
Sean pun mengelilingi mobil ini dengan perasaan kagum, ini adalah mobil pertamanya dan sungguh tidak terpikir olehnya akan punya mobil seperti itu sebelumnya, tapi dia malah menghela napasnya "Hhhhhhh, sayangnya aku belum bisa mengendarai Mobil bu" ucap Sean menggaruk belakang kepalanya
"Tenang saja, untuk sementara ada Agam yang akan mengemudikanya untukmu, tapi tetap nanti kamu harus bisa membawa sendiri, kalau tidak, bagaimana nanti kalau kamu punya pacar? malu kan jika harus di antar supir terus" ucap Kartina bercanda
Sean tersenyum "Iya, sepertinya Arman memang harus belajar" Sean sangat menyukai mobil ini, tapi Kartina mengcustom mobil ini dengan hanya 2 tempat duduk saja, dia berpikir akan sangat konyol jika mobil ini di naiki oleh 3 orang
"Ya sudah, apa kamu mau mencobanya sekarang, kalau mau ibu panggilkan Agam" ucap Kartina
"Iya boleh Bu," ucap Sean juga penasaran ingin segera mencobanya
Kartina pun segera mengangkat ponselnya "Agam, kamu ke garasi depan" ucap Kartina di telpon
Tidak butuh waktu lama, Agam pun sudah menghampiri merka di garasi
"Siap, ada perintah apa?" ucap Agam dengan sikap tegak
"Aku ingin mencoba mobil ini, jadi tolong kamu yang bawakan untuku" ucap Sean
"Baik" ucap Agam,
Agam pun membuka pintu mobilnya ke atas dan masuk kedalam mobil Sean, Sean malah sedikit heran karena biasanya pintu mobil di buka kesamping dan bukannya ke atas, tapi Dia tidak banyak bertanya, dan dia juga membuka pintunya mengikuti seperti yang di lakukan oleh Agam, dan dia pun juga masuk
Untuk Pertama kalinya Sean duduk di Mobil sport seperti ini Sean merasa tidak terlalu terbiasa karna desain kursi Mobilnya memang lebih rendah daripada mobil mobil pada umumnya, tapi dia mecoba untuk mencari posisi dukduk yang senyaman mungkin supaya dia bisa menikmati kesan mobil pertama nya ini dengan baik
Agam pun mulai melajukan mobilnya keluar garasi, dan segt kelur dari Area mansion, dan Agam pun mulai mengendarai mobil di jalanan komplek dengan kecepatan sedang, Sean juga mulai merasa betah berada di mobil ini,
Setelah mencoba beberapa putaran di jalanan komplek merekapun segera kembali ke garasi lagi, Sean pun turun, dan ibunya sudah tiak nampak di garasi, jadi Sean segera mencarinya kedalam, dia pun melihat Ibunya duduk di ruang tamu sambil menyesap teh hangat di cankirnya
"Knapa cepat kembali?, apa sudah puas mencoba mobilnya?" tanya Kartina
Sean pun menghampiri ibunya dan duduk di kursi lain
"Sudah bu, sudah cukup" ucap Sean, dia juga di suguhi secangkir teh oleh pelayan, "Terimakasih" ucap Sean meski dia belum terbiasa dengan kehidupan barunya ini, dia mencoba untuk tidak bersikap terlalu merendah
"Arman, Ibu sekarang sudah tua, mungkin sudah waktunya Ibu pengsiun untuk menikmati hari tua Ibu, jadi Ibu harap kamu mau melanjutkan perusahaan ibu, apa kamu bersedia?" tanya Kartina dengan nada santai sambil menyesap teh di cangkirnya
Sean pun langsung berpikir sejenak "Bu, bukanya Arman tidak bersedia, tapi aku tidak yakin bisa memimpin sebuah perusahaan, apalagi dengan sekala perusahaan yang sangat besar, mohon Ibu pertimbangannya lagi" ucap Sean
"Tidak apa, Ibu masih akan tetap berdiri di belakangmu, kamu tidak perlu cemas untuk yang lainya, kamu hanya perlu tampil di depan orang sebagai dirut perusahaan, asalkan kamu bersedia saja Ibu sudah tenang, setidaknya usaha Ibu selama bertahun tahun ini masih punya penerus kedepanya, dan kamu tentu bisa belajar sedikit demi sedikit nanti" ucap Kartina
__ADS_1
"Baiklah, Arman akan mencobanya" ucap Sean
"Bagus lah, besok kita akan umumkan pengangkatanmu di perusahaan, jadi besok pagi kamu langsung siap siap" ucap Kartina
"Baik bu"
Setelah berbincang bincang ringan mereka pun kembali ke ruangan mereka masing masing, Sean kembali ke kamarnya, sedangkan Kartina masuk ke Ruang kerja di Rumahnya
Hari sudah petang, Sean oun hanya berbaring di tempat tidur setelah selesai solat, hingga hari pun mulai malam,
Dan setelah waktu makan malam tiba, sean turun ke Ruang makan lagi, makanan pun sudah memenuhi meja, Ibunya juga sudah menunggu di kursi tempat dia biasa makan
"Ayo makan" ucap kartina,
"Iya bu"
Mereka pun makan malam hanya berdua saja, dan hanya ditemani beberapa pelayan yang berdiri di belakang Sean
Sean merasa hangat di hatinya, karena mimpi yang dia impikan dulu akhirnya jadi kenyataan sekarang, bisa di sayangi dan di perhatikan Ibu kandung adalah hal yang selalu ada di mimpinya, dan itu adalah harapan terbesar yang ingin dia rasakan dari dulu
Setelah selesai makan malam, mereka berbincang sebentar lalu kemudian kembali ke kamar masing masing lagi, Sean mandi, solat, dan langsung tidur setelahnya
~
Keesokan paginya Sean terbangun di waktu biasa, alarm insting nya selalu tepat waktu dan jarang meleset, dia bergegas mendirikan solat, setelah itu dia pergi ke area belakang untuk berolah raga seperti aktifitas yang biasa dia. lakukan di setiap harinya, kegiatan itu berlanjut hingga hari mulai terang
Setelah di rasa cukup berolahraga, dia pun masuk kembali ke kamarnya lagi, dia bingung juga mau kemana selain pergike kamarnya, dia langt membersihkan diri dan berganti baju,
Tidak lama ada yang mengetuk pintu Kamarnya dari luar
"Masuk" ucap Sean
Darmi dan seorang pria pun masuk, mereka juga di ikuti oleh 2 wanita lagi di belakangnya, mereka masuk dengan membawa beberapa barang dan beberapa kotak berbagai ukuran, juga beberapa stel jas custom juga di bawa oleh salah satu wanita itu
Sean bingung kenapa ada banyak orang masuk ke kamarnya "Darmi, ada apa, kenapa pagi pagi sudah banyak orang" tanya Sean
"Maaf tuan, mereka ini adalah penata gaya, saya di suruh Nyonya untuk mempersiapkan penampilan anda pagi ini, apa kita bisa memulainya sekarang?" tanya Darmi
Sean pun menghela napasnya "Hhhhh, Baiklah, lakukan saja yang perlu kalian lakukan" ucap Sean, meskipun dia tidak tau apa yang akan mereka lakukan tapi dia tidak menolaknya
__ADS_1
"Kalau begitu anda tiduran di sofa dulu" ucap laki laki yang berpenampilan maskulin, tapi gerakan tangan dan gaya bicaranya seperti wanita
Seketika Sean merasa agak merinding melihatnya, tapi dia tetap mengikuti intruksinya, setelah tiduran di sofa, Sean melihat mereka mulai mempersiapka beberapa alat, mereka juga memasang bando ke kepala Sean, dia juga mnutup matanya karna intruksi si pria itu
Mereka membersihkan wajah Sean, memijat wajahnya, menguapi, kemudian mengoleskan masker, setelah masker di bersihkan mereka mngoleskan lagi krim, setelah itu Sean mengganti pakainya dengan beberapa pakaian yang di bawa mereka
Sean mengenakan setelan jas custom berwarna abu metalik, kemeja putih di bagian dalam dan dasi hitam di lehernya, dan sepasang sepatu kulit hitam juga menempel di kakinya,
Denagn gaya rambut pomade yan di sisir rapi kebelakang, Sean nampak seperti seorang pengusaha sukses pada umumnya, tidak terlihat kalau kemarin dia hanya seorang pemuda sederhana
Sean tidak melepas jam tangan dari Rania dan gelang pemberian dari Lena di tangannya, dia tidak ingin menggantinya dengan jam yang lebih mahal atau pun lebih bagus, karena Dia orang yang sangat menghargai pemberian orang, apalagi ini dari wanita yang berkesan baik di hatinya, jadi mnurut Sean ini berharga dari segi kesannya
Pakaian tidak masalah sangat cocok Sean menyukainya, yang membuatnya tidak biasa adalah tampilan wajahnya, wajahnya memang lebih cerah dan lebih segar, tapi Sean tidak terbiasa dengan penampilan rapih semacam itu,
Setelah semuanya slesai penata gaya pun segera keluar dari kamar Sean, dia berdiri menghadap cermin besar ddi depannya, dia pun memperhatikan wajah dan penampilannya sekarang, Sean merasa kalau itu seperti bukan dirinya saja,
Kartina pun segera memasuki kamarnya, Sean dapat melihatnya dari pantulan cermin
"Bu, kenapa Ibu memperlakukanku seperti anak gadis?" ucap Sean dengan muka pasrah
"Tidak papa, apa salahnya sekali kali perawatan kan?, itu sehat untuk wajahmu, ya sudah ayo kita berangkat, Agam sudah menunggumu di luar" ucap Kartina
"Baik lah" Sean pun berbalik ke Ibunya
Kartina pun merapihkan jerah jas yang di pakai Sean
"Kamu memang Putraku yang paling tampan Arman" ucap Kartina yang memperhatikan wajah putranya itu,
"Tentu saja, aku memang satu-satunya putraibu kan" ucap Sean juga
Kartina pun hanya tersenyum
Dan merekapun segera bergegas keluar bersama sama, Agam juga sudah menunggu di samping mobil BMW putih milik Sean, setelah Sean mendekat agam pun membukakan pintunya untuk Sean
Sean pun masuk dan di susul Agam juga, Ibunya juga masuk bersama ajudanya ke mobil Bentley Mulsanne hitam miliknya yang seharga 15M lebih itu, itu mobil yang memang paling sering dia pakai oleh Kartina, karena itu mobil yang menurutnya sesuai dengan kepribadian Kartina
Merekapun mulai melajukan Mobil mereka beriringan, dengan mobil Sean yang memimpin di depan dan mobil Kartina mengikuti di belakangnya , mobil sport dan mobil mewah itu pun melaju dengan di ikuti beberapa mobil Mercy hitam di belakangnya
...~°~...
__ADS_1