
Riki pun tau maksud Sean itu artinya dia harus merangkak mengelilingi parkiran yang lumayan luas ini, karena Sean tentunya dapat melewati kerumunan itu dengan mudah "Ti tidak, jangan seperti itu pak Arman, tadi aku hanya bercanda," ucap Riki sambil berkaca kaca
"Kalau kamu laki laki, harusnya kamu bisa menepati ucapanmu, kalau tidak, kamu harus kerja pakai rok span mulai dari sekarang, bagaimana?" ucap Sean
Riki pun terdiam sebentar
"Baiklah baiklah, aku keliling, aku keliling" ucap Riki sambil menurunkan badanya ke tanah
"5 putran!, ah tidak, kebanyakan, 10 kali saja,, pak sapam, tolong awasi untuk saya," ucap Sean
"Baik pak" ucap satpam itu
"Hah, 10 kali?" Rikipun tidak berkomentar lagi dan hampir menangis di buatnya, dia pun mulai merangkak dengan perasaan malu yang luar biasa, karna Semua karyawan tentunya menyaksikan aksinya ini, termasuk Pak Hardi yang tidak bisa menahan tawanya
Sean, Randi, dan Arni pun masuk dengan di beri sambutan hangat oleh para karyawan, meskipun sebagian dari mereka sebenarnya tidak percaya karena mereka sebelumnya sering melihat Sean berada di Rumah makan
Sementara Sean menijau tempat tempat di supermarket dengan di ikuti pak Hardi dan beberapa staf lainya, Randi dan Arni malah sibuk berbelanja karena memang Sean yang menyuruhnya,
Setelah Sean selesai menijau tempat tempat penting dan mengobrol beberapa waktu dengan pak Hardi di Ruanganya, Sean pun pamit untuk pulang
Dan ketika Sean sampai di bagian depan atau tepatnya di area kasir sudah ada Randi dan Arni yang sudah menunggu denga trolinya masing masing yang sudah terisi penuh
"Ya ampun Rand, kalian belanja apa tidak kurang banyak?" ucap Sean tersenyum
"hehe, kan tadi lu bilang bebas ambil yang gue butuh, ya gue butuh semua ini, boleh dong?" ucap Randi tidak tau malu
"Iya iya, kalau gitu segera hitung barang belanjaanmu, kita pulang" ucap Sean
"Tidak usah di hitung, langsung bungkus Saja untuk Temanya pak Arman" ucap Pak Hardi kepada penunggu kasir
"Tidak pak Hardi, itu tidak sesuai prosedur namanya, meskipun saya pemilik, tapi harus tetep pakai prosedur juga dalam bisnis, barang pribadi ya untuk pribadi, barang bisnis ya untuk bisnis," ucap Sean
"Oh, iya pak Arman, maaf" ucap pak hardi
Kasir pun menghitung belanjaan mereka dan membungkusnya Rapi, dan Sean pun mebayarnya, kemudian mereka pun pulang kerumah makan dengan se abreg belanjaan di tangan kiri dan tangan kanan mereka, cuma Sean yang tidak bawa apa apa
__ADS_1
"Waduh, kapan lagini bisa kayak gini lagi, aji mungpung banget ni gue, makasih ya bos, ha ha" ucap Randi tertawa
"Iya iya, jangan lupa bagi bi erin dan bi tanti juga, jangan di abisin sendiri sendiri" ucap Sean
"Iya bos Sean Siapp" ucap Arni
"Rand Aku sekarang harus balik lagi ke kota J, urusan Rumah makan kamu yang urus ya, paling aku bisa kesini lagi minggu depan, kalo ada apa ap kamu tinggal hubungiku saja" ucap Sean
"Ah lu ga asik, lu buru buru banget sih pergi, ini masih siang, gue masih ingin ngobrol banyak dengan lu" ucap Randi
"Iya sorry, aku sih asik asik saja di sini, tapi lihat tuh Agam, masa iya dia harus jaga mobil sampe sore" ucap sean sambil melihat ke arah Agam
Sebenarnya itu hanya alasan Sean, karna Rencana awalnya dia ingin mengajak Lena jalan jalan, dan tinggal 1 atau 2 hari lagi di kota B, Tapi karena Lena nya tidak ada, Sean pun merasa sedikit kecewa
"Ya Sudah, urusan Rumah makan gue yang handle, Tapi minggu depan lu kesini lagi, awas kalau enggak" ucap Randi
"Iya, tentu saja, Sory yah, ngerepotin" ucap Sean
"Ngerepotin Apaan lu, lu udah nyelamatin masa depan gue sama Arni, yang ada gue yang sudah ngerepotin lu" ucap Randi
"Ya sudah aku pergi, jaga rumah makan ini dengan baik seperti lu menjaga masa depan lu," ucap Sean sambil berjabat tangan dengan Randi dan salam ala ala mereka
Sean pun bergegas pergi kemobilnya dan Langsung meninggalkan Rumah makan dan meninggalkan kota B,
....
Sean pun tiba di kota J sore harinya, dan Langsung pulang ke mansion Kartina
"Lho, ko Sudah pulang lagi Arman, apa ada masalah di kota B?" tanya Kartina Yang melihat anaknya pulang tampa keceriaan di wajahnya
"Tidak bu, Tidak ada masalah" ucap Sean sambil menghampiri ibunya untuk memberi salam,
"Jangan bohong, jujur saja ke Ibu," ucap Kartina, yang naluri keibuan Kartina mengatakn kalo putrannya tidak baik
Sean pun duduk di sebrang ibunya "Tidak papa bu, hanya masalah sepele, baiklah Arman jujur, Arman tadinya mau menemui teman di kota B, tapi sayangnya dia tidak ada, jadi Arman tidak ketemu dia, cuman itu Saja" ucap Sean
__ADS_1
"No no no, Pasti tidak sesimpel itu kan?, Jadi, dia itu teman atau teman?" Tanya Kartina terus mendesak Sean
"Bu, kok tidak percaya, memang hanya teman" ucap Sean
"Pria atau Wanita?" tanya Kartina
"Teman wanita bu" ucap Sean
"Emmh, Sudah ibu Duga kan, pasti tidak sesimple itu, kamu mana bisa bohongi ibu, jadi, apakah dia itu cantik atau baik" ucap Kartina
Sean tidak habis pikir, ternyata susah menyembunyikan sesuatu pada ibunya, bahkan soal perasaan sekalipun,
"Iya iya, dia baik juga cantik bu, tapi memang cuma teman dekat bu" ucap Sean
"Baiklah kalau kamu tidak mau mengakuinya juga ibu sudah tau kalau kamu ada Rasa padanya kan" ucap Kartina
Sean pun merenung, 'Apa iyah aku ada rasa pada Lena, tapi kenapa ada kecewa kalau tidak ada perasaan' hati dan pikiran Sean berdebat antara iya atau tidak
"Iya, sepertinya memang begitu bu" ucap Sean, dan ternyata hatinya yang memenangkan perdebatan
"Ibu sudah Tau, cuman pesan ibu, kamu pandai pandailah menilai hati seseorang, apakah dia tulus atau tidak" Ucap kartina
"Iya bu" jawab Sean
Setelah mengobrol dengan ibunya Sean pun naik ke kamarnya membasuh muka, dan tidur karena merasa sedikit lelah, Sean pun tertidur cukup lelap hingga menjelang malam
Dia pun terbangun dari tidurnya dengan kaget, karena dia bermimpi kalau dia di tinggalkan Rania dan juga Lena secara bersamaan dia pun menghela nafasnya "Haduh, pertanda apa mimpiku ini" ucap Sean
Dia pun bangun mengambil wudu dan solat, setelah itu diapun turun untuk makan malam dengan ibunya
Setelah makan malam dia pun menceritakan mimpinya
"Bu, kalau kita bermimpi di tinggalkan oleh orang yang kita sukai itu artinya apa ya bu" tanya Sean
"Mana ibu tau, memangnya ibu ini penapsir mimpi apa," ucap Kartina
__ADS_1
"Tapi Arman rasanya ibu pernah mebaca artikel tentang arti mimpi semacam itu, kalau tidak salah itu artinya kamu sangat menyukainya, dan takut untuk kehilangan, tapi itu bukan berarti mimpi itu akan terjadi, mimpi itu tercipta karena rasa takut mu sendiri, itu kalau tidak salah" ucap kartina
...~°~...