Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Kembali Ke Kota B


__ADS_3

Di dalam mobil, Sean dan Rania duduk bersebelahan, tapi


tidak ada yang memulai pembicaraan hanya Rania yang sesekali mencuri pandang pada Sean yang terduduk lemas


"Maaf tuan, Ferdi berhasil lolos, dia cukup pandai bersembunyi, hingga semalaman aku tidak bisa menemukanya" ucap Agam memecah kesunyian


"Tidak apa, tidak usah terlalu di pikirkan, itu masih salahku karena tidak dapat mengendalikan emosi, mungkin sekarang dia bisa lolos, tapi lain kali tidak akan kubiarkan dia lolos lagi" ucap Sean


"Iya baik" ucap Agam , dia pun berfokus kembali mengemudi


dan menemukan sebuah rumah sakit, merekapun masuk dan Sean pun segera di beri penanganan pertama, dan setelahnya dia langsung di pindah kan kebangsal Rumah sakit


Ini kedua kalinya Sean merasakan terbaring di Rumah sakit dengan luka yang sama namun kondisi berbeda, jika dulu yang menemaninya adalah Lena, sekarang Rania


Sean melirik Rania yang berada di kursi samping tempat tidur, dia sedang Sarapan roti tawar dengan selai yang dibelinya tadi


Rania juga melihat ke arah Sean


"kamu mau,?" tanya Rania


Seanpun menggelengkan kepalanya


"Ran, kamu semalaman gak pulang, apa papamu tidak akan khawatir?" tanya Sean


"Dari semalam papa memang terus menghubungi phonselku, tapi baru kuangkat tadi waktu kamu di ruang perawatan, aku sudah bilang nginep di rumah temen sih" ucap Rania


"Kalau gitu kamu pulang saja, takut papamu banyak pertanyaan nanti" ucap Sean


"Tidak apalah aku disini saja jagain kamu, gak tega aku kalau kamu sendirian di sini" ucap Rania


"Baiklah, terserah kamu saja, tapi aku saranin mending kamu pulang dulu" ucap Sean


"Engga ah, sebenarnya aku masih ingin tau soal tadi malam, kenapa kamu bisa terluka seperti ini dan berada di kamar yang sama denganku? Seingatku di Pesta si Ferdi datang pas kamu enggak ada" tanya Rania sambil terus memakan roti nya


Sean agak bingung untuk menjelaskan nya bagaimana, dia masih memikirkan darimana dia harus mulai,


Tapi tiba tiba phonsel rania bergetar karena panggilan masuk Rania pun mengangkatnya


"Hallo pah" ucap Rania

__ADS_1


"hallo, Ran kamu masih dimana sih, masa jam segini belum pulang juga ini sudah pagi, cepet pulang, dari semalam perasaan papa gak enak, papa takut ada apa apa denganmu , gak biasanya kamu " Hendro pun mngoceh di dalam phonsel Rania


"Iya iya, ini masih di rumah temen, sebentar lagi pulang ko" ucap Rania bohong, karena kalau jujur Rania takut papanya akan marah


"iya sudah, cepet pulang, hati hati juga di jalan, soalnya perasaan papa ga enak terus Ran" ucap Hendro lagi


'''


"Iya Rania pulang sekarang" ucap Rania, dia pun menyudahi panggilanya


"Papamu ya, sudah ku bilang dia pasti khawatir," ucap Sean


"Iya nih, kamu gak papa kalau aku tinggal?" tanya Rania


"Gak papa, aku cuma sakit kepala ini, besok atau lusa juga pasti sembuh, pulang gih, kalau kamu ingin tau ceritanya lain kali aku cerita" ucap Sean


"Baiklah, maaf ya gak bisa nemenin" ucap Rania sambil dia bangkit dari tempat duduknya


"Kamu cepat sembuh ya, mungkin kalau ada waktu aku kemari Lagi" ucap Rania


"Iya, terimakasih, O yah Agam akan mengantarmu, nanti aku hubungi dia" ucap Sean


Seperginya Rania Sean pun menyuruh Agam mengantar Rania pulang, Sean tinggal sendirian berbaring di kamar Rumah sakit yang luas dan sepi lagi, mendadak dia pun mengingat sosok lain yang pernah menemaninya di Rumah sakit sewaktu masih di kota 'B', ya itu Lena


"Kenapa aku jadi kepikir Lena ya, gimana kabarnya gadis itu sekarang?" Sean pun mengambil phonselnya untuk mencari kontak Lena, tapi dia tidak menemukan kontak Lena yang dia cari


"Aiya aku lupa, nomornya masih di ponsel lamaku di mobil" Ucap Sean


Dia pun menghubungi Randi


"Hallo Rand" ucap Sean


"Hallo hallo Sean, lu kemana aja baru ngehubungi gue lu, kirain lu lupa kalau dah sukses, gimana kabarlu di sana?" ucap Randi sangat senang karena sean menelepon


"Iya sorry, aku lumayan sibuk di sini, kabar gue baik, gimana kabar lu di sana" ucap Sean tidak terlalu jujur dengan keadaanya


"Gue sih baik baik saja di sini, tapi rumah makan ga baik sean, semenjak lu pergi rumah makan agak kekurangan modal, yang punya juga sudah ada niat buat jual ni rumah makan, gak tau nasib gue entar" ucap Randi


"Sungguh? Apa sampai segitunya?" tanya Sean

__ADS_1


"beneran lah, masa gue bohong, lu kayanya memang bawa hoki untuk Rumah makan, lu kapan kapan sini dong, gue kangen juga sama lu" ucap Randi


"Iya nanti akhir pekan aku kesana kalo gak sibuk, ngomong ngomong Lena gimana kabarnya, masih suka mampir gak?" tanya Sean


"Iya bagus lah kalau lu mau kesini, soal Lena juga gue gak tau, semenjak lu pergi Lena juga gak pernah kesini lagi, gue pernah tanya sama temenya juga katanya dia juga keluar dari kerjaanya," ucap Randi


"Oh, aku kira dia masih suka kesana," ucap Sean


lumayan lama Sean teleponan dengan Randi, kebanyakan hanya obrolan ngalor ngidul gak jelas, tapi itu lumayan mengusir rasa jenuh sean, setidaknya masih bisa ketawa sesekali meskipun sendirian


Dan setelah beberapa waktu dia pun mengakhiri panggilanya


Sean menghela nafas "Jadi rindu juga ke kota 'B' akhir pekan masih 3 hari lagi, masih lama" ucap Sean


Sean pun hanya bisa terbaring di rumah sakit selama 2 hari, Rania beberapa kali menjenguk saat akan pergi atau pulang kantor, dan membawakan buah buahan untuk Sean, sedangkan Kartina hanya bisa menemani Sean saat malam saja, entah kebetulan atau tidak mereka tidak pernah bertemu saat menjenguk, jadi Rania masih belum tau juga soal Sean, yang Rania tau pak Arman juga Sakit selama 2 hari itu dan gak masuk kantor


Siang harinya Sean sudah boleh keluar Rumah sakit, Sean pun akhirnya kembali lagi ke mansion kartina dan sudah bisa duduk lagi di Sofa mewah nan empuk "Rasanya sudah beberapa bulan tidak pulang" ucap Sean


asisten Rumah pun segera menghidangkan teh untuk mereka yang baru Saja datang


"Mungkin karena kamu tidak bisa kemana mana di rumah sakit, lain kali jangan lengah seperti itu lagi, ibu mau kamu terus belajar bela diri kepada Agam, Supaya ibu tidak selalu khawtir seperti kemarin jika kamu sedang berada di luaran sana" ucap Kartina


"Iya baik bu, o iya bu besok Arman ada janji mau ke kota 'B, apa boleh?" tanya Sean


"Pergi saja, asal kamu hati hati, jangan sampai lepas dari pengawasan agam lagi" ucap Kartina


"Baik bu, Terimakasih" ucap Sean,


...


Keesokan harinya Sean pun berangkat ke kota 'B' dengan Agam, dia pun menggunakan BMW putihnya lagi, Sean cukup bersemangat untuk ke kota 'B' karena dari Sanalah kehidupan Sean mulai berubah


setelah memasuki kota 'B' dia pun langsung menuju Rumah makan, Agam pun sudah lumayan hapal jalanan Kota B, dan tidak perlu waktu lama untuk mereka sampai di depan Rumah makan tempat Sean sebelumnya bekerja


Sean pun turun dari mobil sportnya dan langsung masuk kedalam, Randi yang melihat Sean datang pun langsung menghampiri Sean untuk memeluknya "Wiih Sean, gue kira lu gak jadi datang" ucap Randi


"Memangnya kapan aku pernah mengingkari janji, bukan kah lu pernah bilang kalau laki laki sejati harus bisa di pegang omonganya" Ucap Sean


...~°~...

__ADS_1


__ADS_2