Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
So Sweet


__ADS_3

Sean pun mengajak Lena langsung ke sebuah pusat perbelanjaan di kota B, dan Sean pun langsung mengajak Lena masuk ke salah satu pusat perhiasan mewah yang ada di sana, Lena di buat bingung untuk memilih cincin nikahnya sendiri, karena terlalu banyak pilihan yang di rekomendasikan oleh pelayannya, dan akhirnya Lena pun memilih sepasang cincin berlian yang simple namun dengan harga yang lumayan, tapi tentunya itu bukan masalah untuk Sean


Selain itu, Sean juga membelikan Lena pernak pernik seperti halnya orang yang baru jadian, hoody couple, gelang couple, dan yang serba couple lainya


Meskipun sering kali Lena menolak untuk di beri sesuatu oleh Sean karena alasan malu, Sean selalu punya caranya sendiri agar Lena mau menerima apapun pemberiannya , Sean tidak ingin melewatkan momen hari jadi mereka ini, Sean ingin membuat semuanya ini berkesan di hati Lena


Sean juga mengajak Lena nonton di bioskop, bermain beberapa games, membeli permen kapas, membeli eskrim, semua yang ingin Sean lakukan dengan Lena dia lakukan, itu supaya dia bisa melihat Lena tersenyum sepanjang hari ini


"Nonton sudah, main Sudah, kembar juga sudah, apa lagi yang belum Len?" tanya Sean yang berjalan berdampingan dengan Lena, dan masih di pusat perbelanjaan yang sama,


"Ah sudah ah kita pulang Saja, Lena capek" ucap Lena


"Masa? biasanya wanita tidak kenal capek kalau di ajak ke mall" ucap Sean


"Sebenarnya Lena laper sih kak" ucap Lena tersenyum


Sean pun sadar mereka sudah hampir seharian di sana "Kenapa tidak bilang dari tadi, kakak lupa, maaf ya, kamu mau makanan di restoran mana sekarang,? korea, jepang, atau itali, kamu yang pilih, bebas" ucap Sean


"Lena ingin makan di tempat Randi kak, Lena sangat Rindu makan di Sana" ucap Lena


Sean pun sdikit tidak sangka kalau jawabanya itu "Oh, ya sudah, kita kesana saja sekarang" ucap Sean


Mereka pun segera pergi dari pusat perbelanjaan itu untuk menuju Restoran milik Sean, dan tidak butuh waktu lama, anak buah Agam pun sudah memarkirkan mobilnya di depan Restoran milik Sean lagi


"Sudah sampai," ucap Sean


"Iya" ucap Lena


Mereka pun segera turun dari mercy hitam itu, Sudah lama Sean tidak mengunjungi Restoran miliknya ini, banyak perubahan yang terjadi di sini, jika dulu rumah makan ini sangat sederhana, tapi sekarang tampilan depannya sudah modern


Meskipun semua perubahan itu rencana dari Sean, tapi Sean cukup pangling juga saat melihatnya Secara langsung, karena Sean memang mempercayakan semua urusan Retoaran ini ke Randi, Sean hanya merencanakan dan mendanainya saja dari Kota J, dan hanya melihat perkembangannya dari ponselnya dengan melihat Vidio atau foto yang di kirim Randi

__ADS_1


Bangunan yang dulu kini hanya jadi pintu masuk ke ruangan yang lebih besar di dalamnya, karena Sean memang menyuruh Randi memperluas Restoran dengan membeli bangunan bangunan yang ada di sekitar Restoran itu, dan menyatukan setiap ruanganya dengan melakukan perombakan perombakan ringan


Sean tetap mempertahankan bentuk asli dari Rumah makan yang dulu, hanya saja Sean menghalihkan fungsinya hanya jadi pintu masuknya saja,


Karena menurut Sean bangunan rumah makan itu adalah tempat bersejarah baginya, yang jadi saksi bisu di mulainya kehidupan Sean yang seperti Sekarang,


Di restoran ini juga awal pertama bertemu dengan Lena, dan pertemuan ke 2 dengan Rania juga Sean mengenangnya di sini


"Kak, apa kakak ingat?, pertemuan kita berawal dari sini, Lena masih ingat saat Lena melihat kakak pertama kalinya, kakak tersenyum ke Lena yang masuk, tapi Lena tidak terlalu peduli, tapi lama kelamaan senyuman kakak itu jadi candu untuk Lena, Lena jadi berusaha mencari perhatian dari kakak, tapi kak Sean Sepertinya tidak begitu tertarik dengan Lena" ucap Lena


Sean pun sedikit menerawang ke masa lalunya juga "Iya, aku mengingatnya, kakak sering melihat seorang gadis yang selalu menyapa setiap kali masuk, seorang gadis yang cantik, imut, dan periang, tapi bukannya kakak tidak tertarik padamu, hanya saja waktu itu kakak masih tenggelam dalam kenangan masa lalu" ucap Sean sambil melihat lurus ke bangunan Restoran itu


Lena pun hanya menatap Sean yang berbicara "Apa kak Sean benar-benar mencintai Lena sekarang?" tanya Lena


"Sangat,,,, hanya saja kakak sedikit terlambat menyadari nya, maaf Len" ucap Sean


"Tidak apa, bagi Lena lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali, karena Lena tidak tau akan bahagia atau tidak jika Lena bersama dengan orang lain, Lena Ragu kalau di dunia ini masih ada orang yang seperti kakak" ucap Lena


"Oh iya," mereka pun segera melangkah bergandengan


"tapi Lena sedikit heran, kenapa Rumah makan yang dulu itu bisa Jadi Restoran sebagus ini dengan waktu singkat, juga kenapa nama restoran nya jadi nama Lena" ucap Lena yang bingung melihat plang di bagian atas restoran ini tertulis 'LENA_tasty_Restaurant'


Lena memang belum tau kalau sekarang Restoran ini milik Sean, dia belum dapat info kalau Sean sudah membelinya dan mengembangkan nya


Sean pun hanya tersenyum, dia tidak bermaksud menjelaskannya karena dia takut di anggap bucin oleh Lena, karena memang pada waktu perombakan Awal Lestoran ini, dia sedang galau oleh Lena yang kabur, dan Sean juga belum jadian dengan Rania, jadi dia memutuskan menggantinya dengan nama Lena


Mereka pun segera masuk dan mendapat sambutan hangat dari penyambut tamu di sana, mereka berdiri sejenak di pintu masuk, mengenang masa dimana mereka sering bertemu di Ruangan ini, masih tergambar jelas di pikiran mereka meja meja pengunjung, meja Sean, dan serta meja kasir yang sekarang sudah tidak ada di Ruangan ini


Mereka pun masuk melewati Ruangan yang penuh dengan kenangan mereka ini, dan langsung masuk ke Ruangan yang lebih Luas di dalamnya


Pengunjung lumayan Ramai meskipun waktunya belum tepat untuk makan Siang, terlihat beberapa peramusaji dengan seragam khas yang hilir mudik menerima pesanan atau menerima pembayaran

__ADS_1


"Si Randi kemana ini? susah nyarinya kalau Restoran nya sudah seluas ini," ucap Sean, diapun langsung menghubungi Randi dari ponselnya


Randi dan Arni pun segera menghadap Sean dengan bersetelan jas keren "Wiih Bos, waduh, kenapa tidak kasih kabar dulu sebelumnya kalau mau kemari" ucap Randi, dia pun melirik gadis bertubuh mungil di samping Sean yang megenakan hijab ungu, serta mengenakan hoody yang sama dengan yang di kenakam Sean


"Lho, bos, lu kan pengantin baru, kenapa bukan istrimu yang ikut kesini,?" ucap Randi


"Lena ngajak reunian kesini, jadi Rania tidak ku ajak" ucap Sean asal


Randi pun paham dan tidak banyak bertanya lagi, secara mereka teman akrab, jadi mereka kadang tau situasi tampa harus di jelaskan "Oh ya sudah, kalian mau makan atau hanya berkunjung saja?" ucap Randi


"Kita makan, jadi carikan tempat yang paling nyaman meurutmu di sini" ucap Sean


"Siap bos, bisa di atur, sebelah sini" Randi pun menuntun jalan mereka menuju ke Private room,


Randi menunjukan sebuah Ruangan yang hanya ada 2 meja minimalis dengan 4 kursi di masing masing meja nya, dengan dekorasi Ruangan yang santai dan romantis, biasanya ruangan ini di pesan orang orang tertentu untuk diner dengan pasangannya


"Ada ruangan pribadinya juga ya? benar-benar hebat kak Randi ini, Lena salut kak Randi bisa mengembangkan Restoran ini dengan waktu yang sesingkat ini, Lena tidak sangka, Lena ingat dulu ruangannya hanya di depan saja" ucap Lena memuji


"Aaah, Lena terlalu memuji, kak Randi jadi malu,,," ucap Randi sedikit bercanda "Jujur saja Len, Kalau Sean tidak membelinya waktu itu, jangankan berkembang seperti ini, Ruangan yang di depan pun mungkin sudah tidak ada sekarang " ucap Randi


"Membelinya? Jadi kak Sean yang punya Restoran ini Sekarang?" tanya Lena


"Iya Len, memangnya kamu belum tau?" tanya Randi


Lena pun memukul tangan Sean pelan "Pantesan saja nama Lena terpajang di depan Restoran ini, ternyata kakak biang keladi nya" ucap Lena sambil sedikit tersipu


"Iya maaf, kakak tidak izin dulu padamu" ucap Sean


"Tidak papa, itu tuh so sweet kak" ucap Lena malu malu


Mereka pun segera memasuki private room itu dan duduk besebelahan, segera pramusaji pun menghampiri mereka untuk menulis pesan mereka

__ADS_1


__ADS_2