
Sean pun mengajak Rania makan di Restoran biasa, tempat mereka dulu sering makan, karena kebetulan Restoran memang se arah dengan jalan pulang
Setelah selesai makan, mereka pun segera kembali ke mansion Kartina, dan mereka pun langsung beristirahat di kamar Rania
Sore Harinya Sean pergi menjemput Lena ke Fakultasnya,
"Sore Suamiku" ucap Lena yang masuk kedalam mobil Sean
"Sore juga,, Gimana,, apa urusan kuliahmu lancar Len?" tanya Sean
"Lancar kak, masalah Izin pengunduran Lena untungnya masih bisa di cancel, jadi semuanya bisa di urus dengan cepat" ucap Lena
"Oh syukurlah" ucap Sean sambil menghidupkan mesin mobilnya
"O Iya Suamiku, Gina bilang ingin main ke Rumah ibu lagi katanya, apa boleh?" tanya Lena
"Boleh saja, kapan?" tanya Sean
"Maunya dia Sekarang juga," ucap Lena
"Tidak bisa kalau dia mau ikut sekarang, mobilnya cuma muat untuk kita berdua" ucap Sean
"Iya Sih, kalau misalkan Lena bawa mobil sendiri besok gimana, apa boleh?" tanya Lena
"Boleh saja, mobil mu kan ada di garasi, tapi kalau kamu mau coba pakai mobil yang lain juga boleh" ucap Sean tidak terlalu membatasi Lena
"Engga ah, kalau pakai mobil Sport ibu, Lena takut malah jadi pusat perhatian, mending pakai mobilku" ucap Lena
"O ya sudah kalau gitu" ucap Sean
Lena pun mendekatkan wajah nya kepada Sean dengan cepat, dan langsung mengecup pipi Sean "Terima kasih suamiku" ucap Lena
Sean pun langsung menoleh, "Sudah pandai kamu sekarang" ucap Sean tersenyum
Lena juga hanya tersenyum malu malu
Merekapun segera pergi dari depan fakultas untuk kembali ke mansion
Setibanya di mansion mereka pun segera masuk, mereka pun melihat Kartina dan Rania duduk di Ruang tengah, jadi merekapun menghampirinya
"Bu,,,, kak," Lena menyalami ke duanya bergantian
"Gimana kuliah nyh hari ini, lancar Len?" tanya Kartina
"Lancar bu, Alhamdulillah" ucap Lena
"Oh sukur kalau begitu, kalau kamu ada masalah disana, kamu bilang saja ke ibu, ibu kenal dengan pemimpin yayasan Fakultas mu itu," ucap Kartina
"Iya bu, O yah, Lena langsung ke kamar dulu ya bu" ucap Lena
__ADS_1
"Iya sana" ucap Kartina
Lena pun segera bergegas ke tangga untuk ke kamarnya
Sean pun mendudukan dirinya di Sofa di Samping Rania "Bu, apa ibu mengenal semua orang di kota ini?" tanya Sean penasaran, karena mendengar pernyataan ibunya
"Hampir....." ucap Kartina pun terhenti, diapun menyadari sesuatu "Ibu ingat Kalau ibu masih belum memaafkanmu, jadi jangan coba-coba mengajak ibu ngobrol" ucap Kartina
"Jangan ngambek terus dong bu, kalau ibu tidak marah lagi, nanti Arman hadiahi ibu seorang cucu, tidak 2 cucu" ucap Sean membujuk
"Iya Iya, kamu memang pandai merayu orang, dasar bandel" ucap Kartina, dia memang sudah sangat menantikan adanya tangisan bayi di Rumah megahnya ini
Rania pun hanya tersenyum saja mendengar nya
Waktu pun beranjak malam, merekapun makan malam bersama lagi seperti kemarin, tapi Sean melihat kalau Lena hari ini sedikit murung,
Dan setelah selesai makan "Len, kamu kenapa, apa kamu sakit?"tanya Sean
Lena pun menggelengkan kepalanya "Tidak kak, Lena baik-baik saja" ucap Lena
Sean pun bisa menebak kalau ada yang sedang mengganggu pikiran Lena Sekarang, tapi entah apa
"Ya sudah, kalau kamu tidak mau cerita" ucap Sean
Setelah semuanya selesai makan dan berbincang sejenak, mereka pun kembali ke kamar mereka masing masing, dan Hari ini jadwalnya Sean menginap di kamar Rania, dia pun ke kamar Rania dan segera membersihkan dirinya,
Sean pun keluar dengan sudah dalam keadaan bersih dan memakai baju tidur dari ruang ganti, diapun bergeas ke tempat tidur, dan melihat Kalau Rania sudah tiduran di kasurnya, jadi dia pun mendekati nya
"Apa lagi kalau bukan itu" ucap Sean
"Apa kamu tidak kasian padaku ?, aku sudah kehabisan tenaga, tadi Siang kan kita sudah" ucap Rania memelas
"Oh, ya sudah, tidak jadi kalau gitu" ucap Sean sedikit kecewa
"Kenapa kamu tidak ke kamar sebelah, bukan kah kalian Belum" ucap Rania
"Hari ini kan jadwalnya di sini," ucap Sean
"Kamu tidak adil, masa harus aku terus" ucap Rania manja
"Baiklah, aku akan ke kamar sebelah" ucap Sean, diapun mengecup kening Rania, dan kemudian beranjak untuk ke kamar sebelah, untuk mencoba peruntungan nya kali ini
Sean pun mengetuk Kamar Lena, dan Lena pun segera membukanya "Ada apa kak?" tanya Lena lagi
"Aku boleh menginap di kamarmu lagi?" tanya Sean
"Mau di sini lagi?" tanya Lena
"Iya,, boleh tidak?" tanya Sean
__ADS_1
"Sebentar" ucap Lena, dia pun menutup pintu kamarnya lagi
Sean pun sedikit heran
"Kenapa harus ada acara sebentar?" gumam Sean
Sean pum menunggu hingga beberapa saat di depan pintu, hingga dia pun akhirnya sdikit bosan "Apa ini alamat Lena tidak mengijinkan? ya sudah lah ke kamar ku saja" ucap Sean akan beranjak
Namun 'Ceklek' pintu kamar Lena pun di buka lagi saat Sean akan beranjak "Masuk kak" ucap Lena
"Oh, ku kira kamu tidak mengijinkan" ucap Sean
Sean pun segera masuk kedalam ruangan kamar Lena, dan seketika semerbak harum khas wanita baru mandi pun tercium oleh Sean, dan aromanya bercampur dengan wangi parfum yang sering di pakai oleh Lena
Sean pun mulai memperhatikan Lena yang berada di depanya sekarang, dia masih mengenakan handuknya, tapi yang Sean sayangkan wajah Lena masih terlihat murung seperti tadi, dan seperti ada keraguan yang dia simpan di hatinya
"Len, sebenarnya kamu ada apa, kenapa kakak lihat kamu murung dari tadi?" tanya Sean
"Apa kakak menikahi Lena hanya karena kasihan?" tanya Lena sambil menatap lurus mata Sean
Sean pun tersenyum "Pertanyaan apa itu?, kakak menikahimu karena kakak cinta, memangnya ada apa?, apa ada yang mengatakan sesuatu padamu tentang kita?" tanya Sean
"Kata Gina, kalau pasangan pengantin tidur bersama, tapi tidak terjadi apa-apa di antara mereka, itu artinya tidak ada cinta di antara mereka" ucap Lena
Sean tersenyum Rumit mendengar itu, 'Kenapa bicara hal seperti ini ke Gina?, haduh Lena Lena' pikir Sean, di sisi lain Sean ingin sekali langsung mencubit pipi cabi Gina, karena sudah membuat Lena resah seperti ini,
Tapi di sisi lain Sean merasa berterimakasih karena Sepertinya Gina sudah memberikan saran pada Lena, jadi Sean tidak perlu memakai rayuan pamungkasnya untuk memulai
"Len, kakak tidak melakukannya, bukan berarti kakak tidak cinta, tapi kakak hanya merasa...." Sean pun menghela nafasnya "Baiklah, kalau memang itu bisa membuktikannya, kakak akan melakukannya sekarang" ucap Sean, dia pun langsung menggendong tubuh mungil Lena yang terbalut handuk itu, kemudian melangkah perlahan sambil beradu pandang dengannya menuju ke tempat tidurnya, Sean pun membaringkan tubuh Lena di Ranjangnya, kemudian Sean pun perlahan memulai aksinya
Malam penuh cinta ini pun mereka lewati bersama, Sementara Rania tertidur cukup pulas di kamarnya, sendirian
…
Malam pun terasa sangat cepat berlalu, Keesokkan paginya, di kamar yang bernuansa putih putih itu pun, terlihat Lena yang sudah terbangun lebih dulu, dia hanya terus memeluk suaminya, hingga akhirnya Sean pun juga terbangun
"Hey, pagi?" ucap Sean
"Pagi juga" ucap Lena tersenyum
"Lagi apa?" tanya Sean bas basi
"Lagi meluk kaka" ucap Lena
"Apa kamu tidak bisa tidur lagi semalam?" tanya Sean
Lena pun hanya mengangguk manja di dekapan Sean
Sean sedikit Heran dengan Lena , meski perwakan Lena lebih kecil dari pada Rania, tapi di malam pertamanya ini dia tidak mnitikan Air mata seperti Rania, bahkan bisa sampai finish hingga beberapa kali,
__ADS_1
Sean sempat meragukan kalau ini pertama kalinya untuk Lena, tapi selaput itu dan bercak merah di sepray mematahkan keraguannya