Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Bab 142


__ADS_3

Dan setelah menunggu beberapa saat, pesanan merekapun segera sampai di meja , Lena merasa sangat senang bisa berada di kota asalnya ini, dan bersama laki laki yang sangat dia Kagumi sejak lama


Makan siang itu pun terasa sangat indah bagi Lena, dia hanya meyakinkan dirinya kalau ini bukan mimpi yang akan hilang jika dia terbangun


Tapi saat mereka makan tiba tiba saja ada seorang wanita yang datang dari luar dan berdiri di depan pintu masuk private room "Oh, jadi di sini kalian Rupanya" ucap wanita itu


Lena seperti tersambar petir mendengar suara itu, dia kaget karena dia sangat mengenali suaranya itu


"Iya Ran, masuk saja" ucap Sean


Rania pun melangkah menghampiri meja mereka "Len, apa kamu tau aku cemburu padamu" ucap Rania


Lena pun semakin menundukkan pandangannya, dia tidak berani menatap Rania "Ma maaf kak, Le Lena Salah, ini salah Lena, bukan salah kak Sean" ucap Lena yang merasa tertangkap basah


"Tidak, ini salah kak Sean mu itu" ucap Rania


"Ran ada apa,? bukan kah kita sudah membicarakan ini" ucap Sean


"Tidak, kita tidak pernah membicarakan ini" ucap Rania yang kini berdiri di samping kursi Lena


Lena pum hampir menangis di buatnya, dia sangat terkejut dan sedikit takut kalau Rania akan berbuat kasar padanya


"Aku cemburu padamu Len, apa kamu tau alasanya apa?" tanya Rania


"Lena tau, Lena salah, Lena yang menerima kak Sean, jadi mohon kalian jangan marahan, Lena akan pergi" ucap Lena


Sean pun jadi bingung, 'Kemarin baik baik saja, apa dia berubah pikiran?' pikir Sean, dia tidak bisa menebak Rania karena pikiran nya juga tidak tenang


"Tidak, kamu tidak boleh pergi dulu, kamu harus dengar alasan aku cemburu padamu," ucap Rania, dia pun menoleh ke Arah Sean "Sayang, kenapa Restoran ini kamu kasih nama Lena tasty, kenapa tidak Rania tasty?" ucap Rania


Sean pun hanya bisa tersenyum mendengarnya, dia sudah berpikir Rania akan marah, "Itu karena Lena orang kota ini, kamu kan tinggal di kota J, kalau kamu mau aku bisa buatkan juga Restoran yang bertulis namamu di Kota J," ucap Sean


"Tidak usah" ucap Rania masih pura pura ngambek "Apa kamu tau Len, Suamiku tidak menyentuhku sedikitpun di malam pengantinnya, itu karena dia ingin menemuimu" ucap Rania menggoda keduanya


Wajah Sean pun langsung berubah jadi rumit, dia takut Lena menganggap itu hal yang serius "Ran, kenapa kamu bicara seperti itu, itu fitnah, kamu yang tidur duluan kan?" ucap Sean membela diri


Rania pun hanya tersenyum pada Sean, Rania pun memperhatikan Lena yang masih menundukkan pandangan nya itu, dia pun melihat kalau ada air yang menetes ke lantai dari wajah Lena


Rania pun mencoba mengalihkan pandangan Lena padanya "Len, kamu nangis?,,,, Kamu jangan nangis, aku bercanda barusan Len, aku minta maaf" ucap Rania merasa bersalah karena candaanya

__ADS_1


"Tidak, Lena yang harusnya minta maaf, Lena diam diam sudah berencana menikah dengan kak Sean" ucap Lena


"Tidak, kalian tidak diam diam, kak Sean mu itu sudah bilang padaku kalau dia ingin menikahimu" ucap Rania


"Sudah bilang,? jadi kak Rania tidak marah ke Lena" ucap Lena


"Tidak, Sean mu sudah izin, tenang saja" ucap Rania


Lena pun sekarang berani menatap mata Rania "Sungguh?" ucap Lena sedikit tidak percaya


"Iya," ucap Rania


"Ran,, Kamu hampir saja membuat jantungku copot" ucap Sean


"Salah sendiri, kenapa makan tidak ajak ajak istrimu ini" ucap Rania


Sean pun menggaruk belakang kepalanya, "Oh, Iya ya, baiklah Aku mengaku salah, aku minta maaf,,, duduklah" ucap Sean


Sean pun memesankan menu untuk Rania juga, karena Selera mereka memang hampir sama, dan sering kebetulan memesan beberapa menu yang sama saat makan


Dan mereka bertiga pun makan dengan akur di satu meja yang sama


Sementara Sean pergi ke Hotel bersama Rania untuk beristirahat di sana,,



Tidak terasa haripun mulai gelap, dan keperluan juga sudah selesai dipersiapkan,


Sean pun kembali ke Rumah Lena untuk menepati janji nya, Sean hanya di dampingi Randi ke Rumah Lena, Sean belum memberitau ibunya tentang ini, jika Kartina tau dia pasti akan di omelinya habis habisan, bukan karena dia tidak akan setuju Sean Memiliki 2 istri, tapi Kartina tidak akan setuju karena Sean terlalu cepat mengambil keputusan


Sean memang mengambil keputusan terlalu terburu-buru , karena dia ingin segera mengobati kekecewaan Lena padanya, toh juga mereka bersama sudah lama, jadi menurut Sean tidak perlu banyak pertimbangan lagi, Jadi Sean memilih untuk meminta maaf pada ibunya nanti, dari pada meminta izin,


Sean pun sudah di tunggu penghulu dan kerabat Lena yang Lain, tidak banyak lagi yang perlu di lakukan, jadi merekapun langsung memulai Akad


Pak Harjo sedikit kikuk saat berjabat tangan dengan Sean, dia pun terbata saat melafalkan kalimat Akad, Hingga dia harus mengulangnya beberapa kali


Selain dia baru pertama kali menikahkan anaknya, dia juga gugup karena dia sudah melihat koper dengan mahar 5m di depan matanya, belum lagi hantaran Sean yang lainya yang berupa perhiasan emas, dan beberapa pakaian Sutra


Sementara itu Lena berharap harap cemas mendengarkan Akad di kamarnya,

__ADS_1


Dan setelah beberapa kali mengulang, akhirnya kata 'Sah' pun di ucapkan Saksi


Lena pun merasa lega setelah mendengar kata itu, dia pun segera keluar dari kamar nya di dampingi ibunya, dan di dudukan di samping Sean


Sean pun bisa melihat Lena di sampingnya yang berkebaya putih dan berkain lurik, dengan hijab berwarna putih, sederhana namun terlihat menawan,


"Len, sekarang dia Suamimu, kamu adalah tanggung jawab nya sekarang, kamu harus patuh padanya," ucap Pak Harjo


Lena pun tidak bisa menahan Harunya dan menitikan air matanya, Lena pun segera mencium tangan Sean, dan Sean pun mencium kening Lena, dan mereka pun segera memasangkan cincin di jari masing masing


Prosesi akad yang sederhana, namun tanpa mengurangi sakral nya sebuah pernikahan,


"Len, maaf, kakak harus kembali dulu ke Hotel, Rania sendirian di sana, kamu tidak apa kan kakak tinggal dulu dengan orang tuamu di sini? besok kakak jemput kamu, kita pulang ke kota J lagi" ucap Sean


"Iya kak, tidak apa" ucap Lena tersenyum


"Ya Sudah kalau gitu Kaka pamit dulu," ucap Sean


"Iya" ucap Lena


Sean pun pergi dari kediaman Lena dengan perasaan tenang, Rasa bersalahnya pada Lena pun sudah tidak mengganggu pikiranya lagi,


Setibanya di Hotel Sean pun mengetuk pintu kamar Rania


Rania pun segera membukanya "Kamu pulang?,,,, ku kira kamu akan menginap di Rumah istri barumu" ucap Rania


Sean pun masuk kedalam dan langsung mencium kening Rania "Kalian sama sama istri baru, tidak ada istri lama," ucap Sean


"Iya sih," ucap Rania


Mereka pun melangkah ke arah Sofa dan duduk di sana,


"O yah, ngomong gomong, apa ibumu belum kamu kasih tau tentang Lena?" tanya Rania


"Belum" ucap Sean


"Kenapa?" Tanya Rania


"Tidak apa apa, biar nanti saja,, aku mandi dulu yah, gerah" ucap Sean

__ADS_1


"Iya sudah mandi saja" ucap Rania, dia tidak tau alasan Sean tidak memberi tau ibunya, tapi Rania menebak kalau Sean hanya ingin memberi kejutan pada ibunya yang memang sangat menginginkan mereka berdua jadi menantunya


__ADS_2