Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Gagal


__ADS_3

Mereka pun kembali ke tempat acara dan berkumpul lagi dengan keluarga yang Lainnya, hingga waktu pun menjelang sore hari, mereka pun beristirahat kembali ke kamarnya,


Dan menjelang malam, acara pun masih berlanjut dengan acara makan malam bersama keluarga besar dari kedua belah pihak di Restoran Hotel, Kartina membooking seluruh Restoran Hotel untuk acara pribadi ini, jadi yang berada di Restoran mewah itupun hanya ada kerabat Sean dan Rania saja


Hingga mereka pun akhirnya sampai di penghujung serangkaian acara yang cukup melelahkan itu


Setelah makan malam selesai, Sean dan Rania pun menuju ke kamar Hotel kembali, merekapun segera membuka lagi pintu kamar pengantinnya ini


"Akhirnya, selesai juga Acaranya, melelahkan sekali" ucap Rania


"Ya mau bagaimana Lagi, ibu yang mengatur semua acaranya hingga sepanjang ini" ucap Sean yang berjalan bergandengan dengan Rania untuk memasuki kamar


"Iya, ibumu orangnya perfeksionis ya, o yah aku langsung mandi dulu yah, gerah" ucap Rania


"Iya" ucap Sean,


Rania pun langsung bergegas ke kamar mandi Hotel untuk membersihkan dirinya, sementara Sean hanya duduk di sofa


Sean mengeluarkan ponselnya dan mulai melihat lihat ponselnya itu, Sean pun mendapati beberapa panggilan masuk dari Regan yang tidak terjawab, karena selama acara Sean memang mengatur ponselnya dalam mode silent, jadi dia pun tidak mendengar panggilan teleponnya


Sean pun pergi ke balkon Hotel untuk menghubungi Regan kemnali, Regan pun segera mengangkat panggilan Sean


"Regan, ada apa meneleponku tadi?" tanya Sean


"Tidak Bos, tadi aku hanya mau memberi kabar kalau nona Lena tadi pulang ke kota B," ucap Regan di telphon


"Benarkah, tumben dia pulang" ucap Sean


"Iya, sepertinya nona Lena tidak akan kembali ke kota ini lagi bos, Gina bilang Lena sudah mengajukan pengunduran dirinya dari Fakultasnya" ucap Regan


"Begitu kah? Itu tidak mungkin, Lena sangat ingin menjadi dokter, tidak mungkin dia keluar begitu saja?" ucap Sean


"Itu mungkin saja bos, karena Anda adalah alasan Lena untuk tetap tinggal di kota ini, Satu lagi, Gina juga bilang kalau Lena akan segera bertunangan dengan pria pilihan orang tuanya," ucap Regan

__ADS_1


"Ini tidak mungkin, apa kamu tidak sedang berbohong padaku?" tanya Sean


"Aku hanya menyampaikan apa yang ku dengar saja bos, aku juga sdikit menyayangkan, o yah kunci mobil nona Lena juga sekarang ada di tanganku, Gina juga yang memberikannya padaku, Lena juga titip pesan ke bos Arman, dia bilangTerima kasih karena sudah mempedulikan nya selama ini," ucap Regan di telpon


Sean pun merasa hatinya sedikit tidak Rela kalau Lena dengan yang lain, jika dia dengan Regan, setidaknya Sean masih bisa melihatnya, meskipun Sekarang dia sudah memiliki Rania, tapi tetap saja Sean merasa ada celah hampa yang tidak terisi di hatinya


Sean lagi lagi mengingat nasehat kang Rawing yang pernah berkata 'Pilihan apa pun yang Aden pilih nanti, pastikan kalau Aden bisa tenang menjalani nya' itu yang Sean ingat


'Apa aku harus memiliki ke 2 nya baru aku merasa tenang? tapi apakah itu juga akan tenang untuk mereka?' pikir Sean


Sean pun merenung cukup lama di balkon, Sean berpikir tidak ingin mengecewakan Rania , tapi di sisi lain hatinya meronta karena sudah mengecewakan Lena


Tiba tiba Sean merasa kalau ada sebuah tangan yang memeluknya dari belakang "Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Rania


Sean pun tersadar dari lamunanya, "Tidak ada Ran," ucap Sean


"Kita sekarang sudah jadi suami istri, tidak perlu ada yang kamu rahasiakan dariku" ucap Rania yang peka, insting wanita memang terkadang sangat tajam terhadap pasanganya


"Ran, waktu di perkebunan kamu pernah bertanya kan, apa yang akan aku lakukan, jika kamu mengijinkan ku besama Lena?, jadi, apa boleh aku menjawabnya Sekarang?" tanya Sean


"Jika kamu mengijinkanku, aku ingin hidup bersama kalian berdua selamanya, aku merasa diriku tidak utuh tampa adanya kalian berdua, mungkin ke inginanku ini terkesan sangat egois, dan tidak mementingkan perasaan kalian, tapi inilah kejujuran ku, ku harap kamu tidak akan marah" ucap Sean


"Aku sudah bisa menebaknya sejak awal, apa kamu ingin tau alasanku meminta break waktu itu?, itu bukan semata-mata aku ingin mencari jawaban, karena kamu juga pasti tau aku bahagia di sampingmu, tapi aku mencoba memberi Ruang untukmu agar dekat dengan Lena, tapi kamu tidak peka dan malah pergi. Aku juga mengajak Lena kedesamu bukan untuk membuat Lena cemburu dengan kebersamaan kita, tapi untuk menunjukan padamu kalau aku tidak keberatan kalian bersama,, kamu juga tidak peka tentang hal itu" ucap Rania tenang


Sean sedikit tercengang dengan jawaban Rania ini "Jadi, apa itu artinya kamu memperbolehkanku bersamanya juga?" uacap Sean memastikan


"Kamu pikirkan saja jawabannya sendiri" ucap Rania yang tidak merubah pelukannya


Sean pun memutar badanya ke arah Rania "Aku simpulkan jawabanya Boleh, apa benar?" Tanya Sean


"Ya bisa di bilang begitu," ucap Rania


Sean pun sangat tersentuh dengan Rania yang berlapang dada ini, dia pun langsung mencium kening Rania dengan lembut "Terima kasih Ran, Kamu memang wanita yang bijaksana," ucap Sean "Aku mumgkin harus segera menemui Lena, Regan bilang kalau Lena kembali ke kota B untuk tunangan, apa boleh Ran?" ucap Sean

__ADS_1


"Boleh saja, tapi jangan malam ini, ini kan malam pengantinnya kita" ucap Rania manja


"Tentu saja tidak" ucap Sean, dia pun mulai memperhatikan Rania yang mengenakan handuk kimono, karena dia memang baru selesai mandi


Sean pun langsung menggendong tubuh Rania itu "Eh eh, ngapain?" tanya Rania kaget


"Menggendong mu kan, bukan kah pengantin di film selalu menggendong mempelai Wanitanya untuk masuk kamar?," ucap Sean


"Yaa baiklah" ucap Rania tersenyum dan menyandarkan kepalanya pada tangan Sean


Sean pun segera membawa tubuh Rania masuk dan mebaringkanya ke ranjang penggantin mereka, Ranjang itu pun sudah dipenuhi kelopak bunga yang bertebaran


"Aku mandi dulu" ucap Sean


"Iya, aku tunggu" ucap Rania, mereka sudah dewasa dan matang, jadi mereka pun tentunya sudah paham apa yang akan mereka lakukan di malam pengantin ini


Sean pun segera bergegas untuk mandi terlebih dahulu, karena Sean juga merasa sedikit gerah, maklum, Sean seharian menjalankan serangkaian acara di kerumunan banyak orang, jadi itu membuatnya sedikit berkeringat


Selesai mandi Sean pun kembali ke ranjang pengantinnya itu, dan dia pun melihat Rania sudah masuk kedalam selimut dan tidur memunggunginya "Ran" Sean memanggilnya lembut dan mencoba membalikan tubuhnya


Namun Rania ternyata sudah tertidur cukup pulas dengan masih mengenakan handuk kimononya, Sean menebak kalau di balik kimononya itu dia tidak mengenakan apapun lagi


Diapun hanya bisa menghela nafasnya, "Seprti nya rencana malam ini gagal, harus nya tidak perlu mandi dulu tadi, haduh" Sean sedikit menyayangkan "Tapi memang kasian kamu, pasti sangat kecapean yah? semoga kamu mimpi indah Ran," ucap Sean langsug mengecup kening Rania yang sudah tertidur pulas itu


Sean pun membenahi selimut di tubuh Rania, dan kemudian dia juga berbaring di samping Rania sambil terus memperhatikan wajah Rania yang tertidur itu, Sean pun hanya tersenyum dan memeluknya, tidak berapa lama Sean pun juga langsung tertidur


...~°~...


(Kutipan Author: untuk yang tidak menyukai cerita poligami, di sarankan untuk membacanya cukup sampai sini, anggap saja ceritanya 'Hapyyending' di sini. 🙏 Terimakasih sudah mampir 👌)


Mampir juga ke cerita Baru Author:


__ADS_1


Di tunggu ya😊,,,,


__ADS_2