Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Rencana Licik Ferdi 2


__ADS_3

Setelah Tiara pergi Sean pun memperhatikan kartu nama di tanganya "Ternyata Tiara sekretaris di RedBear!, pantas saja bisa menakuti mereka, tapi untung dia datang, kalau tidak, mungkin aku benar benar di buat perkedel oleh anggota Redbear" gumam Sean merasa bersyukur dengan datangnya Tiara


Sean menghela napas, dia pun menghadap cermin yang sudah hancur dan mulai merapihkan pakaianya, membasuh mukanya lagi, dan dia pun pergi dari toilet tampa memperdulikan mukanya yang lebam lebam


Setelah masuk Sean tidak mendapati Rania di tempat dia mengobrol tadi, teman temanya juga sudah tak ada di sana, Dia pun mulai mencari cari Rania sampai beberapa kali berputar di area lestoran, tapi Rania tetap tidak dilihatnya


"Lho, Sean kamu masih di sini?" tanya Karin yang kebetulan berpapasan


"Iya, Rania di mana ya, apa kamu melihatnya?" tanya Sean


"Rania kan sudah pulang tadi, apa kamu tidak tau?" ucap Karin


"Pulang,?? kenapa dia pulang??" ucap Sean sambil meraba sakunya, dan kunci mobilnya masih ada di Sean


"Iya, tadi Rania pingsan, Ferdi bilang kamu ada urusan dan sudah pulang duluan, jadi Ferdi tadi yang mengantarnya," ucap Karin


"Rania pingsan?? dengan Ferdi??" perasaan Sean mulai tidak enak 'Ini pasti rencana licik Ferdi, termasuk kejadin di toilet tadi ' pikir Sean


"Muka mu kenapa Sean? ko sampai memar gitu,? aku obatin dulu yah" ucap Karin


"Tidak tidak perlu, aku langsung pulang saja, takut Rania ada apa apa" ucap Sean yang mulai merasa khawatir, takutnya Ferdi berbuat yang tidak tidak pada Rania


Dia pun segera Lari keluar dan menghubungi (S) terlebih dulu


"(S), lacak posisi Ferdi sekarang, dan cepat kirimkan posisinya" ucap Sean, dia benar benar tidak bisa menenangkan dirinya, dia terus mundar mandir menunggu informasi dari (S), satu menit pun serasa satu jam buat Sean saking tidak tenangnya dia, 'Ayo lah Sandri cepat, cepat' Sean terus bergumam sambil terus menatap layar ponselnya


Beberapa menit berselang (S) pun memberi informasi posisi Ferdi, Sean pun langsung memanggil Agam untuk membawa mobilnya, merekapun segera pergi ketempat yang di informasikan oleh (S)


Sean tidak bisa diam di dalam mobil dia benar benar khawatir akan terjadi sesuatu pada Rania, itu pun memancing tanya dari agam "Apa yang terjadi tuan, kenapa anda seperti sedang gelisah" ucap Agam


"Tidak usah banyak tanya, lajukan saja mobil dengan cepat" ucap Sean yang tidak biasanya tegas kepada Agam

__ADS_1


Sebenarnya Agam masih ingin bertanya perihal luka di wajah Sean, tapi melihat Respon Sean seperti itu dia pun mengurungkan niatnya, dan Agam menebak pasti ada kondisi yang darurat yang tak ingin tuanya jelaskan, dia pun menambah kecepatan mobilnya sesuai permintaan Sean


Dengan cepat mereka pun tiba di tempat yang di informasikan (S) tempat itu adalah sebuah gedung hotel yang lumayan besar, dari sini Sean yakin kalau Ferdi punya niat buruk terhadap Rania, itu membuat dirinya semakin tidak bisa mengontrol dirinya sendiri dan emosinya Sean pun semakin memuncak


Sean keluar dari mobil dan langsung berlari menuju lobi hotel menuju meja resepsionis, saking emosi nya Sean sampai menggebrak meja Resepsionis 'brak' "Pengunjung yang bernama Ferdi ada di lanatai berapa dan kamar berapa" ucap Sean tampa basa basi


"Maaf pa, apa anda tau nama panjang Ferdi yang anda maksud? agar kami mudah mencari info check in nya" tanya Resepsionis


"Ayolah mana ku tau nama panjangnya , pokonya Ferdi dia bersama seorang perempuan dan pasti belum lama dia check in di sini" ucap Sean


"Maaf, apa anda ada janji, kami sangat melindungi privasi pengunjung untuk memastikan kalau mereka tidak terganggu" ucap resepsionis itu


Pertanyaan pertanyaan yang di ajukan resepsionis itu membuat Sean murka, dia ingin sekali memakan kepala resepsionis ini bulat bulat saking kesalnya


"Apakah harus banyak pertanyaan semacam ini, Pacarku ada di dalam dengan orang yang bisa saja akan membunuh atau memperkosanya, dan kamu di sini masih menanyakan soal janji?, apa kau tidak waras? apa kau bukan manusia?, cepat beritau kamarnya atau aku harus memakan kepalamu dulu baru kamu mau memberitau kamarnya" emosi Sean meledak ledak tidak karuan


"Bababab baik, tn Ferdi yang baru saja ceck in dia be berada di lantai li lima nomor 305" resepsionis itu sampai gemeteran karna di bentak Sean


"Terimakasih, maaf aku tidak bermaksud kasar padamu" ucap Sean pada Resepsionis dan dia pun langsung berlari ke arah lift dan langsung menuju ke lantai 5


Setibanya di lantai 5 dia terus berlarian sambil memperhatikan semua nomer yang tertera di pintu, dia tidak memperhatikan jalan yang di depannya, dia hanya fokus melihat nomor dari pintu kepintu, hingga diapun menabrak seseorang sampai terjatuh


"Maaf maaf aku tidak sengaja, ma........, kamu! kamu temanya Ferdi yang tadi di pesta kan,?" setelah dia mmemperhatikan orang di depanya adalah Aldo, Sean langsung meloncat bak harimau menerkam Aldo yang terbaring di lantai karena tertubruk Sean tadi


Sean pun langsung memberi pukulan ke muka Aldo "Di mana Ferdi ?" Sean berteriak ke muka Aldo smbil mencengkram erat kerah bajunya


Aldo masih syok karena di tabrak dan di pukul, dia tidak menyangka Sean bisa menemukan mereka secepat ini


"Ampun ampun aku tidak tau apa apa, jangan pukul, jangan pukul, Ferdi ada di dalam" ucap Aldo sambil menunjuk sebuah pintu


Dan dia pun berdiri dan melepaskan Aldo, "Agam, tolong jaga dia, dia juga pasti terlibat" ucap Sean

__ADS_1


"Baik," agam pun langsug memegang baju belakang Aldo supaya tidak kabur


Sean berdiri dan mengambil ancang ancang, lalu dia pun langsung menendang pintu itu hingga terbuka 'brak' dia pun masuk dan langsung melihat kesetiap sudut ruangan kamar dan Sean berharap tidak melihat sesuatu yang dia takutkan


Di dalam kamar Ferdi terlihat sedang memposisikan kamera ponselnya di tripod agar mengarah tepat ke arah dimana Rania berbaring, Ferdi pun kaget dan langsung melihat ke arah pintu


"Brengsek, mau kau apakan Rania" ucap Sean sambil meluncur dengan cepat ke arah Ferdi dan langsug memukul wajah Ferdi hingga terjatuh ke lantai


"Aduh" triak Ferdi


Sean sekilas memperhatikan Rania yang tertidur pulas di tempat tidur, semuanya masih pada tempatnya tampa kekurangan suatu apapun, 'seprtinya memang belum terjadi apa apa' pikir Sean


Sean mencengkram kerah baju Ferdi dan membuatnya berdiri lagi "Kamu mau macam macam pada Rania?" teriak Sean sambil mendaratkan pukulan di perut Ferdi


'uhuk uhuk' Ferdi sampai terbatuk


"Tunggu dulu tunggu dulu, aku hanya menolong dia, dia pingsan kamu jangan salah paham dulu" Ferdi mengelak karna tak mampu melawan amarah Sean


"Menolong??" 'buk' sean memukul perut Ferdi lagi hinga terbatuk lagi


"Aku aku tidak bohong kau lihat sendiri" ucap Ferdi sambil meraba ke arah belakang mencari sesuatu untuk melawan, tangan nya pun menemuka vas bunga porselen di meja kecil di belakang tubuhnya


"Kenapa harus kau bawa ke Hotel bukan ke Rumahnya?" Sean ingin memukul Ferdi lagi tapi tiba tiba ada benda keras menghantam kepalanya 'prakkkkk' Dan suara serpihan porselen keramik pun gemericing berjatuhan ke lantai


Sean pun secara replek membanting tubuh Ferdi ke belakang tubuhnya hingga Ferdi tersungkur, sementara Sean juga menundukan badanya ke bawah, dia merasa kepalanya sangat pusing dan pandanganya kabur


Entah karena serangan Ferdi itu memang terlalu cepat, atau karena Sean terlalu emosi sampai diapun kehilangan insting menghindarnya, hingga vas bunga itu pun menghatam keras tepat ke pelipis kirinya yang sebelumnya sempat terluka


Ferdi yang tersungkur di belakang Sean ternyata masih bisa bangkit, dan dia pun mengepalkan tinjunya berniat memukul Sean yang masih tertunduk itu dari belakang


...~°~...

__ADS_1


__ADS_2