Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo
Persiapan


__ADS_3

Setelah mobil Rania pergi, Sean juga harus membujuk Aya untuk tidak ikut denganya, dan setelah berhasil mebujuknya Sean pun segera pamit kepada orang tuanya dan kepada adik adiknya, Regan juga sudah datang dan merekapun segera masuk ke dalam mobil


"Apa nona Rania sudah pulang bos?" tanya Regan


"Sudah, dia sudah berangkat sebelum kamu datang" ucap Sean


"Sungguh,? aduuh sayang sekali, aku telat berarti, tapi tenang bos, kita akan segera menyusul mereka" ucap Regan


"Aku tidak terburu buru, jadi santai saja" ucap Sean


"tidak bisa bos, ini darurat" ucap Regan


"Darurat? kamu bukan ingin mengejar Rania kan?, bilang saja kalau kamu ingin mengejar Lena" ucap Sean menyadari gelagat Regan yang aneh ini


"Iya sih bos" ucap Regan tersenyum


Mobil pun segera meninggalkan rumah orang tua angkat Sean, Regan pun sepertinya benar benar ingin menyusul mobil Rania yang sudah berangkat duluan, itu terlihat dari caranya mengemudikan mobil yang tergesa meskipun kondisi jalan desa banyak yang berlubang, dia berharap mobil yang dikendarainya bisa beriringan dengan mobil yang di tumpangi Lena, supaya mereka bisa turun bareng di kota J


Namun secepat apa pun dia melajukan mobil Sean, dia belum bisa melihat mobil Rania di depanya, Rania juga sepertinya memang tidak pelan melajukan mobilnya


Hingga tidak terasa mereka pun sudah mulai memasuki kota J lagi, tapi Rgan tetap tidak bisa menyusul mobil Rania,


"Apa mungkin mereka tertinggal bos?, aku mungkin terlalu cepat memacu mobilnya" ucap Regan


Sean pun langsung tertawa mendengar pernyataan Regan ini "Apa kamu berharap bisa mengejar mobil Rania dari tadi? kalau kamu mau ngejar mobil Rania, harusnya tadi kamu melajukan mobilnya di atas kecepatan 100km/jam, bukan di 90" ucap Sean


"Hah? benarkah?, apa nona Rania bisa berkendara sangat cepat?, itu mustahil" ucap Regan


Sean pun hanya tersenyum pada Regan, dia sangat tau Rania saat membawa mobil jika sedang buru buru, kecepatan memacu mobilnya tidak main main, karena Sean juga pernah di buat hampir muntah saat Rania membawanya ke pesta waktu dulu dengan mobil milik Kartina


Merekapun akhirnya segera sampai ke mansion Kartina lagi, dan Sean juga segera turun "Kamu mau langsung pulang atau masuk dulu?" tanya Sean


"Masuk dulu lah bos, kan haus pengen minum dulu" ucap Regan


"Ya sudah, tumben kamu mau" ucap Sean heran


"Iya bos biasanya aku tidak haus" ucap Regan


Merekapun segera melangkah masuk kedalam mansion "Mewah sekali bos ruangannya, ku pikir hanya luarnya saja yang mewah" ucap Regan


Mereka pun segera duduk di sofa ruangan tamu, Sean juga langsung melepaskan jaketnya dan menaruhnya di sampingnya

__ADS_1


Meskipun ini sudah tengah malam, tapi masih saja ada pelayan rumah yang langsung mengantar minuman untuk mereka


"Minum dulu, kamu haus kan?" ucap Sean


"Iya, o yah bos, nona sudah tidur atau belum ya sekarang?" tanya Regan yang masih mengira kalau Lena pulang kemari


"Siapa yang kamu maksud?" ucap Sean


"Ya nona Lena lah, tidak mungkin aku nanyain bu direktur kan" ucap Regan tersenyum


Sean pun juga hanya bisa tersenyum mendengarnya, di pikiran Sean pun langsung terlintas rencana licik untuk mengerjai Regan "Oh nona Lena ya, ya ya, kebiasaan dia sih sebentar lagi pasti nangkring di balkon atas kalo jam segini, nyari udara segar" ucap Sean


"Be benarkah, apa aku bisa melihatnya dari luar?" tanya Regan


"Tentu" ucap Sean


"Ka kalau begitu aku keluar ya bos" ucap Regan yang segera beranjak


"Hey, minum dulu, bukanya kamu haus tadi?" ucap Sean


"Sekaranh Sudah tidak bos, terima kasih" ucap Regan menoleh sebentar


Sean tidak bisa menahan tawanya saat Regan sudah benar benar keluar "Mana ada nona Lena yang nangkring di tengah malem kayak gini, kalau nona hantu mungkin saja ada, ah Regan pikiranmu kacau" ucap Sean, Sean pun langsung beranjak ke kamar nya dan segera beristirahat


Keesokan paginya di ruangan kamar yang cukup mewah itu Sean mulai terbangun dari tidurnya, dia sejenak duduk di tempat tidur empuknya, dan kemudian segera beranjak mengambil air wudhu, dan sholat


Setelah itu,, Sean segera pergi ke markas Agam seperti biasanya, dia mengendarai mobil koenigsegg nya lagi yang di kemudikan oleh Agam


Dan setibanya di tempat latihan Sean melihat anak buah Agam semuanya sudah meulai latihannya masing masing


"Agam, panggil semu Senior untuk menghadap saya" ucap Sean yang berdiri dekat Ring


"Baik tuan" Agam pun segera memanggil satu persatu nama anak buah seniornya, Mereka adalah anak buah pertama yang ikut dengan Agam yang jumlahnya 10 orang


Dan dengan segera para senior itu pun kini berbaris di depan Sean "Siap tuan" ucap Mereka serempak


"Apa kalian tau kenapa aku memanggil kalian kesini" ucap Sean basa basi


"Siap, tidak tuan" ucap Mereka serempak


"Kalian semua pasti sudah tau masalah kemarin tentang Goma, kalau dia menepati kata katanya mungkin dia akan datang kemari lagi, dan mungkin dengan para anggotanya juga, aku ingin tau, berapa jumlah orang kita di sini?" tanya Sean

__ADS_1


"Siap, kalau kita menarik semua anggota yang bertugas di luar, mungkin jumlah keseluruhannya sekitar 90 orang tuan" ucap Salah satu Senior untuk mewakili


"90 orang ya, baiklah semua anggota hari ini harus tetap disini kecuali yang bertugas di mansion atau di kantor Kartin.corp, yang bertugas memantau Rania dan Lena juga jalankan tugasnya seperti biasa da pengawal bu Kartina juga tugaskan saja, selain dari itu semuanya tidak boleh ada yang bertugas di luar" ucap Sean memberi instruksi


"Baik tuan," ucap perwakilan mereka


"Jadi tinggal berapa kira kira orang kita yang siap di sini hari ini" tanya Sean


"Mungkin hanya sekitar 60 orang tuan" ucap perwakilan mereka


"Baiklah, aku perkirakan jumlah anggota Red bear itu ratusan, jadi ada kemungkinan Goma akan membawa anggota yang lebih dari pada jumlah kalian di sini, apa kalian takut?" tanya Sean tegas


"Siap, tidak tuan" ucap mereka serempak


"Bagus, aku percaya pada kalian, tidak mungkin Agam melatih kalian jadi pecundang, jadi berapapun jumlah anak buah Goma nanti yang datang, pastikan kalian memababatnya tuntas, dan untuk Goma biar jadi bagian ku, apa kalian Siap?" ucap Sean


"Siap tuan" ucap mereka serempak


Rencana Sean sekarang hanya menunggu serangan dan membalas, karena jika menyerang lebih dulu ke markas Redbear mungkin belum tentu anak buah Agam bisa bertahan karena jumlah anggota Redbear cukup banyak


Jadi jika mereka duluan yang datang kemari, pastinya Goma hanya membawa sebagian anggotanya saja


Sean pun segera membubarkan Sepuluh anggota senior itu, dan menyuruh mereka untuk menyampaikan apa yang di sampaikan Sean pada anggotanya masing masing, dan Sean juga menyuruh mereka untuk melakukan persiapan


Sean bahkan menyuruh untuk menyiapkan senjata api jika saja nanti di butuhkan, karena masing masing anggota Agam memang sudah mengantongi izin untuk menggunakan senjata api


Hanya saja Sean sedikit menyayangkan organisasi Yang di pimpin Agam ini belum punya julukan yang Sangar, Agam masih menggunakan nama ibunya yaitu KartinGuard yang menurut Sean nama itu tidak terdengar garang


Sean lebih memikirkan nama yang melambangkan besar dan kuat, seperti elephant guard atau Bison guard, tapi entah apa yang cocok untuk grup penjaga Agam ini


Setelah itu Sean pun kembali ke mansion untuk bersiap ke kantor, karena jika menunggu di markas menurutnya akan sedikit membosankan juga, dan belum tentu juga Goma datang, jadi diapun memutusakan untuk pergi ke kantor bersama Kartina


Sean duduk di ruangannya dan menghadap ke layar komputernya, tapi pikirannya tidak fokus karena dia terus menanti nanti kabar dari markas


"Kamu kenapa, apa ada pikiran yang mengganggumu, Ibu lihat seharian ini kamu tidak fokus, ada apa" tanya Kartina


"Tidak apa Bu, aku hanya sedang menunggu kabar dari markas, tiga hari lalu Goma mengancam akan berbuat sesuatu jika aku tidak melepaskan Leon, dan kupikir dia akan menyerang markas Agam" ucap Sean


"Oh, kalau begitu kamu hati hati, ibu dengar dia cukup hebat" ucap Kartina


"Tentu bu" ucap Sean

__ADS_1


"Ya sudah sekarang waktunya makan, kita turun dulu" ucap Kartina


"Baiklah" ucap Sean, dia pun segera berdiri dan segera mengikuti Kartina untuk turun, di ikuti Regan dan Elisa juga


__ADS_2