
Tapi Sean tidak mengendorkan tangannya sama sekali "Sungguh?, apa benar kamu bisa melakukanya" ucap Sean
"Tentu saja, Rania sangat mempercayaiku dari dulu, aku Selalu baik di matanya" ucap Leon
"Benarkah bagaimana kalau aku memberitau kelakuanmu ini pada Rania" ucap Sean terus memancing Leon
Leon pun hanya tertawa "Selama bertahun tahun ini tidak ada yang bisa menjelekanku di depan Rania, karena memang aku tidak pernah menampakan kejelekanku di depanya, jadi semoga berhasil" ucap Leon
"bertahun tahun?, apa itu Artinya bukan hanya aku saja yang sudah kau ganggu?" tanya Sean
"Tentu saja, Rania itu terlahir begitu menarik, aku sudah banyak menghajar orang orang seperti kau ini, aku tidak bisa merelakan Rania bersama dengan orang orang cupu macam kau, meskipun jujur aku sudah beberapa kali berganti wanita, tapi tidak ada yang membuatku penasaran sama seperti Rania, jadi apapun yang terjadi aku harus memilikinya" ucap Leon
"Kalau begitu, selamat mencoba," ucap Sean, dia pun langsung memukul wajah Leon hingga dia terjatuh ke lantai
"Ahhh" triak Leon, Leon pun segera terduduk kemudian dia menyeka darah di sudut bibirnya "Kesalahan besar, kau akan menyesali karena melakukan ini padaku" ucap Leon
"Ku harap kau juga menyesal karena mengucapkan perkataan yang tadi padaku, karena aku merekam semua yang kau ucapkan tadi dalam ponselku" ucap Sean sambil memperlihatkan ponsel di saku kiri kemejanya
"Kurang ajar, kau menjebaku?" ucap Leon
"Aku hanya tidak lebih bodoh darimu, jika kau licik, aku juga bisa curang" ucap Sean
"Agam kita pergi, kita hanya buang waktu saja di sini" ucap Sean sambil berbalik
"Baik," ucap Agam, anak buah agam juga segera bangkit dan mengikuti Agam, karena mereka juga tidak terluka terlalu parah
"Kau akan menyesal, lihat Saja nanti" teriak Leon yang melihat kepergian Sean
Seanpun masuk kedalam mobilnya kembali, "Agam, apa anak buahmu tidak terluka parah?" tanya Sean
"Kurasa tidak" ucap Agam
"Baiklah, kalau begitu kita pergi" ucap Sean
Mobilpun segera melaju, Sean sudah mendapatkan bukti dari perkataan Leon, meskipun itu tidak cukup kuat untuk memenjarakan Leon, tapi stidaknya itu cukup untuk membuat Rania percaya
Sean pun melihat ponselnya, ada beberapa panggilan masuk dari Rania yang baru dia sadari, diapun segera menghubungi Rania
"Hallo Ran" ucap Sean
"Hallo sayang, kamu kemana saja sih, aku teleponin dari tadi gak di angkat angkat, aku kan khawatir tau" ucap Rania di sebrang telpon
"Iya maaf Ran, aku ada urusan mendadak tadi, kamu juga dari tadi di hubungi phonselmu sibuk terus Ran" ucap Sean
"Iya, memang ada yang meneleponku terus dari tadi, tapi tidak tau juga siapa yang ngehubungiku, tidak jelas di tanya juga, entah salah sambung atau iseng, tapi di matiin juga terus nelpon lagi, " ucap Rania
__ADS_1
"Begitukah?" Sean berpikir kalau itu pasti masih ulahnya Leon Supaya Sean tidak bisa menghubungi Rania tadi
"Apa kamu Sudah makan?" tanya Sean
"Belum, aku daritadi mencemaskanmu, tidak biasanya kamu tidak angkat tlponku, jadi aku nunggu di lobi dari tadi, apa kamu sendiri sudah makan?" tanya Rania
"Aku juga belum Ran, sepertinya tidak akan sempet kalau sekarang" ucap Sean
"Iya, bentar lagi juga masuk kantor," ucap Rania
"Kalu gitu, aku tutup dulu panggilanya ya" ucap Sean
"Iya, dah sayang" ucap Rania
Sean pun kembali ke kantor dan kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa, hingga tidak terasa waktu pulang pun tiba, Sean pun segera turun dan menunggu Rania di lobi
"Hay Sayang, sengaja yah nungguin" tanya Rania, dia yang sekarang sedang belajar menggunakan hijab, dia menggunakan pashmina berwarna abu
"Iya Ran, kamu cantik Ran pakai kerudung itu," ucap Sean memuji
"Makasih sayang"ucap Rania
"Sudah sayang sayangan yah sekarang?? kapan jadianya? ko aku belum kebagian traktiran sih" ucap Seli
"O iyah kita makan di luar yuk, kamu belum makan kan tadi?" tanya Sean
"Sembarangan, aku sudah besar!, kalau kalian tidak ingin mentraktirku karena sudah jadian, ya sudah aku pulang sendiri saja, aku jugakan belum makan kan, tega sekali kalian melakukan ini pada gadis baik sepertiku" ucap Seli sambil memanyunkan bibirnya
"Ran, gak papah, biarkan saja dia ikut" ucap Sean
"Tapi dia....peng gang gu" ucap Rania pelan, tapi dia berpikir kasian juga kalau Sepupunya ini pulang sendirian "Baiklah Sel, kamu boleh ikut, asal kamu diam saja nanti jangan banyak bicara, oke?" ucap Rania
"Yes,, takan ku biarkan kalian bahagia di atas penderitaan gadis imut sepertiku" ucap Seli tersenyum penuh kmenangan
Mereka bertiga pun mencari Restoran yang agak jauh dari kantor, seperti biasa mobil pink Rania yang slalu jadi andalan,
Sesampainya di Restoran merekapun duduk terpisah dari Seli, karena Rania tau betul, tidak akan tenang jika mereka duduk dalam satu meja, merekapun memesan makanan mereka
"Sel, kalau mau tambah, tambah saja, jangan sungkan, aku yang bayar" ucap Sean
"Wah asiiik, tau saja kak Sean kalau aku sangat lapar, terimakasih kak Sean, kalau gini kan enak, aku tidak perlu mengganggu kalian"
Rania pun hanya tersenyum "Maaf ya, Seli dari dulu memang kaya gitu, tidak tau malu" ucap Rania
"Tidak apa, aku juga mulai terbiasa," ucap Sean
__ADS_1
"Iya, kurasa dia juga perlu pendamping supaya dia tidak mengikuti kita terus" ucap Rania
"Sepertinya begitu, kita carikan saja dia pasangan" ucap Sean asal sambil tersenyum
"Jangan ngomongin aku, aku masih bisa mendengar kalian, aku tidak ingin punya pacar, aku hanya ingin mengganggu kalian saja sampai nanti" ucap Seli yang hanya terhalang satu meja dari mereka
Rania dan Sean pun hanya tersenyum tampa menggubrisnya lagi, merekapun mulai memakan makanan mereka
Setelah Selesai makan mereka pun melirik meja Seli, mereka masih harus menunggu Seli karena harus menghabiskan banyak dessert yang di pesanya
"Ya ampun Sel, apa kamu seminggu gak makan?, apa harus sebanyak ini pesen dessertnya?" ucap Rania
"Kali kali boleh dong kak, mumpung ada yang traktir ini, iya kan kak Sean?" ucap Seli
"Iya bebas, kalau mau pesen lagi boleh ko" ucap Sean
"Enggak enggak, jangan suruh dia pesan lagi, bisa tengah malam kelarnya nanti" ucap Rania
Selesai makan Sean pun membayarnya, setelah itu merekapun pulang dan mengantar Sean ke Rumah Sewanya
"Mau mampir dulu Ran" ucap Sean basabasi
"Enggak ah, mungkin kapan kapan" ucap Rania
"Ya Sudah hati hati kalau gitu" ucap Sean
"Iya, sampai ketemu lagi besok ya, dah" ucap Rania
"Iya kak Sean, dadah, makasih yah traktiranya, muah muah i love u kak" ucap Seli
"Hey, dia pacar kakak, bukan pacar kamu" ucap Rania melotot sambil mencoba menggelitik Seli
Seli pun di buat tertawa di dalam mobil oleh Rania "Iya iya ampun ampun, aku hanya kasih contoh yang benar saja kak, hentikkan, itu geli" ucap Seli sambil terus tertawa
Raniapun tidak lama menghentikan Aksinya, "Ya sudah Aku pulang ya," ucap Rania pada Sean yang sedari tadi melihat tingkah mereka ini
"Iyah, hati hati" ucap Sean
Rania pun Segera pulang dengan Seli, Seanpun masuk ke rumah Sewanya beberapa waktu dan tidak lama Agam pun menjemput
"Langsung pulang tuan?" tanya Agam
"Iya, pulang saja," ucap Sean
"Baiklah, O yah tuan, aku dapat kabar tentang gadis kota B anda, dia akhir akhir ini ada pria yang mencoba mendekatinya, dia pria dari fakultas yang sama juga denganya, apa perlu kita tindak?" ucap Agam
__ADS_1
Sean berpikir beberapa saat "Tidak papah, biarkan saja, pastikan Saja dia tidak berbuat macam macam pada Lena, pantau saja terus" ucap Sean yang sejujurnya ada sedikit perasaan cemburu
"Baiklah kalau begitu" ucap Agam