len, jadi itu saja yang bisa kakak katakan, apa kamu bosan mendengar kata kata itu?" tanya Sean asal
Sean pun hanya tersenyum mendengar ucapan Lena itu
Tidak lama langkah kaki Lena terhenti saat dia merasa menginjak sesuatu "Tunggu sebentar kak," Lena pun mencoba meraih sesuatu yang di injaknya di dalam air
"Asiik, Lena dapat kelomang kak, lihatlah, cangkang nya unik sekali" ucap Lena sambil memperlihatkan kelomang Air laut itu pada Sean
"Iya, bagus" ucap Sean
"Lucu sekali, aku menyukainya, Lena mau cari lagi ah" ucap Lena sambil melepas gegamanya dari tangan Sean, dan Lena pun perlahan berjalan lebih masuk ke air yang tidak terlalu dalam, hanya sampai merendam sebaian betisnya saja, dan tentu saja itu membasahi rok bagian bawahnya
Sean pun hanya tersenyum meperhatikan Lena yang sangat antusias mencari kelomang air itu,
"Dapat lagi kak lihatlah" ucap Lena yang terlihat sangat senang
Hingga sampai beberapa saat Lena sudah medapat banyak kelomang, dan dia menyetorkan tiap klomang tangkapannya itu pada Sean untuk di bawakannya, hingga telapak tangan Sean pun di penuhi oleh klomang klomang kecil yang beranekaragam bentuk dan warna cangkangnya, bahkan Lena menemukan kenrang kecil yang unik, Sean memang sengaja mendekat hanya untuk membantu Lena mebawakan hasiil tangkapanya
__ADS_1
"Len, ini sudah banyak, kenapa masih mencarinya," ucap Sean
"Tidak, itu masih sedikit, Lena akan bawa ke kota J untuk di pelihara, Lena mau cari yang cangkangnya bagus lagi, tadi dapat, tapi lepas lagi, Lena penasran, belum nemu lagi yang kayak gitu" ucap Lena sambil terus mencari cari dengan kakinya
Sean pun hanya tersenyum, dia tidak ingin merusak dunia Lena yang masih sedikit kekanak-kanakan itu, Sean pun hanya bisa terus memandangi Lena yang terlihat sangat menikmati dunianya
Beberapa saat berlalu, Sean pun mulai merasa kalau dirinya di awasi seseorang dari kejauhan, dia pun melihat lihat sekitar daratan tapi hanya terlihat batu batu karang yang tidak terlalu besar
Perasaan Sean pun mulai sedikit tidak enak, dia terus memperhatikan sekelilingnya, tapi dia tidak melihat apapun yang mencurigakan
Sementara Lena masih sibuk mencari buruanya, Lena tidak tau kalau di balik karang yang tidak jauh darinya ada moncong senjata api yang mengarah padanya
Sean juga memang merasakan kalau ada bahaya yang mengincar mereka, terutama Lena, tapi dia juga belum bisa menebak bahaya apa itu "Len, sudah dulu berburunya, kita kembali ke villa dulu sekarang" ucap Sean membujuk
"Kita kan baru sebentar di sini, masa sudah mu pulang lagi?" ucap Lena
'Duar, duarrr' tiba tiba terdengar suara ledakan senjata api yang entah darimana datangnya
Sean yang sudah dapat pirasat dari tadi pun langsung membuang kelomang di tanganya dan dengan cepat merangkul tubuh Lena hingga mereka terjatuh ke Air "Awas Len" ucap Sean, "Aaaw" triak Lena
Sean langsung memeluk tubuh Lena di air untuk melindunginya
'Duar duar' suara tembakan masih terus terdengar hingga beberapa kali dan mengenai tubuh Sean, namun tubuh Sean tidak tertembus peluru itu
Sean hanya berusaha terus mendekap tubuh Lena di air dangkal itu, dia tidak mau peluru itu mengenai Lena,
Hingga bunyi tembakan itu pun akhirnya berhenti, dan Sean memastikan kalau peluru nya sudah habis, karena dia sudah mendengar kurang lebih 8 kali bunyi ledakan
Sean pun menengok ke belakang untuk mencari sang penembak itu, dan dia pun melihat sosok seorang pria muda yang keluar dari balik batu karang, dia pun menoleh ke arah Sean sejenak, dan langsung berlari pergi dari sana
Sean pun dapat memastikan kalau orang yang berkacamata hitam itu adalah Ogas kakak sepupunya, dia adalah putra dari Om Dirto, yang sempat bertemu Sean di kota K waktu Sean tertembak di acara, meskipun Sean baru bertemu dia sekali, tapi Sean yakin kalau itu adalah dia
Sean pun tidak bisa langsung mengejarnya karena dia bersama Lena sekarang, dia tidak mungkin meninggalkannya sendirian di sini
Dia pun langsung melihat ke adaan Lena sekarang "Len, Len, kamu tidak papa?" Sean pun memperhatikan wajah Lena, namun Sean melihat Lena tidak membuka matanya
Sean pun panik, dia takut ada peluru yang mengenai tubuh Lena, dia pun segera membawa tubuh Lena ke pinggir pantai dan meletakkan tubunhya di pasir, dan menyangga kepalanya "Len, Len, bangunlah" ucap Sean, dia terus memeriksa tubuh Lena untuk memastikan kalau Lena tidak tertembak, dan dia pun memang tidak menemukan luka di tubuh Lena
__ADS_1
Jadi Sean menebak kalau Lena hanya pingsan saja, itu mungkin karena Lena kaget, atau kehabisan nafas saat Sean mendekapnya di air
Sean pun dengan segera membopong lagi tubuh Lena yang basah kuyup itu dan langsung berlari menuju ke Villa,