
Mereka pun berjalan menuju ke area lift untuk naik dan menuju kamar yang memang di persiapkan untuk mereka, dan segera mereka pun sampai di pintu kamar Hotel
Sean pun membuka pintunya dan langsung di suguhkan pemandangan kamar pengantin yang membuat hati Sean sedikit merinding
Dan mereka pun segera masuk ke dalamnya, mata Rania pun langsung berbinar melihat kamar pengantinya yang cukup indah itu "Romantis sekali suasana kamarnya Sayang" ucap Rania merasa sangat tersentuh
Dekorasi kamar itu memang di atur sedemikian rupa hingga menjadikannya kamar pengantin yang suasana nya Romantis, bahkan Rania pun bisa melihat kalau di atas tepat tidur Hotel itu sudah ditaburi kelopak bunga merah, yang kontras dengan tempat tidurnya yang berwarna putih
"Ya, ini memang cukup menarik" ucap Sean
"Aa, Aa, Aya mau naik ke kasur besar itu, apa boleh?" ucap Aya sambil menunjuk ke Arah kasur pengantin itu
Sean pun melikirik Ke arah Rania, "Ran,, apa boleh Aya naik ke tempat tidur?" tanya Sean
"Ya tentu saja boleh, naik saja" ucap Rania
"Apa kamu yakin tidak papa?" tanya Sean yang punya pirasat buruk tentang ini
Aya pun melepaskan tangan dari genggaman Sean dan langsung lari menuju ke kasur itu, tampa menunggu Sean mengiyakanya
"Iya tidak papa, hanya naik saja kan, kurasa tidak ............." Rania tidak melanjutkan perkataannya saat melihat Aya sudah naik ke kasur
Rania pun melihat kalau Aya langsung mengacak ngacak bunga yang sengaja di tebar di sana, dia juga melompat lompat di atas kasur sampai kasurnya menjadi berantakan
"A Sean, kasurnya empuk, enak buat main loncat loncatan" ucap Aya
Sean pun melirik Rania yang wajahnya langsung memucat, dia terlihat tidak percaya kalau kasur penggantinya di acak acak oleh Aya
"Itu yang ku khawatirkan, Aya juga selalu mengacak tempat tidurku" ucap Sean
Rania pun sedikit kesal "Ayaaaaa,, jangan lompat lompat di sana, aduuuh, ini kasur pengantinya kakak, Aya kakak mohon, turunlah, jangan di berantakin lagi" ucap Rania membujuk
Tapi Aya tidak mengerti bahasa Rania, jadi dia terus saja melompat lompat di atas kasur
Rania pun gelagapan, dia tidak tau harus bicara apa pada Aya, jadi dipun melirik Sean yang di belakangnya, Sean hanya tersenyum melihat Aya yang sangat girang itu
"Sayang, ini kamar pengantin kita, aku mohon selamatkan dari bocah cilik ini" ucap Rania manja kepada Sean karena merasa tidak rela
Sean pun melangkah dan mendekat ke Rania "Aya,,, turun dari kasur, sini, Teteh Rania marah lho, ayo turun" ucap Sean dengan bahasa daerah
"Oh, baiklah" Aya pun berhenti lompat lompat dan diapun langsung di gendong Sean untuk turun
__ADS_1
"Aya nakal" ucap Sean mencubit pelan hidung Aya
Aya pun hanya tersenyum pada Sean dan Rania
Sementara Rania langsung memeluk Ranjangnya itu "Aaaaaa, Aya tega sekali berantakin kasur Teteh" ucap Rania pura pura menangis, Rania mulai meniru bahasa Aya
"Aya, ayo minta maaf pada Teteh," ucap Sean
"Enya,,Teteh, Teteh, Aya nyuhunkeun hampura" ucap Aya dengan bahasa daerah
"Apa yang di bilang Aya? aku tidak mengerti" ucap Rania yang kini duduk di atas kasur penggantinya
"Dia bilang, iya, kakak, kakak, Aya minta maaf, gitu" ucap Sean
"Oh, iya tidak papah, ternyata punya adik itu seru juga ya" ucap Rania
"Seru tapi terkadang ngeselin juga kan?" ucap Sean
"Ya, sepertinya begitu" ucap Rania tersenyum "Tapi bagimana nasibnya kasur kita ini" tanya Rania bingung
"Tidak usah khawatir, nanti aku hubungi pihak Hotel untuk menata ulangnya lagi" ucap Sean
"Ya,, jadi tidak eksklusif lagi dong" ucap Rania
"Iya sih, O yah, aku ganti bajuku dulu yah, gaun ini berat, dan sayang juga kalau di pakai tidur" ucap Rania
"Ya sudah, kalau gitu aku keluar dulu" ucap Sean
"Tidak perlu, kamu balik badan saja", ucap Rania
Sean sedikit tidak sadar kalau mereka sudah sah sekarang "Oh, iya yah," ucap Sean
Sean pun mengajak Aya untuk berjalan ke sofa dan mendudukanya di sana, Sean pun mengajak Aya bercanda dengan membelakangi Rania
Setelah beberapa waktu berlalu Sean pun mengingat sesuatu "Kenapa makananya belum sampai juga ya,?, apa kamu sudah lapar Ran? kalau lapar kita makan di bawah saja" ucap Sean sambil menoleh ke Arah Rania
"Hey, jangan mengintipku, aku belum pakai baju" ucap Rania yang menutup tubuhnya dengan baju yang baru inin di pakainya
Sean pun melihat sekilas Rania yang hanya mengenakan dalaman, kemudian diapun memalingkan kembali wajahnya ke arah Aya "Oh, kukira sudah selesai, kalau pun terlihat bukanya tidak papah ya Ran?, kita kan juga sudah resmi sekarang" ucap Sean
"Iya sih, tapi ini kan belum malam" ucap Rania
__ADS_1
Sean pun tersenyum pada Aya "Harus nunggu malam ya?" ucap Sean
"Ya kupikir begitu" ucap Rania
Setelah Rania Menganti gaunnya dengan gaun yang simpel, dia pun menghampiri Aya dan Sean sambil menunggu sang pengantar makanan datang
Tidak lama pintu kamar Hotel pun di ketuk dari luar, Sean pun membukanya, dan mempersilahkan pelayan Hotel itu untuk membawa makananya masuk, pelayan itu pun langsung menaruh makanannya di meja, dan diapun segera keluar
Merekapun makan bersama-sama di kamar hotel, Setelah itu Sean merapihkan kasur yang di acak acak Aya untuk Rania beristirahat
"Sudah Ran, silahkan" ucap Sean
"Terimakasih, Aku jadi malu, harusnya aku yang melakukan itu untukmu" ucap Rania
"Tidak apa," ucap Sean
Sean pun kembali ke sofa, sementara Rania beristirahat dan tidur dengan memeluk Aya di sampingnya
Sean juga sedikit lelah dan merasa mengantuk, jadi dia juga membaringkan tubuhnya di sofa dan tertidur di sana
…
Setelah beberapa waktu mereka beristirahat, Sean pun di bangunkan oleh suara bisikan Halus di telinganya
"Bangun sayang, kita ke acara lagi" bisik Rania
Sean pun langsung membuka matanya, dan dia pun langsung melihat wajah Rania yang cantik dengan Riasan tipis itu sangat dekat dengan wajahnya, Sean pun tersenyum kepada Rania
Tampa basa basi Sean langsung menarik wajah Rania supaya lebih medekat lagi pada wajah nya, dan Sean pun langsung mencium bibir Rania dengan lembut dan penuh perasan, Sean mencoba untuk menghayati ciumannya kali ini, dia sangant menyukai rasa bibir Rania yang manis dan lembut itu, tidak ada keraguan lagi di hatinya sekarang, karena Rania sekarang adalah miliknya
Rania juga tidak menahanya, dia juga mencoba untuk mengimbangi Sean dan menikmati ciumanya kalian ini,
Lumayan lama mereka berciuman, Sampai tiba tiba "A Sean, Aa di mana?" terdengar suara Aya yang baru saja bangun dari tidurnya
Seketika mereka pun berhenti dan melepaskan ciumannya, karena mendengar Suara Aya yang bangun dari tempat tidur, mereka memang lupa kalau Aya masih di kamar ini , saking menghayatinya ciuman mereka
Mereka saling memberi senyuman dan saling menatap dengan mata yang sayu, mereka pun tidak langsung merespon Aya yang memangil nama Sean itu
"Aa, di sini" ucap Sean sambil bangkit dan mendudukkan dirinya di Sofa itu
"Iya, teteh juga di sini" ucap Rania yang mengerti, diapun bangkit dan menghampiri Aya yang baru bangun di atas tempat tidur itu, dan menuntunnya turun untuk membawanya kepada Sean
__ADS_1
Setelah mereka semua bangun, Sean dan Rania pun bersiap untuk kembali ke acara mereka yang belum selesai sepenuhnya
...~°~...