Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Bangsawan Seperti Apa


__ADS_3

Setelah pertandingan itu selesai dengan kemenangan Tiara, Sean juga sudah mengukuhkan Tiara sebagai wakilnya, l bukanya Sean tidak mau melepaskan kepemimpinan nya pada Tiara langsung, tapi memang Tiara yang tidak mau itu, dia ingin tetap jadi bawan Sean, entah apa alasan Tiara menginginkan itu


Setelah beberapa saat berlalu, dan semua urusan di gedung Redbear juga sudah di bereskan Sean, dia pun kembali pulang ke mansion untuk beristirahat



Hari berikutnya, acara resepsi yang di nanti Lena pun akhirnya tiba, Resepsi Lena di gelar di Hotel berbintang Lima di kota J juga, keluarga Lena dari kota B juga sudah dalam perjalanan ke kota kota J, sementara keluarga angkat Sean sudah hadir di acara resepsi,


Kerabat Kartina dari kota SB juga sudah berada di tempat acara sekarang, mereka berbincang hangat lagi seperti saat resepsi Rania, Yang mereka obrolkan tidak jauh dari masalah Sean yang menikahahi satu gadis lagi


Tamu undangan pun tidak kalah geger nya, karena mereka baru beberapa hari lalu menghadiri undangan kartina dalam acara pernikahan putra semata wayangnya ini, Sekarang mereka sudah di undang lagi untuk acara yang sama,


Tentunya itu jadi buah bibir di antara mereka, ada yang iri , ada yang malah membicarakan Sean itu pria hidung belang, ada juga yang bilang Sean tergoda orang ketiga, dan sebagainya, pokonya banyak asumsi yang berbeda-beda yang di tujukan pada Direktur Arman sang pewaris tunggal perusahaan besar Kartin.corp ini


Sementara Rania, dan Lena masih berada di kamar hotel,, Lena masih menjalani proses periasan, dia juga sudah memakai gaun pengantin berwarna putih tulang yang mewah, sementara Rania mengenakan gaun putih simple yang cantik,


Sean juga berada di kamar Rania, dia hanya duduk di sofa dan memperhatikan Rania yang masih bersiap siap, karena Sean memang sudah siap lebih dulu, Sean pun kepikiran keluarga Lena yang di jemput anak buah Agam


Dia pun menghubungi Agam yang berjaga di depan lobi Hotel untuk menanyakannya, Agam juga langsung mengangkat panggilan Sean


"Agam, apa keluarga Lena dari kota B sudah sampai?" tanya Sean


"Mereka sebentar lagi sampai tuan, anak buahku sudah memberi kabar beberapa saat lalu, kalau mereka sudah memasuki kota J sekarang" ucap Agam


"Baiklah, kalau gitu aku turun sekarang" ucap Sean, dia pun menutup panggilannya


Sean pun menghampiri Rania yang masih di Rias juga


"Ran aku turun dulu kebawah, aku jemput dulu orang tua Lena untuk masuk, takutnya mereka sungkan kalau orang lain yang menyambut mereka" ucap Sean, dia sadar kalau mereka keluarga sederhana, dan pastinya mereka akan sedikit ragu jika memasuki hotel semewah ini


"Oh, ya sudah, aku juga paliang sebentar lagi nyusul" ucap Rania


"Baiklah aku turun duluan" ucap Sean


"Iya"


Sean pun segera turun ke lantai dasar, dan lansung bergegas ke tempat Agam berjaga "Agam, apa mereka belum terlihat?" tanya Sean


"Belum Tuan, mungkin sebentar Lagi" ucap Agam

__ADS_1


"Baiklah, aku menunggu mereka di sini saja" ucap Sean yang bergabung dengan Agam dan Aruna di luar, juga ada puluhan Anggota Redbear lainya yang sudah berbaris rapi di depan mereka


"Aruna," ucap Sean memanggil Aruna yang tidak jauh dari Agam


Aruna pun langsung menghadap ke depan Sean "Ya master" ucap Aruna


"Ngomong-ngomong, kapan giliranmu menikah?" ucap Sean basa basi


"Maaf master, aku masih tidak terpikirkan untuk menikah,,, juga,, aku belum menemukan laki laki yang cocok dan bersedia menikahi saya, jujur,, dengan pekerjaan ku yang seperti sekarang, kebanyaka pria takut padaku" ucap Aruna


"Menurut mu, pria seperti apa yang pantas menikahimu?" tanya Sean


"Aku, aku, tidak tau master,,, mungkin di usiaku sekarang,, aku hanya menanti seorang pria yang bisa menerima kondisi ku, dan serius menjalani komitmen hidup bersamaku, itu saja" ucap Aruna


"Simpel juga kriteria mu, menurutmu, bagaimana sosok pria yang ada di samping mu?" tanya Sean


Aruna pun menengok kiri kanan, dan yang tidak jauh dari sampingnya hanyalah Agam "Apa maksud Master Agam?" tanya Aruna


"Ya" jawab Sean singkat


"Aku, aku tidak tau master" ucap Aruna yang meragukan Agam, karena Agam terlihat seperti tidak memperdulikan obrolan mereka, dia hanya mengalihkan pandangannya ke arah Lain


"Iii Iya Tuan" ucap Agam sedikit terbata


"Kamu yang selesaikan" ucap Sean


"A aku Tuan?" ucap Agam


"Siapa lagi, aku sudah membuka jalan, tapi itu terserah kamu, kalau kamu benar-benar ada niat, kmu yang mulai, kalau tidak, ya tidak perlu" Sean sedikit banyak peduli dengan urusan pribadi Agam, selain Sean menganggap Agam penjaga nya, dia juga menganggap Agam teman dan sekaligus guru bela dirinya, karena Tampa Agam, belum tentu Sean bisa sekuat sekarang


"Siap Tuan" ucap Agam


Agam pun mengalihkan pandangannya lagi, tapi bukan ke Aruna , melainkan ke arah lantai "Aruna, aku ingin menikahimu" ucap Agam


"Bukan seperti itu, kamu tatap orangnya jika kamu serius" ucap Sean


"A aku tidak bisa Tuan" ucap Agam


"Kamu harus bisa, atau Aruna tidak akan menganggapmu laki laki yang serius" ucap Sean

__ADS_1


"Be baiklah" ucap Agam, dia mungkin seumur-umur baru kali ini dia merasa gerogi seperti saat ini, dia merasa tidak percaya diri dengan tampang sangarnya itu


Agam pun mulai menoleh ke wajah Aruna yang menundukkan pandangannya juga "Aruna,, aku ingin menikahimu, apa kamu bersedia menerima orang seperti ku" tanya Agam


"Tentu Saja, aku bersedia" ucap Aruna juga tampa pikir panjang


Agam pun terlihat bingung harus berekspresi seperti apa dengan jawaban Aruna yang yang langsung menerimanya ini, tidak ada basa basi sama sekali, suasana pun jadi sedikit terasa canggung "Kalau begitu, kita akan segera menikah" ucap Agam


Namun tiba-tiba Rombongan mobil orang tua Lena dari kota B pun mulai berdatangan, Dan Agam pun segera mengalihkan ke canggungannya itu ke Arah mobil "Tuan Sepertinya keluarga nona Lena sudah tiba" ucap Agam


"Iya" ucap Sean yang juga mengalihkan pandangannya pada mobil mobil yang baru datang itu


Dan orang tua Lena pun terlihat langsung turun dari mobil, terlihat ada sedikit keraguan di wajah mereka, mereka seperti linglung menatapi Hotel nan mewah itu, apa lagi saat melihat anggota Redbear yang berbaris rapi untuk menyambut kedatangan mereka


Para kerabat dekat Lena pun segera menghampiri pak Harjo dan bu Naya, dengan keraguan yang tersirat di wajah mereka, "Harjo, apa benar menantumu membuat acara di Hotel semewah ini, apa mereka semua juga adalah orang orangnya?, harjo,, sebenarnya bangsawan seperti apa yang menikahi putrimu? Lena beruntung sekali" ucap salah satu kerabat pak Harjo


"Aku juga tidak tau" ucap pak Harjo juga bingung


"Tuan sudah menunggu kalian semua di depan, jadi silahkan bergegas lah ke sana" ucap Salah satu anak buah Agam yang menjemput mereka


Rombongan mereka pun segera melangkah di antara anggota Redbear yang berbaris di kiri dan kanan mereka, merekapun perlahan mendekat ke Arah Sean yang berdiri di depan pintu masuk


Pak Harjo pun kini mulai bisa melihat jelas pria tampan berjas hitam elegan dengan rambut yang di sisir rapih di depan itu adalah menantunya, dia pun tidak Ragu lagi, dan bergegas ke arah Sean


"Pak, bu" ucap Sean yang langsung memberi salam pada mereka, mereka pun seperti sungkan menerima salam dari Sean itu


"N nak Arman, sebenarnya kamu itu siapa, apa kamu anak seorang pejabat?" tanya pak Harjo


"Bukan, ibuku hanya seorang pengusaha, mari, saya akan kenalkan kalian padanya" ucap Sean


Mereka pun mengikuti Sean untuk masuk dan menuju ke Tempat Resepsi dengan perasaan campur aduk, antara tidak percaya , sungkan, dan sedikit perasaan minder


Dan segera lah mereka pun memasuki sebuah Ruangan besar dengan dekorasi yang super mewah, di penuhi ratusan tamu undangan dari kalangan atas, itu membuat nyali mereka menciut melihat pemandangan ini, dan seketika mereka menghentikan langkah kakinya di depan pintu masuk, karena mereka merasa tidak pantas untuk masuk kedalamnya


Sean yang berjalan lebih dulu bersama Agam Dan Aruna pun menyadari kalau tidak ada yang mengikuti nya lagi untuk berjalan masuk, dia pun menoleh kebelakang


"Pak, bu, ada apa?, Ayo masuk, Ibuku sudah menanti kalian di dalam" ucap Sean


Pak Harjo pun menatap wajah menantunya itu dengan rasa segan "Apa ibumu tidak akan keberatan, jika bertemu dengan orang orang kecil seperti kami?" tanya pak Harjo ragu

__ADS_1


__ADS_2