Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Tamu Yang Tidak di Undang


__ADS_3

Merekapun turun kebawah dengan beberapa anak buah Agam yang mengikuti mereka, Lena hanya terus mengomeli Sean sepanjang jalan karena Sean tidak nurut padanya, itu karena Lena sangat peduli pada kondisi Sean Sekarang, dan sangat menghawatirkanya


Sesampainya di parkiran rumah sakit Sean pun mencari keberadaan Regan, dan setelah melihatnya, merekapun Segera menghampirinya


"Hati hati jangan cepat cepat jalanya, kak Sean ini, haduuh" ucap Lena yang sangat menghawatirkan Sean, Lena di samping Sean dan memegangi tanganya dari tadi


"Iya" ucap Sean, merekapun segera tiba di depan Sebuah mobil berjenis hatchback berwarna putih dengan pita besar di bagian depanya, dan merekapun pun menghentikan langkahnya di depan mobil itu


"Ya ampun, mobil siapa ini?, Lucu sekali, ada pita merahnya segala, seperti kado Saja" ucap Lena polos


"Apa kamu Suka" tanya Sean


"Suka? apa maksudnya?" tanya Lena bingung


"Iya kamu suka tidak mobil seperti ini?" ucap Sean


"Ya suka lah, mobilnya lucu," ucap Lena


"Kalau begitu ini untuk kamu!" ucap Sean


Lena pun memandang wajah Sean "Apa kakak Serius?" tanya Lena sedikit tidak percaya kalau mobil itu untuknya


"Iya, anggap Saja ini kado dari kakak untuk ulang tahunmu, mungkin besok kakak masih belum bisa datang ke kost mu, jadi kalau sekarang kasih hadiahnya juga tidak papakan?" ucap Sean yang merasa kalau Lena membutuhkan mobil untuk dia ke kampus, karena selama ini dia selalu berjalan kaki


Lena pun terdiam beberapa saat, "Sepertinya Lena tidak bisa menerimanya kak, ini terlalu mahal untuk Lena" ucap Lena, meskipun mobil ini hanya berharga sekitar 250j, tapi itu memang uang yang lumayan untuknya


"Apa kamu yakin?" tanya Sean


"Iya, kembalikan saja lah" ucap Lena


"Sayang sekali, barang yang sudah kak Sean kasih tidak bisa di kembalikan lagi" ucap Sean pura pura menghela napas


"Regan, buang saja mobilnya!" ucap Sean


"Buang bos?, apa bos yakin?" tanya Regan


"Iya, mungkin mobilnya kurang cocok dengan Selera gadis ini, beli lagi yang lain" ucap Sean


"Engga engga jangan pak!," ucap Lena ke Regan "Apaan si kak Sean ini main buang buang saja, memangnya kapan Lena bilang tidak suka?" ucap Lena


"Jadi apa kamu mau menerimanya?" tanya Sean


Lena masih tidak menjawab, dia hanya terdiam beberapa saat, dia terus memikirkan menerima atau tidaknya


"Regan buang saja!" ucap Sean terus menggoda Lena


"Jangan, jangan di buang , Iya iya Lena terima" ucap Lena dia tidak bisa membayangkan kalau mobil selucu ini di buang begitu saja


"Oh bagus lah, jadi apa kamu suka mobilnya" tanya Sean lagi memastikan

__ADS_1


Lena pun mengangukan kepalanya "Iya sangat Suka, jadi jangan di buang, kan sayang" ucap Lena polos, dia tidak tau saja kalau Sean hanya menggodanya


"Iya, apa kamu bisa mengendarainya?" tanya Sean


"Dulu bisa sih sedikit, tapi sudah lama tidak pernah bawa mobil lagi" ucap Lena yang memang waktu kerja di supermarket dia sering iseng coba coba mengendarai mobil barang


"Baguslah, itu artinya kak Sean tidak harus mengajarimu" ucap Sean "Kalau begitu cobalah" ucap Sean


"Baiklah" Lena pun tidak menolak, karena dia juga cukup penasaran


Regan pun langsung menyerahkan kunci mobil itu ke Lena, Lena juga langsung masuk dengan Sean di kursi depan, Sementara Gina duduk di kursi belakang


"Wiih, enak yang ulang tahun, dapet kado besar" ucap Gina


"Iya, ini karena kamu bawel, jadi aku malu lagi kan, harusnya tidak ajak kamu tadi" ucap Lena menjawab ketus sambil melihat ke arah Gina


"Harusnya kamu berterimakasih ke aku" ucap Gina


"Idih, terimakasih apa?, kamu cuma bisa malu maluin aku" ucap Lena


"Sudah sudah, kapan jalanya kalau berdebat terus" ucap Sean


"Eh, iya kak, maaf" ucap Lena pun mulai menghidupkan mesin mobilnya dan perlahan mobilpun berjalan keluar dari Area parkir rumah sakit dan melaju di jalan Raya


Awal awal lajunya masih belum konsisten, tapi setelah beberapa waktu melaju mobilpun mulai stabil, Sean juga memberikan sdikit arahan supaya Lena bisa Rileks mengendarai mobilnya, dan mengarahkan harus ke jalan mana Lena melaju


Anak buah Agam juga terus mengikuti mereka kemanapun mobil Lena pergi


"Untuk apa kak," tanya Lena


"Cuci mobil" jawab Sean asal


"Ah masa?, memang di Restoran ada tempat cuci mobil kak? lagian mobil ini masih baru, apa perlu di cuci?," ucap Lena polos


Sean hanya tertawa pelan dan menggelengkan kepalanya karena kepolosan Lena ini


"Apa?,, Lena salah bicara ya?, kok kak Sean malah ketawa sih" ucap Lena


"Enggak, kamu lucu" ucap Sean "Ya kita tentu makan dulu di lestoran di depan Len, kamu pasti belum makan siang kan?, masih nanya untuk apa" ucap Sean tersenyum


"Ah, kak Sean gitu, kan lena cuma nanya" Lena yang sadar kalau dirinya di isengi Sean wajahnya sedikit cemberut


"Iya iya, kita cuci mobil di depan" ucap Sean


"Tau ah" ucap Lena judes


Sean hanya terus tersenyum melihat Lena yang seperti itu,


Lena pun memasukan mobil dan memarkirkan mobilnya di area lestoran yang di tunjuk Sean,

__ADS_1


"Asiik, kita makan di Restoran" ucap Gina


"Gin, kamu jangan malumaluin aku lagi, awas saja kalau kamu bicara sembarangan lagi, aku tinggalin kamu di sini !" ucap Lena yang masih sdikit sensi


"Iya iya nyonya, galak amat sih, mentang mentang sudah punya mobil baru" ucap Gina


"Giiiiiin" ucap lena melotot ke gina


"Baiklah, aku tidak bicara lagi" Gina pun membuat gerakan seperti menutup resleting pada bibirnya


Merekapun Segera turun dari mobil dan masuk ke dalam Restoran yang cukup mewah itu, dan merekapun duduk di kursi empuk di depan meja bundar yang lumayan besar, dengan 6 kursi yang mengelilinginya, dekorasi Restoran nya pun cukup elegan dan nyaman


Merekapun mulai memesan menu menu yang ada di sana "Kak, kenapa kita makan di tempat ini sih?, kan banyak lestoran yang biasa" ucap Lena


"Kenapa?, apa kamu tidak suka tempatnya?" tanya Sean


"Tidak, tempatnya sangat nyaman, tapi makananya pasti mahal" ucap Lena yang merasa kalau dirinya terlalu di manjakan oleh Sean, padahal mereka cuma bersetatus teman


"Tugas kamu cuma makan, tidak usah berpikir apa apa lagi, meskipun ulang tahunmu besok, tapi tidak ada salahnya kan kita makan makanya Sekarang" jawab Sean


"Kak, bukan itu masalahnya, apa bu Rania tidak akan marah kalau kak Sean memperlakukan Lena seperti ini" tanya Lena


Sean pun seperti tersambar petir di siang bolong mendengar perkataan Lena ini, dia memang hampir melupakan Rania yang sekarang berada jauh di sana


"Tidak, itu urusanku, kamu tidak perlu memikirkanya" ucap Sean


Tidak lama makanan yang mereka pesan pun datang dan merekapun mulai menyantapnya perlahan


Di saat mereka baru saja makan, dari arah luar pintu masuk seorang gadis cantik, yang bersetelan jas kustom yang sangat pas di tubuhnya dengan rok sepan selutut, dan rambut hitam sepunggung yang di gerai, dengan 2 pengawal tegap yang mengikutinya dari belakang


Kebetulan mereka melewati meja Sean saat mereka menuju meja lain


Gadis itupun sekilas melirik ke arah Sean dan merasa tidak asing denganya, diapun berhenti di meja itu dan memperhatikan Sean


"Sean, anda Sean kan?" tanya gadis ini


Di luar dia memang di kenal sebagai Sean, nama Arman hanya di ketahui di lingkungan kerja saja, jadi hanya sedikit yang tau kalau Sean itu adalah direktur Arman yang namanya sedang naik daun


Sean pun mencoba mengingat gadis yang menyapanya ini, dan dia pun tidak asing dengan baju yang di kenakan pengawal nya yang berlambang beruang merah


"Tiara,, iya aku Sean" ucap Sean tersenyum ke arahnya


Tiara adalah sekretaris di Redbear yang juga teman Rania yang bertemu Sean di acara ulang tahun Karin waktu itu


"Kebetulan Sekali, boleh kah aku bergabung di mejamu" ucap Tiara dengan matanya yang berbinar


Sean pun melihat ke arah Lena bermaksud meminta pendapatnya, tapi Lena tidak menunjukan ekspresi apapun, dia hanya terus menyantap makanya acuh tak acuh pada tamu yang tidak di undang ini


Sean tau kalau itu artinya tidak "Sepertinya.......

__ADS_1


"Boleh ya!, aku tidak ada teman makan, sekalian ada yang ingin aku bicarakan denganmu" ucap Tiara


...~°~...


__ADS_2