Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Polos


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama mereka pun sudah sampai kembali di rumah ibu angkat Sean, merekapun segera turun dari mobil dan bersama sama berjalan masuk kerumah


"Ayo silahkan masuk, jangan sungkan sungkan, anggap saja Rumah sendiri" ucap bu ika


"Iya bu " ucap Rania yang di ikuti Lena juga


Mereka pun segera masuk kedalam "Ibu tinggal sebentar ya, ibu mau bersihin diri dulu, kalian duduk saja" ucap bu ika


"Baik bu, silahkan", ucap Rania


Bu ika pun langsung pergi kebelakang, tidak lama Aya pun menghampiri mereka ke Ruang tamu "Aa, dali mana?, Aya caliin dali tadi" ucap Aya langsung menghampiri Sean, meskipun dia sudah lumayan besar Aya masih sedikit cadel


Sean pun segera mengangkat tubuh kecil Aya dan mendudukan Aya di pangkuanya "Aya cari aa yah?, maaf aa tadi habis dari kebun" ucap Sean


"Siapa ini sayang?, adikmu yah?, lucunya, Adik Siapa namanya?" tanya Rania


Aya pun hanya menatap Rania saja dan tidak menjawab pertanyaan Rania itu


"Dia kurang paham kalau pake bahasa nasional Ran" ucap Sean


"Oh, harus pake bahasa Daerah ya? aku tidak bisa bahasa daerahmu" ucap Rania


"Aku bisa kak" ucap Lena, diapun meraih tangan Aya "Ade saha namina? ni geget ih, lucu pisan" ucap Lena yang di samping Rania, Lena memang mengerti bahasa daerah Sean, karena Lena juga memakai bahasa campuran yang sama jika di kota B


"Nami abi Aya" ucap Aya


"Oh, Aya yah, Aya pinter, umurnya berapa taun sayang?" tanya Lena juga dengan bahasa daerah


"Lima" ucap Aya sambil mengacungkan 2 jarinya yang mungil


Seketika merekapun tertawa karena tingkah Aya yang masih polos, meskipun Rania tidak mengerti betul bahasa Lena dan Aya, tapi sedikit sedikit ada juga yang dia pahami


2 gadis itu pun mencoba menggendong Aya secara bergantian,



Setelah hari beranjak Sore Sean pun melihat Rania mulai bosan di rumah "Ran, apa kamu ingin naik gunung?" tanya Sean,


"Boleh boleh sayang," ucap Rania bersemanagat


"Len, kamu mau ikut tidak naik gunung?" tanya Sean


"Tidak ah kak, Lena sedikit males kalau naik gunung" ucap Lena


"Oh, ya Sudah kalau gitu" ucap Sean


Mereka pun segera beranjak untuk ke mobil Sean, sementara Lena memilih untuk menemani Aya dan adik adik Sean yang lain saja di rumah, karena memang Lena itu tipe gadis rumahan yang tidak terlalu suka petualangan


Sean pun berangkat menggunakan mobilnya lagi menuju pegunungan yang dekat dengan pemukiman, Seasampainya di batas jalan, Mereka pun turun dari mobil untuk memulai pendakian mereka

__ADS_1


Setelah baru beberpa menit mendaki Rania sudah seperti kelelahan"Huuhhhh, Sudah bertahun tahun Aku tidak pernah mendaki lagi, Rasanya capek juga" ucap Rania sambil menyandarkan diri di sebuah pohon di pinggir jalur pendakian


"Capek ya, padahal sebentar lagi juga sampai, apa mau aku gendong ke Atas", ucap Sean bercanda


"Beneran?, boleh lah aku sudah capek nih" ucap Rania yang memang wajahnya mulai memerah dan berkeringat meskipun baru sebebtar mendaki


"Ku pikir kamu tidak akan mau Ran, haduuh nyesel aku nawarin, kalau gitu naik ke pugungku" ucap Sean sambil menjongkokan badanya


"Cuma bercanda, kasian kamu kalau gendong aku ke atas, nanti kepeleset repot lagi, ayo lanjutkan lagi" ucap Rania yang langsung melangkah lagi kedepan untuk menaklukan jalanan setapak yang menajak ini


"Baiklah" ucap Sean juga


Tidak lama merekapun akhirnya sampai di puncak gunung, dan angin segar pun langsung menerpa wajah Rania yang memerah itu


"Segarnya udara di sini" ucap Rania


"Sampai juga kepuncak, ternyata kamu memmnag kuat" ucap Sean


"Tentu saja, aku dulu sering menyinggahi gunung gunung tinggi" ucap Rania


"Benarkah? sudah berapa kali kamu sampai kepuncaknya?" tanya Sean yang dulu juga pernah beberapa kali ke puncak gunung yang lain


Rania pun tersenyum, "Baru kali ini sih sampai puncak, itu karena jalur nya dekat, kalau jauh aku pasti sudah nyerah duluan" ucap Rania


"Ku kira sudah beneran hebat" ucap Sean


Merekapun segera melangkahkan kaki hingga ketepian, untuk melihat hijaunya pohon pohon cemara yang terhampar di bawah yang terlihat indah jika di lihat dari ketinggian


Sean yang di belakangnya hanya tersenyum, melihat Rania yang sangat menikmati dunianya


Rania punbmerentangkan kedua tanganya untuk merasakan hembusan angin sejuk yang langsung menerpa tubuhnya itu "Huhhh, rasanya senang juga bisa merasakan pengalaman seperti ini" ucap Rania yang berdiri di tepian puncak


Sean pun perlahan mengampiri Rania dan langsung melingkarkan tanganya ke tubuh Rania yang ramping itu dari belakang, "Apa kau tidak merasa kedinginan?", ucap Sean basa basi


"Ya lumayan, berani sekali kamu memeluku seperti ini" ucap Rania melirik wajah Sean yang ada di bahunya


"Aku hanya kedinginan, apa tidak boleh ya?" ucap Sean


"Harusnya tidak boleh, karena ini melanggar peraturan ku, tapi untuk kali ini aku membuat pengecualian" ucap Rania yang juga memeluk tangan Sean yang melingkar di tubuhnya


Rania pun merasa nyaman berada di pelukan Sean di suasana alam yang sejuk ini, mereka hanya terdiam dan memandangi alam sekitarnya yang cukup menenangkan pikiran mereka


"O yah sayang, kapan kamu kembali ke kota J?" tanya Rania menoleh ke wajah Sean


"Mungkin besok, apa kamu mau menginap di desa malam ini?, kalau mau biar aku carikan tempat untukmu" ucap Sean


"Sepertinya tidak, malam ini aku harus kembali ke kota J, besok sudah harus masuk kerja lagi kan?" ucap Rania


"Betul juga, aku juga sepertinya harus kembali malam ini,, apa kau sudah merasa puas di sini?, kalau sudah kita turun sekarang untuk bersiap" ucap Sean

__ADS_1


"Ya,,, kurasa sudah cukup" ucap Rania


Sean pun melepas pelukanya dari tubuh Rania, dan meraih pundak Rania untuk menggandengnya pulang "Ayo pulang" ucap Sean


Rania malah memutar tubuhnya untuk menghadap ke arah Sean, dan dia meraih pipi Sean dengan lembut, Rania pun menatap mata Sean sejenak, dan perlahan tapi pasti Rania mendekatkan wajahnya pada wajah Sean sampai begitu dekat, hingga bibirnya pun mengecup lembut bibir Sean, kondisi itu bertahan beberapa detik sampai akhirnya Rania pun kembali menarik wajahnya kembali


Rania sejenak menatap wajah Sean lagi dengan binar mata yang sayu, kemudian dia pun perlahan beranjak dari hadapan Sean dan melangkahkan kakinya ke arah jalan pulang, namun dia tidak mengucap sepatah kata pun untuk mengajak Sean


Sementara Sean masih terpaku di sana masih merasakan apa yang barusan terjadi, meskipun itu hanya sebentar saja, tapi dia merasakan kalau bibir Rania yang manis itu masih melekat pada bibirnya


Padahal ciuman itu juga hanya sebatas menempel saja pada bibirnya, namun itu mampu membuat Sean seperti kehilangan separuh kesadaranya untuk beberapa Saat


Maklum, keduanya tidak berpengalaman dalam masalah berciuman, dan yang Rania pikir juga ciuman itu hanya sebatas menempelkan bibirnya pada bibir orang lain sja, dia belum mengerti sampai ketahap menikmati


Jadi seperti inilah ciuman pertama mereka, polos, tapi mebuat kesan yang cukup dalam di hati keduanya


Setelah lumayan jauh langkah kakinya Rania berjalan, Rania pun sadar kalau Sean tidak mengikutinya di belakang, dia pun menoleh dengan sedikit perasaan ragu kalau kalau tatapannya akan beradu dengan tatapan Sean


Namun yang Rania lihat posisi Sean masih tidak berubah seperti saat tadi dia menciumnya, "Ayo pulang" ucap Rania dengan perasaan yang masih berdebar


"Ah, iya" ucap Sean yang baru breaksi


Sean pun segera beranjak ke arah Rania dan mengikutinya dari belakang, sementara pikirannya masih terpaku pada kejadian barusan, tidak ada obrolan yang terdengar dari mereka di sepanjang perjalanan,


Hingga mereka masuk kedalam mobil pun masih belum ada yang mulai bicara, dan setelah mobil melaju beberapa waktu barulah "Maaf soal tadi, aku aku tidak sadar melakukanya" ucap Rania memecah keheningan di dalam mobil


"Tidak apa" Sean tersenyum kaku


Setelah beberapa saat berkendara mereka pun akhirnya sampai kembali ke rumah dengan perasaan canggung, mereka tidak tau harus berekpresi seperti apa sekarang ini


Mereka berdua pun segera masuk kedalam Rumah, "Len, kita siap siap pulang yah, habis ini kita berngakat kembali ke kota J" ucap Rania


"Oh baiklah, Aya, sudah dulu ya, kakaknya harus pulang dulu" ucap Lena


"Kakak mau pulang kemana? Aya mau ikut kakak pulang" ucap Aya pada Lena


"Aya,,,, kak Lena pulangnya jauh, kamu jangan ikut ya" ucap Aca


"Tapi Aya mau ikut" ucap Aya


Lena pun hanya tersenyum bingung, karena Aya cepat akrab dengannya


Sean pun menghampiri Aya dan langsung menggendongnya "Aya,,, kakak Lena harus sekolah, Aya juga harus sekolah kan? jadi lain kali saja aya ikutnya ya, kak Lena juga nanti pasti main kesini lagi, jadi biarkan kak Lena pulang dulu sekarang, yah" ucap Sean


"Iya a, tapi janji yah kak Lena nanti kesini lagi" ucap Aya


Sean pun bingung harus jawab apa, karena dia hanya asal bicara saja barusan, Sean pun menoleh ke arah Lena


"Iya, kak Lena pasti kesini lagi" ucap Lena

__ADS_1


Setelah bersiap, Rania dan Lena pun segera pamit ke keluarga Sean dan segera bergegas ke mobil, sementara Sean masih menggendong Aya yang terus saja melambaikan tanganya pada mereka yang akan pergi


__ADS_2