Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Kecuali Tiara


__ADS_3

Tiara pun hanya tersenyum melihat kakaknya yang kesakitan di lantai, karena hidungnya di buat patah oleh hantaman lutut Tiara, dia melirik pada Sean yang di luar arena, berharap ada pujian yang dia dapat darinya


Sean pun hanya tersenyum dan mengangguk ke Arah Tiara, dia sedikit jaga wibawa di depan Ratusan anggota Redbear, Agam dan Aruna juga ada di belakangnya, jadi dia merasa akan sangat konyol jika dia mengacungkan 2 jempolnya kepada Tiara, Sean tidak melakukannya meskipun dia ingin melakukannya untuk menunjukan apresiasi nya


Tapi Tiara juga cukup puas melihat anggukan dari Sean itu, Tiara pun turun dari arena sebagai pemenang, sementara kakanya di angkut menggunakan tandu untuk turun


Tiara pun langsung menghadap Sean dengan nafas masih sedikit tidak beraturan "Master, aku menang lagi," ucap Tiara terlihat cukup senang


"Jangan senang dulu, kamu masih harus bersiap melawan satu orang lagi untuk sampai ke final kan?, bisa saja kamu langsung berhadapan dengan pamanmu setelah ini" ucap Sean


"Iya, aku tau, aku pasti bisa mengalahkannya juga" ucap Tiara


"Apa kamu sudah mempersiapkan sesuatu untuk pamanmu?" tanya Sean


"Belum, tapi ibuku sedang mencari nya, aku tidak sempat mencarinya sendiri, aku terlalu sibuk melakukan persiapan lain" ucap Tiara


"Baiklah, aku harap ibumu datang sebelum kamu kehabisan tenaga" ucap Sean


"Iya, ku harap juga begitu" ucap Tiara


"Kamu istirahat kan dulu dirimu, dan persiapkan tenaga mu lagi untuk pertarungan selanjutnya" ucap Sean


"Baik master, terimakasih" ucap Tiara


Tiara pun segera turun dari panggung Sean dengan di ikuti Aruna dan beberapa asisten medisnya,


Sean pun sedikit memperhatikan Aruna yang di beberapa kesempatan selalu berdampingan dengan Agam "Agam, sini sebentar" ucap Sean


"Iya tuan" Agam pun beranjak ke samping kursi Sean


"Menurutmu Aruna itu bagaimana?" Tanya Sean


"Menurutku dia wanita yang kuat, manis, dan berkarisma, apa anda tertarik denganya?" tanya Agam


"Tidak, bukan untuku, Dia lebih tua dariku, maksudku apa kamu tidak tertarik padanya,? aku lihat selama ini kamu tidak ada pendamping, dia juga sepertinya masih sendiri" ucap Sean


"Apa yang tuan katakan, aku tidak butuh pendamping" ucap Agam dengan wajah yang rumit


"Agam, kamu sudah cukup berumur, kamu juga sekarang tidak harus selalu menjaga ibuku selama 24 jam penuh, aku sarankan kamu dengan Aruna saja, dia juga sepertinya tidak menghindari mu, itu artinya dia juga punya kesan yang baik terhadap mu" ucap Sean

__ADS_1


"Apa menurut tuan begitu?, tapi Saya tidak tau caranya memulai hubungan dengan perempuan Tuan" ucap Agam


Sean pun berpikir sjenak, dia tidak mungkin menyarankan Agam untuk bilang cinta pada Aruna, 'mereka sama sama tipe petarung yang dingin, mana mungkin bisa Romantis' pikir Sean


"Tenang saja Aku akan mengaturnya untukmu, apa kamu Setuju?" tanya Sean


Agam terlihat sedikit berpikir "Kalau menurut tuan itu perlu, saya setuju saja" ucap Agam


"Baiklah" ucap Sean


Sean kembali lagi memperhatikan ke arena tarung, hingga beberapa pertandingan pun sudah berakhir, Tiara juga sudah menang untuk yang ketiga kalinya sekarang, dan benar saja yang masuk ke final battle adalah Dama yang akan berhadapan dengan Tiara


Setelah Tiara beristirahat sejenak, dia menghampiri Sean lagi di kursinya sebelum bertanding dengan pamanya, Sean juga memberi sedikit masukan kepada Tiara tentang gaya bertarungnya, Sean melihat serangan Tiara pada lawan banyak yang percuma menurutnya, dan itu hanya mebuang buang tenaga, jadi Sean memberi saran pada Tiara untuk mengurangi intensitas Serengan dan lebih berfokus pada Efektivitas serangan saja


Karena Sean juga melihat kalau gaya bertarung Dama sangat tenang, lumayan cepat, dan akurat, di tambah efek kuat dari tubuhnya itu menjadikanya Dama lawan yang berat untuk Tiara, hanya saja sayangnya Sean tidak bisa menebak kelemahannya karena jarak yang jauh dan bisingnya suasana, jadi dia tidak bisa langsung membantu Tiara saat ini


Dan Tiara pun segera naik kembali ke arena pertarungan untuk berhadapan dengan Dama, mereka pun berdiri berhadapan


"Tidak Paman sangka kamu bisa berhadapan dengan Paman sekarang, Paman memang meremehkan kemampuanmu sebelumnya, tapi sekarang Paman tau kamu memang cukup Hebat Tiara" ucap Dama


Memang pada dasarnya orang yang benar benar memiliki kemapuan itu selalu bisa menilai dan menghargai kemampuan orang lain juga, bukanya malah menjelekan atau meremehkan dengan kata katanya


Lonceng pun segera berbunyi tanda sudah di mulainya pertandingan, mereka pun melangkah berhadapan sampai sangat dekat, mereka memasang kuda kuda kembali


Mereka berdua pun hanya menunggu serangan dari lawan, belum ada yang mulai menyerang duluan, sampai Tiara akhirnya menyerang lebih dulu Dengan tendangan yang mengarah ke kaki Dama, namun Dama mampu menghidarinya dengan mudah , di lanjutkan dengan tehnik mendekul Tiara yang cukup mematikan jika itu mengenai orang biasa, Tiara melakukanya bergantian dengan cepat, di susul pukulan dan sikutannya pun segera di lancarkan oleh Tiara


Tapi Dama masih mencoba menahan dan menghindar, dia belum terlihat ingin menyerang Tiara, sampai akhirnya dia mengangkat kakinya untuk menendang


Tiara pun terpelanting karena tendangan itu , namun dia pun segera bangkit kembali karena dia tidak merasakan apapun, Dama cukup heran melihat Tiara tidak terlihat kesakitan, dia pun mulai ada kecurigaan


Dama pun mulai menyerang lagi untuk membuktikan kecurigaan nya itu, hingga sampai beberapa kali serangan dia mengenai Tiara, dia tetap tidak terlihat kesakitan dan malah menyerangnya balik, Dama pun menyimpulkan Tiara juga kebal seperti Goma, namun dia tidak tau sumber kekuatan mereka berdua berasal dari mana


Mereka saling menyerang bergantian sampai mereka pun sedikit kelekahan, Mereka memeng tidak memiliki stamina sebanyak Sean atau Goma, jadi kekutan mereka juga tidak terlalu besar, apa lagi setelah mereka melawan beberapa orang yang lumayan hebat juga sebelumnya, jadi tenaga mereka tinggal sedikit


Serangn demi serangan pun di lancarkan oleh Tiara, sampai ketika dia menggunakan tehnik berpijak pada lutut lawan untuk naik ke pundaknya, dia menjepit leher Dama dengan kaki, dan membuat gerakan seperti salto untuk menggulingkan tubuh Dama ke belakang dengan berat badan Tiara


Alhasil Dama pun terlempar lumayan jauh oleh gerakan Tiara yang satu ini


Sean juga cukup kagum melihat Tiara bisa melakukan tehnik seperti itu, gerakan seperti itu memang butuh latihan khusus, kalau asal asalan saja mungkin bukan musuh yang terlempar, tapi malah drinya sediri yang jatuh lebih dulu

__ADS_1


Dama pun terlihat tergeletak di lantai karena terlempar salto oleh Tiara, dan tidak lama dia pun bangkit sambil memegangi belakang lehernya, dia terlihat sedikit kesakitan,


Sean memperhatikan pun bisa menyimpulkan kalau itu lah kelemahan dari Dama,


Sebenarnya, kekutan benda yang di pakai Dama itu tidak sebanding dengan kekuatan batu kursani Tiara, tapi karena yang menyerang Dama itu Tiara yang seorang wanita, tenaganya memang tidak terlalu kuat, jadi Dama anteng anteng saja mendapat pukulan bertubi-tubi dari Tiara tadi, tapi Akan lain cerita kalau saja Sean yang memukul tubuh Dama itu, pasti Sean akan dengan mudah merobohkan pertahanan Dama, meskipun Tampa tau kelemahannya


Tiara pun menoleh ke Arah Sean sekarang, Sean memberi isyarat pada Tiara dengan menujuk belakang kepalanya sendiri


Tiara pun menoleh lagi ke pamannya yang masih memegangi belakang lehernya, dan Tiara pun mencoba menebak apayang di maksud Sean, Tiara juga sadar kalau apa yang di katakan Sean tentang pamannya itu benar, dia memang kuat, dan diapun akhirnya paham kalau itulah titik lemah Dama menurut Sean


Tiara pun memasang kuda kudanya kembali


"Kau cukup hebat Tiara, tidak ku sangka kamu kuat juga seperti ayahmu, tapi itu tidak menjamin kalau kamu bisa mengalahkan paman" ucap Dama, dia pun mencoba menyerang Tiara lagi meskipun tau Tiara cukup kuat


Dan Tiara juga sekarang mencoba menghindari semua serangan dari Dama, karena tujuanya sekarang sudah jelas, dan Tiara pun hanya mengincar titik itu sekarang, tenaganya juga tidak banyak yang tersisa sekarang, jdi dia sekalian meghematnya juga


Sampai akhirnya Tiara menemukan kesempatan untuk menendang tinggi mengenai Leher samping Dama, tapi bukan itu titiknya, jadi dama pun hanya sedikit gontai dan sedikit membungkuk dengan tanganya yang hampir menyentuh lantai,


Dan saat inilah kelamahan Dama terlihat, Tiara pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dan dia memutar tubuhnya untuk menendang lagi ke arah kelemahan Dama itu, dengan segenap kekutan yang tersisa darinya sekarang, sampai Tiara pun menjatuhkan kan dirinya di lantai karena menendang


Dan hasilnya Dama pun langsung tersungkur ke lantai, hingga dia pun akhirnya tidak menunjukan pergerakannya lagi, dia langsung tidak sadarkan diri


Sementara Tiara juga sekarang terkapar di lantai dengan nafas yang terengah-engah, sampai beberapa saat


Hingga akhirnya Sean menghampiri nya langsung ke arena


"Apa kamu akan terus tiduran di lantai?, berdirilah, atau pertandingan ini kunyatakan seri" ucap Sean sambil mengulurkan tangan pada Tiara


Tiara pun hanya tersenyum dan langsung meraih tangan Sean untuk dia berdiri


Tiara pun menatap wajah Sean "Terimakasih, kamu sudah membantuku lagi dan lagi" ucap Tiara


Sean juga hanya tersenyum, dan diapun mengangkat tangan Tiara tinggi-tinggi untuk menunjukan pada semua orang kalau dia lah pemenangnya,


Seketika sorak Sorai dari ratusan anggota Redbear pun bergemuruh di aula yang cukup luas ini,


"Dengan ini, aku sebagai Pemimpin Redbear menyatakan, tidak ada yang lebih pantas utuk mewakiliku, kecuali Tiara," teriak Sean di depan semua keluarga inti dan ratusan anggota yang menyaksikan


Seketika gemuruh pun terdengar lagi di ruangan, itu membuat Tiara terharu hingga matanya berkaca-kaca sambil sesekali melihat wajah Sean

__ADS_1


__ADS_2