Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Ceroboh


__ADS_3

Tapi ketika pengendara itu akan melakukan aksinya tiba tiba ada sebuah ban bekas melayang tepat ke tubuh dua pengendara itu dengan keras dan motor merekapun seketika jatuh dan samurainya pun terpelanting ke tengah jalan


dua pengendara yang tersungkur itu pun segera bangkit dan mencoba lari , Sean pun dengan sigap menangkap salah satunya "Mau kemana kau" ucap Sean


Tapi pengendra itu mempunyai semacam pisau kecil dan menyayatkanya ke tangan Sean "Aawwwwa" triak Sean, alhasil Sean pun melepaskan tanganya dari pria itu sehingga dia pun kabur menuju teman lainya yang menunggu di depan dan Langsung kabur dengan motor temanya, sementara motor nya dibiarkan tergeletak di depan Sean


Kejadian ini terjadi begitu cepat hingga Agam pun hanya bisa melempar ban mobil itu saja tadi,, dan Reaksi orang sekitarpun kaget tampa sempat menghadang para pengendra itu


"Tuan,,, tuan, apa anda tidak papa" ucap Agam mendekat ke arah Sean


"Tidak, hanya luka kecil saja" ucap Sean sambil mencoba menghentikan pendarahan di tangan kirinya yang tersayat tadi


"Apa dada anda juga luka?" tanya Agam


"Ahh, ini? kurasa hanya sedikit tergores saja, tidak papa" ucap sean sambil melihat baju bagian dadanya sobek oleh ujung Samurai tadi


"Siapa mereka ini?, apa mereka suruhan Si Ferdi lagi?" ucap Sean


"Bisa jadi tuan, maaf aku tidak sempat menghadang mereka", ucap Agam menundukan kepala, dia sedikit malu karena tidak bisa melindungi Sean


"Tidak papa, itu bukan salahmu, gerakan mereka memang terlalu cepat dan tidak bisa di tebak" ucap Sean


Setelah pendarahan di tangan kirinya mereda, Sean pun melanjutkan niatnya seolah tidak terjadi apa apa, Agam pun hanya mnggelengkan kepalanya, Agam berpikir entah terbuat dari apa tuanya ini, dia tidak memperdulikan lukanya sama sekali, Agam pun mengikutinya


Seanpun kembali setelah mendapat tedy bear berbaju dokter tersebut, dan mengganti kemejanya dengan kemeja yang baru dia beli juga, karena kemejanya yang tadi sobek dia buat untuk menutup lukanya


"Ayo jalan" ucap Sean


"Apa anda yakin ingin melanjutkan perjalanan" tanya Agam


"Tentu saja, sudah dekat ini, tanggung" ucap Sean seolah tidak terjadi apa apa barusan


"Baiklah, terserah anda Saja" ucap Agam


Merekapun melanjutkan perjalanan karena memang sudah dekat,


Sebenarnya Sean terus kepikiran Siapa dalang di balik kejadian ini, karena gaya seranganya berbeda dari yang biasa Ferdi lakukan, menurut Sean serangan seperti ini bukan gayanya Ferdi,


Mereka pun akhirnya tiba di Rumah kost tempat Lena tinggal, Sean yakin kalau Lena belum pulang, jadi dia menunggu di depan gerbang dan bersandar di belakang mobil putih miliknya


Sean menunggu beberapa saat, dan benar saja, Lena pun akhirnya muncul di kejauhan, karena Sean bingung harus berekpresi seperti apa nanti dia pun akhirnya menutup mukanya dengan boneka

__ADS_1


Perlahan Lena dan Gina pun mulai mendekat,


"Siapa dia" ucap Gina berbisik pada Lena


"Mana Lena tau, mukanya aja ketutup boneka" ucap Lena Sambil mencoba terus memperhatikanya


Sean hanya tersenyum di balik tubuh boneka itu


"Hallo dokter Lena, aku dokter tedy bear" ucap Sean sambil menggerakan tangan boneka itu seolah boneka itu yang bicara


"Hallo juga, kenapa anda bisa tau nama saya, apa Saya mengenal anda" ucap Lena sambil mencoba melihat wajah siapa yang ada di balik boneka lucu itu


Gina juga kebingungan, menurut dia orang ini aneh, tapi suaranya sedikit familiar, "Apa anda yang semalam nolongin kita,? kak Sarman bukan?" tanya Gina yang masih mengingat suara Sean


"Bukan, namaku Arman, aku Sean Arman" ucap Sean Sambil menurunkan bonekanya


Lena terdiam beberapa saat ketika melihat wajah yang tidak asing baginya ini "Kak, kak Sean, kamu kak Sean kan?" tanya Lena kaget


"Iya" ucap Sean singkat


Lena pun dengan cepat mendekat ke Sean dan Langsung memeluknya "Kak Sean Lena kangen," Lena pun sampai menangis dibuatnya


"Iya, kak Sean juga," Sean ragu ragu untuk membalas pelukan Lena, ini pelukan Lena ke 2 kalinya padanya, tapi Sean tetap merasa sungkan untuk membalasnya, jadi dia hanya mengusap usap kepalanya saja


Sean tidak sampai menangis, dia hanya sedikit berkaca kaca


"Sudah, jangan nangis, kamu masih tetap cengeng juga ternyata" ucap Sean


Lena pun perlahan melepas pelukanya, "Kak Sean kenapa kesini,? sudah Lena bilang jangan cari Lena, jadi Lena nangiskan" ucap Lena, meski matanya menangis tapi bibir Lena memancarkan senyuman


"Iya iya maaf, kak Sean gak nurut, kakak punya hadiah buat kamu, nih persis kaya kamu, lucu" ucap Sean memberikan boneka yang di tangannya


"Ini buat Lena,? terima kasih kak Sean, lucu sekali dokter tedy nya, Lena suka" Lena pun menerimanya dan langsung memeluk boneka tedy itu erat


"Nah gitu dong senyum, kan enak di lihatnya," ucap Sean


"Oh, ternyata ini kak Sean mu itu Len,? Cakep sih, tapi tukang boong, kemarin ngakunya namanya Sarman" ucap Gina sambil mendekat ke Lena


"Aku tidak bilang, kamu yang bilang kan, aku hanya menjawab iya Saja" ucap Sean membela diri


"Jadi kak Sean juga yang udah Selametin Lena semalam? terimakasih ya kak, Lena tidak tau harus bilang apa lagi, kakak terlalu baik ke Lena" ucap Lena

__ADS_1


"Tidak perlu bilang apa apa, kita kan teman, sudah sewajarnya" ucap Sean


"Teman sih, tapi Rasa pacar, bukan Rasa coklat, iya kan" ucap Gina dari samping Lena


"Apaan sih Gin, gak jelas" ucap Lena "Lho, kak Sean, tanganya kenapa kok berdarah?" ucap Lena yang mulai sadar kalau tangan sean terbungkus kain dan mengeluarkan darah


"Oh, ini, biasa Len jatuh" ucap Sean asal


"Kak sean ini tetep saja ceroboh, dari dulu kerjaanya jatuuuh terus perasaan, sini, Lena Lihat" ucap Lena sambil sdikit terisak


"Iya" ucap Sean tersenyum


"Ini banyak darahnya, sudah masuk dulu kak, biar Lena ambil dulu kasa sama obat di atas" ucap Lena dia pun segera masuk


"Iya" Seanpun mengikuti Lena masuk ke gerbang dan menunggu di kursi yang ada di teras


Gina pun juga masuk kedalam, "Jadi, sebenernya hubungan Kalian tuh kayak gimana sih, aku gak ngerti" tanya Gina penasaran


"Entah lah, dulu kukira tidak ada perasaan padanya, ku kira hanya sebatas peduli, sekarang baru tau kalau Rasa itu ada, hanya saja sayang nya ......" ucapan Sean terhenti karena Lena datang dari dalam


"Sinih kak, taruh dulu di meja tanganya" ucap Lena


Seanpun menurut dan meletkanya di meja


"Makanya hati hati kalau apa apa, ceroboh sih" ucap Lena sambil perlahan membuka kain yang melilit tangan Sean


"Ini kaya bekas luka pisau kak, gimana jatuhnya ini?" ucap Lena polos


"Iya, kena pisau Len" ucap Sean


"Aku masuk duluan ya Len," ucap Gina


"Oh iya" ucap Lena sambil terus pokus membersihkan luka Sean dengan telaten


Sean hanya menahan rasa sakitnya tampa bersuara, dia terus memandangi wajah Lena yang sangat serius


"Len, maaf jika kak Sean pernah memberi harapan padamu," ucap Sean


"Tidak, kak Sean tidak pernah janji apapun ke Lena soal perasaan kan, kak Sean hanya janji akan menemui Lena, dan sekarang kak sean datang, jadi Lena anggap janji kak Sean itu impas," ucap Lena


"Syukurlah jika kamu berpikir begitu" ucap Sean

__ADS_1


"Sudah selesai, jangan jatuh lagi ya, harusnya di Jahit, tapi di perban juga akan sembuh sepertinya, tidak terlalau dalam" ucap Lena


__ADS_2