Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Tiara Marah


__ADS_3

Seperginya dari gedung Redbear, Sean pergi ke kantor Kartin.corp, karena memang hari juga masih belum terlalu sore, dia seharian di gedung organisasi, juga tidak bilang ke ibunya kalau hari ini dia tidak masuk kantor,


Sean pun masuk ke gedung dan di sapa beberapa karyawan yang ada di lobi, diapun langsung naik ke ruangannya dengan masih berpenampilan casual


"Wiiihh, habis ngedate ya bos, tumben berpenampilan seperti anak muda, habis kencan dari mana bos?" tanya Regan


"Dari sarang mafia" ucap Sean sambil mendudukkan tubuhnya di kursi elegan nya


Regan hanya menganggap kalau itu hanya gurauan bos nya saja "Hebat,, biar beda dari yang lain ya bos?" ucap Regan tersenyum


'tok 'tok'tok' Elisa pun mengetuk pintu ruangan


"Masuk saja" ucap Sean


Elisa pun segera masuk"Pak direktur, ada beberapa berkas yang menunggu persetujuan dari Anda" ucap Elisa yang masih membulak balik beberapa berkas di tanganya, dan dia pun mendekat dan mulai memperhatikan Sean "Pak direktur, tumben Anda berpenampilan casual ke kantor" ucap Elisa


Sean pun melihat ke Arah Elisa yang mengenakan jilbab cream hari ini "Ada urusan di luar kantor tadi, dan juga tidak Sempat ganti baju, apa tidak pantas ya ke kantor seperti ini?" tanya Sean


"Tidak pak direktur, anda kelihatan lebih muda saja berpenampilan seperti ini,, tampan" ucap Elisa memuji


"Begitu kah,? Apa biasanya aku tidak tampan?" tanya Sean tersenyum ke Elisa


"Bu bukan, maksud saya Anda terlihat lebih fresh saja" ucap Elisa menundukkan pandangannya menghindari tatapan mata Sean padanya, di memang selalu salting dari dulu jika Beradu pandang dengan Sean, karena menurutnya pandangan atasannya ini sangat berkarisma hingga selalu membuatnya berdebar


"Oh, mana berkasnya" ucap Sean


"Oh iya, ini pak direktur" ucap Elisa yang baru sadar dia belum menyerahkan berkas di tanganya


Setelah membaca satu persatu berkas dari Elisa dan menandatangani nya, Sean pun menyerah kan berkasnya lagi ke Elisa, dan Elisa pun membawa berkasnya lagi ke mejanya di luar, sementara Sean mulai memeriksa laporan laporan lainya



Setelah beberapa waktu berada di depan komputernya Sean pun akhirnya meregangkan tubuhnya "Regan,, apa nanti malam kamu punya Acara?" tanya Sean


"Tidak bos, Kenapa memang?" tanya Regan


"Kalau gitu kamu ikut pergi denganku ke suatu acara malam ini" ucap Sean


"Baik bos, bisa di atur, ngomong-ngomong banyak ceweknya gak bos kira kira di acaranya?" tanya Regan

__ADS_1


"Kenapa yang kamu pikirkan hanya wanita saja, apa 1 pacarmu masih belum cukup?" tanya Sean


"Aku sudah putus dengan Bela 2 minggu lalu bos, dia sudah menikah dengan Om Om kaya, makanya aku ingin segera move on, nyesek bos" ucap Regan


"Ahahaha,,, Pantesan lu kegatelan dengan Lena," ucap Sean tertawa mendengar Regan ini


"Iya bos, btw nona Lena sudah punya pacar belum bos?" tanya Regan


"Kenapa tidak tanya dia langsung" ucap Sean


"Ya kan nomor nya juga tidak bos kasih, mana bisa nanya dia, kasih aku nomornya dong bos" uap Regan


Sean pun berpikir sejenak, sebenarnya dia tidak suka kalau ada pria yang dekat dengan Lena, tapi dia sadar kalau sebentar lagi dia juga akan menikah, dan Sean pikir Lena juga berhak memiliki kebahagiaan nya sendiri


Sean menghela nafasnya "Baiklah, tulis saja Nomornya" ucap Sean


"Oh, oke oke, siap bos" ucap Regan bersemangat


Sean pun menyebutkan nomor Lena satu persatu tampa perlu melihat ponselnya, dia sudah hapal betul nomor Lena di luar kepalanya, tapi kalau nomor Rania dia masih belum terlalu mengingatnya,


"Sudah, itu Nomornya" ucap Sean


Setelah itu merekapun pulang ke tempat masing-masing, dan setelah hari mulai gelap Regan pun ke mansion Kartina untuk ikut Sean ke acara


Merekapun segera pergi bersama Agam dan puluhan Anak buahnya menuju ke markas Redbear, karena memang Acara nya akan di langsungkan di sana juga


Dan setelah beberapa waktu, Rombongan Sean pun segera sampai di gedung Redbear lagi, Sean pun melihat kalau di area parkir gedung sudah di penuhi oleh mobil mobil berbagai merk dan warna, dari mobil sport hingga mobil antik pun ada di sini


Rombongan Sean itu segera turun dari mobil dan segera bergegas ke pintu masuk, Sean berpenampilan Casual dan berpakaian serba hitam, dia memang tidak tau harus berpenampilan seperti apa ke acara seperti ini


Sean pun berjalan penuh percaya diri menuju ke pintu masuk yang di jaga 2 pria berbadan kekar yang berdiri di sisi kiri dan kanan pintu,


"Tunjukan surat undangan kalian" ucap Salah satu pria kekar yang tidak mengenali Sean ini


Sean pun bingung 'Surat undangan?, Tiara tidak memberitahu ku soal ini' pikir Sean


"Aku tidak punya, apa aku harus masuk dengan undangan?" tanya Sean


"Tidak ada undang itu artinya tidak boleh masuk" ucap penjaga itu

__ADS_1


Sean merasa kalau pria pria ini memang tidak mengenali dirinya "Apa kalian tidak mengenalku?" tanya Sean


"Kau pasti hanya anggota dari petarung kecil, jadi maaf, Anda tidak bisa masuk jika tidak di undang, silahkan pergi" ucap Mereka


Sean pun tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini, jadi dia yang tadinya biasa saja kini jadi sedikit malas untuk masuk kedalam


"Seperti nya mereka anggota dari luar daerah Tuan, Anda bilang Saja nama anda" bisik Agam


Sean memang sudah sedikit malas sekarang, 'Apa Tiara tidak memberitahu mereka tentang ku' pikir Sean, dia juga malas untuk berdebat dengan mereka


"Kita pergi saja, aku sudah malas hadir di acara seperti ini" ucap Sean pada Agam "O yah bilang pada majikan kalian kalau acaranya tidak perlu di teruskan, bubarkan saja" ucap Sean yang kehilangan mood nya karena mereka


Mereka ber 2 pun saling berpandangan, mereka memang meremehkan Sean karena melihat perawakannya tidak terlihat meyakinkan "Apa Kamu ingin mencari masalah di sini? boleh saja kalau kamu ingin di pukuli" ucap salah satu dari mereka


"Aku tidak ingin cari masalah, tapi sepertinya kalian sendiri yang mencari nya" ucap Sean tenang


"Kurang ajar, sepertinya kita memang harus memukul anak gedongan ini" ucap salah satu yang lain


Mereka pun segera bersiap maju untuk memukul, sementara Sean juga sudah mengepalkan tangannya untuk memukul mereka juga


"Cukup,,, apa yang kalian lakukan?" ucap Tiara dari belakang Mereka


Merekapun langsung menghentikan tangannya di udara, dan segera berbalik ke arah Suara itu "Ma maaf nona, ada yang ingin masuk tampa undangan, bahkan dia menyuruh kami untuk membubarkan acara ini pada anda" ucap Mereka


"Kalian memang benar benar tidak ada otak," ucap Tiara dan 'plak 'plak' Tiara langsung menampar pipi keduanya "Siapa ketua kalian, apa kalian buta,? Apa kalian tidak di beritahu ketua kalian siapa yang kalian halangi masuk ini? dia adalah pemimpin baru kalian, kalian harus bersyukur karena dia belum memukuli kalian, kalau aku terlambat sedikit saja pasti habis kalian" ucap Tiara dengan nada yang sangat marah


Kedua orang itu pun saling berpandangan dan langsung berbalik ke arah Sean lagi dan langsung berlutut, "Ma maaf tuan, kami memang buta, kami salah, kami bodoh" ucap Mereka


Sean pun hanya tersenyum "Tiara, harusnya kamu biarkan aku berolah Raga dulu sedikit" ucap Sean


"Tidak,, Kasian mereka, mereka tidak Akan kuat menerima pukulan dari mu," ucap Tiara lembut, jauh berbeda dari saat tadi dia marah


Regan pun sampai tidak bisa berkedip melihat Tiara, dia tadinya sempat takut melihat Tiara yang galak seperti harimau pada kedua pria itu, tapi Regan mulai mengagumi Tiara setelah Regan melihat kelemah lembutan Tiara di depan Sean


Tiara memang berpenampilan sangat anggun sekarang, dia mengenakan gaun malam berwarna hitam yang elegan, dengan tatanan Rambut has pesta yang cukup indah, hingga aura kecantikan Tiara pun terpancar dengan sangat jelas, maklum, dia berjam jam mempersiapkan ini agar terlihat bagus di mata Sean


Tapi secantik apapun Tiara saat ini, Sean tidak terlalu peduli, karena hatinya sudah di tempati oleh 2 gadisnya


Tiara pun langsung berdiri di hadapan Sean, "Maaf ya, karena ada masalah seperti ini, ini salah ku, kamu jangan marah ya" ucap Tiara

__ADS_1


Regan sampai heran pada Sean, karena dia berpikir kalau bos nya ini sangat beruntung bisa dekat dengan beberapa wanita cantik yang bersetatus tidak biasa


__ADS_2