Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Belum Jadian


__ADS_3

Tapi Rania tidak menghentikan pukulanya pada tanganSean "Biarin, biar kamu tau rasa" ucap Rania mulai tersenyum kembali


Sebenarnya Sean memang hanya pura pura kesakitan, karena pukulan Rania memang tidak ada tenaganya "Apa kamu mau menyingcangku juga sekalian?" ucap Sean menawarkan diri


"Engga ah, kamu ga bakalan enak juga kalau di tumis" ucap Rania


"Iya lah gak bakalan enak, aku enaknya di pandang kan, aku kan tampan" ucap Sean PD abis


"Huuu tampan darimana nya, oh iya Sean lukamu lumayan banyak, kita kerumah Sakit Saja yah, di sini juga sepertinya tidak ada obat" ucap Rania mulai serius


"Iya baiklah, terserah bu Rania saja" ucap Sean


"Kalau gitu tunggu sebentar, aku mandi dulu, gak enak kalau gak mandi" ucap Rania sambil dia bangkit dan langsung mencari kamar mandimandi


Sementara Sean masih terduduk lemas di lantai dan bersandar di lemari, Sean mendadak kepikiran soal vidio tadi, Sean penasaran bagaimana prosesnya Rania bisa tertidur di dadanya semalam, karena seingat Sean Rania tidur di atas kasur


Kebetulan Rania sedang mandi, Sean pun leluasa memutar vidionya, "Haduh, sayang sekali, aku cuman ke kamera tanganya doang" gumam Sean


vidiopun berlanjut dan sampailah di menit di mana Rania mengucapkan kata kata ['Aku butuh kamu, Bukanya kamu bilang mau jadi pacarku, bangun kalau mau, ayo kita pacaran, asalkan kamu bangun']


Sean Sangat tertarik di vidio bagian ini , tapi karena durasi keseluruhan terlalu panjang, dan akan makan waktu jika di send, Sean pun memvidio ulang bagian ini saja dari ponselnya, Sean tidak hentinya tersenyum senyum sendiri, dan terus mengulang ngulang kata kata Rania di phonselnya,


Dan Setelah sekian lama Rania mandi, dia pun akhirnya keluar dengan sudah berpakaian yang tadi, rambutnya juga tidak basah, mungkin karena ada hair dryer di dalam kamar mandi Hotel


Sean pun sudah menyiapkan jurus untuk menggoda Rania "Halo sayang, sudah selesai mandinya?" ucap Sean Romantis


Rania pun heran, 'Ada apa denganya??' pikir Rania

__ADS_1


"Sayang sayang, sayang apaan, sayang kepalamu" ucap Rania yang bingung dengan sikap Sean


"Lhooo, ko gitu sih sayang, kita kan udah jadian, kamu lupa ya??" ucap Sean sambil terus sunyam senyum


Rania semalam berbicara dalam keadaan setengah sadar, hingga Rania pun tidak terlalu ingat dengan kata katanya yang dia ucapkan. "Kapan kita jadian,? apa kamu terbentur sesuatu sampai ngaco gitu Sean? kasian kamu" ucap Rania sambil menggeleng gelengkan kepalanya


Sean tidak henti hentinya tertawa sambil memegang perutnya


Sean pun memutar rekaman vidio yang di copy nya tadi, dan mengeraskan suara Rania yang ada di dalamnya, suara Rania pun menggelegar di ponsel Sean ["Sean please bangun, jangan tinggalin aku, aku butuh kamu, bukanya kamu ingin jadi pacar ku, ayo bangun kalau kamu mau, ayo kita pacaran, tapi tolong kamu bangun, bangun Sean please" ]


"Apa kamu mau menyangkal lagi?, aku sudah bangun sekarang, harusnya kita sudah pacaran kan?" ucap Sean terus menggoda Rania,


Sean sebenarnya juga tau kalau Rania memang sudah menyukainya, tapi untuk urusan pacaran dia masih ragu ragu untuk memulainya, dan Sean juga tidak mementingkan soal setatus, bisa terus bersama Rania saja itu sudah lebih dari cukup


Rania terus mengingat kata kata itu, dia merasa memang pernah mengatakanya, tapi yang dia tidak percaya, kenapa dia bisa berkata selebay itu, itu seperti bukan dirinya saja, mungkin karena kesadaranya kurang dan kata kata yang keluar itu berasal dari hati kecilnya


"Ti tidak, aku merasa tidak pernah berkata seperti itu, itu itu itu pasti orang lain, iya orang lain, pasti" ucap Rania gugup


"Ya ya ya , lebih baik putus, eh engga engga jangan" Rania labil antara mengakui kata katanya atau tidak


Sean pun akhirnya berhenti untuk menggoda Rania


"Ran, aku tau kamu masih ragu untuk menerimaku, tapi aku juga tidak butuh dengan status pacaran jika itu membuatmu merasa di ikat, yang aku butuh hanya kamu bisa bersamaku, itu saja sudah cukup, jika kamu bahagia denganku, teruslah bersamaku, tapi jika kamu tidak bahagia di sisiku, aku juga tidak akan menghalangimu untuk bahagia di sisi orang lain" ucap Sean


"Aku, aku minta maaf itu memang kata kataku,, jujur aku juga suka saat berada di dekatmu, aku merasa bisa menjadi diriku sendiri , dan memang separti itu yang ku inginkan dari sebuah hubungan, tidak ada kepura puraan dan tidak ada keterpaksaan, tapi seperti yang kamu bilang tadi, sebuah ikatan itu memang selalu memberi batasan, dan mungkin aku masih ingin menikmati kebebasanku, jadi terima kasih kamu sudah mau mengerti aku" ucap Rania


"Kalau begitu ayo" ucap Sean

__ADS_1


"Ayo apa?" tanya Rania bingung


"Ke Rumahsakit kan, memangnya mau kemana? ke pelaminan rasanya masih tidak mungkin, kitanya juga belum jadian" ucapan Sean sudah kembali ke semula


Hati Rania yang tadinya sudah lumer pun seketika menjadi beku "Mulai lagi, padahal aku sudah kebawa suasana lho, ku kira kamu akan jadi manusia romantis selamanya gitu" ucap Rania sambil mengerutkan alisnnya


"Tidak perlu, itu cuma pancingan biar kamu jujur saja" ucap Sean


Rania pun menghela napas, "Padahal kamu lucu kalau serius" ucap Rania


"Baik lah, mungkin kapan kapan aku serius lagi" ucap Sean


"Iya terserah kamu, mau serius atau tidak aku tetap suka, asalkan itu kamu" ucap Rania


"Huuu, gombal" ucap Sean menirukan gaya bahasa Rania "Harusnya kata kata gitu aku yang bilang, haduhh sial ketuker" Sean menggelengkan kepalanya


Rania hanya tersenyum mendengar ucapan Sean ini, dia pun sekarang sudah selesai merapihkan dirinya dan langsung kembali ke dekat Sean "Sean, apa perlu aku bantu kamu buat jalan?" ucap Rania yang melihat Sean masih tidak beranjak dari tempat duduknya


"Tidak perlu, tubuhku masih agak lemah, aku hubungi temanku saja" ucap Sean, dia merasa akan terlalu membebani Rania jika dia yang membantunya,


Sean pun menghubungi Agam yang dari tadi malam tidak kelihatan batang hidungnya, ternyata memang agam tidak bisa menemukan si Ferdi, dan dia tidak berani kembali ke kamar tempat Sean berada karena perkataan Sean semalam 'Haduh Agam Agam, kamu terlalu nurut, padahal aku hanya terbawa emosi semalam' gumam Sean


Sean memang sdikit menyayangkan karna Ferdi tidak tertangkap, dan phonsel Ferdi sekarang ada di tanganya, itu mempersulit Sean untuk menemukanya lagi, karena tidak bisa melacak dia lewat nomornya


Agam pun segera naik untuk langsung ke kamar tempat Sean berada, dia pun membopong Sean yang masih lemah untuk turun kebawah dan di bantu oleh Rania juga,


Sesampainya di meja resepsionis Sean menyuruh Agam untuk menyelesaikan prosedur selayaknya pengunjung yang budiman, mengganti kerusakan, dan memberi uang tip yang lumayan pada Resepsionis yang kemarin di bentak Sean, tentunya dengan kartu hitam Sean yang diberikan ke Agam tampa Rania sadari

__ADS_1


Setelah itu mereka pun langsung ke mobil dan pergi mencari Rumahsakit terdekat


...~°~...


__ADS_2