
mobil mobil Rombongan Sean pun langsung berhenti di depan gerbang masuk gedung dan menutup Akses keluar masuk kedalam gedung dan menutup Akses jalan raya yang ada dipan Area gedung itu
Mereka pun segera keluar dari mobil masing masing dengan cepat
Kedatangan merekapun di lihat oleh 2 penjaga gerbang itu, merekapun langsung bereaksi dengan mencoba menutup pintu masuk, namun Anak buah Agam dengan cepat langasung menyerbu untuk masuk hingga merekapun kewalahan, dan jatuh terinjak injak oleh puluhan anggota Agam
Sementara Sean dengan santainya masuk belakangan
Rombongan Sean pun langsung di hadang anggota Redbear dalam jumlah kecil di area luar gedung, dengan Segera merekapun di lindas habis oleh anak buah Agam yang membawa berbagai macam alat tarung , Seperti knuckle Keling, pipah baja, Double stick besi, belati, dan beberapa macam benda Lainya, hingga merekapun tidak mampu melawan sama sekali
Namun Rombongan yang lebih besar pun langsung menyerbu ke Arah mereka Lagi dengan Alat alat tempur yang lebih berparasi, dan tidak terelakkan lagi pertempuran pun pecah di Area luar gedung itu
Pertarungan pun berlangsung Sengit meskipun dengan jumlah mereka yang tidak seimbang, Sean yang langsung masuk ke tengah tengah arena tempur pun sudah banyak menumbangkan lawan dengan hanya mengandalkan tangan kosong
Kekuatan pukulan Sean tidak ubahnya seperti sebuah peluru meriam yang menghantam tubuh tubuh pria kekar itu, dengan sekali pukul bisa langsung merusak organ dalam tubuh mereka, bahkan tidak Ayal Sean mematahkan tangan dan kaki mereka dengan mudahnya seperti mematahkan sebatang lidi saja
Gemuruh pertarungan terdengar mencekam, di iringi teriakan teriakan histeris kesakitan dari kedua kubu yang bertempur, sementara pasukan Redbear masih saja terus berdatangan meskipun sudah banyak yang di kalahkan anggota Agam
pertarungan pun terus berlanjut hingga sudah tidak terhitung tubuh tubuh pria kekar yang bergelimpangan tidak berdaya di tanah
Masing masing kubu sudah banyak yang terluka, dari mulai luka Ringan sampai luka parah pun tidak bisa di hindari lagi
Sementara Sean masih sibuk mematahkan tangan tangan anggota Redbear, hingga perlahan Searangn Anggota Red bear pun mulai berkurang, kemudian melemah sampai akhirnya Surut,
__ADS_1
Sementara Rombongan Sean masih tegak berdiri dan hanya sebagian kecil dari mereka yang terluka parah,
"Ini masih belum berakhir, untuk yang terluka parah kalian boleh mundur, untuk yang masih bisa bertahan kita Serang ke dalam,,,, Seraaaaaaang" teriak Sean
Gemuruh semangat pun langsung terdengar lagi dari para anggota Agam menyambut teriakan Sean itu, mereka ibarat koloni semut yang kehilangan ratunya, dan akan melakukan apapun untuk membebaskan sang ratu, mereka sepenuh hati bertempur untuk Sean dan Kartina
Pasukan yang tersisa dan yang masih sanggup bertempur pun Segera menyerbu kedalam, hanya sekitar 70% anak buah Agam yang masih sanggup untuk melanjutkan menyerang kedalam gedung
Di dalam gedung mereka pun segera di hadang lagi puluhan anggota Readbear yang berkemampuan lebih baik dari pada yang di luar, dan pertarungan pun terjadi lagi dan lagi, mereka terus menyisir seisi gedung dengan kemenangan beruntun
dari lantai dasar lalu ke lantai 2, dan kini merekapun mulai naik ke lantai tiga dengan Sean yang tetap di barisan depan, lantai 1 dan 2 sudah mereka ubrik abrik hingga rata, tapi Sean belum menemuka Kartina dan Lena di sana, dia hanya menemukan beberapa wanita yang di perkirakan Sean kalau itu istri istri Goma
Jadi Sean memastikan mereka pasti ada di lantai terakhir ini
Sean yang sudah tiba di lantai terakhir ini pun langsung di hadang puluhan Anggota Redbear lagi, semakin ke atas anggota Redbear yang mereka hadapi semakin kuat saja
Tapi itu tidak menyulitkan Sean untuk menaklukan pria pria yang memiliki tehnik dan kemampuan tarung yang berbeda beda ini
Setelah memabad habis Atau anggota Redbear bear ini Sean pun mencari lagi ibunya di setiap sudut ruangan, gedung ini memang cukup besar dan luas, hingga terdapat banyak Ruangan Ruangan besar di tiap lantainya
Terakhir diapun mendobrak pintu dengan kasar hingga membuat pintu kokoh itu hampir hancur di tendang Sean, dan mereka pun langsung memasuki ruangan yang cukup luas, Sean pun langsung memperhatikan semua sudut ruangan ini
Dan diapun menemukan yang dia cari, Sean pun melihat Kartina dan Lena terkulai lemas di sofa yang sama di ujung pandangan Sean, kondisi tangan dan kaki mereka terikat lakban, dan mereka masih terlihat belum sadarkan diri
__ADS_1
Sementara Goma hanya terlihat berdiri santai memunggungi Sean, dia tetap mengenakan mantel hitam kebesarannya, dan hanya terlihat memandang ke kejauhan ke arah luar jendela kaca
Sementara di sisi kiri dan kanannya terlihat beberapa tubuh tubuh tegap yang berdiri disana dan mereka menghadap Sean, dan di antaranya ada 3 dari 5 petarung terbaik Redbear selain zopar dan satu Rekanya yang sudah duluan Sean kalahkan, Dan ada 6 petarung lainya lagi yang satu level di bawah mereka
Tiara juga ada di antara mereka, dan yang jadi perhatian Sean adalah seorang wanita yang di samping Tiara, dengan perawakan hampir sama denganya, namun terlihat usianya sedikit lebih tua dari Tiara dan juga wajahnya terlihat lebih sangar, penampilanya cukup menarik dengan setelan kaos ketat, rambut yang di kepang, dan celana jeans panjang, dan dialah Satu satunya wanita dari 3 peatarung terbaik Redbear
Goma pun bertepuk tangan karena kedatangan Sean ini "Aku tidak menyangka anak ingusan sepertimu bisa sampai kemari dengan ke adaan utuh, Ku kira informasi yang ku dapat itu hanya di buat buat oleh anak buahku, tapi sepertinya itu benar, kau memang cukup tangguh, dan yang tidak ku sangka kamu juga bisa secepat ini datang kemari, kamu sepertinya punya mata mata yang bagus" ucap Goma masih melihat ke kejauhan, dan masih memunggungi
"Harusnya urusan ini cukup antara aku dan anda saja, tidak perlu anda melibatkan ibuku atau temanku, jadi dengan sangat menyesal aku harus melukai Ratusan anak buahmu dulu untuk bisa sampai ke sini" ucap Sean dengan nafas yang tidak beraturan
Meskipun stamina dan tenaga Sean itu di atas rata rata, Sean tetap saja seorang manusia, dia juga bisa merasa lelah, karena memukuli orang puluhan hingga ratusan itu tidak menggunakan tenaga yang sedikit, dan itu lumayan menguras stamina
"Ya ya ya, jujur aku salut untuk kehebatan dan keberanianmu itu, aku salah sudah meremehkan kemampuanmu waktu itu, tapi aku masih punya tawaran menarik untukmu supaya kamu tidak perlu bersusah payah melawanku, aku bisa melepas ibu dan teman cantik mu ini tampa perlu ada kekerasan, tapi kau harus melepaskan putraku, dan juga bergabunglah denganku untuk menguasai dunia bisnis gelap di negara ini, dan kamu akan mendapatkan popularitas yang tinggi di kalangan penguasa bawah tanah, dan namamu akan di kenal di kalangan bos bos gangster, atau dikalangan bos bos preman, mereka sudah mengenal baik namaku, karena Jaringan organisasiku luas, dan di tiap kota besar di negara ini ada organisasiku" ucap Goma sambil membalikan tubuhnya ke arah Sean
"Hhmm,,, Sepertinya aku tidak tertarik dengan penawaran mu yang tidak menggiurkan itu" ucap Sean
"Begitu ya, sayang sekali, keputusan mu sangat salah, aku jadi berpikir akan mengubah rencanaku sekarang, aku akan melenyapkan mu dan membiarkan 2 wanita ini terus di sini untuk jadi mainanku dan jadi budaku" ucap Goma langsung tertawa senang
"Begitu kah, kita lihat saja Siapa yang akan lenyap dari dunia ini sekarang" ucap Sean
Anak buah Agam yang kini sudah berada di belakang Sean pun sudah tidak sabar ingin segera menyerang lagi,
"Baiklah, aku sangat terkesan dengan keberanianmu itu, aku akan dengan senang hati untuk melenyapkan mu dan semua pengikutmu itu dari muka bumi ini" ucap Goma yang perlahan melangkah menuju Arah Sean dan di ikuti semua anak buahnya
__ADS_1
Sean juga dengan tenang melangkah kedepan untuk langsung berhadapan dengan Goma dengan di ikuti Agam beserta anak buahnya di belakang