
Sean pun hanya bisa terdiam di sana dengan kekhawatiranya yang memuncak, dia masih menunggu bantuan (S) untuk menemukan petunjuk apapun yang bisa di jadikan pegangan Sean untuk mencari Rania
Setelah beberapa saat berlalu akhirnya (S) pun memberikan sebuah vidio hasil peretasan cctv di cafe ini, karena Sean memang mengirim informasi tentang cafe ini pada (S) sebelumnya, (S) pun mengirim potongan Vidio di bagian pentingnya saja
Sean pun melihat mulanya Rania memang datang dengan mobilnya, dan dia pun memarkirkan mobilnya di sebelah kiri mobil minibus hitam yang ada di sini sebelumnya, karena memang hanya ada mobil itu saja di sana saat itu
Kemudian Rania turun dari mobil dan menutup pintu mobilnya, tiba tiba pintu tengah minibus itu pun terbuka dan keluar 2 orang pria yang langsung menghampiri Rania yang lengah, karena Rania sedang memasukan kunci mobilnya ke tas tangannya itu
Salah satu pria itupun terlihat langsung membekap mulut Rania dengan sebuah kain berwarna putih, dan seketika tubuh Rania itu pun terlihat lemas dan langsung menjatuhkan tas tangan yang dia bawanya itu ke tanah, dan 2 orang itu pun langsung membawa Rania kedalam mobil minibus hitam itu, dan langsung bergegas pergi dari sana
"Sial, Rania benar benar ada dalam masalah, tapi siapa yang bisa melakukan ini pada Rania?" pikiran Sean pun terus menebak nebak kemungkinannya
"Leon!, ya pasti ini ulah Leon, cuma dia yang bisa melakukan cara licik seperti ini," ucap Sean,
Dengan cepat Sean pun meminta bantuan (S) untuk menelusuri keberadaan Leon dengan nomornya yang masih Sean simpan saat Leon mempermainkanya waktu di kota J
Setelah mendapatkan hasilnya Sean pun langsung bergegas ke tempat yang di informasikan (S) itu, dan langsung menghubungi Agam untuk membawa serta anak buahnya ketempat itu
Dan Sean pun akhirnya sampai di depan gerbang sebuah bangunan minimalis berlantai 2 yang letaknya sedikit terpencil dan cukup jauh dari kebisingan kota,
Seanpun menunggu Agam dulu sebelum dia bertindak, dan tidak lama Agam pun datang dengan beberapa Anak buahnya,
Sean pun langsung keluar dari mobil dan langsung menghampiri pintu gerbang,, diapun melihat kalau memang mobil yang membawa Rania itu ada di dalam, dia pun mencoba membuka pintu pagar namun sayangnya pintu itu terkunci dari dalam
"Sial, tidak bisa masuk" ucap Sean menggebrak pintu besi itu
Sean pun memperhatikan sekeliling dan diapun melihat benteng luar bangunan yang tingginya sekitar 2,5 meteran
"Agam bantu aku untuk memanjat tembok ini," ucap Sean
Agam pun lansung memerintahkan anak buahnya untuk jadi pijakan, seorang anak buah Agam pun segera berdiri di dekat tembok itu dan menyiapkan tanganya untuk jadi pijakan Sean dan rekanya yang lain untuk meloncat ke atas tembok itu
Dengan cepat Sean pun melewati tembok itu dan dia pun kini berada di pekarangan rumah yang cukup luas, dan di ikuti oleh Agam dan 4 anak buahnya, sementara 1 anak buahnya tidak bisa masuk dan hanya menunggu untuk memantau
Mereka yang masuk secara ilegal itu pun langsung di lihat oleh beberapa penjaga yang ada di depan Rumah
"Hey Siapa kalian?, berani beraninya kalian masuk kemari" ucap salah satu dari 5 orang yang di luar itu, salah seorang dari mereka pun langsung kedalam untuk melaporkan situasi
Dan kemudian datang sekitar sepuluh orang lagi dari dalam
__ADS_1
"Ternyata di sini banyak juga anggota Redbear" ucap Sean heran
"Kurasa ini markas mereka di kota ini tuan, mereka memang punya jaringan juga di kota SB ini," ucap Agam
"Begitu ya, luas juga jaringan mereka, kamu urus mereka aku langsung cari Rania ke dalam" ucap Sean
"Baik tuan, serahkan saja urusan yang di sini padaku" ucap Agam
Belasan anggota Redbear itu pun langsung menghadang Agam dan 4 anak buahnya, sementara Sean menghindari pertarungan dan langsung masuk kedalam untuk mempersingkat waktu
"Hey kau" 2 anggota Redbear yang masih tersisa di dalam pun langsung menyerang Sean
Sean pun langsung meladeni mereka, dan tidak ada waktu untuk basa basa basi 'buk, buk, brak, guprak' tidak butuh waktu lama untuk Sean bisa membuat mereka tidak sadarkan diri di lantai
Sean pun langsung menyusuri setiap area di lantai pertama ini, dan memeriksa setiap kamar dengan mendobrak pintunya, setelah dia tidak menemukan apa apa di lantai pertama Sean pun langsung naik ke lantai 2, diapun melakukan hal yang sama pada setiap pintu kamar hingga semua pintu kamar di rumah ini semuanya rusak oleh tendangan Sean, tapi dia masih belum menemukan yang dia cari
Sean melihat kalau masih ada tangga lagi untuk naik, dia pun memutuskan untuk naik ke atas, dan membuka pintu keluar dari tangga itu, itu adalah area dak atas Rumah, pandangan Sean pun langsung menyusuri area ini, dan diapun akhirnya melihat apa yang dia cari
Rania terlihat duduk di sebuah kursi dengan kondisi tangan yang terikat, dan mulut yang di lakban, diapun melihat ke arah Sean yang datang itu dengan penuh harap, di sana dia di dampingi Leon dan 6 orang anak buahnya
"Kamu hebat juga bisa menemukanku di sini, padahal aku ingin memberitaumu nanti kalau pestaku sudah selesai dan sudah menikmati Rania juga, tapi ya sudah lah, sekarang pun juga tidak masalah" ucap Leon
"Ya mau bagai mana lagi, ini salahmu sendiri, kenapa Rania harus menyukaimu dan bukannya menyukaiku, kebetulan kamu kesini sekarang, jadi maaf aku harus melenyapkan mu dari muka bumi ini" ucap Leon
"Roy,, habisi dia" ucap Leon ke salah satu anak buahnya yang membawa sebilah katana yang masih dalam sarungnya,
"Baik" mereka semua pun segera mencabut katana yang di bawa mereka itu dari sarungnya, dan terlihatlah kilauan enam bilah pedang Samurai yang di pegang oleh masing masing dari mereka, dan itu cukup menyilaukan untuk Sean
'Pergi Sean, pergi' pikir Rania yang melihat pria pria di sampingnya memiliki senjata, namun "Mmmm mmmm, mm" hanya suara itu yang terdengar dari Rania, karena mulutnya memang tertutup
"Apa kau pikir bisa menakutiku dengan pisau mainan anak buah mu ini, aku tidak sepenakut itu" ucap Sean tenang
"Kita lihat saja nanti, kau takut atau tidak?" ucap Leon "Cincang dia" ucap Leon
Enam pria bertubuh sedang dan berpenampilan tidak biasa ini pun segera maju untuk berhadapan dengan Sean yang seperti tidak gentar dengan bilah pedang yang di pegang mereka
Sean hanya berdoa dalam hatinya 'semoga besi kursani ini bisa membantuku Saat ini'
Sean pun menghela napasnya "Kamu pikir aku bahan bakso yang bisa di cincang seenakmu?, tidak Semudah itu" ucap Sean
__ADS_1
Salah seorang dari pembawa katana itu pun maju dan langsung mengayunkan pedangnya ke arah Sean itu 'sret, sret, sret' Sean belum berani untuk menangkap pedang itu langsung dengan tanganya, karena dia masih merasa Ragu, dan dia hanya mencoba menghindarinya saja sebisanya
Dan setelah beerapa saat Sean pun bisa memukul mundur si pemegang katana itu hingga terjungkal kebelakang, dan Sean tidak tersentuh sedikitpun oleh katana yang di ayunkanya bertubi tubi itu
"Kurang ajar, pandai mengelak juga ternyata orang ini, serang bersamaan!" ucap pria yang di pukul Sean itu sambil memegang dadanya yang sakit karena pukulan Sean
"Mari kita lihat, apa pedang kalian ini asli atau palsu?" ucap Sean tenang
"Kamu yang meminta buktinya sendiri, jadi jangan salahkan kami kalau kamu nanti terkoyak habis" ucap salah satu dari lima samurai yang masih berdiri
Merekapun langsung menyerang Sean bersaman dengan sangat cepat
Sean pun cukup kerepotan menghindari semua pisau tajam ini karena terlalu banyak, hingga diapun terkena beberapa sayatan pedang di tubuhnya
"Tunggu tunggu sebentar" ucap Sean pada penyerang itu dengan mengangkat tanganya kedepan
Dan seketika merekapun memang menghentikan seranganya sejenak
Sean pun memperhatikan baju yang dia pakai "Tidaaaak, ini baju dari ibuku, kenapa kalian menyobeknya" ucap Sean yang kecewa dan marah melihat pakaianya sobek sobek oleh mereka, tapi memang tidak ada luka sedikitpun di tubunya
Semua penyerang itu pun tertegun dengan tingkah Sean ini yang malah menghawatirkan bajunya, mereka sangat yakin pedangnya mengenai tubuh Sean, tapi mereka tidak melihat setetes darah pun di kemeja putih Sean itu
Sean pun sekarang tidak ingin main main lagi, dia sudah yakin tubuhnya memang kebal, diapun langsung melesat tampa aba aba ke arah mereka yang masih heran kepadanya
Dengan cepat Sean menyerang mereka secara brutal, hingga tidak butuh waktu lama dia pun sudah bisa menumbangkan kan 6 orang samurai itu dengan sebilah katana juga di tanganya yang di rebutnya tadi dari tangan mereka
Para samurai itu pun kini terkapar di tanah dengan luka luka yang cukup serius karena Sean
Sementara Sean hanya meratapi bajunya yang sudah tidak Karuan itu
Sean pun berjalan ke arah Leon yang masih berdiri di Samping Rania yang terikat itu
'bagaimana mungkin dia bisa menahan serangan mereka, apa mereka menggunakan pedang tumpul? dasar tidak berguna' pikir Leon meskipun dia juga melihat baju Sean sudah tidak karuan
Tapi Leon terlihat masih sangat tenang meskipun Sean terlihat sangat mengerikan di matanya, dia pun mengeluarkan sesuatu dari belakang tubuhnya dan menaruhnya di kepala Rania
"Berhentilah di sana, atau aku akan ledakan kepala pacarmu ini" ucap Leon yang menodongkan senjata api berjenis desert eagle pada Rania
Sementara Rania hanya bisa menggelengkan kepalannya dengan air mata yang terus berderai di wajah cantiknya, dan mulutnya masih tidak bisa mengatakan apapun karena tertutup
__ADS_1
...~°~...