Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Pada Akhirnya


__ADS_3

Sore Harinya Sean meminta bantuan (S) untuk mencarikan data data di pulau ini yang menyangkut Dirto dan Ogas, dan (S) pun tidak kesulitan mendapatkan datanya, peretasan komputernya di pulau ini tidak mendapat kendala apapun, karena pulau ini tidak terlalu luas, jadi itu memudahkan (S) untuk mencari informasi orang luar yang masuk dan menetap di pulau ini, setelah dapat infonya, Sean pun segera bergegas


Sean menyuruh Agam dan Aruna beserta anak buahnya untuk memperketat penjagaan di Villa, itu untuk mengantisipasi kemungkinan Ogas atau Dirto datang kemari


Sean pun pergi dengan anggota Redbear yang juga ada di kota BL Ini, dan segera menulusuri alamat dirto yang dia dapatkan dari (S),


Mereka pun memasuki sebuah daerah pemukiman yang sangat Asri dan tertata Rapi bak perumahan di komplek pada umumnya, Namum dengan bangunan bangunan tradisional dengan ukiran ukiran yang khas dari pulau BL ini, dan juga terdapat arca arca atau patung patung hampir di setiap depan Rumah yang asri itu,


Sean pun berhenti di salah satu Rumah yang yang hampir sama dengan yang dia lewati tadi, yang terdapat ukiran khas di bagian pintu masuknya, dan terdapat 2 patung kecil raksasa kembar di halaman depannya


"Kamu tunggu saja di sini, tidak perlu ikut masuk, ucap Sean pada anggota Redbear yang mengantarnya


"Baik master" ucap pria kekar berkacamata hitam itu


Sean pun turun dari mobilnya, dan memperhatikan Rumah itu sejenak, kemudian melangkah melewati halaman yang lumayan luas tampa pintu gerbang itu


'Tuk tuk tuk' Sean pun mengetuk pintu kayu jati yang penuh dengan ukiran itu, dia tidak berani berbuat anarkis sebelum dia memastikan Dirto atau Ogas ada di dalam


Dan tidak lama pintu pun di buka oleh seorang gadis cantik yang dia kenal,


"Dewi, apa Om ada di dalam?" tanya Sean pada putri dari Dirto itu


Dewi terlihat sangat kaget dan berniat untuk menutup pintunya kembali


Namun tentu saja Sean menahanya dan mendorong pintu hingga Dewi pun terjatuh ke lantai 'guprak' "Aww" Dewi pun langsung terduduk di lantai


"Ada apa wi" tanya Seorang wanita lagi yang langsung keluar dari ruang tengah


"Sore Tante Lusi, apa aku bis bertemu Om Dirto" tanya Sean santai


"Ar Arman, kamu masih hidup?, bagaimana kamu bisa tau kami di sini?" tanya Tante Lusi sangat kaget, dia juga melihat saat kejadian Sean tertembak waktu itu


Sean melangkah melewati Dewi yang masih terduduk di lantai, dan menghampiri Tante Lusi dengan tenang


"Tidak penting aku tau darimana, aku hanya ingin menyeret suamimu untuk berlutut di bawah kaki ibuku, aku meminta pertanggung jawaban atas perbuatan dia selama ini" ucap Sean yang terus melangkah mendekati Tante Lusi yang terus mundur untuk menghindari Sean, hingga Tante Lusi menyenggol dan menjatuhkan beberapa barang pajanngan di belakangnya


Dan tiba tiba, muncul sosok pria paruh baya dari dalam kamar yang langsung mengarahkan senjata api di tanganya pada Sean "Om tidak sangka kamu bisa menemukan Om di sini, kamu memang sangat beruntung masih bisa hidup sampai saat ini, tapi itu tidak akan lama lagi" ucap Ditro tenang


"Ya, bisa di bilang begitu, aku memang punya keberuntungan yang bagus, jadi om jangan berpikir akan bisa lari dariku, walau pun Om bersembunyi di lubang semut pun aku pasti bisa menemukannya" ucap Sean sambil melihat lihat benda ukiran di meja pajangan


"Hhmm, tapi kedatangan mu kemari hanya akan memutus keberuntungan mu itu, kau terlalu berani datang kesini sendirian, dan itu artinya kamu hanya akan mengantarkan nyawamu sendiri" ucap Om Ditro


Sean pun mulai melangkah ke Arah pistol yang tertuju padanya itua dengan sangt tenang, "Apa Om pikir bisa membunuhku dengan pistol itu, kalau aku bisa mati oleh pistol, aku tentu saja sudah mati berkalai kali sebelum aku datang kesini" ucap Sean tenang


"Jangan mendekat, atau Om akan benar-benar menembakmu" ucap Om Ditro

__ADS_1


"Lakukan saja,, Apa Om ingat berapa kali om hampir mencelakai aku dan ibu, kamu tidak pernah berhasil kan?, malah ibu bisa semakin berjaya di hidupnya, apa Om tau alasannya apa?, itu karena ibu orang baik, dari itulah Tuhan sangat menyayanginya dan melindunginya, tidak seperti Om yang tidak tau aturan dan haus kekuasaan, Tuhan tidak akan menyukai manusia seperti Om ini, jadi jangan harap Tuhan akan memberi keberhasilan untuk apapun yang Om usahakan, om hanya akan membuang buang waktu dan tenaga om hanya untuk mendapatkan kegagalan di akhir, dan menurutku hidup seperti itu sangat menyedihkan, jadi berhentilah untuk melakukan sesuatu hal yang salah" ucap Sean


"Diam, kamu tidak usah ceramahi Om, om akan membuktikan padamu kalau Om tidak perlu bantuan Tuhan untuk menyingkirkan kalian" 'duarrr duar duarrr' Dirto pun segera menekan pelatuk pistol yang mengarah ke Sean itu, hinga asap tipis pun terlihat keluar dari ujung pistol


Sean yang terkena tembakan itu pun hanya tersenyum "Apa Om masih belum percaya kalau Tuhan menyayangiku juga?" ucap Sean sambil mengibaskan tanganya pada pakaianya yang bolong karena terkena proyetil peluru


"Tidak mungkin, kenapa kamu tidak mati?" tanya Om dirto heran


Tiba-tiba dari belakang Sean muncul sebuah Kampak besar yang mengayun tepat mengarah ke kepalanya "Mati kau" ucap Ogas dari belakang Sean


Sean pun hanya mengelak sedikit karena dia memang sudah melihat gerakan ogas itu dengan instingnya, dan mata Kampak itu pun hanya melintas beberapa Senti dari tubuh Sean,


"Kurang Ajar" Ogas pun segera mengayunkan kampaknya lagi pada Sean yang di depannya


Sean pun dengan tenangnya menahan mata Kampak yang tajam itu dengan sebelah tangannya, "Apa kamu pikir benda ini bisa melukaiku, Renungkan lagi, peluru pun hanya membuat kulitku lecet saja" ucap Sean yang lasung menarik Kampak itu dan langsung menendang Ogas hingga dia terpental jauh dan menabrak meja kayu jati di belakangnya 'brakkkk' "Aaaahh" Ogas mengerang kesakitan dan langsung memegangi dadanya


"Ogas" triak Tante Lusi yang langsung menghampiri Ogas, Dewi juga langsung menghampirinya


"Aku berikan 2 pilihan pada Om sekarang, minta maaflah pada ibu, atau enyahlah dari dunia ini", ucap Sean


"Tidak akan pernah, ibumu sudah membuat hidup Om sengsara seperti sekarang, jangan harap om mau meminta maaf padanya" ucap Om Dirto yang langsung menembakan lagi sisa peluru itu pada Sean


Sean merasa sedikit jengkel, dan setelah Sean mengira pelurunya itu habis, Sean pun bermaksud untuk merampas senjata di tangan Om Dirto dan membuangnya, namun ternyata Om Dirto tidak melepaskanya begitu saja, dia pun mencoba mempertahankannya dengan kedua tangannya, namun nahas, pelatuknya dia tekan lagi dan 'duarrr' peluru terakhir pun meluncur cepat mengarah pada perutnya sendiri


Dan seketika diapun roboh dan menjatuhkan dirinya ke lantai


"Om" Sean cukup kaget karena ternyata masih ada peluru yang tersisa di pistol itu


Dia pun langsung menghampiri om nya yang tergeletak itu,


"Ar Arman, mungkin kamu benar, Om terlalu banyak kesalahan, dan hanya akan mendapatkan kegagalan, karena memang keburukan yang sudah Om tanam, Ma maaf, Om benar-benar sudah melakukan kesalahan besar pada ibumu, sampaikan maafku pada ibumu" ucap Om Dirto sedikit lemah


Sean tidak banyak berfikir, dia langsung menghubungi ambulanc untuk memanggilnya datang, meski dia tidak menyukai omnya ini, tapi tetap saja dia adalah kakak dari ibunya, dan mereka masih terikat oleh hubungan darah, jadi Sean masih meyimpan sedikit kepedulian padanya


Tidak lama ambulanc pun datang, dan langsung membawa Dirto ke Rumah sakit


Sean pun langsung mengabari ibunya tentang masalah Om Dirto inj, Dan ibunya pun segera datang ke pulau BL ini, dan langsung kerumhasakit untuk melihat keadaan Dirto Sekarang


Setelah Dirto bertemu Kartina, dia pun meminta maaf secara langsung pada Kartina, dan akhirnya dia pun menghembuskan nafas terakhirnya di depan Kartina,


Kartina hanya menjatuhkan beberapa tetes Air matanya, dan menutup mata kakak nya yang masih sedikit terbuka itu


Ogas pun segera di jemput oleh polisi, dan Dirto pun segera masuk ke kamar jenazah,


Dan setelah semuanya berakhir, hari pun juga sudah larut malam, Kartina dan Sean pun segera meninggalkan Rumah sakit, dan Sean pun mengajak Kartina ke Villa untuk berkumpul dengan kedua menantunya

__ADS_1


Kedatangan merekapun langsung di sambut oleh Rania Dan Lena "Ibu?, ibu kesini?" ucap Rania, diapun langsung menghampiri Kartina berbarengan dengan Lena


Para istri Sean pun langsung menyalami Sean dan Kartina


"Iya, ibu kangen pada kalian, meskipun baru 1 hari tidak melihat kalian di mansion, rasanya sudah sebulan tidak melihat kalian" ucap Krtina


"Iya bu sama, padahal aku baru beberapa jam saja tidak bertemu mereka, tapi sudah kangen lagi rasanya" ucap Sean


"Hhhuuuuuuu gombal" kedua istrinya langsung menyuraki Sean


"Kenapa memangnya? Tidak boleh?" ucap Sean


"Ayo bu, kita duduk saja di dalam" ucap Rania langsung mengandeng tangan Kartina


"Iya bu, ibu pasti capek kan" ucap Lena juga menggandeng sebelah lagi tangan Kartina


"kalian memang menantu yang baik" ucap Kartina


Merekapun segera menuju sofa untuk duduk,


Sementara Sean hanya memperhatikan mereka dari belakang, dia pun mulai menyadari sesuatu "Hey, aku suami kalian, kenapa tidak mempersilahkan ku masuk dan menggandeng ku juga, setidaknya satu istri menggandengku" ucap Sean jelous pada ibunya sendiri


Mereka pun hanya menertawakan Sean sampai mereka terduduk,


"Ini tidak adil, kenapa aku selalu di nomor 2 kan kalau ada ibu" ucap Sean Asal, diapun melangkah untuk menghampiri mereka juga


"Bagus lah kalau kamu merasa begitu, setidaknya kamu tau rasanya di perlakukan tidak adil itu, jadi jangan sampai kamu bebuat tidak adil pada istri istrimu nanti, karena mereka juga pasti akan merasakan hal yang tidak enak seperti mu sekarang" ucap Kartina


"Iya bu Siap, laksanakan" ucap Sean,


Merekapun berbincang cukup hangat dan penuh tawa di ruangan ini, dan ini lah yang sangat Sean harapkan sebelumnya, bisa menjalani hidup bersama dengan tiga wanita yang sangat di kasihinya ini


Dan pada akhirnya mereka pun memang di takdirkan hidup bersama, kebahagiaan itu pun terpancar jelas di wajah ke empat insan ini, di hati mereka pun tersirat janji untuk saling menyayangi, saling menjaga dan saling melengkapi satu sama lain,


...~ยฐ~...


...(the end)...


...Kutipan Author : ๐Ÿ˜˜ Terima kasih untuk para reader karena sudah mengikuti cerita ini dari awal hingga akhir,...


...dan ๐Ÿ™ mohon maaf kalau ceritanya masih banyak kekuranganya, mohon di maklum, Author masih Pemula, dan ini cerita pertama yang Author tulis,...


...๐Ÿ˜Š jangan lupa tinggalkan komen atau saran untuk jejak๐Ÿ‘Œ, dan mampir juga di cerita ke 2 dari kisah Sean Arman yang sudah rilis๐Ÿ‘ dengan judul:...


...(TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar), sampai jumpa๐Ÿ™‹...

__ADS_1


__ADS_2