Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Dede Bayi


__ADS_3

Di dalam kamar, Kartina mengajak 2 menantunya ini untuk mengobrol seputar masalah wanita dan istri, mereka juga melihat lihat foto album saat keluarga mereka masih utuh, Kartina sampai nangis mengenangnya, tapi saat mereka melihat Foto Sean yang masih kecil merekapun menertawakan nya, karena Menurut mereka itu tidak mirip dengannya sekarang


Sementara Sean hanya duduk menyendiri di Ruang keluarga, dia tidak tau kalau dirinya sedang di tertawakan, dia juga malah menertawakan tokoh kartun yang di lihatnya di layar televisi


tapi Intinya mereka semua tertawa meskipun di tempat yang berbeda


3Wanita itu pun akhirnya keluar dari kamar dengan masih tertawa


"Sekarang ibu mau tunjukan kamar Kalian, Cuma yang buat Lena, ibu belum suruh Darmi persiapkan, ini karena anak itu tuh, yang tidak kasih kabar, maaf ya Len?" ucap Kartina yang masih membicarakan Sean "Ayo" ucap Kartina


Mereka berdua pun naik ke lantai atas Rumah mewah ini, Kartina sama sekali belum memperdulikan Sean yang sekarang menguntit di belakang mereka


"Nah Ran, di sini kamarmu Sekarang, masuklah" ucap Kartina


"Oh, baik bu, terimakasih" Rania pun membuka pintunya, dia pun langsung melihat Ruangan kamar yang luas dan mewah, tidak kalah dengan kamar yang berada di Hotel bintang 5


"Waaaaaw, kamarnya nyaman sekali bu" ucap Rania dengan mata berbinar


"Sukur kalau kamu suka, nah kalau ini kamar buatmu Len" ucap Kartina menunjuk sebuah pintu yang bersebelahan dengan pintu kamar Rania "Bukalah" ucap Kartina


"Oh iya", Lena juga membukanya , Lena pun langsung melihat Ruangan yang tidak kalah mewahnya dengan kamar Rania


"Waaw, ini kamarku, besar sekali Tan, Eh ibu" Lena sampai terkesima, dia tidak pernah bermimimpi akan mendapat kamar semewah ini sebelumnya


"Tapi maaf Ibu belum menyiapkan baju baju untukmu Len, dan barang keperluan mu yang lainya juga belum ibu siapkan, paling Besok bisa ibu siapin, kalau sebelumnya ibu dapat kabar mungkin ibu akan mempersiapkan nya dari kemarin" ucap Kartina


"Tidak apa bu, terimakasih" Lena pun langsung memeluk Kartina


"Sama sama, pokonya kalian harus betah tinggal di sini, ibu tidak izinkan kalian punya Rumah di luar kalau tidak ada alasan, Rumah ini cukup Luas, dan butuh banyak penghuninya, biar suasananya hangat" ucap bu Kartina


"Iya bu, Kami pasti betah di sini" ucap Rania


"Itu harus,,, ibu senang akhirnya kamar kamar ini ada yang menempati juga, sudah lama ibu berangan angan dapat mantu, baru Sekarang kejadiannya, dapat 2 lagi," ucap Kartina yang langsung memeluk mereka lagi bersamaan dan mencium kening keduanya bergatian


Sementara Sean hanya bersandar di railing pembatas dekat tangga, dan memperhatikan mereka, "Apa aku hanya anak tiri di Sini?" ucap Sean asal


Kartina pun menoleh, "Kamu memang Anak bandel, jadi jangan harap dapat kamar baru juga" ucap Kartina


"Aku bisa menginap dengan mereka, kenapa aku harus punya kamar lain?" ucap Sean


"Intinya ibu tidak akan bicara padamu, ibu masih marah" ucap Kartina


"Iya Iya, tidak papah kalau ibu tidak bicara juga, yang penting kita masih bisa ngobrol seperti ini" ucap Sean


2 wanita yang di hadapan Kartina pun hanya bisa tersenyum mendengar percakapan Ibu dan Anak ini


"Sudahlah, Kalian beristirahat saja dulu sekarang, kalau perlu apa apa hubungi saja Darmi, dia akan menyuruh asisten Rumah untuk menyiapkan apapun keperluan kalian" ucap Kartina


"Baik bu, terimakasih" ucap mereka bergantian


Mereka pun masuk ke kamar mereka masing masing


Dan Sean pun juga segera beranjak dari tempatnya berdiri, dia berniat untuk ikut masuk ke kamar salah satunya, tap


"Heh, mau apa kamu?" tanya Kartina

__ADS_1


"Mau ikut masuk bu," ucap Sean


"Tidak boleh, biarkan mereka beristirahat, kamu harus ibu hukum dulu" ucap Kartina


"Ah Sayang sekali, itu artinya rencana punya dede bayi harus sedikit tertunda kalau aku di hukum" ucap Sean


Kartina pun terdiam sejenak seperti berpikir sesuatu "Ah Sudah lah, terserah kamu" ucap Kartina yang kmudianberlalu dan turun ke Lantai dasar lagi,


Sean pun tersenyum penuh kemenangan karena dia lolos dari hukuman ibunya yang entah apa itu,


Setelah itu Sean pun melihat 2 pintu yang ada di depannya, dia malah bingung mau masuk ke pintu yang mana, Sean pun menghela nafasnya "Hhhhhh, ke kamarku saja lah," gumam Sean sambil beranjak dari sana dan masuk ke kamarnya sendiri



Malam harinya mereka makan malam bersama sama dengan Sangat hangat, terlihat Raut kebahagiaan di wajah Kartina saat ini,


Mungkin inilah masa masa paling tenang di dalam kehidupan Kartina, itu di mulai ketika Putra semata wayangnya pulang, hingga sosok ratu bisnis seperti Kartina yang tadinya dingin dan tidak terlalu terbuka pada orang lain pun kini menjadi sangat hangat, dan penuh senyum


Selesai makan, mereka berbincang sejenak dan kemudian kembali ketempat masing masing


Rania dan Sean pun masuk ke kamar Rania


"Kamu tadi tidur siang di mana sayang?" tanya Rania


"Di kamar ku lah" ucap Sean yang langsung duduk di sofa kamar Rania


Rania pun juga duduk dan bersandar di bahu Sean "Yakin? Apa bukan di kamar Lena?" ucap Rania menelisik


"Bukan,,,, memangnya kenapa?" tanya Sean


"Apanya yang tidak adil, aku memilih di kamarku itu supaya adil untuk kalian" ucap Sean


"Kalau Bukan tadi, berati sekarang" ucap Rania


"Ya mungkin, bagaimana menurutmu mu biar adil?" ucap Sean


"Mungkin kamu harus menginap di kamar berbeda setiap harinya" ucap Rania


"Jadi maksudmu aku harus membagi hari ya, baiklah, hari ini aku tidur di kamarmu, besok di kamar Lena" ucap Sean


"Bukan kah Lena belum dapat kesempatan denganmu" ucap Rania


"Oh, baiklah, aku malam ini tidur di kamarnya, bolehkan?" ucap Sean


"Itu hak mu" ucap Rania


"Ya sudah, kamu tidur yang nyenyak ya" ucap Sean, dia pun mencium kening Rania, dan beranjak untuk ke kamar sebelah


Sean pun mengetuk Kamar Lena


Lena pun membukanya "Ada apa kak?" tanya Lena polos


Sean sdikit Ragu "Apa aku boleh menginap di kamarmu Len?" ucap Sean


Lena pun melirik ke pintu kamar Rania "Apa kak Ran tidak papa?" tanya Lena

__ADS_1


"Tidak papa, dia bilang hari ini aku tidur di kamarmu, besok baru di kamarnya" ucap Sean


"Oh, ya sudah masuk saja" ucap Lena


Sean pun segera masuk ke kamar Lena, jujur, Sean sdikit kaku jika berduaan dengan Lena, mungkin karena mereka tidak berpacaran dulu sebelumnya


Sean pun duduk di sofa Lena "Len, duduk sini" ucap Sean


Lena pun segera duduk di sampingnya


Sean pun pura pura merentangkan tangannya dan menaruhnya di bahu Lena "Len, apa kamu tau?, ini malam pertama kita" ucap Sean


"Ini malam ke dua, kak Sean salah, kita menikah malam tadi kan" ucap Lena tersenyum


'Apa Lena sepolos ini?' pikir Sean "Bukan begitu maksudnya" perlahan Sean pun mendekatkan wajahnya pada wajah Lena


"Kakak mau apa?" tanya Lena


Sean pun langsung mengecup pelan bibir Lena yang terlihat gugup itu, jujur Sean sedikit tidak tega pada Lena, dia memang sudah lekat dengan kata sahabat di pikiran Sean meskipun hatinya berkata lain, juga kemarin dia melihat kalau Rania sampai menitikkan air mata saat Sean melakukanya, jadi diapun sedikit tidak tega dengan Lena


"Sudahlah ayo tidur, besok kamu harus masuk fakultas lagi kan?" ucap Sean yang menarik wajahnya lagi, dia pun beranjak ke tempat tidur Lena


Sementara Lena masih terdiam karean mendapatkan ciuman dari Sean yang sepintas itu,


"Hey,,, kamu kenapa?" tanya Sean


"Ti tidak papa" ucap Lena


"Ya sudah sini tidur" ucap Sean


"Iya" ucap Lena


Lena pun segera beranjak dari kursi dan merebahkan badannya di pinggiran tempat tidur, itu supaya dia tidak terlalu dekat dengan Sean


"Kamu jangan jauh jauh, aku rindu nanti" ucap Sean yang menarik tubuh Lena untuk menghadap padanya


Mereka pun berpandangan di posisi itu "Len, apa menurutmu kita perlu pacaran?" tanya Sean


"Kita sudah menikah, kenapa harus pacaran?" ucap Lena


"Kamu memang benar, kakak mau tanya, bukan kah kamu bilang dulu kamu pernah pacaran dengan orang lain?" tanya Sean


"Iya pernah, kenapa memang,? Apa kak Sean cemburu?" tanya Lena


"Bukan begitu, apakah kamu pernah di cium seperti tadi?" tanya Sean


"Tidak pernah, paling kita cuma pegangan tangan saja" ucap Lena


"Oh, ya sudah tidur saja" ucap Sean sedikit bingung bagaimana untuk memulainya dengan Lena


Sean pun hanya memeluk Lena saja, dan perlahan tertidur


Sementara Lena tidak bisa tidur sama sekali, dia tidak terbiasa tidur dengan di peluk seperti ini, di Rumah kost juga Lena berbeda tempat tidur dengan Gina, jadi dia sedikit canggung di temani Sean tidur seperti ini,


Hampir semalaman Lena tidak tidur, dan pada akhirnya Lena pun mulai menguap dan diapun perlahan tertidur di pelukan Sean

__ADS_1


__ADS_2