Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Di Tantang Wanita


__ADS_3

Setelah Rania melewati penerbangan yang cukup berkesan untuknya itu, akhirnya pesawat pun tiba di bandara Kota J dia sangat senang karena bisa menaiki sebuah Jet priabadi, selain ini pengalaman pertamanya dengan jet pribadi, tentunya Rania juga senang karena ada Sean juga yang duduk di sampingnya


Akhirnya Rombongan pun keluar dari bandara, dan mereka sudah di tunggu oleh mobil mobil yang menjemputnya, dan mobil koenigsegg Sean juga sudah terparkir di sana menunggu pemiliknya


Sean pun mengajak Rania menghampiri mobil yang di belinya dari hasil kerja kerasnya selama beberapa bulan itu


"Oh my god,,,, keren sekali mobil Ini, apa ini milik ibumu juga?" tanya Rania


"Bukan" ucap Sean


"Oh, salah ya, kukira mobil ini menjemput kita juga, aku sudah GR, kupikir akan menaiki mobil keren ini" ucap Rania


"Kita memang akan menaiki mobil ini, tapi ini bukan mobil ibuku, kamu tebak, menurutmu mobil Siapa ini?" ucap Sean dengan gaya yang sudah cool


"Mmmm pasti ini mobil Rentalan" ucap Rania sengaja mebelokanya meskipun dia sudah bisa menebak siapa pemiliknya


Sean yang sudah bergaya cool itu pun seketika mood nya langsung jatuh "Kamu ini, mana ada mobil begini di rentalan, ini punyaku" ucap Sean


"Iya iya jangn ngambek, gitu aja marah, aku cuma bercanda" ucap Rania


"Ya sudah, kamu naik" ucap Sean mebuka pintu mobil itu ke atas


"Weiiiis keren, pintunya juga" ucap Rania, yang baru pertama kali juga melihat mobil sport seperti punya Sean, karena memang jarang orang yang bisa memiki mobil jenis ini


Merekapun duduk di dalam mobil yang super elegan ini, Sean pun mulai menyalakan mesin mobilnya, dan mulai melajukan mobilnya dengan raungan khas mesin koenigsegg yang halus namun berkarakter itu untuk memipin Rombongan


Dan Setelah beberapa waktu berkendara mobil Sean pun memisahkan diri dari rombongan karena memang rumah ibunya dan rumah Rania berbeda arah


Mereka pun Akhirnya tiba di Rumah yang di Rindukan Rania ini "Yyeeee, akhirnya pulang juga ke Rumah, rasanya sudah bertahun tahun lamanya meninggalkan Rumah ini" ucap Rania


"Terima kasih ya, ini Karena kamu," ucap Rania menatap Sean


"Iya sama sama Ran" ucap Sean


"Kamu mampir dulu tidak?" tanya Rania


"Aku langsung pulang Saja, mau langsung istirahat, cape juga di perjalankan" ucap Sean


"Kalau cape kamu boleh istirahat dulu di sini" ucap Rania

__ADS_1


"Engga lah, ga enak sama om Hendro nanti, o iya om kapan pulang ke kota J lagi?" tanya Sean


"Gak tau, papah gak cerita kapan akan kembali, dia hanya bilang mau mengatur ulang kantor yang di sana dulu, tapi entah sampai kapan" ucap Rania


"Berarti kamu tinggal sendiri di Rumah?" ucap Sean


"Iya lah, memang nya kenapa, apa kamu ingin menemaniku? boleh saja tapi jangan nakal" ucap Rania


"Enggaklah, gak enak sama om, maksudku apa kamu tidak sebaiknya tinggal di rumah Seli dulu untuk sementara waktu" ucap Sean


"Tidak ah, paling Seli yang aku suruh kesini, karena biasanya juga gitu" uca Rania


"Oh, ya sudah, kalau gitu yang penting kamu ada teman kan" ucap Sean


"Iya, sekali lagi terima kasih ya sudah bawa aku ke kota ini lagi, o yah aku turun ya" ucap Rania


"Iya"ucap Sean


Rania pun turun dari mobil, dan Seli juga ternyata Sudah menunggu Rania di rumah Hendro untuk menyambutnya, ini karena dia sudah dapat kabar sebelumnya


"Kak Rania, sudah datang ya" ucap Seli yang keluar dari pintu gerbang dan langsung menghampiri Rania


"Seli juga kangen banget tau, aku kira kakak tidak akan pulang lagi," ucap Seli


Sean hanya memperhatikan lepas kangen 2 saudari sepupu ini dari dalam mobil, setelah mereka masuk ke dalam rumah Sean barulah melajukan mobilnya dan pulang ke masion Ibunya untuk Beristirahat



Keesokan paginya, Sean memulai kembali rutinitas paginya, kemudian pergi ke markas Agam, meskipun dia sudah merasa cukup kuat sekarang tapi Sean tetap melatih tubuhnya untuk terus mengasah kemampuanya, setelah latihan dia pun pergi ke kantor, sudah lama juga dia tidak ke kantor Kartin.corp pusat ini semenjak dia tertembak waktu itu


Sementara di sisi lain Rania di tugaskan Hendro untuk memimpin kantornya yang ada di kota J ini,



Sean pun memulai lagi kegiatan kantornya yang sudah lama dia tinggal, Sean memeriksa satu persatu laporan yang masuk, dan melihat lihat riwayat laporan saat dia tidak masuk sebelumnya dari layar komputer


Haripun beranjak Siang, hingga tidak terasa sudah waktunya makan siang, Sean mulai meregangkan badanya, dan beranjak untuk turun dengan Regan dan Elisa juga


Tapi tiba tiba ada panggilan masuk ke ponsel Sean, dan diapun langsung mengngkatnya

__ADS_1


"Agam, ada apa?" tanya Sean yang melihat kalau penelpon itu adalah Agam yang selalu stay di ruangan kepala penjaga di lantai dasar


"Tuan, aku dapat laporan dari markas kalau ada seorang wanita yang menunggu anda di markas, apa perlu kita ke sana?" ucap Agam


'wanita di markas? siapa yang mencariku kesana?' pikir Sean


"Baik kita kesana sekarang" ucap Sean yang penasaran dan langsung turun menuju lantai dasar, dan menyuruh Regan dan Elisa untuk makan berdua saja


Sementara itu Sean pun langsung bergegas ke markas bersama Agam


Sesampainya di sana merekapun turun dari mobil dan masuk ke dalam markas


Sean pun Sudah di tunggu oleh seorang gadis cantik yang duduk di kursi dengan 2 pengawal di belakanganya, dia mengenakan mantel panjang berwarna colat muda yang menutupi hingga atas lututnya


"Tiara, ada apa mencariku kemari?" Tanya Sean tampa basa basi


Tiara pun menatap tajam mata Sean"Kenapa kamu tega mebuat kondisi kakaku hingga sangat menyedihkan seperti itu, apa salah kakaku padamu?" ucap Tiara yang sudah melihat kondisi Leon di rumahsakit bhayangkara kota SB dengan kondisi yang memperihatinkan


"Apa kamu tidak menanyakannya langsung apa yang di lakukanya?" tanya Sean balik


"Aku tidak peduli apa yang sudah di lakukan kakak, tapi sekarang aku mohon padamu tolong maafkan dia, dia sudah cukup menderita sekarang, jadi tolong cabut tuntutanmu padanya, dia satu satunya saudaraku yang aku sayang" ucap Tiara


Sean pun menghela napas nya "Maaf tidak bisa,, hukum harus tetap berjalan kepada orang yang salah, kalau tidak,, entah akan jadi seperti apa negri ini kalau hukum tidak berjalan sebagai mana mestinya" ucap Sean tegas


Tiara yang mendengar pernyataan Sean pun matanya mulai menggelap "Ok, kalau begitu aku menantangmu bertarung di atas Ring" ucap Tiara yang sangat ingin sekali melampiaskan emosinya pada Sean


"Haah?" Sean tidak habis pikir dengan perkataan tiara barusan, dia seorang wanita bisa menantangnya bertarung, sedangkan Leon yang seorang pria hanya bisa menggeretaknya saja saat berhadapan denganya 'Apa dunia ini sudah terbalik?' pikir Sean


Tiara pun segera bangkit dari kursinya , dan dia juga melepas mantel eleganya itu dan memberikanya pada pengawalnya, Tiarapun kini hanya terlihat berpenapilan santai dengan hanya mengenakan kaos ketat dan celana pendek


Tiara pun segera memakai sarung tangan MMA yang di bawanya "Aku tunggu kamu di atas ring, kalau kamu memang laki laki terima tantanganku" ucap Tiara yang langsung beranjak untuk naik ke atas ring


Sean masih tebengong di sana, baru kali ini dia di tantang seorang wanita untuk bertarung, melihat sosok cantik tiara seperti itu Sean pun teringat dengan sosok petarung mma wanita dari negara G yang pernah di lihatnya di iternet


Seanpun menoleh kepada Agam "Kalau di lihat lihat, Tiara mirip dengan atlet Liana Jojua jika dia berpenampilan seperti itu, apa dia benar benar bisa bertarung?" tanya Sean kepada Agam


"Tidak tau tuan, tapi seingatku waktu Tiara kecil dia sering memukul teman teman Leon yang menggangu Leon di sekolah, aku rasa dia mungkin sudah lebih mahir sekarang" ucap Agam


"Hah?" Sean benar benar tidak habis pikir, 'bagai mana bisa anak laki laki di lindungi oleh adik perempuanya, benar benar terbalik' pikir Sean menggelengkan kepalanya

__ADS_1


...~°~...


__ADS_2