Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Naik gunung


__ADS_3

Diapun mulai menyusuri jalananan kota J untuk menuju arah ke luar kota, dan beberapa kota pun dia lewati dengan motor trail nya, termasuk kota B pun dia lewati , perlahan dia pun keluar dari perbatasan Kota B dan masuk ke Kota G,


Waktu tempuh dari kota J ke kota G lumayan lama sekitar 7 hingga 8 jam perjalanan menggunakan motor, Sean juga sempat mampir di beberapa rest Area untuk sekedar istirahat sejenak dan mengisi perutnya dan mengisi bahan bakar


Dia pun akhirnya tiba di jalanan yang menuju pegunungan yang menanjak, dengan kondisi jalan tidak terlalu bagus, "Tidak kebayang kalau pake mobil sport, bagaimana keadaanya setelah melewati jalan yang begini?" gumam Sean


Diapun terus memacu motor trailnya mnyusuri jalanan pedesaan dan akhirnya diapun Sampai di depan rumah ayah dan ibu angkatnya itu


Rumah yang berukuran sedang dengan kondisi yang seadanya, kebetulan Sean sampai pas pertengahan hari jadi ayah dan ibu angkatnya pun biasanya kembali untuk beristirahat dari kebun


Saat Sean memarkirkan motornya di depan Rumahnya, ibu dan ayahnya pun melihat Sean, merekapun segera keluar bersamaan dengan adik adik Sean yang tiga tiganya perempuan


"Sean" yang pertama memeluk Sean adalah ibunya "Kemana saja kamu ini, ibu sampai Rindu" ucap bu Ika dengan bahasa daerah, dengan mata berkaca kaca


"Iya maaf bu, Sean terlalu fokus kerja, bukanya tidak ingat kalian" ucap Sean


Sean pergi memang lumayan Lama, waktu masih bekerja di rumah makan dia sudah 6 bulan tidak pulang, dan di kota J hampir 2 bulanan,


"Pak" ucap Sean memeluk ayahnya juga, ayahnya tidak terlalu banyak berkata kata hanya matanya yang berkaca kaca


Kemudian adikk adiknya juga menghampiri Sean


"Sudah besar besar kalian yah, sinih peluk kakak" ucap Sean


Adik Sean memang masih belum ada yang dewasa, Aca duduk di bangku sekolah menengah pertama, Isna di sekolah dasar dan Aya masih TK, merekapun memeluk Sean bersamaan


"Sudah biarkan kakak kalian masuk dulu, pasti dia capek" ucap bu Ika


"Iya bu," ucap adik adik Sean serempak


Sean pun masuk ke tempat dimana dia tumbuh besar, banyak kenangan di setiap sudut Rumah orang tuanya ini, dia pun masuk ke kamarnya yang sebelumnya dia tempati, hanya ada Satu kasur tampa alas dan Lemari kecil yang dia buat sendiri


"Sean kamu istirahatlah dulu, kamu pasti cape" ucap bu ika

__ADS_1


"Iya bu" ucap Sean, dia pun melepaskan Ranselnya dan berbaring di kamar yang penuh dengan kenangan ini, tidak lama dia pun tertidur dengan perasaan tenang dan nyaman


Hari pertama Sean blum melakukan apa apa, Hari ke 2 dia mulai mencari rumah dan lahan perkebunan di sekitar untuk dia beli dan bermaksud memberikanya pada ibu dan ayah angkatnya, dia juga membeli banyak hadiah untuk ayah, ibu, dan adik adiknya, dari pakaian, alat sekolah, dan beberapa barang lainya


Hari ketiga Sean Sudah mendapatkan Rumah yang lumayan besar, dan tanah yang lumayan Luas, dan membeli mobil bak terbuka untuk mengangkut hasil panen, tidak lupa dia juga merekrut pekerjanya juga, supaya ayah dan ibunya tinggal duduk Saja di Rumah


"Bu, kenapa tidak mau pindah, di sana Rumahnya lumayan besar" ucap Sean


"Ibu sudah berpuluh puluh taun di Rumah ini, masa iya harus ibu tinggalkan" ucap bu Ika


"Bu, tidak harus di tinggalkan, Rumah ini akan tetap ada, ibu boleh pulang Lagi kemari, tapi Sean Ingin ibu Lihat dulu Rumah yang Sean baru beli" ucap Sean


Bu Ika merenung sejenak


"Baiklah kalau begitu" ucap ibu Ika


Mereka sekeluarga pun pergi melihat Rumah yang di beli Sean, ukurnya memang lumayan besar, meskipun tidak bertingkat, tapi Rumahnya cukup nyaman, bisa di bilang kalau Rumah ini termasuk Rumah yang bagus juga di daerah pedesaan


Hari ke 4 ibu ibu tetangga berkumpul di rumah baru Sean dengan membawa serta anak Gadis mereka, berharap mereka ada jodoh dengan Sean yang menurut mereka Sean sudah sukses di kota


"Sean, masa iya tidak ada yang cocok dengan mu?, mereka kan cantik cantik, dan baik juga" ucap bu Ika


"Bu, Sean bukanya tidak menghargai niat baik ibu untuk mencarikan jodoh untuk Sean, tapi Sean sudah ada calon" ucap Sean, yang berpikir kalau bukan Rania ya Lena yang dia nikahi


"Baiklah kalau kamu sudah ada calon, bawa secepatnya kedepan ibu ya, ibu penasaran ingin lihat calon mantu" ucap bu ika


Sean sedikit bingung, karena dari kedua gadis itu Sean belum ada yang sudah Resmi hubungan, tapi dia tetap menjawab "Iya bu, Secepatnya pasti akan ku bawa ke sini" ucap Sean


Sore harinya Sean berniat untuk pergi ke puncak gunung dengan motor trailnya, dia ingin melihat sunset yang sudah lama tidak dia lihat dari puncak, jarak dari pemukiman ke puncak gunung memang tidak terlalu jauh, jadi diapun sengaja berangkat sore hari


Dia pun bersiap dan mulai memakai sepatu gunungnya di halaman rumah, ketika dia selesai memakai sepatu dia mengangkat kepalanya dan langsung melihat sosok wanita yang berdiri tidak jauh di depanya, entah dari kapan ada seseorang di sana, Sean pun tidak sadar


"Sri?, kamu disini?, ku kira kamu tidak akan kembali ke desa ini lagi" ucap Sean yang sangat mengenali gadis di depanya ini

__ADS_1


"Sean, maaf jika waktu itu aku pergi tidak pamit dulu padamu" ucap Sri


Sri adalah gadis di masa Sekolah Sean yang sangat dekat denganya dan berkesan di hati Sean, wajahnya lumayan cantik, dengan rambut panjang yang tergerai di punggungnya, ketika mereka keluar sekolah mereka tidak pernah bertemu lagi karena Sri pindah ke kota T


"Tidak papah, lagian itu juga Sudah lama berlalu, aku juga sudah mulai lupa" ucap Sean yang Sejujurnya dia juga merindukan masa masa itu


"Kamu mau kemana?" tanya Sri


"Aku ingin kepuncak gunung, sudah lama aku tidak naik gunung" ucap Sean


"Bolehkah aku ikut denganmu?" tanya Sri


"Ikut saja kalau kamu mau, tapi ganti bajumu dulu, takutnya malah tersangkut kalau kamu pakai rok" ucap Sean yang melihat sri memang menggunakan rok panjang


"Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar" Sri pun bergegas kerumahnya dan mengganti roknya dengan celana hiking, kebetulan mereka masuk dalam komunitas pecinta alam waktu Sekolah menengah, jadi dia masih punya beberapa barang untuk naik gunung


Sri pun kembali kerumah Sean, Sean pun sudah menunggu di atas motornya, "Sudah, ayo pergi" ucap Sri


"Oh, baiklah" ucap Sean sambil menghidupkan motornya


Sri pun naik di belakang Sean "Ayo jalan" ucap Sri


"Baik baik" Sean pun mulai melajukan motornya, dan mulai melewati jalanan yang menajak, dia pun terus melajukan motornya hingga di ujung jalan


Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, mereka berjalan beriringan dengan Sean yang memimpin di depan, sesekali Sean membantu Sri untuk naik dengan memberikan tanganya untuk jadi pegangan Sri


Melewati pepohonan pinus yang rimbun, mereka cukup akrab di sepanjang perjalanan, meski terkadang Sean ada perasaan canggung juga saat mereka berdekatan


Merekapun akhirnya tiba di puncak gunung yang tidak jauh dari pemukiman itu "Sudah lama ya kita tidak berada di kondisi seperti ini" ucap Sri sambil duduk di sebuah batu di belakang Sean


"Iya, Rindu juga ke masa masa itu" ucap Sean yang sekarang berdiri di tepian tebing sambil memandangi pemandangan yang ada di bawahnya


"Sean, apa kamu pernah mengharapkan kita untuk bersama lagi?" tanya Sri

__ADS_1


__ADS_2