
Sean pun berpikir sejenak "Aku memang merindukan masa masa itu, tapi kalau untuk kita bersama itu kurasa sudah tidak mungkin" ucap Sean sambil terus memandangi deretan pepohonan hijau di bawahnya
"Kenapa?, apa kamu sudah punya pendamping sekarang" tanya Sri
"Anggap saja begitu, intinya aku sudah punya kehidupanku sendiri sekarang, dan kamu juga tentu punya kehidupanmu sendiri kan?" ucap Sean
Tiba tiba Sri beranjak dari tepat dia duduk dan langsung memeluk Sean dari belakang "Sean, aku mungkin memang punya pacar sekarang tapi aku bisa memutuskanya untukmu" ucap Sri
Sean pun merasa kurang nyaman dengan perlakuan Sri ini "Sri, jangan seperti ini ngobrolnya" ucap Sean sambil mencoba menyingkirkan tangan Sri dari tubuhnya
Tapi Sri tidak mau melepaskan tangannya dari tubuh Sean "Tapi aku mencintaimu Sean, apakah 6 tahun kebersamaan kita itu tidak meninggalkan bekas apapun di hatimu?" perlahan Sri pun meneteskan air matanya di punggung Sean
Sean yang merasa kalau Sri mulai menangispun dia tidak berontak lagi "Sri, bukan seperti itu, tapi aku benar benar sudah punya khidupanku sendiri sekarang, kalau kamu sudah punya pacar, kamu jalani saja hubungau dengan serius, dan aku yakin kamu akan dapat kebahagiaan mu sendiri nanti" ucap Sean
"Tidak mau, dia tidak sepertimu, dia kasar, dia dia tidak peduli dengan perasaan ku, apa kamu tidak kasihan padaku?" tanya Sri
"Sri,,, andai saja kamu menemuiku lebih awal, aku tidak perlu berpikir ulang untuk menjalani hari denganmu lagi, tapi jika sekarang aku mohon maaf, aku tidak bisa" ucap Sean
Sri pun melepas pelukannya dari tubuh Sean, "kenapa?, apa pacarmu sekarang lebih cantik dariku? atau dia lebih baik?, katakan apa yang dia punya tapi aku tidak punya?" tanya Sean
"Ketulusan" ucap Sean singkat sambil membalikan badan nya ke arah Sri
"Jika kamu tulus denganku, pasti kamu tidak akan membiarkanku mencarimu tampa ada sdikitpun petunjuk darimu, nomormu tidak aktif, tapi kamu tau betul nomorku kan,? aku tidak pernah menggantinya hingga detik ini, tapi kamu tidak pernah sekalipun memberi kabar" ucap Sean
"Maaf Sean, waktu itu aku hanya berpikir tidak akan ada masa depan dengamu, tapi aku sekarang sadar kalau aku butuh kamu" ucap Sri
Sean menggelengkan kepalanya, ternyata memang tidak jauh dari dugaanya, dia memang sengaja menghindar karena dia meragukan masa depan Sean, "Sudahlah, langit sudah mulai gelap, lebih baik kita turun, aku antar kamu pulang" ucap Sean
__ADS_1
Sri hanya menundukan kepalanya, "maaf Sean, aku menyesal, aku sangat menyesal" ucap Sri
"Sudah, kita pulang, penyesalanmu sekarang tidak akan mengubah apapun, yang ku tau hingga detik ini kita masih teman, itu saja" ucap Sean sambil mendorong pundak Sri perlahan, Sripun berbalik dengan enggan dan dia pun mulai berjalan dengan dorongan Sean
Merekapun turun kembali ke bawah ke ujung jalan tempat sean mnyimpan motornya, dan merekapun beranjak pulang, acara melihat sunset yang harusnya indahpun malah jadi suasana yang canggung
Merekapun kembali menyusuri jalan yang menurun sekarang, tapi ketika mereka hampir sampai ke pintu masuk kampung mereka di hadang sekelompok orang "Nah ini dia yang kita tunggu tungu, nongol juga akhirnya" ucap salah Satu pria yang menghadang motor Sean
Sean pun menghentikan motornya "Ada apa?, ada perlu apa kalian menghentikanku di tengah jalan seperti ini?" tanya Sean bingung
"Kurang ajar kau, sudah bawa jalan pacar orang kamu masih Berlaga tidak punya dosa, sungguh tidak punya muka kau" ucap Adit
Adit adalah pacar Sri yang dia tadi ceritakan, dia adalah anak juragan tanah yang kesohor di kampung ini, anak buahnya terdiri dari preman preman pasar dan preman terminal juga
Sean pun sadar di belakang memang ada Sri "Sri, dia pacarmu? kalau begitu turunlah, aku tidak ingin ada urusan dengan orang orang ini" ucap Sean
"Aku tidak tau kalau dia pacarmu, aku dan dia berteman sudah lama, jadi ku harap ini tidak akan jadi masalah" ucap Sean
"Tidak jadi masalah katamu, kau sudah bawa dia jalan, bahkan mungkin kamu sudah berbuat yang tidak tidak dengan dia di luar Sana, kau bilang tidak jadi masalah, enak Saja" ucap Adit
"Woy, segera kasih pelajaran pria yang tidak tau aturan ini, buat dia menyasal karena berurusan dengan Adit yang berkuasa di kampung ini, belum tau dia" ucap adit kepada orang orang di belakangmya
Orang orang itupun Langsung mengerumuni motor Sean, dan segera untuk menyerang
Tapi Sean masih tetap tenang sampai mereka pun sudah sangat dekat dan barulah Sean breaksi, dia langsung ngegas motornya mendadak, alhasil beberapa orang yang di depanyapun lasung jatuh karna tertabrak, dan semua pukulan mereka tidak ada yang kena ke Sean, Sri yang kaget juga dia terjatuh kebelakang
Sean langsung turun dari motornya supaya lebih lelusa melawan belasan preman pasar ini
__ADS_1
Mereka pun mulai menyerang kembali ke arah Sean Sean juga dengan sigap menghindar, memukul, menendang, semuanya Sean lupuhkan tidak lebih dari 5 pukulan satu orang, dan mereka tidak menyentuh sean sedikitpun, keahlian Sean sekarang memang sudah berkali kali Lipat di banding dengan sebelumnya,
Dan tidak berapa Lama merekapun sudah terkapar di tanah sambil meraung, Adit cukup kaget melihat keahlian beladiri Sean, belasan orang itu bisa di bereskan Sean dengan waktu yang sangat singkat, dia pun memberi tepuk tangan untuk Sean
"Hebat hebat, sungguh luar biasa juga kemampuanmu itu, tapi jangan senang dulu, aku masih punya seorang lagi yang bisa membuat kamu bertekuk lutut" ucap adit
dia pun melirik ke pria yang dari tadi berdiri bersamanya
"Kang Rawing, sepertinya kau yang harus turun tangan sendiri, anak buahmu tidak ada yang berguna sama sekali ternyata, tenang saja, ku kasih bonus nanti" ucap Adit
Sean pun melihat orang yang di samping Adit itu, pria ini memiliki postur tubuh yang kecil dan memang badanya kekar meskipun ototnya tidak terlalu besar, dan rambutnya sedikit gondrong dan lepek, Sean pun sempat mengklaim mampu mengalahkanya dengan satu pukulan saja
Pri yang di panggil Kang Rawing itu pun maju kehadapan Sean "Sudah lama aku tidak mendapat lawan yang tangguh untuk bertarung, sudah kesemutan rasanya tangan ini untuk menghajar orang kuat" ucap kang Rawing
Sean pun berpikir sejenak, 'sepertinya dia bukan orang sembarangan, tapi apa kemampuanya? kelihatanya tubuhnya lemah'
"Baiklah, semoga aku tidak akan membuatmu kecewa kalau begitu" ucap Sean
Anak buah kang rawing yang tadi sudah terkapar lemas pun segera mnyingkir dari arena perkelahian dengan sisa tenaga yang mereka punya
Kang Rawing pun segera mengeluarkan beberapa gerakan dasar seni bela diri dan memasang kuda kuda
Sean juga tidak mau kalah, meski sebelumnya dia tidak prnah melakukan yang seperti itu, tapi dia juga memperaktekan beberapa gerakan dan memasang kuda kuda juga untuk menghargai lawan
Semua yang di sini melihat ke tempat pertarungan Sean dan kang Rawing , karena sudah lama mereka tidak pernah melihat kang rawing turun tangan secara langsung,
...~°~...
__ADS_1