
Sean pun menatap Randi "sumpah lu ga asik kalau lu terus terusan gitu Rand," ucap Sean sambil tersenyum
"Iya, ini aku sudah biasaa aja Sean" ucap Randi
"Engga gak kaya gitu, itu Bukan Randi" ucap Sean menggelengkan kepalanya sambil bergegas berjalan keluar
Sean pun masuk kembali kemobilnya yang diluar, Randi dan Arni lebih kagum lagi melihat mobil Sean, itu membuat pikiran mereka membeku sejenak, hingga mobil Sean pergi barulah mereka tersadar dan saling menatap seakan tak percaya apa yang mereka lihat
"Agam, kita mampir dulu ke tukang buah, Rasanya tidak enak jika bertamu dengan tangan kosong" ucap Sean
Sean pun membeli bingkisan buah di pinggir jalan yang mereka lewati, dan sesampainya di gang Rumah Lena dia pun turun dan berjalan kaki masuk ke gang,
Sean mengingat terakhir kali kemari Lena akan di jodohkan dengan rentenir, dia pun sejenak menghentikan langkahnya, 'sudah menikah belum ya Lena, tapi tidak mungkin, dia pasti kasih kabar kalau dia menikah' gumam Sean
sesampainya di depan pintu Sean pun mengetuknya, dan terdengarlah langkah kaki yang mendekat dari dalam, Sean pun menyangka kalo itu Lena
Tapi setelah pintu di buka Sean kecewa karena yang membuka pintu adalah ibunya "Bu, apa Lena nya ada di Rumah?" tanya Sean
Ibu Lena pun hanya menatap Sean dengan tajam seperti akan marah, Sean pun mulai tak enak hati di perhatikan seperti itu
Tapi perlahan tatapanya jadi sayu dan di ikuti air mata yang perlahan menetes "Lena, lena kabur dari rumah nak," ucap ibu Lena itu sambil terus menitikan air matanya
"Kabur?, kenapa Lena kabur bu?" tanya Sean penasaran
"Itu Karena ibu melarangnya untuk kuliah, karena ibu tidak ada uang, tapi dia malah pergi tampa bilang, sudah hampir sebulan dia tidak pulang," ucap bu Naya
'Ya ampun Lena, kenapa gadis ini senekad itu' Sean pun mulai khawatir "Apa sudah menghubungi sanak saudara bu, mungkin Lena bersama mereka" tanya Sean
Bu Naya pun menggelengkan kepalanya "Ibu kira dia pergi dengan kamu, karena yang terakhir bertemu dia itu hanya kamu" ucap bu Naya
"Kalau begitu aku pamit bu, ini ada sedikit bingkisan" ucap Sean sambil menyerahkan bingkisan buah dari tanganya
Sean pun segera kembali ke mobil dan langsung mengeluarkan phonselnya untuk menghubungi nomor Lena
__ADS_1
Telepon pun dengan cepat terhubung
"Halo Len, kamu di mana sekarang" Tanya Sean sedikit kasar
"Ada apa kak Sean? kok tumben nelepon Lena" Lena malah bertanya balik
Sean menghela napasnya, dari suaranya Sean sudah memastikan kalau Lena baik baik saja
"Len, kamu di mana sekarang?, kenapa pergi dari rumah,? apa kamu baik baik saja?" ucapan Sean mulai melembut
"Lena baik baik saja kak, tidak perlu khawatir, kak Sean ke rumah Lena ya,? Lena pikir kak sean akan lama di kota 'J'" ucaap Lena
"Len, beritau aku kamu di mana sekarang, kak Sean akan kesana" ucap Sean
Lena pun malah memutus telepon Sean
"Len, Len hallo" ucap Sean di aapun melihat layar ponselnya sudah kembali layar beranda
Tapi Sean malah melihat ada panggilan vidio yang masuk di layar phonselnya, Sean pun segera mengangkatnya, dan seketika itu sebuah paras wajah seorang gadis dengan balutan jilbab putih dikepalanya, dan setelan Almamater putih khas Fakultas kedokteran pun muncul di layar phonsel nya,
'Deg' hati sean terasa pengap melihat penapilan Lena yang berubah 180°, jauh berbeda dari penampilan Lena yang terakhir kali sean lihat
"Ya ampun Len, kamu, kamu cantik sekali pakai baju
seperti itu" hati Sean merasa tidak Karuan Rasanya
"Ah masa sih kak, biasa aja perasaan, kak sean kok masih di perban sih? perasaan sudah lama kak Sean keluar dari rumah sakit" ucap Lena
Sean pun mengusap perban di pelipisnya itu, "Iya nih Len, kemarin kak Sean kepeleset lagi , gak hati hati soalnya" ucap Sean
"Uuuh, kasian, cinih cinih biar Lena tiupin" ucap Lena dia pun langsung tertawa
Sean pun ikut tertawa melihat Lena yang tertawa lepas tampa beban
__ADS_1
"Len, kamu belum jawab pertanyaan kakak tadi, kamu sekarang ada di mana?" tanya Sean lagi
"Yang pasti Lena berada di fakultas kedokteran di luar kota 'B' kak, tapi untuk lebih rincinya Lena gak mau kasih tau, Lena sudah betah di sini,, di sini Lena serasa sudah dekat dengan mimpi Lena, kalau kak Sean kesini takutnya Lena ingin ikut pergi kalau kak Sean pergi, itu mungkin akan mengusik tekad Lena, jadi tolong ya kak jangan paksa Lena buat kasih tau" ucap Lena memohon
Hati Sean pun luluh lantak di beri jawaban seperti itu oleh Lena "Ya sudah, kak Sean tidak akan memaksa, kalau kamu perlu apa apa, kamu bisa hubungi kak Sean, kamu tidak usah sungkan, o yah apa kamu masih punya cukup bekal Len?" tanya Sean
"alhamdulilah kak, Lena punya usaha online kecil kecilan, dan di cukup cukupin aja lah buat sehari hari, o yah maaf, uang yang di kasih kak Sean tempo hari habis buat Lena daftar masuk kak, ga papa kan?" tanya Lena
"Tidak tidak papa, malah kak Sean seneng kalau uang itu berguna untukmu, kalau perlu nanti kak Sean tambah lagi untuk keperluanmu yang lain" ucap Sean
"Tidak kak, sudah cukup, Lena sudah banyak ngerepotin kak Sean selama ini, terimakasih kakak udah baik banget ke Lena, Lena gak tau lagi harus pakai apa untuk mebalasnya, cuman kak Sean yang mengerti Lena," ucap Lena yang matanya mulai memerah,
"Sudah dulu ya kak, Lena sudah mau nangis, takutnya jadi pengen pulang kalau lama lama liat kak Sean" ucap Lena, diapun lansung menutup panggilan vidionya,
Sean pun hanya termenung di sana melihat layar ponselnya yang perlahan mulai menggelap,, ("Huuuh, sakit sekali everybody, di putus pas lagi enak enaknya")
Sean pun menyandarkan kepalanya ke jok mobil miliknya, perlahan dia pun menarik napasnya dalam dalam dan mengelurkanya, dia pun mulai merasa tenang melihat keadaan Lena yang baik baik saja di sana, meskipun tidak tau di mana, tapi Sean yakin Lena bisa menjaga dirinya sendiri
"Agam, kita kerumah makan Lagi, " ucap Sean
mereka pun kembali ke rumah makan lagi, dengan mood Sean yang tidak terlalu bagus
"Sean, lu kenapa datang datang sudah cemberut, kaya baru di putusin pacar saja," ucap Randi
tapi Sean malah langsung duduk dan membenamkan wajahnya di meja
Randi pun melirik ke Arni bermaksud meminta pendapat, arni hanya merentangkan tanganya tanda menyerahkanya lagi ke Randi,
"Kalau lu ada masalah, lu cerita ke kita dong, siap tau kita bisa bantu" ucap Randi
Sean pun hanya menggelengkan kepalanya yang di atas meja itu
...~°~...
__ADS_1