Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Mimisan


__ADS_3

Mereka menikmati malam dengan bermain biliar dan juga menyantap kue buatan para wanita, Intan juga penasaran dan mencoba bermain biliar, tapi tentu saja dia jadi bulan-bulanan para laki laki untuk mengisengi intan hingga dia pun jengkel dan marah marah sendiri, setelah malam lumayan larut mereka pun pulang, sementara Sean dan Kartina langsung beristirahat



Malam yang berkesan itu pun berlalu dengan begitu cepat, Keesokan paginya setelah Sean menjalani rutinitas paginya, Sean pun bersiap dan segera bergegas pergi ke Apartemen Rania untuk menjeputnya


Setibanya di depan pintu apartemen Sean mengetuk pintunya, dan dengan segera Rania pun membuka pintu Apartemen "Sudah datang ya, aku sebentar lagi siap, masuk dulu, kamu tunggu di dalam saja" ucap Rania


Sean pun memandangi Rania yang berdiri di pintu itu, dia menyukai pemandangan Rania yang mengenakan piama sutra dengan Rambut yang sedikit acak acakan karena Rania belum sempat merapihkanya setelah bangun tidur


"Ayo masuk, kenapa bengong di situ?" tanya Rania


"Oh iya" ucap Sean yang tersadar dari lamunannya


Sean pun masuk kedalam dan duduk di sofa


"Aku mandi dulu sebentar, belum sempat mandi tadi, barangku lumayan banyak, jadi Repot juga beresinya tadi" ucap Rania


"Ya sudah cepat, nanti kamu ketinggalan Pesawat" ucap Sean


"Iya iya," Rania pun masuk ke kamarnya


Sean pun hanya duduk di sofa dan menonton siaran televisi dan sesekali dia tertawa karena tingkah lucu film animasi di tlevisi Ruang tamu itu, Sesekali dia juga memperhatikan pintu kamar Rania yang masih tertutup


Namun tiba tiba Saja "Aaaaaaaaaaaaaa pergi pergi" Rania berteriak dari dalam kamar


"Ran,, ada apa?" Sean juga sdikit berteriak, tampa pikir panjang Sean langsung menuju arah kamar Rania karena takut ada apa apa denganya


Sean pun segera membuka pintu kamar Rania, dan seketika pandanganya pun langsung melihat ke tubuh seorang gadis yang berdiri di depan kamar mandi, dan dia hanya berbalut handuk mandi biasa yang hanya menutup dada dan sedikit pahanya yang putih seperti Salju itu,


"Eh, maaf maaf" ucap Sean yang seketika menutup kembali pintunya 'Haduhh gilaaa gila, kenapa aku melihat pemandangan seperti ini' pikiran Sean seketika jadi kusut


Meskipun Sean bukan pertama kalinya melihat wanita seksi di internet atau pun di luaran sana, tapi rasanya berbeda kalau melihat live action seperti itu, juga ini bukan orang lain, ini tunanganya sendiri, jadi dia sedikit tengsin


"Kamu kesini masuk, kenapa malah keluar lagi,, tolong aku" ucap Rania tidak sadar dengan prilaku Sean karena dia ketakutan


"Memang nya ada apa di dalam Ran?" ucap Sean yang berdiri membelakangi pintu dengan masih terbayang pemandangan di dalam barusan


"Ada kecoa di kamar mandi, tolong kamu keluarin, aku belum selesai mandi" ucap Rania


"Iya iya, tapi tolong kamu pakai baju dulu," ucap Sean

__ADS_1


"Pakai baju gimana aku belum beres mandi sayang, cepetan sini" ucap Rania yang beneran takut


"Kalau kamu tidak pakai baju, aku tidak bisa bantu Ran" ucap Sean yang merasa belum terbiasa dengan pemandangan semacam itu


"Ya sudah, tunggu kalau gitu" ucap Rania dari dalam kamar


Setelah beberapa waktu Rania pun membuka pintunya, "Sudah,, ayo cepet tangkap kecoanya, aku geli kalau lihat kecoa, iihh" ucap Rania brigidig


Sekarang Rania sudah memakai piama atasan yang tadi dia pakai, dan handuknya juga sekarang sudah di turunkan sampai lutut


"Aku malah geli kalau lihat kamu yang seperti tadi Ran" ucap Sean yang langsung masuk melewati Rania tampa menolehnya lagi


"Apa maksudmu?" ucap Rania bingung sambil mengikuti Sean kedalam


"Kamu diam saja di situ, bukanya kamu takut?" ucap Sean yang menoleh Ke arah Rania, dia tidak kuat jika harus terlalu dekat dengan Rania yang berpenampilan seperti ini, Otaknya sedikit sensitif dan tidak bisaa fokus kalau malihat Rania yang seperti itu,


"Aku kan takut di sini ada juga" ucap Rania tidak menghentikan langkah kecilnya


"Ran, sudah diam di sana saja" ucap Sean yang mulai masuk ke dalam toilet


"Dimana kecoanya Ran" ucap Sean memperhatikan semua sudut di kamar mandi


"Itu di bawah tempat Sabun, coba kamu angkat" ucap Rania


Rania pun langsung membawa kain lap dan plastik yang di minta Sean itu dan memberikanya, dengan segera Seanpun menangakap kecoa itu dengan susah payah, dan setelah berhasil diapun membuangnya ke tempat Sampah di luar kamar,


"Sudah aman sekarang, sana lanjutin lagi mandinya" ucap Sean


"Enggak ah takut ada lagi di dalam" ucap Rania


"Kalau gitu kamu langsung ganti baju saja, gak usah mandi" ucap Sean


"Tapi aku sudah tanggung, nih lihat Rambutku masih ada busa nya" ucap Rania


"Terus mau gimana? masa aku harus temenin kamu mandi di dalam" ucap Sean asal


"Mmm, sepertinya boleh juga ide mu" ucap Rania mengisengi Sean, dia sudah mengerti perkataan Sean tadi


Seketika pikiran Sean pun langsung kusut lagi mendengar jawaban Rania itu "Enggak enggak ah, parah kamu Ran" ucap Sean yang hampir mimisan memikirkanya


Dia pun langsung membalikan tubuhnya untuk pergi "Aku tunggu kamu di bawah, cepat turun, aku bawakan tasmu juga ke bawah" ucap Sean yang membawa 2 tas travel troli milik Rania

__ADS_1


"Sayang, masa aku di tinggal sih, aku kan takut, tungguin di sini" ucap Rania terus menggoda Sean sambil tersenyum


"Enggak" ucap Sean tidak mengindahkan Rania dan langsung keluar apartemen kemudian turun kebawah dan menunggu Rania di luar mobil


Setelah beberapa waktu Rania pun turun dengan sudah berpenampilan Rapi seperti biasanya, tidak seseksi tadi saat dia di dalam ,


Tapi tetap saja Sean terbayang lagi ketika melihat Rania 'Kenapa otaku seperti ini, aduuuhh' pikir Sean menepuk kepalanya sendiri


"Maaf, lama nunggu ya?" ucap Rania


"Iya lumayan, ayo masuk, ibu pasti sudah nunggu dari tadi" ucap Sean


"Iya maaf" ucap Rania,


Rania pun segera masuk ke kursi belakang mobil, sementara Sean duduk di depan bersama seorang supir, merekapun pergi dari apartemen Rania menuju bandara


"Sayang,,, aku baru kepikiran, kalau aku kembali ke kota J apartemenku tidak ada yang nempatin, apa tidak sebaiknya di jual saja" ucap Rania


"Tidak, sebaiknya jangan, jika di lain hari kamu kesini lagi kamu tidak perlu Repot kan, aku paling nanti hubungi pihak apartemen untuk mengurus apartemenmu" ucap Sean


"Oh, baiklah kalau begitu, tapi ngomong ngomong, kenapa kamu duduk di depan, kenapa tidak duduk denganku, apa kamu masih geli denganku?" tanya Rania


"Ti tidak,,, jangan bahas itu lah" ucap Sean yang teringat lagi dan lagi, meskipun mencoba terus menepisnya


"Harusnya aku yang merasa di rugikan, bukan kamu, karena kamu sudah mengintipku tadi" ucap Rania terus menggoda Sean


"Ii itu bukan sengaja Ran, kan kamu yang berteriak, aku aku hanya khawatir" ucap Sean seperti sedang kebakaran jenggot


Jika biasanya Sean yang suka menggoda orang, sekarang dia yang di kerjai Rania habis habisan, Rania juga tidak paham kenapa Sean bereaksi seperti itu, 'Biasanya kan pria yang suka cari cari kesempatan, apa Sean benar benar sepolos itu?,' pikir Rania


"Aku akan memberitau bu kartina tentang masalah ini" ucap Rania yang seolah jadi korban untuk menggoda Sean


"Ya Ran, jangan gitu, nanti ibu anggap aku beneran punya pikiran nakal, itu kan bukan disengaja" ucap Sean


"Iya iya aku hanya bercanda" ucapa Rania tersenyum


Setelah beberapa waktu mobil mereka pun akahirnya sampai ke bandara, dan kecanggungan Sean pun sdikit berkurang karena banyaknya orang di bandara, merekapun segera bergabung dengan Kartina dan yang lainya,


Dan mereka pun Segera masuk ke kabin jet pribadi Kartina, Rania pun serasa jadi orang penting karena menaiki jet pribadi dengan pengawalan ketat, dan segera jet pun mulai melaju di landasan dan kemudian mengudara menuju kota J yang di rindukanya


...~°~...

__ADS_1


...(jangan lupa like, komen, dan terus beri dukungan)...


__ADS_2