Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Latihan


__ADS_3

Keesokan paginya Sean bangun seperti biasa, dan melakukan aktifitas olah raganya seperti biasanya, dan setelah aktivitas rutinnya itu selesai dia pun segera bersiap siap pergi ke kantor lagi, dia merasa sangat bersemangat hari ini,, dia pun turun ke lantai bawah dan mencari ibunya untuk berangkat bareng, tapi dia mendapati kalau ibunya masih melakukan Yoga di area belakang Rumah, jadi Sean pun menghampirinya


Kartina pum sadar dengan kehadiran Sean di belakangnya,, jadi diapun menoleh "Arman, kamu mau kemana?" dia tersenyum melihat Sean yang sekarang sudah rapih


"Pergi ke kantor kan " ucap Sean


Kartina semakin melebarkan senyumnya "Arman, sekarang akhir pekan, kantor hari ini libur," ucap Kartina


"Oh, seperti itu kah?, aku tidak ingat kalau hari ini akhir pekan" ucap Sean, dia biasanya bekerja di rumah makan, dan tidak mengenal hari libur


"Iya, kamu tidak perlu pergi ke kantor, lebih baik kamu kursus mengemudi saja hari ini" ucap Kartina


"Baiklah, itu sepertinya ide bagus" ucap Sean,


Ibunya pun melanjutkan aktivitas nya, namun pandangan Sean teralihkan ke punggung pergelangan tangan ibunya yang putih itu,, Sean melihat di pergelangan tangan Kartina itu sepreti ada bekas luka yang cukup lebar, dia pun sangat penasaran dan menanyakan


"Bu, lengan mu kenapa,? sepertinya itu bekas luka yang cukup dalam?" tanya Sean, dia memang baru memperhatikan lengan ibunya itu, karena setiap harinya lenganya itu memang tertutup


"Ah ini, bukan apa-apa, ini hanya tergores sesuatu saja " ucap Kartina sambil menyentuh lenganya itu


Sean merasa seperti ada yang janggal, tapi dia juga tidak banyak bertanya lagi, "Oh, Baiklah aku akan panggil Agam dulu, aku pergi ya bu" ucap Sean


"Iya, hati hati"


Sean pun segera memanggil agam dan bergegas ke garasi rumah, Agam pun langsung menghampiri Sean, dan mereka pun masuk ke dalam BMW putih milik Sean dan melajukanya keluar mansion

__ADS_1


"Agam, aku ingin belajar mengemudi, apa kamu bisa mengajariku? aku malas kalau harus pergi ke tempat kursus" ucap Sean


"Baik, tentu saja" Agam pun menghentikan mobil di pinggir jalanan komplek yang sepi, mereka pun bertukar posisi tempat duduk, sebelum Sean mulai Agam menjeaskan bagian bagian penting untuk dasar dasar mengemudi


Setelah mendengar beberapa penjelasan Sean pun paham dan mulai mengendarai mobilnya perlahan di jalanan komplek, gerakan mobilnya masih patah patah, ma'lum, baru pertama kalinya dia memegang stir


Tapi setelah beberapa waktu laju mobil sudah lumayan halus tapi masih pelan, Sean terus mengelilingi komplek beberapa kali, Sean sudah tidak sekaku tadi lagi mobil pun sudah melaju dengan kecepatan sedang dan setabil, Agam pun menyarankan untuk langsung turun kejalanan kota karna melihat progres belajar Sean sangat baik


Dia pun keluar komplek dan mulai melajukan mobilnya di jalan raya, Sean mengemudi sudah jauh lebih rilex dari pada di awal, dia pun mulai berani berbincang dengan Agam


"Agam, aku ingin tanya!, apa kamu tau kenapa ibuku punya bekas luka di tanganya,? aku yakin itu bukan luka biasa" tanya Sean


Agam tidak langsung menjawab, dia seperti memutar memori otaknya dan menghela napas


"Maksudmu?" Sean makin penasaran dengan kata kata Agam


"Dia memiliki musuh yang bersembunyi, sudah sering ibumu bertemu dengan orang yang mengincar nyawanya, dari pembunuh bayaran atau pereman preman suruhan, dia sering menghadapi situasi yang di luar dugaan, itulah alasan kenapa ibumu memiliki banyak pengawal terlatih untuk melindunginya" ucap Agam


"Dan bekas luka di tanganya itu nyonya dapat setahun yang lalu, aku dan beberapa rekanku gagal melindunginya dari serangan pisau yang mengarah kelehernya, mereka selalu mengirim orang yang tidak takut mati dan terlatih, dia juga pandai mencari kesempatan untuk menyerang nyonya saat dia di luar dan saat penjagaan lengah,"


"Saat itu nyonya sedang menyurvei pekerjaan kontruksi untuk kantor cabang di luar kota, mereka menyamar sebagai buruh, ada 3 orang yang menghampiri nyonya dengan tidak menimbulkan kecurigaan dari kami, dan salah satu dari mereka langsung mengeluarkan pisau dan mengarahkan ke arah nyonya dan kami tidak siaga, tapi untungnya dia bisa melindungi dirinya sendiri, dia menghalanginya dengan tanganya, kami langsung bergerak dan menghajar mereka, mereka pun tertangkap tapi mereka memilih mati daripada membocorkan siapa yang menyuruh mereka"


"Jadi kita tidak pernah mendapat petunjuk apa apa untuk mencurigai orang, aku merasa gagal dengan diriku karna tidak bisa melindungi keselamatan nyonya" ucap Agam


Sean pun terdiam beberapa saat

__ADS_1


"Ini, ini tidak pernah kubayangkan sebelumnya, ku kira kehidupan ibu itu damai seperti yang ku lihat sekarang, tidak kusangka serumit itu, dia bener benar wanita yang kuat, dia tidak menceritakan kepahitanya itu kepadaku" ucap Sean kagum


Sean pun berpikir, kalau dia ingin melindungi ibunya, atau bahkan melindungi dirinya sendiri, itu artinya dia harus jadi lebih kuat dari sekarang, "Agam, aku ingin jadi sepertimu, tolong ajari aku untuk jadi kuat" ucap Sean yang sebelumnya sudah melihat kemampuan dan kekuatan Agam yang cukup mengerikan


"Baiklah, kalau begitu kita ke markas sekarang" ucap Agam, dia pun memandu Sean pergi ke markas yang di maksud Agam, mereka pun akhirnya sampai di sebuah bangunan besar seperti aula, mereka pun masuk, di dalam ruangan yang luas ini hanya di penuhi berbagai macam alat untuk melatih tubuh, ring tinju, dan masih banyak perlengkapan lainya


Sean tercengang, karna baru sekarang dia melihat yang seperti ini, mereka pun masuk, Agam pun langsung menjelaskan beberapa alat yang tidak jauh dari tempat kami berdiri, cara pakai, pungsi, dan keterangan lainya,, ada beberapa orang juga yang sedang berlatih di sana, dan mereka menyapa agam dengan sebutan 'KETUA', Sean lumayan kaget 'ternyata Agam punya bawahan juga' gumam Sean


Sean pun mulai melakukan pemanasan atas arahan Agam, dia pun mulai berlatih dari yang paling mendasar, tapi karna dasar Sean sudah lumayan bagus karna sering berlatih juga, Sean pun langsung melanjutkan ketahap mningkatkan kekuatan otot, meningkatkan kecepatan, dan menajamkan insting,


Dengan beberapa latihan berat dan gerakan bela diri dari Agam, Sean terus berlatih apa yang agam arahkan padanya, tidak ada kata lelah atau menyerah, Sean sudah membulatkan tekad nya untuk jadi lebih kuat


Hingga tak terasa waktu pun sudah beranjak sore, Sean pun menyudahi latihan yang menguras setaminanya ini, dia pun langsung terkapar di lantai dengan ter engah engah


"Minum ini, untuk mengembalikan stamina anda dan meningkatkan kekuatan otot" ucap Agam sambil menyerahkan gelas yang di dalamnya ada ramuan khusus yang di racik oleh Agam sendiri , entah terbuat dari apa tapi tampilanya hampir sama dengan jamu pada umumnya


Sean pun meminumnya, 'tidak enak sekali rasanya ' gumam Sean, tapi dia tetap menghabiskannya, Sean pun mengistirahatkan dirinya bahkan dia sampai tertidur mungkin karna dia kelelahan


Setelah beberapa waktu tertidur dia pun bangun, rasa capeknya juga sudah hilang, malah dia merasa tubuhnya lebih segar dari sebelumnya, stamina di tubuhnya juga seperti neningkat drastis,


Dia pun menggerakan tubuhnya dengan beberapa gerakan yang sempat Agam ajarkan tadi, dia merasa lebih ringan dan bertenaga "Baru pertama latihan saja sudah seperti ini, apa lagi kalau terus terusan di latih" gumam Sean


Hari sudah sore, Agam pun menghampiri Sean mngingatkanya untuk pulang, merekapun keluar dari aula markas dan naik lagi ke mobil yang terparkir di depan, Sean pun mulai mengendarai mobilnya kembali


...~°~...

__ADS_1


__ADS_2