Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Tidak Akan Lama


__ADS_3

18+


Dengan segera Sean pun membawa tubuh Lena yang basah kuyup itu masuk ke dalam villa, dan segera membaringkan tubuhnya di tempat tidur, dia pun mencoba menekan nekan dada Lena karena takut ada air yang masuk tadi, namun itu tetap tidak bisa membuahkan hasil apapun, dan tidak bisa membangunkan Lena


"Len, ayolah, sadarlah" ucap Sean khawatir dan menepuk-nepuk pelan pipi Lena


Setelah beberapa saat menunggu, Lena pun masih belum menujukan tanda tanda kalau dia akan sadar,


Sean mulai memperhatikan pakaian Lena yang basah kuyup itu di badannya, tampa pikir panjang dia pun langsung berniat untuk menggantikan baju Lena yang basah itu, karena Sean takut Lena akan kedinginan kalau di biarkan dengan kondisi seperti itu


Sean pun segera mengambil baju ganti dari koper Lena yang belum sempat Lena bereskan tadi, dia pun berinisiatif untuk segera membuka satu persatu pakaian Lena yang di kenakannya sekarang, dan diapun melakukanya dengan sangat hati hati


Tapi Sean sedikit segan untuk membuka penutup terakhir yang ada di tubuh Lena itu, dan dia pun memutuskan untuk tidak membuka bagian bagian itu saja, dia pun berpikir 'Nanti saja lah kalau Lena sudah sadar, biar dia yang melakukanya sendiri'


Dan Sean pun segera mengambil handuk untuk mengeringkan tubuh Lena, setelah kembali, dia pun sedikit memperhatikan tubuh istrinya itu yang terbaring di sana, Sean sedikit menelan ludahnya karena melihat pemandangan tubuh yang indah tepat di depan matanya,


Sean pun sontak mengetuk kepalanya sendiri "Ayolah, apa yang ku pikirkan, bisa bisanya berpikiran seperti ini di kondisi begini" gumam Sean, dia pun segera menghampiri Lena yang masih terbaring itu, dan langsung duduk di sampingnya


Sean pun perlahan mengeringkan tubuh Lena dengan handuk, Sean melakukanya dengan sangat telaten dan sangat berhati-hati, namun yang tidak Sean sangka, Lena perlahan membuka matanya, dan langsung tersadar sepenuhnya


"Kak Sean" Lena pun langsung duduk dan memeluk Sean "Suamiku, apa kamu tidak papa?" tanya Lena yang langsung teringat kejadian tadi


"Tidak, tidak papa" ucap Sean


"Kak, Lena sangat takut" ucap Lena terus memeluk Sean semakin erat


"Kamu tidak perlu takut, kamu aman di sini" ucap Sean


Dia berusaha menetralkan pikiranya untuk menahan supaya tubuhnya tidak bereaksi, karena kondisi Lena sekarang nyaris tanpa penghalang yang menutupi keindahannya , tapi apalah daya Sean, dia tidak sekuat itu menahan godaan yang ada di pelukannya sekarang ini, jadi tubuhnya pun tetap saja bereaksi


Setelah beberapa saat Lena pun perlahan sadar dengan kondisi dia sekarang, dia pun melonggarkan pelukannya dan sejenak memperhatikan dirinya sendiri yang tidak mengenakan apa pun lagi selain penutup area pentingnya "Kak Sean nakal, kenapa mebuat Lena seperti ini?" ucap Lena memanyunkan bibirnya


"Bukan begitu Len, aku tadi aku........" Sean ingin melakukan pembelaan, namun ucapanya terpotong karena Lena langsung menarik tubuh Sean untuk mendekap dirinya di bantal


"Apakah ini tidak papa?" tanya Sean, jujur saja dia memang sudah terpancing sedari awal, hanya saja dia berpikir ulang saat melihat kondisi Lena yang tidak sadarkan diri tadi

__ADS_1


"Apanya yang tidak papa? Lena kedinginan tau," ucap Lena tersenyum


"Kalau gitu kakak bisa menghangatkan mu" bisik Sean, diapun langsung saja mencium bibir Lena, dan melanjutkannya dengan cumbuan di leher dan tubuh Lena, dia melakukannya dengan penuh perasaan


Lena pun hanya bisa memejamkan matanya dan menikmati setiap rangsangan yang di berikan Sean pada dirinya itu


Dan kehangatan cinta itu pun segera mereka dapatkan di siang bolong seperti ini, maklum, kemarin malam pengantin mereka terganggu karena adanya Rania yang menginap, jadi tentu saja ada hutang yang harus di bayar Sean pada Lena hari ini, Sean pun mengesampingkan dulu masalahnya dengan Om Dirto sejenak, dan hanya fokus pada istrinya dulu sekarang


Hingga sampai beberapa waktu mereka terus berpacu dalam percintaan mereka, dan akhirnya merekapun sampai di puncak kenikmatan secara bersamaan, hingga benih cinta mereka itu pun tertanam cukup dalam di rahim Lena, dia pun mencengkram erat punggung Sean hingga beberapa saat,


Perlahan cengkraman tangan Lena di punggung Sean pun mulai melemas dengan sendirinya, dan tanganya pun segera jatuh di sampingnya


Hingga beberapa saat mereka berdiam di posisi mereka, dan merasakan hangatnya sisa sisa percintaan mereka barusan, Sean pun kemudian mencium kening Lena dan kemudian membaringkan dirinya di samping Lena


Sean pun sekilas memperhatikan wajah Lena yang sekarang terpejam, dia bisa melihat ada kepuasan yang tersirat di wajahnya itu, Lena pun terlihat sedikit kelelahan hingga perlahan membuatnya tertidur,


Sementara Sean perlahan bangun dan membenahi selimut di tubuh Lena, Sean pun beranjak dari samping Lena dan membiarkan Lena beristirahat


Sean merasa Lega karena merasa pikiran Lena tidak terganggu sama sekali oleh kejadian penembakan tadi, Sean pun segera membersikan dirinya dan merapihkan penampilannya lagi, dia bermaksud untuk segera mencari tau keberadaan Ogas yang pastinya bersama Om Dirto di pulau ini sekarang


Sean sejenak memperhatikan wajah Lena lagi yang tertidur pulas itu, dan Dia pun perlahan melangkah untuk keluar kamar, namun dia mendapati pintu kamar Lena tidak tertutup rapat,


"Ran, kamu kapan kembali?" tanya Sean sedikit gugup, dia takut Rania melihat mereka tadi


"Apa sudah selesai?" tanya Rania


Sean pun memastikan kalau Rania nemang sudah cukup lama di sini "Iya, sudah?" ucap Sean jujur


"Kenapa tidak bilang padaku kalau kalian kembali ke Villa?" tanya Rania


"Bu bukan begitu, tadi Lena pingsan, ada orang yang mencoba menembak nya tadi" ucap Sean


"Begitu kah?" Rania pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Sean "Kalau begitu, ada satu istri lagi yang perlu kamu tembak" bisik Rania di telinga Sean


Sean pun tersenyum bingung, karena bukan itu maksudnya "Ran, aku serius" ucap Sean

__ADS_1


"Aku juga serius" ucap Rania yang langsung menutun Sean dan perlahan masuk ke kamar nya


Sean pun tidak bisa menolak ini, Rania mungkin terpancing karena sudah melihatnya tadi, dan lagi lagi dia harus mengesampingkan urusan yang lainya dulu, karena ini juga cukup penting


Rania terus menuntun Sean sampai ke tempat tidurnya, dan dia pun perlahan melepas pakaianya sendiri, dan membiarkannya tergeletak di lantai


Sean pun tidak perlu menunggu komando lagi, karena dia sudah sangat paham tentang hal ini sekarang, dan Sean pun segera menghampirinya, dan mencium bibir lembut Rania, perlahan Sean mendorong tubuh Rania itu ketempat tidurnya dan dia pun mencumbu nya di sana


Ronde tambahan pun tidak mungkin di abaikan Sean, dia berpikir mungkin beginilah Resikonya jika memiliki 2 permaisuri di kerajaan hatinya, tidak mungkin untuk menolak ke indahan surga dunia yang sering di dengarnya itu


Hingga beberapa waktu kemudian, merekapun sudah selesai dengan percintaan mereka, dan Sean pun merebahkan diri di sana


"Ran, aku berkata jujur soal yang tadi," ucap Sean melirik Rania yang memeluknya


"Aku tau, aku juga mendengar bunyi ledakan yang keras itu" ucap Rania


"Begitu kah?, ku pikir kamu mengangapku berbohong" ucap Sean


"Tidak, aku hanya ingin saja tadi, itu salah kamu yang tidak menutup pintunya rapat tadi,,, O yah, sebenarnya siapa yang mengincar mu tadi? apa dia orang suruhan Ayah Tiara lagi?", tanya Rania


"Bukan,, ini tidak ada sangkut pautnya dengan Ayahnya Tiara, yang melakukanya tadi adalah putra dari Om Dirto, dia adalah kakak dari ibu, dia sebelumnya memang sangat ingin menguasai seluruh perusahaan milik ibu, padahal dia sangat di percayai oleh ibu, dan dia beri tanggungjawab juga oleh ibu,, tapi Om Dirto sepertinya terlalu serakah, dia terus berniat mencelakai ibu dan aku diam diam, hanya untuk menguasai keseluruhan bisnisyang di jalani ibu, dan kamu pasti masih ingat Ferdi kan, dia juga adalah orang nya Om Dirto, yang di suruhnya untuk memata matai ibu" ucap Sean panjang Lebar


"Begitu kah? kukira ibu tidak pernah punya masalah serumit itu" ucap Rania


"Ya begitulah, aku juga tidak menyangka sebelumnya, orang yang paling ibu percaya, ternyata adalah orang yang paling membahayakan hidupnya, dia sepertinya sengaja bersembunyi di pulau ini karena ibu tidak punya perusahaan di sini, dan tidak ada orang suruhan ibu yang bisa menemukan om Dirto di sini" ucap Sean


"Terus apa rencanamu ?" tanya Rania


"Entah lah, aku mungkin akan menangkapnya untuk menuntut mempertanggung jawaban, karena apa yang sudah di lakukanya pada ibu itu adalah kejahatan, dan mungkin aku akan meminta bantuan orangku untuk membantu mencari keberadaannya, pulau BL ini tidak terlalu luas seperti pulau K, jadi harusnya tidak akan terlalu sulit untuk mencarinya" ucap Sean


"Kapan kamu akan pergi mencarinya?" tanya Rania


"Sore ini juga Ran, jadi aku mungkin harus meninggalkan kalian berdua di sini nanti, tidak papa kan?" ucap Sean


"Iya tidak papa, tapi jangan lama lama" ucap Rania

__ADS_1


"Tidak,, pasti tidak akan Lama" ucap Sean


Sean pun mengecup kening Rania yang masih dalam pelukannya ini


__ADS_2