Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Rumah Sewa Baru


__ADS_3

Sean pun segera mengahiri panggilan telepon dari ibunya itu, dia pun segera melanjutkan pekerjaannya lagi


"Sean, apa perlu bantuan" tanya Sandri yang baru selesai berberes di mejanya


"Tidak perlu, aku bisa mengerjakannya sendiri,, kamu duluan saja, aku juga paling sebentar lagi" ucap Sean


"Oh ya sudah, kalau gitu aku duluan" ucap Sandri, dia pun segera bergegas keluar dari ruangan kantor


Sean pun kembali terfokus pada komputernya lagi, dia tidak terlalu menghiraukan keadaan kantor yang Sekarang sudah sepi, dia pun tidak sadar kalau ada langkah sepatu yang mendekat kepadanya sekarang,


"Duh yang lagi giat kerja fokus banget keliatannya, sampai telat pulang segala , apa karena ingin cepet naik gaji" ucap seseorang orang yang mendekat itu


Sean pun menoleh ke arahnya, "Rania, kenapa kamu kesini?" tanya Sean yang tidak menyangka kalau yang di belakangnya itu adalah Rania


"Ya untuk menemuimu lah, tidak mungkin menemui meja kan," ucap Rania


"Kok bisa tau aku masih di sini?"


"Barusan di lift aku tanya ke teman seruangan mu, dia bilang kalau kamu masih di sini" ucap Rania


"Oh, aku kena hukuman dari manajer Arda, karena tadi aku telat masuk kan" ucap Sean sambil tetap melanjutkan kerjanya


"Kasian" ucap Rania tersenyum


"Kak, kakak, aduuh, kenapa meninggalkan aku di lift sendirian sih, kenapa kamu ke sini" tanya Seli yang juga masuk keruangan dan menghampiri Rania, yang sedang bersandar di meja belakang Sean


Seli yang baru sadar kalau ada seorang pria di hadapan Rania pun sedikit kaget, karena tidak biasanya dia melihat Rania menghampiri seorang laki laki, dia pun menutup mulutnya yang membentuk huruf O itu dengan tanganya


"Ya Tuhan, apa dia pacarmu kak, kamu tidak pernah cerita padaku kalau kamu punya pacar" ucap Seli yang heran karena kakak sepupunya ini menghampiri seorang pria di luar jam kantor, yang Seli tau itu bukanlah keperibadian sepupunya yang dia kenal, 'Pasti dia orang yang spesial' untuk kak Rania " gumam hatinya


"Jangan bicara sembarangan, dia teman ku dari kota 'B'," ucap Rania,


Sean pun langsung menoleh ke arah Seli,


Seli pun merespon dengan ekspresi lebih kaget lagi "Kamu, kamu, direktur Arman kan?" tanya Seli yang masih ingat dengan wajah Sean itu, meskipun penampilanya sekarang berbeda, tapi Seli yakin kalau itu adalah wajah pak Arman yang pernah di lihatnya


"Apa yang kamu katakan?, dia adalah Sean temanku, kamu makin ngaco saja Sel, apa sebegitu ngefansnya kamu pada direktur baru itu, sampai semua pria yang kamu lihat itu mirip dia?" ucap Rania


Sean pun hanya tersenyum, dia tak berniat menjelaskannya


"Siapa dia Ran,? apa dia adikmu,? kalian sangat mirip" ucap Sean


"Iya,, dia Seli adik sepupu ku, dia suka aneh-aneh kalau bicara, jadi kamu tidak perlu mendengarkan omongannya" ucap Rania


Seli pun masih melihat ke arah Sean, dia yakin kalau wajah yang di depanya ini sangat mirip dengan yang di lihatnya waktu itu, tapi ada yang membuatnya ragu juga, 'I**ni bukan ruangan direktur, ah mungkin dia memang hanya mirip saja dengan nya,' gumam batin Seli

__ADS_1


"Maaf maaf, sepertinya aku memang salah mengenali orang, tapi kak Sean ini tidak kalah tampannya dengan direktur Arman itu," ucap Seli tersenyum


Sean juga hanya tersenyum pada Seli, 'Sean dan Arman itu memang namaku kan, Apa Rania tidak sadar'


"O yah Sean, aku tunggu kamu bereskan pekerjaanmu di sini, nanti aku antar kamu pulang," ucap Rania


Sean memaksakan dirinya untuk tersenyum , bukanya tidak senang di antar seoarang gadis, tapi ini soal harga diri, idealnya pria yang mengantar wanita kan


"Tidak perlu, Rumahku dekat tidak perlu kamu antar," ucap Sean


"Ayolah kak Sean kita pulang bareng, ini sebuah keajaiban kakaku tidak pernah seakrab ini dengan seorang pria yang baru beberapa kali bertemu, pasti pertemuan kalian sangat sepesial kan? kalaupun Rumah mu dekat, kita muter-muter saja dulu biar jauh" ucap Seli


"Sel, mening kamu jangan bicara!, perkataanmu makin lama makin ngelantur kemana mana," ucap Rania, dia sudah terbiasa dengan sikap sepupunya ini jadi dia tidak merasa kesal "Sean, aku itung itung sekalian saja biar tau tempatmu juga kan, biar nanti gak nyari lagi," ucap Rania


Sean bingung karena agam belum memberinya alamat, dia pun mngirim pesan ke agam [Agam, apa sudah dapat apa yang ku suruh?]


tak lama agam membalas [Agam: Sudah, apa anda mau langsung kesana?] tanya Agam


[Sean: Tidak, aku pergi sendiri saja, nanti aku kabari untuk menjemput, sekarang kirim saja alamatnya]


[Agam: Baik]


Agam pun mngirim alamatnya,


"Oh, baiklah kalau gitu tunggu sebentar lagi beres" Sean melanjutkan kerjanya


"Sudah beres, maaf membuat kalian menunggu" ucap Sean melihat ke arah Rania dan Seli yang sedang bercanda sedari tadi


"Oh sudah ya, kalau begitu ayo turun " ucap Rania tersenyum


Mereka bertiga pun bergegas ke lift dan turun ke besment, mereka masuk mobil 'pink' kesayangan Rania, Sean naik di belakang, karna Seli duduk dengan Rania di depan


Mobil mereka pun keluar dari perusahaan


"Sean ke arah mana tempat tinggalmu,?" tanya Rania


"Aku lupa, tapi aku ada alamatnya" ucap Sean


"Hah, lupa?, masa rumah sendiri lupa, aneh" ucap Seli menyelah


"Dia baru di kota ini, jadi wajar kalo lupa, sini alamatnya biar pake maps saja" ucap Rania, Sean pun mnyebutkan alamat dan Rania menulisnya di ponsel


"Iya deket, di depan tinggal belok kiri," ucap Rania


Tidak lama merekapun tiba di daerah pemukiman warga posisinya tepat di belakang benteng perusahaan, mereka pun tiba di rumah yang berjajar dengan model yang sama, dengan tralis besi di bagian depanya, tiap rumah di sekat tembok yang tidak begitu tinggi, 'Lumayan nyaman sepertinya' gumam Sean, mobil pun berhenti

__ADS_1


"Sudah sampai, kalian mau turun dulu" ucap Sean berlaga familiar dengan tempat ini


"Tidak usah, nanti saja, aku ngambil jaket mu dulu" ucap Rania


"Oh, baiklah, kalau gitu aku turun" ucap Sean merasa lega, karna dia juga bingung tidak tau yang mana yang akan dia tempati, akan sangat konyol jika mebawa mereka masuk ke Rumah yang salah


"Iya, aku kemari lagi nanti ya, dah" ucap Rania


"Iya terima kasih," ucap Sean, dan Rania pun pergi,


Di dalam mobil


"Kak rania, apa kamu menyukai pemuda ini, padahal banyak pemuda kaya yang mendekatimu kan, yang ini buat aku saja" ucap Seli menggoda Rania


"Huuuu,, dasar kamu lihat yang cakep dikit langsung embat aja, bukan kah kamu suka dengan direktur barumu itu" ucap Rania


"Jawab saja pertanyaan ku, jangan mengalihkan pembicara'an, suka apa tidak?" tanya Seli


"Tidak tau,, aku hanya merasa nyama saja, dia berbeda dari kebanyakan pria yang mendekatiku, tidak terlalu banyak merayu atau pun membual, " ucap Rania


"Jadi kesimpulanya kakak memang menyukainya kan?" ucap Seli


"Apaan sih, sudah lah janga di bahas" ucap Rania yang wajahnya mulai memerah


Setelah mobil Rania pergi, Sean memanggil Agam, dia pun dengan segera datang menyerahkan kunci dan menunjukan rumah yang sudah di sewanya, kebetulan berada paling pingir di deretan rumah itu, Agam juga tidak banyak bertanya mengapa menyewa rumah


Setelah mengontrol kedalam, tidak banyak perabotan yang ada di ruangan, hanya beralaskan karpet merah, dan meja kayu pendek, lemari TV tampa TVnya, di dalam kamar ada kasur dan lemari kecil , di bagian belakang ada dapur dan ada toilet kecil bersih,


"Lumayan lah tapi panas juga, sepertinya besok harus pasang AC" gumam Sean, dia pun keluar dan masuk kedalam mobil


"Agam, kita ke supermarket" ucap Sean


"Baik" Agam pun mulai mengemudi dan melaju ke jalanan, tidak sampai 5 mnit mereka pun masuk keparkiran supermarket


Sean membeli beberapa perabotan untuk di kirim besok, dan beberapa perabotan untuk sekarang, beberap sayur, ikan, dan perbumbuan untuk di bawa sekarang,


Sean pun kembali lagi kerumah itu


"Agam, aku akan di sini dulu, mungkin sampai malam, nanti aku kabari jika aku akan pulang" ucap Sean


"Baik" Agam pun pergi dengan mobilnya


Hari juga mulai gelap, Sean masuk mandi dan solat, setelah itu dia ke dapur, "Baru babarapa hari tidak masak lumayan kangen juga" gumam Sean dia mulai mengobati rasa kangennya itu untuk memasak beberapa sayur dan ikan besar, tak berapa lama ada yang mengetuk pintu depan


Sean pun bergegas membuka pintu, ternyata Rania yang di depan pintu, begitu pintu di buka Rania langsung mencium bau masakan yang sedap, seketika perutnya pun terasa lapar "Umhh wanginya sedap sekali, kamu lagi masak ya?, jadi penasaran dengan masakan kamu," ucap Rania

__ADS_1


...~°~...


__ADS_2