Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Setuju


__ADS_3

Sean pun hanya tersenyum karena Lena mengira kalau Riki lah yang mengajaknya bicara itu


"Apa kamu tidak bisa membedakan suaraku dengan orang lain?" tanya Sean


Lena pun merasa suara yang dia dengarnya itu cukup familiar di telinga nya , seketika dia pun menoleh "Kakak, kanapa kamu di sini" tanya Lena yang kaget


"Kenapa kamu nangis,?" tanya Sean


Lena pun langsung menimbun kepalanya dengan bantal karena malu ketahuan menangis oleh orang yang di tangisnya "Lena tidak papa, Kenap kak Sean ke rumah lena?" tanya Lena dari bawah bantal


Sean pun mendudukan dirinya di lantai dan menyandarkan dirinya di Ranjang sederhana milik Lena itu "Apa begitu caramu mengobrol dengan kakak mu ini, apa harus sambil menyembunyikan kepalamu seperti itu" ucap Sean yang membelakangi Lena


"Kak Sean kenapa kesini?" tanya Lena terus dalam posisi menyembunyikan kepalanya di bawah bantal, namun air matanya perlahan mengering


"Kakak kesini cuma ingin mengobrol dengan mu, jadi kamu jangan sembunyi" ucap Sean


Lena pun menurut dan menyingkirkan bantal yang menutup kepalanya itu, dan diapun perlahan terduduk lagi di kasur nya dan menghadap Sean yang membelakanginya "Mau ngobrol apa?" tanya Lena masih terisak


Sean pun menoleh ke arah Lena sejenak, dan dia pun melihat wajah Lena yang cukup memperhatikankan itu, terlihat masih tersisa bekas tangisan dengan kantung matanya yang membengkak karena menangis semalaman


"Kenapa kamu nangis?" tanya Sean


"Aku tidak papa kak" ucap Lena terisak


"Kenapa kamu keluar dari fakultas?" tanya Sean


"Lena mau tunangan, jadi tidak ingin melanjutkan kuliah" ucap Lena


"Apa perlu sampai keluar kuliah?, mimpimu itu bagus, kenapa harus menyerah hanya karena keadaan? bukan kah kamu janji kalau kamu jadi dokter kamu akan merawatku yang ceroboh ini" ucap Sean


"Maaf, kak, Lena sepertinya tidak bisa menepati janji Lena itu" ucap Lena menundukkan pandangannya


"Kakak mau kamu menepati janjimu itu, apa yang bisa kakak lakukan supaya kamu mau menepatinya" ucap Sean


Lena pun merenung sejenak " Tidak, kakak tidak perlu lakukan apa apa, Lena sudah menyerah" ucap Lena


"Jujur saja ke kakakmu ini, apa yang membuatmu menyerah?" ucap Sean mendesak


Lena pun menjatuhkan Air matanya lagi "Maaf, Lena tidak bisa jawab itu kak" ucap Lena


"Apa karena kamu merasa tidak mungkin bersama kakak?" tanya Sean


Air mata Lena pun mengalir lebih deras lagi, "Iya kak" ucap Lena


"Len, kalau seandainya kakak ingin kamu menikah dengan kakak, apa kamu mau?" tanya Sean

__ADS_1


"Itu tidak mungkin kak, kakak sudah menikah sekarang, Lena tidak mau merusak hubungan kalian" ucap Lena


"Kalau seandainya Rania mengijinkanmu bersama kakak, Apa kamu tetap tidak mau" tanya Sean


"Tidak, itu tidak mungkin" ucap Lena menggelengkan kepalanya


"Kakak tidak akan memaksamu, kakak juga sadar kakak sudah menikah sekarang, dan sangat tidak pantas menginginkan kamu untuk jadi yang kedua, karena kamu memang berhak mendapatkan cinta yang utuh" ucap Sean


"Kalau misalkan Lena mau, apa itu artinya kakak selingkuh dari kak Rania?, Lena tidak mau hubungan kalian hancur hanya gara-gara Lena" ucap Lena


"Tidak, itu tidak akan terjadi, kalau kamu mau terima kakak, kita akan segera menikah, tapi kalau kamu tidak mau, Kaka juga tidak akan memaksamu, kakak akan segera pergi , tapi satu hal yang kakak minta dari kamu, berhentilah menangis" ucap Sean yang merasa sakit saat melihat Lena menangis pilu


Lena pun perlahan mendekat dan langsung mendekap kepala Sean yang bersandar di ranjangnya itu "Dari dulu Lena sangat ingin bersama kakak, mau jadi yang kedua atau yang ke berapa pun Lena tidak keberatan, asalkan Lena bisa bersama kakak selamanya, tapi Lena juga tidak ingin melihat kak Rania sampai terluka karena kita, apa kita akan merahasiakan ini darinya?" ucap Lena


Sean pun tersenyum, dia tidak menyangka Lena bisa berbicara seperti itu "Tidak perlu ada rahasia, kita bisa minta izin padanya" ucap Sean


"Apa dia akan mengizinkannya?" tanya Lena


"Kita coba saja," ucap Sean "O yah, kalau kamu setuju kita menikah, kakak akan memintamu langsung kepada orang tuamu" ucap Sean


"Iya kak, terima kasih" ucap Lena


"Tidak,, harusnya kakak yang bilang terima kasih padamu, karena kamu masih mau menerima kakak" ucap Sean


Lena pun tidak bisa menahan harunya, dia sudah sempat berpikir untuk berhenti mengharapkan Sean, tapi tiba tiba sekarang Sean berkata ingin menikahinya, itu sangat di luar dugaanya


Sean pun merasa air mata Lena sudah mulai membasahi rambutnya sekarang, dan pelukan Lena pun semakin lama semakin erat pada lehernya "Len, apa kamu ingin kakak mati dengan cepat?" tanya Sean asal


"Apa yang kakak bilang, mana mungkin Lena menginginkan hal itu" ucap Lena


"Kalau begitu, apa kamu bisa melonggarkan cekikan mu ini sedikit?, aku masih perlu nafas Len" ucap Sean


Lena pun langsung melepaskan dekapannya itu "Eh, maaf kak, Lena tidak sengaja, maaf" ucap Lena baru sadar kalau dia memeluk leher Sean terlalu erat


"Tidak apa, kalau kamu sudah selesai nangisnya, mending kita keluar sekarang, kita temui orang tuamu untuk minta restu" ucap Sean


"Baiklah, Lena juga sudah bosan nangis" ucap Lena sambil menyeka air mata yang tersisa


Mereka pun keluar dari kamar dengan Lena yang menggandeng erat tangan Sean, dan mereka pun langsung menghadap orang tua Lena yang masih duduk di kursi


"Bu, pak, saya ingin segera menikahi Lena Putri kalian, saya harap kalian bisa merestui kami" ucap Sean


Mereka pun memandang Sean dan Lena dengan perasaan curiga, "Len, apa kamu sudah hamil?" tanya Bu Naya


"Apa yang ibu katakan, mana ada Lena hamil" ucap Lena masih sedikit terisak

__ADS_1


"Kalau begitu kenapa kamu nangis semalaman, dan tiba tiba sekarang ingin di nikahi pria ini?" ucap Bu Naya


"Karena aku mencintai nya, itu saja alasanya" ucap Sean


Lena pun seketika langsung menatap wajah Sean dengan lekat, dia sudah sangat lama menantikan uacapan itu keluar dari mulut Sean, dan akhirnya diapun mendengarnya juga


"Baiklah, Siapa namamu?, bapak belum kenal dengan mu, mana bisa bapak menikahkanmu dengan Lena, kalau bapak tidak tau asal usulmu" ucap pak Harjo


"Nama saya Arman, ibu saya Kartina, beliau tinggal di Kota J, saya sudah menikah" ucap Sean jujur


"Apa?,, sudah menikah?, Len apa benar kamu mau menikah denganya?" tanya pak Harjo memastikan


"Iya" ucap Lena singkat


"Baiklah,, kalian boleh saja menikah, tapi bapak meminta mahar dari nak Arman" ucap pak Harjo


"Bapak tinggal sebutkan saja nominalnya atau apapun itu, tidak perlu sungkan," ucap Sean


"Seratus juta, apa kamu sanggup?" ucap pak Harjo yang melihat penampilan Sean biasa saja, jadi dia tidak meminta terlalu tinggi


"Seratus juta? Apa tidak kurang pak?" ucap Sean


"Baik, kalau kamu tidak ada segitu bagaiman kalau 50 juta, apa ada?" Ucap pak Harjo yang salah mengartikan, dia pikir kata kata Sean adalah 'apa tidak bisa kurang'


Sean langsung mengerutkan keningnya itu 'Kenapa makin turun? Lena lebih berharga dari pada itu' pikir Sean


Pak Harjo melihat Raut wajah Sean seperti belum mendapatkan mahar yang pas dengan kesanggupannya "Baiklah 30 juta saja" ucap pak Harjo


"5 Miliar, saya rasa itu mahar yang cocok" ucap Sean


"Tidak bisa itu........, berapa? Apa saya barusan mendengar 5 miliar?" tanya pak Harjo kaget


"Kurasa itu mahar yang cocok untuk putri bapak" ucap Sean


Pak Harjo sedikit merenung seperti sedang memperkirakan sebanyak apa uang 5m itu


"Apa 5 Miliar itu banyak? Kamu jangan bercanda dengan bapak," tanya pak Harjo yang tidak berani membayangkan uang segitu,


Bagi Pak Harjo nominal itu memang sangat banyak, tapi tidak dengan Sean yang menguasai berbagai bidang bisnis di negara ini,


"Saya tidak bercanda, saya akan menyerahkan maharnya ke bapak secepatnya" ucap Sean


Pak Harjo dan bu Naya pun hanya bisa saling memandang, mereka bertanya-tanya dalam hati siapa sebenarnya calon menantunya ini,


"Bbbb baik, bapak setuju" ucap pak Harjo sedikit terkesima mendengar nya

__ADS_1


Setelah merka mendapat Restu dari orang tua Lena, Sean pun mengajak Lena keluar untuk mencari cincin untuk pernikahan mereka, Sean berniat untuk menggelar Akad nikah malam ini juga, sementara untuk Resepsi tentu butuh waktu untuk mempersiapkannya, jadi Sean mungkin akan menggelarnya belakangan


__ADS_2