
Mereka pun duduk bersebrangan di meja pendek itu, dan Rania menaruh kunci mobil berwarna merah itu di atas meja
"Ngomong ngomong aku lapar, apa kamu bisa memasak lagi untuku?" tanya Rania
"Aku belum beli bahan untuk memasak, juga ini sudah malam, sudah tidak ada yang jual bahan makanan lagi di jamsegini" Ucap Sean
Dalam hati Sean menyalahkan Rania yang kabur kaburan ini, 'Coba kalau kamu tadi tidak kabur, mungkin makan malam tadi akan sedikit lebih romantis' pikirnya
"Begini saja, kita cari tempat makan saja di luar, gimana?" ucap Sean
Rania pun malah menundukkan pipinya di atas meja pendek itu dengan muram, "Aku tida bawa dompet, aku juga tidak bawa mobil, ya tuhan apa ini karma karena aku sudah mengecewakan ayahku, aku menyedihkan sekali" ucap Rania
"Jangan pikirkan soal itu, ayo pergi saja" Sean bangkit mengambil kunci mobilnya, meraih tangan Rania, dan dia pun menariknya keluar, Rania juga tidak menolak dan hanya mengikutinya
Merka pun sampai di depan mobil merah itu lagi
"Kamu yang bawa mobilnya, aku masih belum terlalu lancar, juga tidak begitu tau tempat makan di kota ini" ucap Sean mengulurkan kunci merah di tanganya
"Ah, aku aku tidak berani membawa mobil sebagus ini, kamu saja, setidaknya kalau rusak kamu sendiri yang tanggung, jangan bawa bawa aku" ucap Rania
"Baiklah, cepat masuk kalau begitu" Sean meembuka pintu mobil untuk Rania
Rania ragu ragu, tidak pernah terpikirkan dia akan masuk juga akhirnya ke mobil seperti ini, bukan tidak pernah ada yang mengajaknya, pria yang mengejar Rania tidak sedikit, juga ada beberapa orang yang memiliki mobil jenis ini, tapi Rania selalu menolaknya
Rania menghela napas, memandang Sean, dan dia pun akhirnya masuk, Sean juga bergegas ke kursi pengemudi
Sean memarkirkan mobil dengan perlahan, dan mereka pun pergi
Sean mengendarai mobilnya seperti tadi, masih sungkan untuk menginjak pedal gasnya, Rania juga tidak protes mobil sport super cepat ini di jalankan Sean seperti siput, Rania terus memperhatikan interior mobil mewah ini, matanya terus penasaran melihat kesana kemari, tanganya menyentuh sana sini
"Sean, kenapa kamu harus belajar dengan mobil seperti ini, ini pemborosan, seharusnya kamu sewa mobil yang biasa biasa saja kan, resikonya juga terlalu besar" ucap Rania menasehati
__ADS_1
"Aku tidak sewa, aku meminjamnya, kebetulan tidak ada mobil biasa yang bisa ku pinjam, jadi aku pake ini " ucap Sean
"Memangnya siapa yang meminjamkan mobil semahal ini padamu, dia pasti sangat kaya" ucap Rania
"Ya dia memang sangat kaya dan hebat, apa mau aku kenalkan padamu?" tanya Sean
"Tidak tidak perlu, aku tidak tertarik, pasti orang ini hanya anak manja yang mengandalkan kekayaan orang tuanya untuk poya poya, aku tidak suka pria yang seperti itu, atau seorang pria playboy yang suka merayu wanita, aku sama sekali tidak tertarik" ucap Rania
Sean menghela napas, merasa pernyataan Rania yang pertama ini sangat tepat mengarah kejantungnya, Sean merasa dia memang kurang lebih seperti itu, untung Rania belum tau siapa dirinya, Sean berpikir kalau tau mungkin Rania tidak akan suka dekat dengannya, karna memang belum ada yang bisa di banggakan Sean dari dirinya
"Apa kamu sangat tidak suka dengan pria yang mngandalkan orang tua seperti itu?" tanya Sean penasaran
"Ya, tapi mungkin tidak semua, tapi intinya begini, mereka biasanya selalu melakukan atau memberikan apapun saat mengejar wanita, tapi setelah dapat mereka akan mengekang wanita agar bisa di atur sesuka hati mereka, aku tidak suka seperti itu, aku tidak suka di atur atur orang lain," ucap Rania
"Begitu kah?, jadi harus seperti apa pria yang mendekatimu?" tanya Sean merasa penasaran, mungkin masih ada sesuatu hal dari dirinya yang bisa di sukai Rania
Rania pura pura berpikir
sebenarnya dia ingin mengatakan 'sepertimu' tapi Rania merasa itu terlalu cepat, dia masih ingin menikmati prosesnya dulu, dan lebih mengenal sosok yang membuatnya nyaman ini
"Baiklah, aku tidak akan memaksa" ucap Sean
tak berapa lama Rania menyuruh Sean menepikan mobilnya ketempat makan angkringan di pinggir jalan, Rania sebenarnya belum pernah makan di angkringan seperti itu, tapi karena berpikir Sean yang akan membayarnya, jadi dia tidak mau membebaninya dengan makan di tempat mahal
"Stop, di sini saja lah makanya sepertinya enak," ucap Rania
"Apa kamu yakin,? kalau mau cari Restoran juga tidak apa" ucap Sean
"Tidak, di sini saja tidak papa, aku pengen rasain makan di tempat seperti ini, belum pernah coba soalnya" ucap rania
"Oh, baiklah," merekapun turun dari mobil mewah seharga miliaran yang mereka parkirkan di pinggir jalan, sungguh kasihan mobil ini, di garasi hanya di jadikan pajangan, sekalinya di pake di bawa ketempat yang sederhana, andai mobil punya perasaan sepertinya mobil ini akan meronta
__ADS_1
Setelah keluar, mereka berjalan masuk kedalam angkringan dan seketika mereka pun jadi pusat perhatian mata di sekitar angkringan itu, termasuk 2 orang yang mengelola angkringan ini, mereka melihat kagum sepasang pria dan wanita yang sangat elegan ini masuk ke tempatnya
Sean mengenakan kemeja berwarna grey dengan polet hitam di pundak dengan bawahan katun dan sepatu hitam mengkilat, rapih maskulin dan elegan,
Rania tidak kalah menarik, dia mengenakan gaun malam simpel dan elegan berwarna merah menyala, kontras dengan warna kulitnya yang putih, dengan sepatu hak berwarna coklat muda dan riasan tipis di wajahnya, akan membuat siapa saja yang melihatnya tidak bisa berkedip
Di tambah mereka berdua turun dari mobil mewah yang serasi dengan baju yang di kenakan Rania, itu menambah kesan kemewahan untuk pasangan yang baru masuk ke tempat itu
Ke 2 pengelola angkringan masih terkesima karna kedatangan pasangan elegan ini, dia pun tersadar saat Rania dan Sean sudah berada di depanya dan memanggil mereka beberapa kali
"Mas, mas, hallo," ucap Rania dia melambai lambaikan tanganya
Pelayan yang terbengong itupun kaget dan salah tingkah karna tekanan aura yang di bawa oleh 2 orang ini,
"I i iyah mau pesen apa" ucap pengelola
"Aku pesen yang paling spesial saja di tempat ini, kalau kamu Sean?" Rania bertanya
"Aku sudah makan, jadi pesan beberapa sate nya saja, campur" ucap Sean, karna angkringan memang banyak memiliki aneka jenis sate , dari sate telor puyuh, sate usus, sate lilit, sate daging dan sate lainya
"Oh, baik, silahkan duduk dulu" ucap pengelola itu
Sean dan Rania pun memilih duduk berdampingan karna posisi mejanya memang memanjang, seketika di angkringan itu pun seperti ada yang tidak biasa , kalau mereka duduk di Restoran mewah dengan penampilan mereka sekarang ini, itu tidak akan terlalu mencolok, tapi ini di angkringan, sungguh pemandangan yang sangat jarang
Pesanan mereka pun datang , mereka makan dengan sesekali mengobrol dan tertawa, semua orang yang malihat mereka iri dengan keharmonisan mereka ber 2, mereka mengira kalau mereka pasangan kekasih yang sempurna
tapi nyatanya itu masih belum terjadi
Tidak lama, merekapun sudah menghabiskan makanan mereka dengan kondisi hati Rania yang membaik.
Mengembalikan mood wanita itu memang susah susah gampang, kalau tidak ajak dia belanja ya ajak dia makan, itu akan memperbaiki moodnya yang kurang baik
__ADS_1
...~°~...