
Merekapun naik ke lantai dua, dan langsung menuju balkon bagian belakang rumah, Intan pun membuka pintu yang juga di dominasi kaca, dari dalam pun sudah mulai terlihat pemandangan nya, tapi intan mengajak Sean langsung ke luar balkon
"Gimana?, indahkan?" tanya intan yang melihat Sean tidak berkdip melihat kebagian belakang rumah
Seanpun melihat taman yang terhampar cukup luas di area belakang rumah dengan tatanan phohon pohon yang di atur sedemikian rupa yang menjadikanya seperti taman alam yang cukup indah dengan rerumputan hijau sebagai alasnya, di tambah kolam ikan yang serasi dangan tema alam di sekitarnya dengan ikan ikan koi yang berwarna warni,
"Sangat indah, kenapa ibu tidak membuat yang seperti ini di kota J" ucap Sean
"Taman alami seperti ini mana Serasi dengan mansion tante kartina yang bergaya klasik eropa kan?, ini spot paforitku di rumah ini kak," ucap intan
"Ya, menurut Kakak juga sepertinya begitu" ucap Sean sambil berpegang ke pagar pembatas yang juga berbalut kaca transparan
Sean pun berdiam cukup lama di spot ini untuk memanjakan matanya, sambil mengobrol dengan intan di sisinya, beberapa waktu berlalu intan pun pamit setelah makan siang, sementara Sean beristirahat di kamar setelah melihat lihat rumah sebentar
…
Setelah hari beranjak sore Sean pun turun kebawah bermaksud untuk ke tempat Rania lagi,
"Sore tuan, apa ada yang anda butuhkan?" ucap yono
"Aku mau keluar, apa ada kendaraan di rumah ini?" tanya Sean
"Ada tuan, mari saya tunjukan" ucap yono yang menuntun Sean ke garasi Rumah
Sean pun masuk ke area garasi, hanya ada 2 mobil di garasi ini, yang satu mobil maserati grandturismo hitam dan yang satu lagi jeep wrangler rubicon berwarna merah hitam yang elegan
"Anda mau pakai yang mana?" tanya yono
Sean penasaran kenapa ibunya membeli mobil wrangler rubicon yang identik dengan gaya laki laki, kalau maserati masih wajar karena jenis mobil sport
"Pak Yono, kenapa ada mobil jeep di sini, siapa yang suka pakai?" tanya Sean
"Oh ini,,,, mobil ini suka di pakai nyonya kalau dia ingin naik gunung tuan, nyonya juga suka pergi ke daerah pegunungan yang dekat dengan perusahaanya yang di daerah kota S kalau dia kemari" ucap yono menjelaskan
"Begitu kah, boleh kah aku tau tempat yang suka di datangi ibu itu?" tanya Sean
"Boleh tuan"
Pak Yono pun memberi tau Sean gunung mana yang suka di singgahi Kartina dengan mobil itu, dan Sean cukup tertarik untuk menyinggahinya juga
__ADS_1
"Oke, kalo begitu saya mau coba mobil ini saja" ucap Sean yang penasarn dengan mobil ini
Sean pun pergi menggunakan jeep wrangler rubicon berwarana merah hitam itu dan langsung keluar rumah tampa di temani supir, dan tampa di temani Agam juga meskipun dia ingin ikut karena khawatir akan keselamatanya,
Sean masih mengingat nama jalan di tempat kantornya Rania, jadi mudah untuk Sean pergi kesana lagi dengan map meskipun jaraknya sedikit jauh
Setelah beberapa waktu Sean pun sampai di dekat kantor Rania, diapun langsung melihat seorang pria yang mengajak ngobrol Rania, meskipun Rania sepertinya terus menghindarinya
Wajah pria ini tidak asing untuk Sean, "Pantas saja di kota J tidak pernah terlihat batang hidungnya lagi, ternyata dia di Sini juga" gumam Sean
Sean pun menghentikan mobilnya tepat di belakang mobil Leon
"Mendingan kamu pergi, aku tidak percaya lagi omongan mu itu" ucap Rania yang menghindar terdengar oleh Sean
"Ran ayolah, sudah berapa kali ku bilang, masalah di kota J itu hanya akal akalan si Sean kampungan itu saja supaya kamu membenci aku" ucap Leon
"Tidak aku tidak ingin dengar lagi ucapan mu, minggir, aku mau keluarin mobilku" ucap Rania yang mobilnya terhalang oleh mobil Leon yang tepat di depan pintu gerbang masuk kantor
Leon pun meraih pergelangan tangan Rania "Ayolah Ran aku.............." ucapan Leon pun terpotong
"Sebaiknya kau lepaskan tangan sampahmu itu dari tangan pacarku" ucap Sean yang baru saja turun dari mobilnya, dia sedikit tidak Rela melihat pacarnya di paksa paksa oleh Leon
Sontak mereka pun menoleh ke asal suara Sean itu
"Menurutmu?" ucap Sean "Aku hitung sampai tiga, kalau kamu tidak melepaskan tanganya,, maka tanganmu yang akan ku patahkan" ucap Sean
"Satu.....
Baru hitungan satu Leon sudah mnggedor pintu mobilnya dan keluarlah 2 sosok tinggi tegap dari mobil Leon itu, itu adalah zopar dan Rekannya yang sama sama peterung tingkatan 2 di Redbear, dan termasuk 2 di antara 5 petarung terbaik yang di punyai Redbear
"Sasaran empuk, dia tidak di dampingi bayi besarnya sekarang" ucap zopar yang melihat Sean tidak di dampingi oleh Agam
"Langsung sikat saja dan patahkan tanganya, berani beraninya dia mengancamku seperti itu" ucap Leon
Dia tidak menutupi lagi kejelekanya di depan Rania, dia sudah kepalang jelek di depan Rania karena Sean sudah memberikan rekaman Leon itu ke Rania Waktu itu
"Baiklah, kita lihat, bisa bertahan berapa lama dia" ucap Zopar yang perlahan mendekati Sean dengan rekannya
"Sean,,,, lari,,,,, mereka mau memukulimu, cepat lari, aku tidak akan apa apa di sini" ucap Rania yang melihat Sean di kepung 2 orang yang tinggi dan besar itu
__ADS_1
Sean hanya tersenyum, "Sepertinya hitungan ku harus sedikit di ulur" ucap Sean tenang
Merekapun sekarang sudah berhadapan
"Kemana bayi besarmu itu?, kenapa tidak kamu bawa?, apa kamu malas menggendongnya?" 'hahaha' dua pria ini pun tertawa bersamaan
"Aku tidak perlu siapa siapa untuk melawan 2 bayi beruang macam kalian ini, aku hanya perlu melepas popok kalian saja kan?" ucap Sean balas mengolok mereka
"Sean cepat pergi" ucap Rania yang masih mncoba lepas dari tangan Leon
"Diamlah, sebentar lagi kita akan lihat pertunjukan seru" ucap Leon
2 pria yang balas di olok oleh Sean itupun seketika emosinya memuncak "Bangs*t, kamu bilang kami bayi beruang, kita lihat saja siapa yang akan berguling seperti bayi nanti" ucap zopar
Diapun langsung memukul ke arah wajah Sean , Sean pun sigap menangkap pukulan zopar dan langsung meninju wajahnya balik dengan keras, hingga dia pun terjungkal kebelakang
Pria yang stunya tidak tinggal diam dia langsung meninju Sean juga tapi Sean sedikit menghindar dan menangkap pergelangan tanganya, dan langsung memukul keras sendi sikut nya hingga terdengar bunyi "krek" dan tangan yang tadinya lurus itu pun menjadi bengkok ke atas karena sendinya patah oleh pukulan Sean
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa" pria ini berteriak cukup keras
Sean pun langsung memukulkan sikutnya ke arah dada pria itu, dan pria itu pun seketika mundur dan kehilangan keseimbanganya dan terjatuh di tanah sambil memegangi sendi tanganya yang patah
Zopar pun sudah bangkit dia sedikit ngeri melihat Rekanya seperti itu "Kurang ajar" zopar segera menyerang Sean Lagi dengan tendangan
Sean dengan cepat menangkap tendangan zopar yang terarah ke wajah nya dengan 2 tanganya dan mencengkramnya erat di udara , dan dia menendangkan kakinya ke lutut Zopar yang satunya lagi yang masih mnginjak tanah, hingga terdengar lagi bunyi 'krek'
"Aaaaaaaaaaaa"
Di barengi triakan Zopar yang memilukan dan menjatuhkan badanya sendiri ketanah saat Sean melepas kaki satunya
Zopar pun mersakan ngilu yang teramat sangat di lututnya yang di tendang Sean tadi karena mungkin sendinya tergeser
Kejadian pertarunganya sangat cepat, dan tidak butuh waktu lama untuk Sean bisa mebuat dua Orang yang tinggi besar itu mengaduh kesakitan di tanah
"Sudah kubilang, kalian hanya bayi beruang" ucap Sean
Memang kemampuan bertarung Sean sudah jauh meningkat sekarang, jangankan mereka yang berada di tingkatan 2 Redbear, Agam yang hampir setara master di Redbear pun sudah kewalahan menghadapi Sean di ring tinju di tempat latihan meskipun Sean tidak memakai cincin kursaninya
Leon pun tidak habis pikir dengan kejadian yang begitu cepat ini. "Ti tidak mungkin" ucap Leon yang tidak menyangka dengan perawakan Sean yang sedang itu dia bisa mengalahkan 2 pria besar ini dengan tempo yang sangat singkat
__ADS_1
...~°~...
...(jangan lupa like, komen, dan dukung terus)...