
Sean lebih lambat sampai di kota J karena dia mengendarai motor, sedangkan Rania sudah sampai duluan karena bisa lewat jalan tol
Setibanya di mansion ibunya, Sean pun sudah di tunggu Kartina "Akhirnya kamu pulang juga" ucap kartina
"Iya bu," Sean mendekat dan memberi salam
"Gimana di Sana, apa ibu dan ayah angkatmu sehat di Sana?" tanya kartina
"Sehat sehat bu, alhamdulilah, mereka juga titip salam ke ibu juga" ucap Sean
"Oh iya, Syukurlah," ucap Kartina
Setelah mengobrol singkat Sean langsung ke kamarnya untuk membersihkan diri dan solat, kemudian tidur
....
Keesokan paginya seperti biasa Sean sudah di tempat Latihan Agam pagi pagi sekali, sekarang dia sedang latihan fighting dengan agam di ring tinju
"Anda cepat Sekali berkembang tuan, anda sudah hampir bisa mengalahkan Saya" ucap Agam
"Itu karena kamunya yang tidak bersungguh sungguh melawanku" ucap Sean
"Anda juga sama kan?, sudah 90% tehnik ku sudah anda kuasai, di tambah tehnik yang anda kembangkan sendiri, kalau anda bersungguh sungguh pasti sudah bisa mengalahkan Saya" ucap Agam
"Kau terlalu memuji, kurasa masih jauh dan masih harus banyak belajar lagi untuk bisa seperti yang kamu ucapkan Barusan" ucap Sean
"Ya, tapi kuyakin tidak akan lama lagi" ucap Agam
Setelah selesai latihan dia pulang untuk bersiap ke kantor, setelah sampai di kantor dia pun masuk di departemen yang sebelumnya, karna memang dia blum memahaminya karena kemarin prosesnya sempat terganggu, diapun seperti biasa bekerja dengan fokus
Sampai lah Sean pun di jam istirahat lagi, Seperti biasa dia turun untuk menunggu Rania, begitu sampai bawah Sean langsung menghubungi nomor Rania namun ponsel Rania terus sibuk,
Sean pun malah mendapati ponselnya berdering tanda panggilan masuk, tapi dia tidak mengenali nomornya 'Nomor siapa?' Sean pun mengangkatnya
"Hallo" jawab Sean
"Hallo Sean, apa kamu mencari Rania?" ucap Leon dari sebrang telepon
"Kurang ajar, apa kau Leon? apa kamu membawa Rania?" tanya Sean sdikit emosi
"kalau kamu ingin Rania baik baik saja, kamu harus datang ke bangunan kosong yang tidak jauh dari tempat kita biasa makan, dan harusnya kau cepat, atau akan terjadi apa apa dengan kekasihmu ini , hahaha" Leon pun langsung mematikan teleponya
Sean tidak menunggu lama Lagi dia langsung mengajak Agam dan beberapa anak buahnya untuk ikut, karena Sean sudah tau Kalau Leon masih ada hubungan dengan Redbear, jadi Sean harus sdikit waspada
__ADS_1
Setelah beberapa waktu mencari, Sean pun sampai di tempat yang di sebutkan Leon, di bangunan kosong yang terbengkalai, Agam pun Langsung memarkirkan mobilnya di depan pintu masuknya
Seanpun langsung turun dan masuk kedalam bangunan ini, dia pun langsung menyusuri tiap sudut ruangan ini dengan matanya, dia pun melihat keberadaan Leon, terlihat Leon yang duduk di kursi dengan santainya,
Leon selalu dengan setelan jasnya, dan di dampingi oleh puluhan anggota Redbear di dekatnya, dan Satu wajah lagi yang tidak asing untuk Sean yaitu Ferdi dengan tangannya yang masih di Perban, ternyata Ferdi memang lari dan bersembunyi di Redbear
Tapi Sean tidak melihat sosok Rania di sana, dia pun tidak berani langsung terlalu mendekat karena Agam dan anak buahnya masih di luar, "Di mana Rania?" tanya Sean
"Jangan terlalu buru buru, Sejujurnya, Rania tidak ada di sini, tapi terimakasih kamu sudah jauh jauh datang kemari hanya untuk menemuiku" ucap Leon
"Oh, jadi kau Hanya menipuku?, hmm, pengecut!" ucap Sean
"Aku sudah memperingatkanmu waktu itu untuk menjauhi Rania, Sekarang kamu malah jadian denganya, sungguh tidak bisa di maafkan, jangan pikir kau akan bisa keluar lagi dengan utuh setelah datang kemari" ucap Leon
"Kamu banyak tau juga tentang hubungan orang , apa selain pengecut kau juga orangnya sekepo itu?" tanya Sean
"Lebih baik kau berdoa Saja supaya anak buahku tidak memukulimu sampai mati, daripada kamu menanyakan hal semacam itu padaku" ucap Leon
"Apa kau kira puluhan anak buahmu ini bisa melukaiku dengan mudah?" tanya Sean
"Besar mulut juga ternyata kamu ya, kamu hanya sendirian kan, kalau begitu mari kita coba" ucap Leon
Baru saja Leon berbicara seperti itu, Agam dan 7 orang bawahanya pun masuk dan berdiri di belakang Sean "Ehm ehm, sepertinya kau Harus belajar menghitung lagi dari nol" ucap Sean
"Kau ternyata kenal juga dengan temanku?" tanya Sean
"Aku tidak peduli dia pamanku atau bukan jika kau berdiri di belakang musuhku berarti kau musuhku juga" ucap Leon
"Seingatku kita memang sudah tidak ada lagi hubungan darah Setelah kakekmu membuangku" ucap Agam
"Baiklah, segera Habisi mereka, tampa terkecuali" ucap Leon
Pria pria kekar itupun langsung bergerak kedepan Leon dengan sebagian mebawa pemukul baseball di tangan mereka, hanya menyisakn Ferdi dan 1 orang yang tidak maju di belakang Leon
"Tuan, anda tidak usah turun tangan, biar anak buah saya saja yang melawan mereka, jarang sekali mereka belorah raga di luaran seperti ini" ucap Agam ke Sean
"Mereka cuma ber 7, apa bisa mereka melawan 20 anggota Redbear?" tanya Sean
"Anak buah ku juga terlatih, meskipun mereka masih dalam tahap berkembang , tapi saya yakin 1 orang dari mereka bisa menahan 2 sampai 3 orang anggota Redbear tingkat bawah,, Saya juga tentunya akan ikut ambil bagian" ucap Agam
"Baiklah kalau begitu, terserah kamu saja," ucap Sean sangat percaya dengan Agam
"Maju" ucap Agam
__ADS_1
Pertempuranpun tidak bisa terelakan Lagi meskipun 2 kubu ini tidak seimbang dalam jumlah, tapi pertempuran pun berlangsung sengit
Sean hanya melihat pertempuran dari belakang dan sesekali beradu pandang dengan Ferdi dan Leon yang cukup optimis kelihatanya
Sampai akhirnya pertempuran inipun memang di menangkan oleh anak buah Agam, mereka 7 orang dengan agam tidak ada Satupun yang tumbang, sedangkan 20 anggota Redbear yang bela dirinya masih berada di tingkatan 6 ini semuanya sudah tergeletak di Lantai
"Tidak ku sangka, ternyata teman temanmu jago juga, hebat hebat" ucap Leon, diapun melirik sesorang di sampingnya "Giliran kamu yang maju" ucap Leon
Satu orang yang tidak ikut maju tadipun sekarang maju, dia adalah salah satu dari 5 petarung terbaik di Redbear yang berada di tingkatan 2,
"Agam, apa kau masih ingat denganku" tanya orang itu
"Kau Zopar, yang waktu itu ikut membuangku juga kan?, kamu sekarang sudah tua" ucap Agam
"Kau masih ingat rupanya, sudah lama aku ingin mengujimu" ucap Zopar
"Apa kau panatas? kurasa anak buahku saja sudah dapat untuk mengalahkanmu" ucap Agam
"Coba Saja" ucap Zopar
7 Anak buah Agam pun langsung menyerang zopar bersamaan, alhasil dalam waktu kurang dari 10 menit semua anak buah agam memang di pukul jatuh Oleh zopar
"Ku akui kamu cukup hebat juga" ucap Agam
"Tidak usah terlalu memuji, simpan pujianmu itu untuk nanti saat aku sudah mengalahkanmu" ucap Zopar
"Kita buktikan Saja" ucap Agam merekapun mulai berhadapan
Zopar mulai menyerang lebih dulu tampa sungkan, tapi stiap serangan zopar Agam selalu bisa mematahkanya dengan mudah, Zopar terus mendesak Agam hingga Agam pun tidak menahan dirinya lagi dan langsung melayangkan beberapa tinjuan kerasnya kebebrapa bagian tubuh zopar dan menendang langsung dadanya, Zopar pun terpental cukup jauh kebelakang hingga dia terduduk sambil memegangi dadanya itu
"Apa Cuma segitu kemampuanmu?" ucap Agam
Zopar sudah sadar kalau dirinya bukan lah tandingan Agam, jadi dia tidak berusaha lagi untuk melawawan
"Aku mungkin bukan tandinganmu, tapi jangan sombong dulu, di atas langit masih ada langit, dan aku yakin Bearone bisa mengalahkanmu" ucap Zopar
"Hm, Siapa yang kau panggil Bearone? apa dia kakak sepupuku? Goma?" tanya Agam
"Iya, jadi aku sarankan jangan sampai kamu mengganggu putranya, karena itu tentu akan memancing kemarahanya" ucap Zopar
"Apa maksudmu mengganggunya seperti ini" ucap Sean yang sekarang sudah berdiri dengan tangan sudah mengangkat kerah baju Leon tinggi tinggi, Sean menangkapnya Saat Leon mencoba kabur tadi dengan Ferdi, tapi si Ferdi tetap saja pandai untuk melarikan diri
"Lepaskan aku, kalau kau berani memukulku, kupastikan Rania akan sangat membencimu" ucap Leon
__ADS_1